tirto.id - Sebuah video beredar di media sosial Facebook mengklaim Rusia akan mendirikan pangkalan militer di Papua. Dalam unggahan disebutkan alasan Rusia ingin mendaratkan pesawat militernya di Papua untuk membantu dan melindungi Indonesia dari pengaruh negara-negara Barat.
Unggahan tersebut diunggah oleh akun Facebook bernama “Journal Idn” (arsip) Selasa, 7 April 2026. Dalam video berdurasi 7 detik tersebut, pada awal cuplikan ditampilkan peta Biak dan Guam, kemudian disusul dengan gambar pesawat tempur.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
“SAAT PER4NG MEM4N4S TIBA-TIBA RUSIA MAU BIKIN PANGKALAN MILITER DI PAPUA! ADA APA SEBENARNYA? Muncul wacana tentang rencana Rusia yang ingin mendaratkan pesawat militernya di Papua, dengan alasan untuk membantu melindungi Indonesia dari negara-negara Barat, sekaligus menyeimbangkan kekuatan terhadap pangkalan militer Amerika Serikat di Australia. Langkah ini tentu menimbulkan pertanyaan dan perdebatan. Menurut kamu Setuju atau tolak? SUARA MU PENTING.” Begitu keterangan tertulis dalam video.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Sampai artikel ini ditulis pada Senin (13/04/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 957 likes, 238 komentar, 15 kali dibagikan, dan 167 ribu kali ditayangkan. Kolom komentar terbagi dua sebagian masyarakat setuju dengan alasan pangkalan militer dibuat untuk Indonesia dan yang lainnya tidak mempercayai informasi tersebut.
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?
Baca juga:Prabowo Bertolak ke Rusia, Pastikan Kerja Sama Ketahanan Energi
Periksa Fakta Pangkalan Militer Rusia di Papua. foto/hotline periksa fakta tirto
(GFD-2026-33492) Salah, Rencana Rusia Bangun Pangkalan Militer di Papua
Sumber:Tanggal publish: 13/04/2026
Berita
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto menelusuri akun pengunggah. Ditemukan banyak unggahan terkait Iran, Indonesia, Donald Trump, Netanyahu, dan Bahlil yang ditulis dengan narasi yang menggiring opini pengunjung. Akun tersebut memiliki 5,9 ribu pengikut dan YouTube Journal IDN dengan 224 subscriber.
Dari situ diketahui bahwa akun tersebut tidak terafiliasi dengan media resmi pemerintah, melainkan channel kreator yang membahas semua berita politik, ekonomi, bisnis, kriminal, hukum, internasional, bencana & peristiwa, olahraga, teknologi & sains, kesehatan, hiburan, sosial & budaya, militer & pertahanan, lingkungan, viral & lifestyle, serta umum.
Kemudian, Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan video asli. Hasilnya, tidak ditemukan berita kredibel yang membenarkan klaim bahwa Rusia akan mendaratkan pesawat militernya dan membangun pangkalan militer di Papua.
Kami justru diarahkan ke laman Kementerian Komunikasi dan Digital yang menyatakan bahwa unggahan di media sosial Facebook yang mengklaim bahwa Rusia akan membuat pangkalan militer di Papua adalah hoaks.
Melansir laman Kompas, klaim Rusia akan membangun pangkalan militer di Indonesia beredar karena terbitnya sebuah kabar dari media asing tentang kemungkinan kehadiran militer Rusia di Indonesia, tepatnya di Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Manuhua, Biak, Papua.
Kabar ini mencuat usai pemberitaan yang dikutip oleh kantor berita Antara, menyebut Rusia akan menjadikan Lanud Manuhua sebagai lokasi markas pesawat-pesawat militernya. Laporan tersebut mulanya dilansir oleh media internasional yang fokus di bidang pertahanan, Janes.
Kementerian Pertahanan RI membantah adanya rencana untuk menjadikan Landasan Udara Manuhua sebagai pangkalan militer Rusia. Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Frega Wenas Inkiriwang, menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar.
“Terkait pemberitaan tentang usulan penggunaan pangkalan Indonesia oleh Rusia, Kemhan mengklarifikasi bahwa berita tersebut tidak benar,” begitu keterangan Frega pada Kompas.com, Selasa (15/4/2025).
Adapun pertemuan antara Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin dan Sekretaris Dewan Keamanan Rusia pada Februari lalu, dalam kerangka hubungan bilateral dan tidak mencakup pembicaraan strategis soal pangkalan militer.
Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI dan Kementerian Luar Negeri menegaskan tidak pernah ada izin atau rencana pembangunan pangkalan militer asing, termasuk Rusia, di wilayah Indonesia. Dengan demikian, narasi yang beredar di media sosial mengenai pembangunan pangkalan di Papua adalah tidak benar.
