Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan video di media sosial TikTok mengeklaim bahwa masyarakat lanjut usia (lansia) berusia di atas 60 tahun tidak dapat melakukan tarik tunai di mesin ATM mulai 1 April 2026 karena adanya aturan baru dari pemerintah.
Unggahan tersebut juga menampilkan sosok yang diklaim sebagai Menteri Keuangan yang seolah-olah mengumumkan kebijakan tersebut.
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“Mulai 01 April lansia 60+ bisa gagal tarik tunai di ATM karena aturan baru? Hari ini Jumat tanggal 27 Maret tahun 2026”
Namun, benarkah lansia tidak bisa menarik uang tunai di ATM mulai 1 April 2026?
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(GFD-2026-33438) Hoaks! Lansia di atas 60 tahun tidak bisa tarik tunai di ATM
Sumber:Tanggal publish: 13/04/2026
Berita
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan penelusuran, tidak ditemukan kebijakan resmi dari pemerintah, lembaga perbankan, maupun laporan media kredibel yang menyatakan adanya pembatasan penarikan tunai di ATM bagi lansia.
Foto dalam unggahan tersebut diketahui identik dengan potongan konferensi pers ini terkait kondisi ekonomi, bukan pengumuman kebijakan pembatasan transaksi.
Selain itu, hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa suara dalam video tersebut merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI).
Dengan demikian, klaim yang menyebut lansia tidak bisa tarik tunai di ATM mulai 1 April 2026 merupakan informasi yang tidak benar atau hoaks.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Rating: Lansia di atas 60 tahun tidak bisa tarik tunai di ATM
Klaim: Hoaks
Pewarta: Tim JACX
Editor: M Arief Iskandar
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Foto dalam unggahan tersebut diketahui identik dengan potongan konferensi pers ini terkait kondisi ekonomi, bukan pengumuman kebijakan pembatasan transaksi.
Selain itu, hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa suara dalam video tersebut merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI).
Dengan demikian, klaim yang menyebut lansia tidak bisa tarik tunai di ATM mulai 1 April 2026 merupakan informasi yang tidak benar atau hoaks.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Rating: Lansia di atas 60 tahun tidak bisa tarik tunai di ATM
Klaim: Hoaks
Pewarta: Tim JACX
Editor: M Arief Iskandar
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Rujukan
(GFD-2026-33439) Hoaks! Foto WNI sumbang ratusan miliar ke Iran
Sumber:Tanggal publish: 13/04/2026
Berita
Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di media sosial Facebook mengeklaim bahwa seorang warga Indonesia menyumbangkan dana dalam jumlah sangat besar kepada Iran.
Unggahan tersebut menampilkan foto seorang pria dan menyebut bahwa seorang pengusaha bernama M. Hasbi Al-Khairi memberikan bantuan hingga ratusan triliun rupiah.
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“DEMI ISLAM!! Seorang Pengusaha Bernama M. Hasbi Al-Khairi Asal ATB Memberikan Bantuan Uang Sebanyak 548 Triliun Kepada Iran”
Namun, benarkah foto warga Indonesia yang menyumbangkan dana sebesar itu ke Iran?
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Unggahan tersebut menampilkan foto seorang pria dan menyebut bahwa seorang pengusaha bernama M. Hasbi Al-Khairi memberikan bantuan hingga ratusan triliun rupiah.
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“DEMI ISLAM!! Seorang Pengusaha Bernama M. Hasbi Al-Khairi Asal ATB Memberikan Bantuan Uang Sebanyak 548 Triliun Kepada Iran”
Namun, benarkah foto warga Indonesia yang menyumbangkan dana sebesar itu ke Iran?
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan penelusuran, tidak ditemukan sumber resmi maupun laporan dari media kredibel yang membenarkan klaim tersebut.
Selain itu, hasil pemeriksaan menggunakan AI Detector menunjukkan bahwa gambar yang beredar kemungkinan merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI).
Dengan demikian, klaim yang menyebut warga Indonesia menyumbangkan dana ratusan triliun rupiah ke Iran merupakan informasi yang tidak benar atau hoaks.
Rating: Warga Indonesia sumbang ratusan miliar ke Iran
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Klaim: Hoaks
Pewarta: Tim JACX
Editor: M Arief Iskandar
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Selain itu, hasil pemeriksaan menggunakan AI Detector menunjukkan bahwa gambar yang beredar kemungkinan merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI).
Dengan demikian, klaim yang menyebut warga Indonesia menyumbangkan dana ratusan triliun rupiah ke Iran merupakan informasi yang tidak benar atau hoaks.
