(GFD-2025-31061) Keliru: Ferdy Sambo Meninggal di Penjara
Sumber:Tanggal publish: 22/12/2025
Berita
Konten itu berupa kolase foto itu memperlihatkan proses pemakaman dengan peti mati bercat putih dan foto Istri Ferdy Sambo, Putri Candrawati yang terlihat menangis. “Ditemukan meninggal di dalam penjara, Ferdy Sambo dimakamkan hari ini,” tulis akun-akun tersebut.
Ferdy adalah terpidana penjara seumur hidup karena membunuh ajudannya, Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat pada 2022. Ferdi seharusnya tengah menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Namun, benarkah Ferdy Sambo meninggal dunia di dalam penjara?
Hasil Cek Fakta
Laporan Jawa Pos, menyebut Ferdy justru memimpin doa jemaat di Gereja Oikumene Terang Dunia, Lapas Kelas IIA Cibinong, pada 12 Desember 2025. Ia membawakan khotbah bertema Unchained: A New Creation atau “Terbebas: Sebuah Kreasi Baru”. Di lembaga pemasyarakatan tersebut, Ferdy menjabat sebagai Koordinator Gereja Oikumene Terang Dunia.
Foto pemakaman oleh sekelompok polisi tersebut sesungguhnya adalah upacara pemakaman Bripka Yermia Simson Ablelo, Anggota Satuan Lalu Lintas Polres Kupang pada 2017, sebagaimana dipublikasikan situs Tribatanewsntt.com.
Foto dalam frame di depan peti memperlihatkan sosok Yeremia. Namun, dalam konten yang beredar di media sosial, foto tersebut disunting menjadi foto Ferdy Sambo mengenakan seragam polisi.
Sementara itu, foto Putri Candrawati yang menangis itu sebelumya pernah ditayangkan di situs berita Inilah.com. Saat itu, Putri menangis setelah bersaksi di sidang lanjutan kasus pembunuhan berencana Brigadir Joshua di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 2022.
Putri awalnya divonis bersalah dan dihukum penjara selama 20 tahun oleh majelis hakim PN Jaksel. Di tingkat kasasi, Mahkamah Agung mengurangi hukuman Putri menjadi 10 tahun. Ia menjalani hukuman di Lapas Kelas II A Tangerang.
Pada tahun 2023 Putri mendapat remisi kemerdekaan sebanyak 1 bulan dan remisi Hari Raya Natal 1 bulan. Sementara pada 2024, ia kembali mendapatkan remisi khusus selama 3 bulan.
Kemudian pada 2025, ia berturut-turut menerima remisi selama 4 bulan, 3 bulan, dan dua bulan lantaran aktif mendonorkan darahnya.
Pilihan editor: Kenapa Putri Candrawathi Dapat Remisi, Sambo Tidak?
Kesimpulan
Rujukan
- https://archive.is/693dt
- https://www.facebook.com/andrew.449944/posts/pfbid0J4h69i4qCZCQN5VfdrZ2QAZnoKJJGEJUHJiFktX3PyWy5SBGj3yrBThX6FkP2PEil?_rdc=1&_rdr
- https://www.facebook.com/groups/2493065940919366/posts/5119548908271043/
- https://www.jawapos.com/jabodetabek/016952344/ada-ferdy-sambo-lapas-cibinong-beri-layanan-kerohanian-untuk-warga-binaan-jelang-natal
- https://www.inilah.com/keluar-ruang-sidang-putri-candrawathi-tertunduk-menangis
- https://www.tempo.co/hukum/kenapa-putri-candrawathi-dapat-remisi-sambo-tidak--2061552 /cdn-cgi/l/email-protection#5f3c3a34393e342b3e1f2b3a322f30713c3071363b
(GFD-2025-31060) Keliru: Tes Penyumbatan Otak Setelah Menerima Vaksin Covid-19
Sumber:Tanggal publish: 22/12/2025
Berita
Konten itu memuat video seorang pria yang mengutip hasil penelitian di Jurnal Lancet terkait 74 persen orang meninggal mendadak karena mengalami penyumbatan otak setelah menerima vaksin Covid-19. “Vaksin Covid bikin darah kita kental, ada daging di pembuluh darah,” kata pria itu. Unggahan tersebut disukai 4.100 kali dan mendapatkan 500 komentar.