Baca juga:Prabowo ke Rusia Besok, Temui Putin demi Amankan Pasokan Energi
Dari situ diketahui bahwa akun tersebut tidak terafiliasi dengan media resmi pemerintah, melainkan channel kreator yang membahas semua berita politik, ekonomi, bisnis, kriminal, hukum, internasional, bencana & peristiwa, olahraga, teknologi & sains, kesehatan, hiburan, sosial & budaya, militer & pertahanan, lingkungan, viral & lifestyle, serta umum.
Kemudian, Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan video asli. Hasilnya, tidak ditemukan berita kredibel yang membenarkan klaim bahwa Rusia akan mendaratkan pesawat militernya dan membangun pangkalan militer di Papua.
Kami justru diarahkan ke laman Kementerian Komunikasi dan Digital yang menyatakan bahwa unggahan di media sosial Facebook yang mengklaim bahwa Rusia akan membuat pangkalan militer di Papua adalah hoaks.
Melansir laman Kompas, klaim Rusia akan membangun pangkalan militer di Indonesia beredar karena terbitnya sebuah kabar dari media asing tentang kemungkinan kehadiran militer Rusia di Indonesia, tepatnya di Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Manuhua, Biak, Papua.
Kabar ini mencuat usai pemberitaan yang dikutip oleh kantor berita Antara, menyebut Rusia akan menjadikan Lanud Manuhua sebagai lokasi markas pesawat-pesawat militernya. Laporan tersebut mulanya dilansir oleh media internasional yang fokus di bidang pertahanan, Janes.
Kementerian Pertahanan RI membantah adanya rencana untuk menjadikan Landasan Udara Manuhua sebagai pangkalan militer Rusia. Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Frega Wenas Inkiriwang, menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar.
“Terkait pemberitaan tentang usulan penggunaan pangkalan Indonesia oleh Rusia, Kemhan mengklarifikasi bahwa berita tersebut tidak benar,” begitu keterangan Frega pada Kompas.com, Selasa (15/4/2025).
Adapun pertemuan antara Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin dan Sekretaris Dewan Keamanan Rusia pada Februari lalu, dalam kerangka hubungan bilateral dan tidak mencakup pembicaraan strategis soal pangkalan militer.
Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI dan Kementerian Luar Negeri menegaskan tidak pernah ada izin atau rencana pembangunan pangkalan militer asing, termasuk Rusia, di wilayah Indonesia. Dengan demikian, narasi yang beredar di media sosial mengenai pembangunan pangkalan di Papua adalah tidak benar.
Baca juga:Prabowo ke Rusia Besok, Temui Putin demi Amankan Pasokan Energi
Kesimpulan
Hasil penelusuran menunjukkan bahwa klaim yang menyebutkan Rusia akan membangun pangkalan militer di Indonesia adalah bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).
Pertemuan antara Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin dan Sekretaris Dewan Keamanan Rusia pada Februari lalu, dalam kerangka hubungan bilateral dan tidak mencakup pembicaraan strategis soal pangkalan militer.
Kementerian Pertahanan RI membantah adanya rencana untuk menjadikan Landasan Udara Manuhua sebagai pangkalan militer Rusia. Sampai artikel ini ditulis tidak ditemukan informasi dari media kredibel yang membenarkan klaim tersebut.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Pertemuan antara Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin dan Sekretaris Dewan Keamanan Rusia pada Februari lalu, dalam kerangka hubungan bilateral dan tidak mencakup pembicaraan strategis soal pangkalan militer.
Kementerian Pertahanan RI membantah adanya rencana untuk menjadikan Landasan Udara Manuhua sebagai pangkalan militer Rusia. Sampai artikel ini ditulis tidak ditemukan informasi dari media kredibel yang membenarkan klaim tersebut.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Rujukan
- https://www.facebook.com/reel/1523797715843868
- https://archive.ph/YZ9BF
- https://tirto.id/prabowo-bertolak-ke-rusia-pastikan-kerja-sama-ketahanan-energi-huah
- https://www.youtube.com/@journalidn31
- https://www.komdigi.go.id/berita/berita-hoaks/detail/hoaks-rusia-akan-membuat-pangkalan-militer-di-papua
- https://nasional.kompas.com/read/2025/04/16/06183981/isu-rusia-mau-bangun-pangkalan-militer-di-papua-benar-atau-tidak?page=all
- https://tirto.id/prabowo-ke-rusia-besok-temui-putin-demi-amankan-pasokan-energi-ht85
(GFD-2026-33518) Salah, Rencana Rusia Bangun Pangkalan Militer di Papua
Sumber:Tanggal publish: 13/04/2026
Berita
tirto.id - Sebuah video beredar di media sosial Facebook mengklaim Rusia akan mendirikan pangkalan militer di Papua. Dalam unggahan disebutkan alasan Rusia ingin mendaratkan pesawat militernya di Papua untuk membantu dan melindungi Indonesia dari pengaruh negara-negara Barat.
