KOMPAS.com - Mantan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) diklaim mengalami penyakit furuncular myiasis, yang membuat larva lalat berkembang di bawah kulit kepalanya.
Di media sosial, beredar sebuah video menampilkan ada bercak atau bintil-bintil kecil di bagian atas kepala Jokowi.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu tidak benar dan perlu diluruskan informasinya.
Informasi mengenai larva belatung di kepala Jokowi disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, dan ini.
Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada 27 Juli 2025:
Penampakan diduga Belatung di Kepala Jokowi akibat Furuncular Myiasis : Infeksi Larva Lalat yang berkembang dibawah Kulit Kepala.
(GFD-2025-28367) [KLARIFIKASI] Belum Ada Bukti Ada Larva Lalat atau Belatung di Kepala Jokowi
Sumber:Tanggal publish: 08/08/2025
Berita
Hasil Cek Fakta
Video yang beredar bersumber dari kanal YouTube SOLOKINI yang diunggah pada 26 Juli 2025.
Peristiwa dalam video merupakan momen kehadiran Jokowi dalam reuni Fakultas Kehutanan UGM angkatan 1980 di Yogyakarta.
Dalam video, Jokowi dikerumuni peserta reuni dan mengisi buku tamu pada sebuah meja.
Sebagai informasi, furuncular myiasis adalah penyakit penyakit endemik yang beredar di sekitar Amerika tengah dan selatan.
Penyakit ini disebabkan oleh lalat yang disebut botfly (Dermatobia hominis), yang merupakan parasit pada tubuh manusia. Larva dari lalat botfly dapat hidup dan berkembang di tubuh manusia.
Dikutip dari Science Direct, larva botfly ditinggalkan di kulit oleh nyamuk. Biasanya larva ditinggalkan pada area kulit yang tidak tertutup.
Setelah berkembang biak, larva akan memunculkan benjolan di permukaan kulit berukuran 1-2 cm dan mengeluarkan sedikit cairan. Pasien biasanya mengeluhkan adanya sesuatu yang bergerak di dalam lesi dan terasa sakit.
Masa inkubasi larvanya yakni 15 hingga 45 hari, karena ia dikabarkan sakit sejak April 2025.
Jika benar Jokowi mengidap furuncular myiasis, seharusnya masa inkubasi larva telah selesai.
Adapun sejauh ini, tidak ada bukti bahwa Jokowi menderita penyakit furuncular myiasis.
Jokowi diutus Presiden Prabowo Subianto untuk menghadiri pemakaman Paus Fransiskus pada 26 April 2025.
Setelah pulang dari Vatikan, Jokowi dikabarkan mengidap penyakit alergi kulit.
Sebagaimana pernah diwartakan Kompas.com, selama mengidap penyakit alergi kulit mendapatkan pelayanan kesehatan dari dokter kepresidenan.
Ajudan Jokowi, Kompol Syarif Fitriansyah mengungkapkan, Jokowi masih dalam pemulihan
"Kondisinya sehat walafiat, bugar," ujar Syarif pada 12 Juli 2025.
Peristiwa dalam video merupakan momen kehadiran Jokowi dalam reuni Fakultas Kehutanan UGM angkatan 1980 di Yogyakarta.
Dalam video, Jokowi dikerumuni peserta reuni dan mengisi buku tamu pada sebuah meja.
Sebagai informasi, furuncular myiasis adalah penyakit penyakit endemik yang beredar di sekitar Amerika tengah dan selatan.
Penyakit ini disebabkan oleh lalat yang disebut botfly (Dermatobia hominis), yang merupakan parasit pada tubuh manusia. Larva dari lalat botfly dapat hidup dan berkembang di tubuh manusia.
Dikutip dari Science Direct, larva botfly ditinggalkan di kulit oleh nyamuk. Biasanya larva ditinggalkan pada area kulit yang tidak tertutup.
Setelah berkembang biak, larva akan memunculkan benjolan di permukaan kulit berukuran 1-2 cm dan mengeluarkan sedikit cairan. Pasien biasanya mengeluhkan adanya sesuatu yang bergerak di dalam lesi dan terasa sakit.
Masa inkubasi larvanya yakni 15 hingga 45 hari, karena ia dikabarkan sakit sejak April 2025.
Jika benar Jokowi mengidap furuncular myiasis, seharusnya masa inkubasi larva telah selesai.
Adapun sejauh ini, tidak ada bukti bahwa Jokowi menderita penyakit furuncular myiasis.
Jokowi diutus Presiden Prabowo Subianto untuk menghadiri pemakaman Paus Fransiskus pada 26 April 2025.
Setelah pulang dari Vatikan, Jokowi dikabarkan mengidap penyakit alergi kulit.
Sebagaimana pernah diwartakan Kompas.com, selama mengidap penyakit alergi kulit mendapatkan pelayanan kesehatan dari dokter kepresidenan.
Ajudan Jokowi, Kompol Syarif Fitriansyah mengungkapkan, Jokowi masih dalam pemulihan
"Kondisinya sehat walafiat, bugar," ujar Syarif pada 12 Juli 2025.