Rating: Warga Indonesia sumbang ratusan miliar ke Iran
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Klaim: Hoaks
Pewarta: Tim JACX
Editor: M Arief Iskandar
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Rujukan
(GFD-2026-33440) Hoaks! Pigai tegaskan kematian Prajurit TNI di Lebanon bukan isu HAM
Sumber:Tanggal publish: 13/04/2026
Berita
Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di media sosial Facebook mengeklaim bahwa Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menyebut kematian prajurit TNI di Lebanon akibat serangan Israel bukan merupakan persoalan HAM.
Unggahan tersebut menampilkan kutipan pernyataan yang seolah-olah berasal dari Pigai terkait insiden tewasnya prajurit TNI dalam misi perdamaian.
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“Pigai: TNI yang tew4s akibat serangan Israel di Lebanon, Risiko perang tidak ada sangkut pautnya dengan HAM”
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Namun, benarkah Natalius Pigai menyampaikan pernyataan tersebut?
Unggahan tersebut menampilkan kutipan pernyataan yang seolah-olah berasal dari Pigai terkait insiden tewasnya prajurit TNI dalam misi perdamaian.
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“Pigai: TNI yang tew4s akibat serangan Israel di Lebanon, Risiko perang tidak ada sangkut pautnya dengan HAM”
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Namun, benarkah Natalius Pigai menyampaikan pernyataan tersebut?
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan penelusuran, tidak ditemukan pernyataan resmi dari Natalius Pigai maupun laporan media kredibel yang membenarkan klaim tersebut.
Sebelumnya, Pigai menegaskan sejumlah pernyataan yang dikaitkan dengan dirinya terkait isu korupsi dan kasus penyiraman air keras adalah palsu dan bukan berasal darinya.
Ia bahkan mempertimbangkan langkah hukum terhadap pihak yang menyebarkan informasi tersebut.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Selain itu, pemerintah Indonesia juga mendorong penyelidikan menyeluruh atas insiden yang menimpa prajurit TNI dalam misi perdamaian di Lebanon serta terus berupaya memastikan keselamatan personel yang bertugas.
Dengan demikian, klaim yang menyebut Natalius Pigai mengatakan kematian prajurit TNI di Lebanon bukan masalah HAM merupakan informasi yang tidak benar atau hoaks.
Rating: Pigai tegaskan kematian Prajurit TNI di Lebanon bukan isu HAM
Klaim: Hoaks
Pewarta: Tim JACX
Editor: M Arief Iskandar
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Sebelumnya, Pigai menegaskan sejumlah pernyataan yang dikaitkan dengan dirinya terkait isu korupsi dan kasus penyiraman air keras adalah palsu dan bukan berasal darinya.
Ia bahkan mempertimbangkan langkah hukum terhadap pihak yang menyebarkan informasi tersebut.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Selain itu, pemerintah Indonesia juga mendorong penyelidikan menyeluruh atas insiden yang menimpa prajurit TNI dalam misi perdamaian di Lebanon serta terus berupaya memastikan keselamatan personel yang bertugas.
Dengan demikian, klaim yang menyebut Natalius Pigai mengatakan kematian prajurit TNI di Lebanon bukan masalah HAM merupakan informasi yang tidak benar atau hoaks.
Rating: Pigai tegaskan kematian Prajurit TNI di Lebanon bukan isu HAM
Klaim: Hoaks
Pewarta: Tim JACX
Editor: M Arief Iskandar
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Rujukan
(GFD-2026-33455) Salah, Rencana Rusia Bangun Pangkalan Militer di Papua
Sumber:Tanggal publish: 13/04/2026
Berita
tirto.id - Sebuah video beredar di media sosial Facebook mengklaim Rusia akan mendirikan pangkalan militer di Papua. Dalam unggahan disebutkan alasan Rusia ingin mendaratkan pesawat militernya di Papua untuk membantu dan melindungi Indonesia dari pengaruh negara-negara Barat.
Unggahan tersebut diunggah oleh akun Facebook bernama “Journal Idn” (arsip) Selasa, 7 April 2026. Dalam video berdurasi 7 detik tersebut, pada awal cuplikan ditampilkan peta Biak dan Guam, kemudian disusul dengan gambar pesawat tempur.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
“SAAT PER4NG MEM4N4S TIBA-TIBA RUSIA MAU BIKIN PANGKALAN MILITER DI PAPUA! ADA APA SEBENARNYA? Muncul wacana tentang rencana Rusia yang ingin mendaratkan pesawat militernya di Papua, dengan alasan untuk membantu melindungi Indonesia dari negara-negara Barat, sekaligus menyeimbangkan kekuatan terhadap pangkalan militer Amerika Serikat di Australia. Langkah ini tentu menimbulkan pertanyaan dan perdebatan. Menurut kamu Setuju atau tolak? SUARA MU PENTING.” Begitu keterangan tertulis dalam video.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Sampai artikel ini ditulis pada Senin (13/04/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 957 likes, 238 komentar, 15 kali dibagikan, dan 167 ribu kali ditayangkan. Kolom komentar terbagi dua sebagian masyarakat setuju dengan alasan pangkalan militer dibuat untuk Indonesia dan yang lainnya tidak mempercayai informasi tersebut.