Unggahan tersebut diunggah oleh akun Facebook bernama “Journal Idn” (arsip) Selasa, 7 April 2026. Dalam video berdurasi 7 detik tersebut, pada awal cuplikan ditampilkan peta Biak dan Guam, kemudian disusul dengan gambar pesawat tempur.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
“SAAT PER4NG MEM4N4S TIBA-TIBA RUSIA MAU BIKIN PANGKALAN MILITER DI PAPUA! ADA APA SEBENARNYA? Muncul wacana tentang rencana Rusia yang ingin mendaratkan pesawat militernya di Papua, dengan alasan untuk membantu melindungi Indonesia dari negara-negara Barat, sekaligus menyeimbangkan kekuatan terhadap pangkalan militer Amerika Serikat di Australia. Langkah ini tentu menimbulkan pertanyaan dan perdebatan. Menurut kamu Setuju atau tolak? SUARA MU PENTING.” Begitu keterangan tertulis dalam video.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Sampai artikel ini ditulis pada Senin (13/04/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 957 likes, 238 komentar, 15 kali dibagikan, dan 167 ribu kali ditayangkan. Kolom komentar terbagi dua sebagian masyarakat setuju dengan alasan pangkalan militer dibuat untuk Indonesia dan yang lainnya tidak mempercayai informasi tersebut.
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?
Baca juga:Prabowo Bertolak ke Rusia, Pastikan Kerja Sama Ketahanan Energi
Periksa Fakta Pangkalan Militer Rusia di Papua. foto/hotline periksa fakta tirto
Unggahan tersebut diunggah oleh akun Facebook bernama “Journal Idn” (arsip) Selasa, 7 April 2026. Dalam video berdurasi 7 detik tersebut, pada awal cuplikan ditampilkan peta Biak dan Guam, kemudian disusul dengan gambar pesawat tempur.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
“SAAT PER4NG MEM4N4S TIBA-TIBA RUSIA MAU BIKIN PANGKALAN MILITER DI PAPUA! ADA APA SEBENARNYA? Muncul wacana tentang rencana Rusia yang ingin mendaratkan pesawat militernya di Papua, dengan alasan untuk membantu melindungi Indonesia dari negara-negara Barat, sekaligus menyeimbangkan kekuatan terhadap pangkalan militer Amerika Serikat di Australia. Langkah ini tentu menimbulkan pertanyaan dan perdebatan. Menurut kamu Setuju atau tolak? SUARA MU PENTING.” Begitu keterangan tertulis dalam video.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Sampai artikel ini ditulis pada Senin (13/04/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 957 likes, 238 komentar, 15 kali dibagikan, dan 167 ribu kali ditayangkan. Kolom komentar terbagi dua sebagian masyarakat setuju dengan alasan pangkalan militer dibuat untuk Indonesia dan yang lainnya tidak mempercayai informasi tersebut.
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?
Baca juga:Prabowo Bertolak ke Rusia, Pastikan Kerja Sama Ketahanan Energi
Periksa Fakta Pangkalan Militer Rusia di Papua. foto/hotline periksa fakta tirto
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto menelusuri akun pengunggah. Ditemukan banyak unggahan terkait Iran, Indonesia, Donald Trump, Netanyahu, dan Bahlil yang ditulis dengan narasi yang menggiring opini pengunjung. Akun tersebut memiliki 5,9 ribu pengikut dan YouTube Journal IDN dengan 224 subscriber.
Dari situ diketahui bahwa akun tersebut tidak terafiliasi dengan media resmi pemerintah, melainkan channel kreator yang membahas semua berita politik, ekonomi, bisnis, kriminal, hukum, internasional, bencana & peristiwa, olahraga, teknologi & sains, kesehatan, hiburan, sosial & budaya, militer & pertahanan, lingkungan, viral & lifestyle, serta umum.
Kemudian, Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan video asli. Hasilnya, tidak ditemukan berita kredibel yang membenarkan klaim bahwa Rusia akan mendaratkan pesawat militernya dan membangun pangkalan militer di Papua.
Kami justru diarahkan ke laman Kementerian Komunikasi dan Digital yang menyatakan bahwa unggahan di media sosial Facebook yang mengklaim bahwa Rusia akan membuat pangkalan militer di Papua adalah hoaks.
Melansir laman Kompas, klaim Rusia akan membangun pangkalan militer di Indonesia beredar karena terbitnya sebuah kabar dari media asing tentang kemungkinan kehadiran militer Rusia di Indonesia, tepatnya di Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Manuhua, Biak, Papua.