Kesimpulan
Tidak ada bukti Jokowi mengidap penyakit furuncular myiasis, yang membuat larva belatung hidup di kulit kepalanya.
Jokowi dikabarkan mengalami alergi kulit usai berkunjung ke Vatikan pada April 2025.
Jokowi dikabarkan mengalami alergi kulit usai berkunjung ke Vatikan pada April 2025.
Rujukan
- https://www.facebook.com/uji.dolis.334/videos/1083004743308766
- https://www.facebook.com/erna.sukaesih.9/videos/1101877945200092
- https://www.facebook.com/reel/770730188868113
- https://www.facebook.com/reel/1302059421501130
- https://www.youtube.com/watch?v=Lz77yA4UTXs
- https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC1853312/
- https://www.sciencedirect.com/topics/medicine-and-dentistry/botfly-myiasis
- https://yogyakarta.kompas.com/read/2025/07/12/190952978/jokowi-idap-alergi-kulit-dokter-kepresidenan-ikut-merawat
- https://kitabisa.com/campaign/kompascompendidikan
(GFD-2025-28366) [KLARIFIKASI] Video Ini Bukan Perlihatkan Masjid di Hokkaido Selamat dari Tsunami
Sumber:Tanggal publish: 08/08/2025
Berita
KOMPAS.com - Di media sosial beredar video yang diklaim menunjukkan sebuah masjid di Hokkaido, Jepang, tetap kokoh berdiri meski diterjang tsunami.
Konten tersebut beredar setelah tsunami melanda seluruh pesisir Jepang imbas gempa bermagnitudo 8,8 yang mengguncang Kamchatka, Rusia, pada 30 Juli 2025.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, konten tersebut dibagikan dengan konteks keliru dan perlu diluruskan.
Video yang diklaim menunjukkan sebuah masjid di Hokkaido, Jepang, tetap kokoh berdiri meski diterjang tsunami dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini, pada Agustus 2025.
Berikut narasi yang dibagikan:
Sebuah video bergaya dokumenter yang menunjukkan Masjid Al-Fajar di Hokkaido, Jepang, berdiri tegak dan tidak rusak di tengah-tengah gempa bumi besar dan tsunami.
Masjid tetap kuat dan tidak tersentuh sementara daerah sekitarnya dihancurkan oleh puing-puing dan air.
Screenshot Klarifikasi, video ini bukan perlihatkan masjid di Hokkaido selamat dari tsunami
Konten tersebut beredar setelah tsunami melanda seluruh pesisir Jepang imbas gempa bermagnitudo 8,8 yang mengguncang Kamchatka, Rusia, pada 30 Juli 2025.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, konten tersebut dibagikan dengan konteks keliru dan perlu diluruskan.
Video yang diklaim menunjukkan sebuah masjid di Hokkaido, Jepang, tetap kokoh berdiri meski diterjang tsunami dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini, pada Agustus 2025.
Berikut narasi yang dibagikan:
Sebuah video bergaya dokumenter yang menunjukkan Masjid Al-Fajar di Hokkaido, Jepang, berdiri tegak dan tidak rusak di tengah-tengah gempa bumi besar dan tsunami.
Masjid tetap kuat dan tidak tersentuh sementara daerah sekitarnya dihancurkan oleh puing-puing dan air.
Screenshot Klarifikasi, video ini bukan perlihatkan masjid di Hokkaido selamat dari tsunami
Hasil Cek Fakta
Tim Cek Fakta Kompas.com menelusuri masjid dalam video yang dibagikan dengan teknik reverse image search menggunakan Google Lens.
Hasilnya, foto masjid yang sama ditemukan dalam sejumlah pemberitaan terkait tsunami yang melanda Palu, Sulawesi Tengah, pada 2018.
Misalnya, pemberitaan Kompas.idΒ ini. Artikel itu memuat foto yang menunjukkan kondisi Masjid Apung Palu usai diterjang tsunami pada 28 September 2018.
Terlihat sebagian bangunan masjid tersebut sudah terendam air. Masjid juga terputus dari jalan yang menyambungkannya ke daratan.
Sementara itu, penelusuran di Google Search menggunakan kata kunci "hokkaido mosque tsunami" tidak membuahkan hasil yang sesuai.
Tidak ditemukan pemberitaan dari media kredibel tentang masjid di Hokkaido yang tetap tegak berdiri meski dihantam tsunami pada Juli 2025.
Hasilnya, foto masjid yang sama ditemukan dalam sejumlah pemberitaan terkait tsunami yang melanda Palu, Sulawesi Tengah, pada 2018.
Misalnya, pemberitaan Kompas.idΒ ini. Artikel itu memuat foto yang menunjukkan kondisi Masjid Apung Palu usai diterjang tsunami pada 28 September 2018.
Terlihat sebagian bangunan masjid tersebut sudah terendam air. Masjid juga terputus dari jalan yang menyambungkannya ke daratan.
Sementara itu, penelusuran di Google Search menggunakan kata kunci "hokkaido mosque tsunami" tidak membuahkan hasil yang sesuai.