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?
Baca juga:Prabowo Bertolak ke Rusia, Pastikan Kerja Sama Ketahanan Energi
Periksa Fakta Pangkalan Militer Rusia di Papua. foto/hotline periksa fakta tirto
Unggahan tersebut diunggah oleh akun Facebook bernama “Journal Idn” (arsip) Selasa, 7 April 2026. Dalam video berdurasi 7 detik tersebut, pada awal cuplikan ditampilkan peta Biak dan Guam, kemudian disusul dengan gambar pesawat tempur.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
“SAAT PER4NG MEM4N4S TIBA-TIBA RUSIA MAU BIKIN PANGKALAN MILITER DI PAPUA! ADA APA SEBENARNYA? Muncul wacana tentang rencana Rusia yang ingin mendaratkan pesawat militernya di Papua, dengan alasan untuk membantu melindungi Indonesia dari negara-negara Barat, sekaligus menyeimbangkan kekuatan terhadap pangkalan militer Amerika Serikat di Australia. Langkah ini tentu menimbulkan pertanyaan dan perdebatan. Menurut kamu Setuju atau tolak? SUARA MU PENTING.” Begitu keterangan tertulis dalam video.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Sampai artikel ini ditulis pada Senin (13/04/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 957 likes, 238 komentar, 15 kali dibagikan, dan 167 ribu kali ditayangkan. Kolom komentar terbagi dua sebagian masyarakat setuju dengan alasan pangkalan militer dibuat untuk Indonesia dan yang lainnya tidak mempercayai informasi tersebut.
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?
Baca juga:Prabowo Bertolak ke Rusia, Pastikan Kerja Sama Ketahanan Energi
Periksa Fakta Pangkalan Militer Rusia di Papua. foto/hotline periksa fakta tirto
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto menelusuri akun pengunggah. Ditemukan banyak unggahan terkait Iran, Indonesia, Donald Trump, Netanyahu, dan Bahlil yang ditulis dengan narasi yang menggiring opini pengunjung. Akun tersebut memiliki 5,9 ribu pengikut dan YouTube Journal IDN dengan 224 subscriber.
Dari situ diketahui bahwa akun tersebut tidak terafiliasi dengan media resmi pemerintah, melainkan channel kreator yang membahas semua berita politik, ekonomi, bisnis, kriminal, hukum, internasional, bencana & peristiwa, olahraga, teknologi & sains, kesehatan, hiburan, sosial & budaya, militer & pertahanan, lingkungan, viral & lifestyle, serta umum.
Kemudian, Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan video asli. Hasilnya, tidak ditemukan berita kredibel yang membenarkan klaim bahwa Rusia akan mendaratkan pesawat militernya dan membangun pangkalan militer di Papua.
Kami justru diarahkan ke laman Kementerian Komunikasi dan Digital yang menyatakan bahwa unggahan di media sosial Facebook yang mengklaim bahwa Rusia akan membuat pangkalan militer di Papua adalah hoaks.
Melansir laman Kompas, klaim Rusia akan membangun pangkalan militer di Indonesia beredar karena terbitnya sebuah kabar dari media asing tentang kemungkinan kehadiran militer Rusia di Indonesia, tepatnya di Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Manuhua, Biak, Papua.
Kabar ini mencuat usai pemberitaan yang dikutip oleh kantor berita Antara, menyebut Rusia akan menjadikan Lanud Manuhua sebagai lokasi markas pesawat-pesawat militernya. Laporan tersebut mulanya dilansir oleh media internasional yang fokus di bidang pertahanan, Janes.
Kementerian Pertahanan RI membantah adanya rencana untuk menjadikan Landasan Udara Manuhua sebagai pangkalan militer Rusia. Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Frega Wenas Inkiriwang, menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar.
“Terkait pemberitaan tentang usulan penggunaan pangkalan Indonesia oleh Rusia, Kemhan mengklarifikasi bahwa berita tersebut tidak benar,” begitu keterangan Frega pada Kompas.com, Selasa (15/4/2025).
Adapun pertemuan antara Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin dan Sekretaris Dewan Keamanan Rusia pada Februari lalu, dalam kerangka hubungan bilateral dan tidak mencakup pembicaraan strategis soal pangkalan militer.
Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI dan Kementerian Luar Negeri menegaskan tidak pernah ada izin atau rencana pembangunan pangkalan militer asing, termasuk Rusia, di wilayah Indonesia. Dengan demikian, narasi yang beredar di media sosial mengenai pembangunan pangkalan di Papua adalah tidak benar.
Baca juga:Prabowo ke Rusia Besok, Temui Putin demi Amankan Pasokan Energi
Dari situ diketahui bahwa akun tersebut tidak terafiliasi dengan media resmi pemerintah, melainkan channel kreator yang membahas semua berita politik, ekonomi, bisnis, kriminal, hukum, internasional, bencana & peristiwa, olahraga, teknologi & sains, kesehatan, hiburan, sosial & budaya, militer & pertahanan, lingkungan, viral & lifestyle, serta umum.
Kemudian, Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan video asli. Hasilnya, tidak ditemukan berita kredibel yang membenarkan klaim bahwa Rusia akan mendaratkan pesawat militernya dan membangun pangkalan militer di Papua.
Kami justru diarahkan ke laman Kementerian Komunikasi dan Digital yang menyatakan bahwa unggahan di media sosial Facebook yang mengklaim bahwa Rusia akan membuat pangkalan militer di Papua adalah hoaks.
Melansir laman Kompas, klaim Rusia akan membangun pangkalan militer di Indonesia beredar karena terbitnya sebuah kabar dari media asing tentang kemungkinan kehadiran militer Rusia di Indonesia, tepatnya di Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Manuhua, Biak, Papua.
Kabar ini mencuat usai pemberitaan yang dikutip oleh kantor berita Antara, menyebut Rusia akan menjadikan Lanud Manuhua sebagai lokasi markas pesawat-pesawat militernya. Laporan tersebut mulanya dilansir oleh media internasional yang fokus di bidang pertahanan, Janes.
Kementerian Pertahanan RI membantah adanya rencana untuk menjadikan Landasan Udara Manuhua sebagai pangkalan militer Rusia. Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Frega Wenas Inkiriwang, menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar.
“Terkait pemberitaan tentang usulan penggunaan pangkalan Indonesia oleh Rusia, Kemhan mengklarifikasi bahwa berita tersebut tidak benar,” begitu keterangan Frega pada Kompas.com, Selasa (15/4/2025).
Adapun pertemuan antara Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin dan Sekretaris Dewan Keamanan Rusia pada Februari lalu, dalam kerangka hubungan bilateral dan tidak mencakup pembicaraan strategis soal pangkalan militer.
Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI dan Kementerian Luar Negeri menegaskan tidak pernah ada izin atau rencana pembangunan pangkalan militer asing, termasuk Rusia, di wilayah Indonesia. Dengan demikian, narasi yang beredar di media sosial mengenai pembangunan pangkalan di Papua adalah tidak benar.
Baca juga:Prabowo ke Rusia Besok, Temui Putin demi Amankan Pasokan Energi
Kesimpulan
Hasil penelusuran menunjukkan bahwa klaim yang menyebutkan Rusia akan membangun pangkalan militer di Indonesia adalah bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).
Pertemuan antara Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin dan Sekretaris Dewan Keamanan Rusia pada Februari lalu, dalam kerangka hubungan bilateral dan tidak mencakup pembicaraan strategis soal pangkalan militer.
Kementerian Pertahanan RI membantah adanya rencana untuk menjadikan Landasan Udara Manuhua sebagai pangkalan militer Rusia. Sampai artikel ini ditulis tidak ditemukan informasi dari media kredibel yang membenarkan klaim tersebut.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Pertemuan antara Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin dan Sekretaris Dewan Keamanan Rusia pada Februari lalu, dalam kerangka hubungan bilateral dan tidak mencakup pembicaraan strategis soal pangkalan militer.
Kementerian Pertahanan RI membantah adanya rencana untuk menjadikan Landasan Udara Manuhua sebagai pangkalan militer Rusia. Sampai artikel ini ditulis tidak ditemukan informasi dari media kredibel yang membenarkan klaim tersebut.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Rujukan
- https://www.facebook.com/reel/1523797715843868
- https://archive.ph/YZ9BF
- https://tirto.id/prabowo-bertolak-ke-rusia-pastikan-kerja-sama-ketahanan-energi-huah
- https://www.youtube.com/@journalidn31
- https://www.komdigi.go.id/berita/berita-hoaks/detail/hoaks-rusia-akan-membuat-pangkalan-militer-di-papua
- https://nasional.kompas.com/read/2025/04/16/06183981/isu-rusia-mau-bangun-pangkalan-militer-di-papua-benar-atau-tidak?page=all
- https://tirto.id/prabowo-ke-rusia-besok-temui-putin-demi-amankan-pasokan-energi-ht85
Halaman: 87/7773