Kabar ini mencuat usai pemberitaan yang dikutip oleh kantor berita Antara, menyebut Rusia akan menjadikan Lanud Manuhua sebagai lokasi markas pesawat-pesawat militernya. Laporan tersebut mulanya dilansir oleh media internasional yang fokus di bidang pertahanan, Janes.
Kementerian Pertahanan RI membantah adanya rencana untuk menjadikan Landasan Udara Manuhua sebagai pangkalan militer Rusia. Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Frega Wenas Inkiriwang, menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar.
“Terkait pemberitaan tentang usulan penggunaan pangkalan Indonesia oleh Rusia, Kemhan mengklarifikasi bahwa berita tersebut tidak benar,” begitu keterangan Frega pada Kompas.com, Selasa (15/4/2025).
Adapun pertemuan antara Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin dan Sekretaris Dewan Keamanan Rusia pada Februari lalu, dalam kerangka hubungan bilateral dan tidak mencakup pembicaraan strategis soal pangkalan militer.
Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI dan Kementerian Luar Negeri menegaskan tidak pernah ada izin atau rencana pembangunan pangkalan militer asing, termasuk Rusia, di wilayah Indonesia. Dengan demikian, narasi yang beredar di media sosial mengenai pembangunan pangkalan di Papua adalah tidak benar.
Baca juga:Prabowo ke Rusia Besok, Temui Putin demi Amankan Pasokan Energi
Dari situ diketahui bahwa akun tersebut tidak terafiliasi dengan media resmi pemerintah, melainkan channel kreator yang membahas semua berita politik, ekonomi, bisnis, kriminal, hukum, internasional, bencana & peristiwa, olahraga, teknologi & sains, kesehatan, hiburan, sosial & budaya, militer & pertahanan, lingkungan, viral & lifestyle, serta umum.
Kemudian, Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan video asli. Hasilnya, tidak ditemukan berita kredibel yang membenarkan klaim bahwa Rusia akan mendaratkan pesawat militernya dan membangun pangkalan militer di Papua.
Kami justru diarahkan ke laman Kementerian Komunikasi dan Digital yang menyatakan bahwa unggahan di media sosial Facebook yang mengklaim bahwa Rusia akan membuat pangkalan militer di Papua adalah hoaks.
Melansir laman Kompas, klaim Rusia akan membangun pangkalan militer di Indonesia beredar karena terbitnya sebuah kabar dari media asing tentang kemungkinan kehadiran militer Rusia di Indonesia, tepatnya di Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Manuhua, Biak, Papua.
Kabar ini mencuat usai pemberitaan yang dikutip oleh kantor berita Antara, menyebut Rusia akan menjadikan Lanud Manuhua sebagai lokasi markas pesawat-pesawat militernya. Laporan tersebut mulanya dilansir oleh media internasional yang fokus di bidang pertahanan, Janes.
Kementerian Pertahanan RI membantah adanya rencana untuk menjadikan Landasan Udara Manuhua sebagai pangkalan militer Rusia. Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Frega Wenas Inkiriwang, menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar.
“Terkait pemberitaan tentang usulan penggunaan pangkalan Indonesia oleh Rusia, Kemhan mengklarifikasi bahwa berita tersebut tidak benar,” begitu keterangan Frega pada Kompas.com, Selasa (15/4/2025).
Adapun pertemuan antara Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin dan Sekretaris Dewan Keamanan Rusia pada Februari lalu, dalam kerangka hubungan bilateral dan tidak mencakup pembicaraan strategis soal pangkalan militer.
Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI dan Kementerian Luar Negeri menegaskan tidak pernah ada izin atau rencana pembangunan pangkalan militer asing, termasuk Rusia, di wilayah Indonesia. Dengan demikian, narasi yang beredar di media sosial mengenai pembangunan pangkalan di Papua adalah tidak benar.
Baca juga:Prabowo ke Rusia Besok, Temui Putin demi Amankan Pasokan Energi
Kesimpulan
Hasil penelusuran menunjukkan bahwa klaim yang menyebutkan Rusia akan membangun pangkalan militer di Indonesia adalah bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).
Pertemuan antara Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin dan Sekretaris Dewan Keamanan Rusia pada Februari lalu, dalam kerangka hubungan bilateral dan tidak mencakup pembicaraan strategis soal pangkalan militer.
Kementerian Pertahanan RI membantah adanya rencana untuk menjadikan Landasan Udara Manuhua sebagai pangkalan militer Rusia. Sampai artikel ini ditulis tidak ditemukan informasi dari media kredibel yang membenarkan klaim tersebut.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Pertemuan antara Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin dan Sekretaris Dewan Keamanan Rusia pada Februari lalu, dalam kerangka hubungan bilateral dan tidak mencakup pembicaraan strategis soal pangkalan militer.