Artikel ini akan memverifikasi dua klaim. Pertama, benarkah seseorang yang telah menerima vaksin Covid-19 harus menjalani tes D-dimer untuk mendeteksi penggumpalan darah pada otak? Kedua, apakah jurnal Lancet pernah mempublikasikan penelitian mengenai 74 persen kematian mendadak akibat vaksin Covid-19?
Hasil Cek Fakta
Dosen Departemen Ilmu Penyakit Dalam Divisi Alergi-Imunologi Klinik Universitas Airlangga, dr Ari Baskoro, SpPD, K-AI, FINASIM menjelaskan, vaksin Covid-19 sama seperti vaksin-vaksin lainnya yang memiliki kejadian medis yang terjadi setelah imunisasi yang diduga berkaitan dengan vaksin. Istilah ini disebut kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI). KIPI pada vaksin bisa cukup ringan hingga berat dengan kejadian yang langka.
Ari menjelaskan, salah satu KIPI vaksin Covid-19 yang berat adalah timbulnya pembekuan darah atau vaccine-induced immune thrombotic thrombocytopenia (VITT). Namun, kasus ini jarang terjadi pada vaksin Covid-19 yang berbasis mRNA seperti vaksin produksi Pfizer/BioNTech dan Moderna.
Menurut ARi, secara global kasus pembekuan darah ini sangat langka. “Insidennya hanya sekitar dua hingga 15 kasus per satu juta vaksinasi, kejadiannya sangat langka,” kata Ari kepada Tempo, Rabu, 17 Desember 2025.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) serta Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) juga telah memastikan vaksin Covid-19 memiliki manfaat yang jauh lebih besar dibanding KIPI.
Sehingga masyarakat yang pernah vaksinasi COVID-19, termasuk pengguna vaksin AstraZeneca atau Johnson&Johnson, tidak perlu menjalani tes D-dimer secara rutin. Sebab, penggumpalan darah hanya terjadi dalam kurun waktu 4 sampai 42 hari pasca vaksinasi.
“Jika melebihi waktu tersebut, pasti tidak akan terjadi penggumpalan darah,” kata dia.
Pakar bidang imunologi itu juga menjelaskan, Jurnal Lancet tidak pernah memuat riset tentang 74 persen orang meninggal mendadak akibat vaksin COVID-19. “Sebaliknya, Lancet justru menerbitkan studi yang menunjukkan efektivitas vaksin dalam mencegah dampak buruk Covid-19,” kata dia.
Menurut organisasi pemeriksa fakta di Paris, Lead Stories, awalnya Lancet pernah menerbitkan artikel yang mengklaim 74 persen kematian mendadak akibat vaksin Covid-19 berjudul “A Systematic Review of Autopsy Findings in Deaths after COVID-19 Vaccination”.
Pada bagian metode penelitian, para penulis menyatakan bahwa mereka melakukan tinjauan sistematis terhadap semua laporan otopsi dan nekropsi yang diterbitkan terkait vaksinasi COVID-19 hingga 18 Mei 2023 menggunakan basis data PubMed dan ScienceDirect.
Tetapi 24 jam kemudian, Lancet menghapus artikel tersebut. Dalam pernyataan resminya, Lancet menjelaskan artikel tersebut melanggar kriteria karena kesimpulan studi tidak didukung dengan metodologi yang jelas. Menurut Lancet, artikel tersebut masih dalam versi preprint atau draf yang belum menjalani proses tinjauan sejawat (peer-review) formal.