Tidak ditemukan pemberitaan dari media kredibel tentang masjid di Hokkaido yang tetap tegak berdiri meski dihantam tsunami pada Juli 2025.
Kesimpulan
Video yang diklaim menunjukkan sebuah masjid di Hokkaido, Jepang, tetap kokoh berdiri meski diterjang tsunami pada Juli 2025 perlu diluruskan.
Faktanya, video tersebut dibagikan dengan konteks keliru. Video asli menunjukkan kondisi Masjid Apung Palu, Sulawesi Tengah, yang terdampak tsunami pada 2018.
Faktanya, video tersebut dibagikan dengan konteks keliru. Video asli menunjukkan kondisi Masjid Apung Palu, Sulawesi Tengah, yang terdampak tsunami pada 2018.
Rujukan
(GFD-2025-28365) Cek Fakta: Hoaks OJK Hapus Utang Masyarakat ke Bank Secara Sistem
Sumber:Tanggal publish: 11/08/2025
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media postingan yang mengklaim OJK menghapus utang masyarakat ke bank secara sistem. Postingan itu beredar sejak pekan lalu.
Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 7 Agustus 2025.
Dalam postingannya terdapat tautan yang mengarah pada unggahan artikel dengan narasi sebagai berikut:
"Pada saat terjadinya perubahan Sistem dari FIAT ke QFS, maka semua utang Bank ke Bank Sentral, Bank Sentral ke Pemilik dihapuskan secara sistem. Dengan demikian seluruh utang Debitur ke Bank juga dihapuskan sejak tanggal 18 Mei 2025 dengan persetujuan Pemilik Sistem, Pemilik Dana dan Pemilik Aset Global."
Lalu benarkah postingan yang mengklaim OJK menghapus utang masyarakat ke bank secara sistem?
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dan menemukan bantahan dari OJK. Bantahan itu disampaikan dalam unggahan akun Instagram resminya, @ojkindonesia yang sudah bercentang biru atau terverifikasi pada 9 Agustus 2025.
"Hoax Pernyataan tentang Penghapusan Utang Debitur Bank Mengatasnamakan OJK
Sobat OJK,
Hati-hati terhadap pernyataan tentang Penghapusan Utang Debitur Bank Mengatasnamakan OJK.
OJK tidak pernah mengeluarkan pernyataan tentang penghapusan utang debitur di bank.
Selalu cek kebenaran informasi yang mengatasnamakan OJK ke Kontak OJK 157 @kontak157, WhatsApp 081 157 157 157, email konsumen@ojk.go.id."
Kesimpulan
Postingan yang mengklaim OJK menghapus utang masyarakat ke bank secara sistem adalah hoaks.
Rujukan
(GFD-2025-28364) Cek Fakta: Hoaks Video Dedi Mulyadi Adakan Program Berbagi Sambut Hari Kemerdekaan Melalui Situs Judol
Sumber:Tanggal publish: 11/08/2025
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial postingan video Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengadakan program berbagi menyambut hari kemerdekaan melalui situs judol. Postingan itu beredar sejak pekan lalu.
Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 7 Agustus 2025.
Dalam video yang diposting terlihat Dedi Mulyadi mengenakan dasi dan disertai narasi sebagai berikut:
"Di bulan yang penuh semangat kemerdekaan ini saya ingin melanjutkan semangat para pahlawan dengan cara berbagai rezeki untuk rakyat Indonesia.
Namun karena terlalu luas wilayah yang harus dijangkau maka saya akan bagikan rezeki ini secara online.
Jadi saya memutuskan akan membagikannya melalui situs resmi saya yaitu situs xxxx agar seluruh masyarakat Indonesia bisa merasakan manfaatnya dimanapun dan kapanpun.
Situs ini memiliki rtp 98 persen yang artinya jika 1000 orang yang bermain maka 980 orang sudah pasti mendapatkan kemenangan."
Akun itu menambahkan narasi:
"ππππ ππππ πππππππ ππ πππππ ππππππππππππ"
Lalu benarkah postingan video Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengadakan program berbagi menyambut hari kemerdekaan melalui situs judol?
Β
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dan menemukan video yang identik dengan postingan. Video itu diunggah Dedi Mulyadi dalam akun Instagram pribadinya, @dedimulyadi71 yang sudah bercentang biru atau terverifikasi.
Dalam video yang diunggah pada 1 Juli 2025, Dedi sama sekali tidak berbicara terkait program berbagi menyambut hari kemerdekaan melalui situs judol tertentu.
Ia berbicara terkait rasa terimakasihnya usai kepolisian menetapkan 7 orang sebagai tersangka dalam kasus di Cidahu, Sukabumi.
Simak video selengkapnya di bawah ini.
Selain itu penelusuran dilanjutkan dengan menggunakan website pendeteksi AI, Hive Moderation. Di sana ditemukan bahwa suara dalam video untuk program Dedi berbagi menyambut hari kemerdekaan melalui situs judol merupakan modifikasi AI.
Kesimpulan
Postingan video Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengadakan program berbagi menyambut hari kemerdekaan melalui situs judol adalah hoaks.
Rujukan
Halaman: 85/6535