Kementerian Pertahanan RI membantah adanya rencana untuk menjadikan Landasan Udara Manuhua sebagai pangkalan militer Rusia. Sampai artikel ini ditulis tidak ditemukan informasi dari media kredibel yang membenarkan klaim tersebut.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Rujukan
- https://www.facebook.com/reel/1523797715843868
- https://archive.ph/YZ9BF
- https://tirto.id/prabowo-bertolak-ke-rusia-pastikan-kerja-sama-ketahanan-energi-huah
- https://www.youtube.com/@journalidn31
- https://www.komdigi.go.id/berita/berita-hoaks/detail/hoaks-rusia-akan-membuat-pangkalan-militer-di-papua
- https://nasional.kompas.com/read/2025/04/16/06183981/isu-rusia-mau-bangun-pangkalan-militer-di-papua-benar-atau-tidak?page=all
- https://tirto.id/prabowo-ke-rusia-besok-temui-putin-demi-amankan-pasokan-energi-ht85
(GFD-2026-33385) Cek Fakta: Tidak Benar Bahlil Dorong PLN Naikan Harga Token Listrik agar Rakyat Belajar Hemat
Sumber:Tanggal publish: 12/04/2026
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dorong PLN naikan harga token listrik agar rakyat belajar hemat, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 11 April 2026.
Klaim Bahlil dorong PLN naikan harga token listrik agar rakyat belajar hemat berupa foto Bahlil disertai dengan tulisan sebagai berikut.
"BAHLIL DORONG PLN NAIKKAN HARGA TOKEN LISTRIK
Tujuannya Agar Rakyat Belajar Hemat Listrik dan Hindari Rugi"
Unggahan tersebut diberi keterangan sebagai berikut.
"Setuju nggak para netizen ???"
Benarkah klaim Bahlil dorong PLN naikan harga token listrik agar rakyat belajar hemat? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim Bahlil dorong PLN naikan harga token listrik agar rakyat belajar hemat, dengan menjadikan kutipan dalam klaim
"BAHLIL DORONG PLN NAIKKAN HARGA TOKEN LISTRIK Tujuannya Agar Rakyat Belajar Hemat Listrik dan Hindari Rugi"
sebagai bahan penelusuran, hasilnya tidak ditemukan artikel dari media massa yang membuat artikel tersebut.
Penelusuran juga dilanjutkan dengan menghubungi Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dwi Anggia.
Anggia mengatakan, klaim Bahlil ajak PLN menaikkan harga token listrik adalah hoaks.
"Hoaks dan postingan lama," kata Anggia saat berbincang dengan Liputan6.com, dikutip (12/4/2026).
Kesimpulan
Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim Bahlil dorong PLN naikan harga token listrik agar rakyat belajar hemat tidak benar.
Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia mengatakan, klaim Bahlil ajak PLN menaikkan harga token listrik adalah hoaks.
(GFD-2026-33565) Tidak Benar, Meteor Jatuh di Lampung Utara
Sumber:Tanggal publish: 11/04/2026
Berita
tirto.id - Sebuah unggahan video beredar di media sosial Facebook mengklaim meteor jatuh di Lampung Utara. Video berdurasi 18 detik tersebut memperlihatkan kobaran api dan sekumpulan orang disekitarnya.
Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Ahmad Jailani” (arsip) pada Sabtu (04/04/2026). Dalam unggahan tersebut menampilkan kerumunan masyarakat dan kobaran api terlihat seperti di kebun yang memiliki pepohonan, lalu pada detik ke 16, tayangan memperlihatkan tulisan: “Meteor jatuh di Lampung Utara dipeladangan.”
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
“Meteor sudah jatuh di Lampung Utara,” begitu keterangan dalam unggahan tersebut.
#inline3 {margin:1.5em auto}
#inline3 img{margin: 0 auto;max-width:300px !important;}
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Dalam video tersebut, Tirto menemukan beberapa kejanggalan, dimana tempat yang disebutkan yaitu Lampung Utara, namun dalam cuplikan video terdengar suara gaduh dan orang-orang yang berbicara dengan menggunakan bahasa Sunda.
#inline4 {margin:1.5em 0}
#inline4 img{max-width:300px !important;margin:auto;display:block;}
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
“Sugan etana, apal meren, eta, heula,” begitu kata-kata yang terdengar bersahutan dengan gaduh.
Sampai artikel ini ditulis pada Jumat (10/04/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 155 likes, 48 komentar, 24 kali dibagikan, dan 24 ribu kali ditayangkan. Kolom komentar terbagi dua, sebagian masyarakat mempercayai informasi tersebut dan yang lainnya mempertanyakan kebenarannya. Unggahan serupa juga ditemukan pada akun Facebook ini, ini, dan ini.