Saat artikel masih bersifat preprint, temuan di dalamnya tidak boleh digunakan untuk mengambil keputusan secara klinis atau kebijakan kesehatan masyarakat. “Artikel seharusnya tidak boleh disajikan kepada khalayak umum tanpa menekankan bahwa temuan tersebut bersifat awal dan belum melalui tinjauan sejawat,” demikian keterangan yang tertulis.
Kesimpulan
Tes D-dimer tidak perlu dijalani, apalagi secara rutin, oleh seseorang yang pernah divaksinasi COVID-19. Sebab, tenggat waktu terjadinya penggumpalan darah hanya terjadi dalam kurun waktu 4 sampai 42 hari pasca vaksinasi.
Begitu pula jurnal Lancet, tidak pernah memuat riset tentang 74 persen orang meninggal mendadak akibat vaksin COVID-19.
Rujukan
- https://www.instagram.com/p/DR3wjZSEVBR/
- https://perma.cc/73DX-8QR4
- https://leadstories.com/hoax-alert/2023/07/fact-check-preprint-paper-submitted-to-the-lancet-did-not-find-74-percent-of-deaths-in-reviewed-autopsies-were-caused-by-covid19-vaccine.html
- https://dailysceptic.org/wp-content/uploads/2023/07/SSRN-id4496137.pdf
- https://papers.ssrn.com/sol3/papers.cfm?abstract_id=4496137
(GFD-2025-31059) Keliru: Tiga Imigran Gelap Ditangkap di Spanyol saat Menyamar sebagai Domba
Sumber:Tanggal publish: 22/12/2025
Berita
Foto itu memuat tiga orang berkostum karakter dari serial animasi Shaun the Sheep. “Rencana unik ini gagal setelah polisi curiga gerakan “domba” aneh di kendaraan. Ketiga pria langsung ditangkap, jadi contoh ekstrem cara imigran berusaha ke Eropa,” tulis sejumlah pengunggah konten.
Benarkah ada tiga imigran Aljazair menyamar sebagai domba untuk masuk ke Spanyol?
Hasil Cek Fakta
Potongan foto yang beredar diambil dari video lelucon berformat vertikal yang diunggah kreator konten Vito Sinaga. Video itu diunggah di Tiktok pada 5 Juni 2024, lalu dikreasikan ulang dengan fragmen lain di akun Facebook-nya pada 10 Juni 2024.
Dalam video aslinya, tujuh orang berkostum domba berada dalam bak mobil terbuka berplat BK. Plat BK adalah kode nomor kendaraan untuk wilayah Provinsi Sumatera Utara, khususnya untuk daerah bagian timur seperti Medan, Deli Serdang, Binjai, Langkat, dan sekitarnya, bukan Spanyol.
Meski konten itu tidak terkait dengan imigran di negara tertentu, namun Spanyol baru-baru ini menangkap imigran dari Aljazair. Dikutip dari pemeriksa fakta Misbar, pada 16 November, Kepolisian Nasional di Almería, sebuah kota di Spanyol, menangkap seorang warga negara Aljazair yang terlibat dalam pengangkutan migran dengan perahu. Penangkapan tersebut juga mengaktifkan kembali sejumlah surat perintah penangkapan dari kepadilan yang sebelumnya sempat mengendap.
Tersangka mengoperasikan sebuah perahu karet sepanjang tujuh meter untuk membawa 16 migran menyeberangi laut dari Aljazair. Polisi mencatat, setiap migran harus merogoh kocek hingga 7.500 euro (sekitar Rp127 juta) demi mendapatkan satu kursi di perahu maut tersebut. Setibanya di pelabuhan Almería, polisi segera menggiring para migran ke Pusat Penahanan Sementara untuk Orang Asing guna menjalani protokol pemeriksaan sesuai prosedur.