Lantas, benarkah meteor jatuh di Lampung Utara?
Baca juga:Kapan Puncak Hujan Meteor Geminid? Catat Tanggal & Jamnya
periksa fakta Meteor di Lampung.
Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Ahmad Jailani” (arsip) pada Sabtu (04/04/2026). Dalam unggahan tersebut menampilkan kerumunan masyarakat dan kobaran api terlihat seperti di kebun yang memiliki pepohonan, lalu pada detik ke 16, tayangan memperlihatkan tulisan: “Meteor jatuh di Lampung Utara dipeladangan.”
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
“Meteor sudah jatuh di Lampung Utara,” begitu keterangan dalam unggahan tersebut.
#inline3 {margin:1.5em auto}
#inline3 img{margin: 0 auto;max-width:300px !important;}
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Dalam video tersebut, Tirto menemukan beberapa kejanggalan, dimana tempat yang disebutkan yaitu Lampung Utara, namun dalam cuplikan video terdengar suara gaduh dan orang-orang yang berbicara dengan menggunakan bahasa Sunda.
#inline4 {margin:1.5em 0}
#inline4 img{max-width:300px !important;margin:auto;display:block;}
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
“Sugan etana, apal meren, eta, heula,” begitu kata-kata yang terdengar bersahutan dengan gaduh.
Sampai artikel ini ditulis pada Jumat (10/04/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 155 likes, 48 komentar, 24 kali dibagikan, dan 24 ribu kali ditayangkan. Kolom komentar terbagi dua, sebagian masyarakat mempercayai informasi tersebut dan yang lainnya mempertanyakan kebenarannya. Unggahan serupa juga ditemukan pada akun Facebook ini, ini, dan ini.
Lantas, benarkah meteor jatuh di Lampung Utara?
Baca juga:Kapan Puncak Hujan Meteor Geminid? Catat Tanggal & Jamnya
periksa fakta Meteor di Lampung.
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan video asli. Hasilnya, tidak ditemukan berita kredibel yang membenarkan klaim bahwa meteor jatuh di Lampung Utara.
Kami justru diarahkan ke laman Kompas, Masyarakat di Provinsi Lampung dihebohkan dengan penampakan benda bercahaya misterius yang melintasi langit pada Sabtu (4/4/2026) malam. Pusat Observatorium Astronomi Itera Lampung (OAIL) memastikan bahwa benda itu bukanlah fenomena alam alami seperti meteor atau komet.
Kepala OAIL, Dr. Annisa Novia Indra Putri, menjelaskan bahwa benda bercahaya tersebut teridentifikasi sebagai sampah antariksa dari bagian roket asal China. Fenomena langit di benda bercahaya yang melintasi Lampung bukan dari komet, tapi kemungkinan besar adalah sampah antariksa dari rocket body, tubuh roket (satelit) dari China, dikonfirmasi, pada Minggu (5/4/2026).
Dalam rilis Kompas, Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Yuni Iswandari mengatakan, informasi benda langit jatuh di Lampung adalah hoaks. Visualisasi pada video pun disebut terjadi kebakaran akibat pecahan roket tersebut.
“Hasil koordinasi dengan Kapolres Lampung Timur dan Kapolres Tulang Bawang, situasi aman dan terkendali. Tidak ada laporan benda jatuh di wilayah Lampung,” begitu keterangan Yuni, Minggu (5/4/2026).
Melansir Instagram @polres_oki, video tersebut juga pernah beredar menampilkan cuplikan video yang sama terkait jatuhnya meteor, namun berbeda tempat, yaitu di OKI. Polres Oki menegaskan dalam unggahan tersebut: “Tidak ada meteor jatuh di Oki, berita yang beredar adalah hoaks.”
Teranyar, beredar video yang mengklaim adanya meteor jatuh di wilayah Tugumulyo, OKI, informasi tersebut bukan merupakan peristiwa jatuhnya benda dari langit di wilayah OKI, melainkan kejadian lain yang tidak berkaitan.
Lebih lanjut, Tirto mengetikkan kata kunci “Meteor jatuh di Lampung Utara”. Hasil pencarian mengarahkan pada laman arus media utama Antara, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dilansir dari ANTARA, mengkonfirmasi benda langit bercahaya tersebut melintasi wilayah udara Lampung dan Banten pada Sabtu (4/4/2026) malam merupakan sampah antariksa. Objek yang sempat viral di media sosial itu teridentifikasi sebagai bekas roket milik China.
Analisis menunjukkan bahwa objek yang terlihat merupakan benda yang memasuki atmosfer dan terbakar akibat gesekan saat berada di ketinggian sekitar 120 kilometer. Peristiwa tersebut menimbulkan cahaya terang di langit, tetapi tidak sampai jatuh ke permukaan atau menyebabkan kebakaran di wilayah permukiman.
Senada dengan hal itu, Tirto dalam artikel berjudul "BRIN Jelaskan Benda Langit Bercahaya di Lampung: Eks Roket Cina"menulis, peneliti Pusat Riset Antariksa BRIN, Prof. Thomas Djamaluddin, menyatakan bahwa objek tersebut merupakan sampah antariksa berupa badan roket CZ-3B R/B asal China.
“Masyarakat sekitar Lampung dan Banten dihebohkan dengan objek terang yg meluncur di langit dan tampak terpecah menjadi beberapa bagian. Itu adalah pecahan sampah antariksa,” ujarnya kepada Tirto, pada Minggu (5/4/2026).
Space-Track
Kepala Pusat Riset Teknologi Satelit BRIN, Wahyudi Hasbi saat dihubungi terpisah juga menjelaskan bahwa objek tersebut merupakan bagian dari roket Long March-3B yang diluncurkan dari Xichang Satellite Launch Center pada 23 Januari 2025 untuk membawa satelit komunikasi TJSW-14.
Menurutnya, puing yang terlihat merupakan bagian tahap ketiga (third stage) roket dengan panjang sekitar 12,4 meter; diameter 3 meter; dan massa sekitar 2,8 ton dalam kondisi kosong. Sebelum memasuki atmosfer, ketinggian objek diperkirakan berada di sekitar 116 kilometer.
Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas kebenarannya, serta selalu melakukan verifikasi sebelum menyebarluaskan, guna menghindari kepanikan dan penyebaran informasi yang menyesatkan.
Baca juga:Kapan Hujan Meteor Leonis Minorid, Cara Lihat, & Jam Berapa?
Kami justru diarahkan ke laman Kompas, Masyarakat di Provinsi Lampung dihebohkan dengan penampakan benda bercahaya misterius yang melintasi langit pada Sabtu (4/4/2026) malam. Pusat Observatorium Astronomi Itera Lampung (OAIL) memastikan bahwa benda itu bukanlah fenomena alam alami seperti meteor atau komet.
Kepala OAIL, Dr. Annisa Novia Indra Putri, menjelaskan bahwa benda bercahaya tersebut teridentifikasi sebagai sampah antariksa dari bagian roket asal China. Fenomena langit di benda bercahaya yang melintasi Lampung bukan dari komet, tapi kemungkinan besar adalah sampah antariksa dari rocket body, tubuh roket (satelit) dari China, dikonfirmasi, pada Minggu (5/4/2026).
Dalam rilis Kompas, Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Yuni Iswandari mengatakan, informasi benda langit jatuh di Lampung adalah hoaks. Visualisasi pada video pun disebut terjadi kebakaran akibat pecahan roket tersebut.
“Hasil koordinasi dengan Kapolres Lampung Timur dan Kapolres Tulang Bawang, situasi aman dan terkendali. Tidak ada laporan benda jatuh di wilayah Lampung,” begitu keterangan Yuni, Minggu (5/4/2026).
Melansir Instagram @polres_oki, video tersebut juga pernah beredar menampilkan cuplikan video yang sama terkait jatuhnya meteor, namun berbeda tempat, yaitu di OKI. Polres Oki menegaskan dalam unggahan tersebut: “Tidak ada meteor jatuh di Oki, berita yang beredar adalah hoaks.”
Teranyar, beredar video yang mengklaim adanya meteor jatuh di wilayah Tugumulyo, OKI, informasi tersebut bukan merupakan peristiwa jatuhnya benda dari langit di wilayah OKI, melainkan kejadian lain yang tidak berkaitan.
Lebih lanjut, Tirto mengetikkan kata kunci “Meteor jatuh di Lampung Utara”. Hasil pencarian mengarahkan pada laman arus media utama Antara, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dilansir dari ANTARA, mengkonfirmasi benda langit bercahaya tersebut melintasi wilayah udara Lampung dan Banten pada Sabtu (4/4/2026) malam merupakan sampah antariksa. Objek yang sempat viral di media sosial itu teridentifikasi sebagai bekas roket milik China.
Analisis menunjukkan bahwa objek yang terlihat merupakan benda yang memasuki atmosfer dan terbakar akibat gesekan saat berada di ketinggian sekitar 120 kilometer. Peristiwa tersebut menimbulkan cahaya terang di langit, tetapi tidak sampai jatuh ke permukaan atau menyebabkan kebakaran di wilayah permukiman.
Senada dengan hal itu, Tirto dalam artikel berjudul "BRIN Jelaskan Benda Langit Bercahaya di Lampung: Eks Roket Cina"menulis, peneliti Pusat Riset Antariksa BRIN, Prof. Thomas Djamaluddin, menyatakan bahwa objek tersebut merupakan sampah antariksa berupa badan roket CZ-3B R/B asal China.