Hanya berselang empat hari sebelumnya, tepatnya pada 12 November, polisi juga meringkus nakhoda dari dua perahu migran di perairan Pulau Ibiza. Mereka tertangkap basah saat berusaha menyelinap ke Kepulauan Pitiusas dari Aljazair. Sebanyak 40 migran berada di atas kapal tersebut—satu perahu mengangkut 17 orang, sementara lainnya dijejali 23 orang.
Kesimpulan
Rujukan
- https://www.instagram.com/p/DRtwCGWE9KU/
- https://perma.cc/5GVZ-F655
- https://web.facebook.com/61558969051764/posts/aksi-penyamaran-paling-absurd-tiga-pria-di-aljazair-ditangkap-setelah-mencoba-ma/122201672768298968/?_rdc=1&_rdr
- https://www.threads.com/@balikpapanfolks/post/DRwiFlqkZb4
- https://x.com/Jaiyejeje0m0/status/1990437609437274295
- https://www.instagram.com/p/DRMbkptkll7/
- https://www.facebook.com/TheSaffronSword/posts/pfbid0FM6tCVd9QDxqk2kKFAohwLx8GLeJrLMu1zSBv5fw37aRywHLUPCzUr5jXENg7t4il
- https://www.tiktok.com/@vitosinagaprank/video/7376984896016747781
- https://www.facebook.com/VitoSinagaprank/videos/shaun-the-sheep-dengan-kearifan-lokal/1649188199251456/
- https://www.misbar.com/amp/en/factcheck/2025/11/19/photo-does-not-show-three-illegal-immigrants-arrested-algeria /cdn-cgi/l/email-protection#5a393f313c3b312e3b1a2e3f372a3574393574333e
(GFD-2025-31058) [SALAH] Pigai: Itu Tanah Mereka (Papua), Mereka Ingin Merdeka Kasih Aja
Sumber: facebook.comTanggal publish: 22/12/2025
Berita
Beredar unggahan foto [arsip] pada Jumat (12/12/2025) oleh akun Facebook “Putra Andra Jr” berisi narasi:
“Itu tanah mereka biarlah mereka hidup dengan kebebasan,
mereka ingin merdeka kasih aja”
Unggahan disertai takarir:
“Sikap Tegas Komnas Ham Pigai Terhadap Apar4t Di Tanah Papua.
#KomnasHam #Papua #Kkb”
Per Senin (22/12/2025) unggahan tersebut telah mendapat reaksi lebih dari 1000 -an tanda suka, 1.200 komentar, dan dibagikan ulang sekitar 34 kali oleh pengguna Facebook lainnya.
Hasil Cek Fakta
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memasukkan kata kunci “Pigai: Itu Tanah Mereka (Papua), Mereka Ingin Merdeka Kasih Aja” ke mesin pencarian google. Hasil penelusuran mengarah ke sejumlah pemberitaan yang tidak berkaitan, beberapa di antaranya adalah:
Pemberitaan metronews.com “Banyak Isu HAM Bergejolak di Tanah Papua, Menteri Pigai Bentuk Tim Pokja Khusus” tayang Selasa (10/6/2025). Berita ini memuat Menteri HAM Natalius Pigai menggelar pertemuan dengan pemerintah Papua Tengah untuk membahas persoalan HAM, penanganan pengungsi, dan upaya rekonsiliasi, sekaligus menyiapkan pembentukan Kelompok Kerja Papua guna menangani isu kemanusiaan.
Pemberitaan antaranews.com “Menteri HAM minta pemuda Papua bangun mentalitas petarung” tayang Kamis (13/12/2025). Berita ini memuat Menteri HAM Natalius Pigai yang meminta pemuda Papua membangun mentalitas petarung dan tetap konsisten berjuang, tidak berhenti pada kenyamanan menjadi PNS, karena menurutnya semangat juang sebagian anak muda sering menurun setelah masuk birokrasi.
Sepanjang penelusuran, tidak ditemukan bukti dari sumber kredibel yang membenarkan klaim “Pigai: Itu Tanah Mereka (Papua), Mereka Ingin Merdeka Kasih Aja”.