“Masyarakat sekitar Lampung dan Banten dihebohkan dengan objek terang yg meluncur di langit dan tampak terpecah menjadi beberapa bagian. Itu adalah pecahan sampah antariksa,” ujarnya kepada Tirto, pada Minggu (5/4/2026).
Space-Track
Kepala Pusat Riset Teknologi Satelit BRIN, Wahyudi Hasbi saat dihubungi terpisah juga menjelaskan bahwa objek tersebut merupakan bagian dari roket Long March-3B yang diluncurkan dari Xichang Satellite Launch Center pada 23 Januari 2025 untuk membawa satelit komunikasi TJSW-14.
Menurutnya, puing yang terlihat merupakan bagian tahap ketiga (third stage) roket dengan panjang sekitar 12,4 meter; diameter 3 meter; dan massa sekitar 2,8 ton dalam kondisi kosong. Sebelum memasuki atmosfer, ketinggian objek diperkirakan berada di sekitar 116 kilometer.
Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas kebenarannya, serta selalu melakukan verifikasi sebelum menyebarluaskan, guna menghindari kepanikan dan penyebaran informasi yang menyesatkan.
Baca juga:Kapan Hujan Meteor Leonis Minorid, Cara Lihat, & Jam Berapa?
Kesimpulan
Hasil penelusuran menunjukkan bahwa klaim yang menyebutkan meteor jatuh di Lampung adalah bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).
Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Yuni Iswandari, menyampaikan hasil koordinasi dengan Kapolres Lampung Timur dan Kapolres Tulang Bawang, bahwa situasi aman dan terkendali. Tidak ada laporan benda jatuh di wilayah Lampung.
Adapun fenomena benda langit bercahaya melintasi wilayah udara Lampung dan Banten pada Sabtu (4/4/2026) malam merupakan sampah antariksa. Objek yang sempat viral di media sosial itu teridentifikasi sebagai bekas roket milik China dan tidak sampai jatuh ke permukaan atau menyebabkan kebakaran di wilayah permukiman.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Yuni Iswandari, menyampaikan hasil koordinasi dengan Kapolres Lampung Timur dan Kapolres Tulang Bawang, bahwa situasi aman dan terkendali. Tidak ada laporan benda jatuh di wilayah Lampung.
Adapun fenomena benda langit bercahaya melintasi wilayah udara Lampung dan Banten pada Sabtu (4/4/2026) malam merupakan sampah antariksa. Objek yang sempat viral di media sosial itu teridentifikasi sebagai bekas roket milik China dan tidak sampai jatuh ke permukaan atau menyebabkan kebakaran di wilayah permukiman.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Rujukan
- https://www.facebook.com/reel/26367732869549658
- https://archive.ph/lyiHK
- https://aurum.tirto.id/gold/ck.php?oaparams=2__bnnid=2286__znnid=318__cb=ab312dffe8__oadest=
- https%3A%2F%2Fdaihatsu.co.id%2Fproduct%2Frocky-hybrid%2F%3Futm_source%3Dprogrammatic%26utm_medium%3Dtirto%26utm_campaign%3Ddaihatsu_april%26utm_id%3Ddaihatsu_april
- https://aurum.tirto.id/gold/ck.php?oaparams=2__bnnid=2286__znnid=319__cb=c2135754f2__oadest=
- https%3A%2F%2Fdaihatsu.co.id%2Fproduct%2Frocky-hybrid%2F%3Futm_source%3Dprogrammatic%26utm_medium%3Dtirto%26utm_campaign%3Ddaihatsu_april%26utm_id%3Ddaihatsu_april
- https://www.facebook.com/reel/1245580991118867
- https://www.facebook.com/reel/932231349802437
- https://www.facebook.com/reel/2262794987873837
- https://tirto.id/kapan-puncak-hujan-meteor-geminid-catat-tanggal-jamnya-hnEF
- https://regional.kompas.com/read/2026/04/05/164440378/bukan-meteor-ini-penjelasan-oail-itera-terkait-fenomena-cahaya-misterius-di?page=all
- https://regional.kompas.com/read/2026/04/06/090645578/hoaks-pecahan-roket-jatuh-di-lampung-polisi-pastikan-tak-ada-benda-langit
- https://www.instagram.com/reels/DWwbQspAAq3/
- https://www.antaranews.com/berita/5519815/cek-fakta-video-meteor-jatuh-di-lampung-membakar-daratan
- https://tirto.id/brin-jelaskan-benda-langit-bercahaya-di-lampung-eks-roket-cina-htK5
- https://tirto.id/kapan-hujan-meteor-leonis-minorid-cara-lihat-jam-berapa-hkai
Halaman: 88/7773



