• (GFD-2025-31227) [SALAH] Video "Warga Aceh Demo Menuntut Pembebasan Reporter CNN Irine Wardhani"

    Sumber: TikTok
    Tanggal publish: 30/12/2025

    Berita

    Beredar video [arsip] dari akun TikTok “reporter.aceh.tam” pada Senin (22/12/2025), isinya memperlihatkan aksi demonstrasi massa di depan Kantor Pengadilan Negeri Mando.

    Dalam video terdapat narasi sebagai berikut:

    warga aceh melakukan demo unjuk rasa untuk meminta tolong bebaskan Irine Wardhanie reporter CNN,yang ditangkap karena memberitakan kondisi banjir di Aceh Tamiang ke international

    Hingga Selasa (30/12/2025), konten itu mendapat lebih dari 22 ribu tanda suka, 862 interaksi komentar, serta dibagikan ulang 1.600-an kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memasukkan kata kunci “warga Aceh demo menuntut pembebasan reporter CNN”. Hasilnya, tidak ditemukan informasi kredibel yang membenarkan klaim.

    TurnBackHoax kemudian melakukan pencarian gambar terbalik dengan memanfaatkan Google Lens. Hasilnya, ditemukan gambar serupa dari laman kosongsatunews.com “Demo Ribuan Massa di PN Manado, Mendesak Pembatalan Eksekusi Tanah oleh Ketua PN Manado Di Sario Tumpaan Berhasil” yang tayang Jumat (01/08/2025).

    Diketahui, konteks asli video adalah demonstrasi Aliansi Masyarakat Peduli Hukum di kantor Pengadilan Manado pada Kamis (31/07/2025). Massa menuntut pembatalan eksekusi tanah, sama sekali tidak ada kaitannya dengan pembebasan reporter CNN.

    Untuk diketahui, dilansir dari poskota.co.id, Irine Wardhanie adalah reporter siaran langsung CNN Indonesia yang tak mampu membendung tangisnya saat melaporkan kondisi terkini bencana banjir dan longsor di Aceh pada Rabu (17/12/2025).

    Siaran emosional tersebut dengan cepat menyita perhatian publik dan viral di media sosial. Di tengah perhatian publik, CNN Indonesia memberikan klarifikasi resmi terkait penarikan konten siaran tersebut dari kanal media sosial mereka. CNN Indonesia menjelaskan langkah tersebut diambil karena konten dinilai memiliki potensi disalahgunakan oleh pihak tertentu.

    Kesimpulan

    Konteks asli video adalah demonstrasi Aliansi Masyarakat Peduli Hukum di kantor Pengadilan Manado pada Juli 2025. Massa menuntut pembatalan eksekusi tanah. Jadi, unggahan video berisi klaim “warga Aceh demo menuntut pembebasan reporter CNN Irine Wardhani” itu merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).

    Rujukan

  • (GFD-2025-31226) [SALAH] Purbaya Otak di Balik Penyitaan Duit Korupsi Konglomerat

    Sumber: instagram.com
    Tanggal publish: 30/12/2025

    Berita

    Akun Instagram "wijaya27071" pada Sabtu (27/12/2025) mengunggah video [arsip] yang menyebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai otak dibalik penyitaan uang triliunan rupiah, lahan sawit jutaan hektare, serta penindakan pajak dan ekspor ilegal, dengan gambaran seolah-olah ia memiliki kekuasaan absolut atas arus uang negara dan proses penegakan hukum.

    Unggahan tersebut disertai narasi:

    "Muncul pertanyaan: mengapa baru sekarang disita uang 13 Triliun dan 6 Triliun, padahal seharusnya selesai sebelum Purbaya menjabat? Jawabannya adalah karena mereka menunggu "surat sakti pemutihan" dari Purbaya – yang tak pernah terbit.

    Selama ini sering ada berita korupsi besar (seperti Pertamina 1.000 Triliun atau timah 200 Triliun) tapi uangnya tidak pernah muncul. Di jaman Purbaya, siapa pun yang mengumumkan korupsi harus bertanggung jawab untuk memasukkan uang itu ke negara. Ia menegaskan: "Jangan harap surat sakti dari saya. Kalau tidak ungkap sekarang dan main petak umpet, tahun 2026 saya akan gulung kalian semua".

    Hingga Selasa (30/12/2025) video tersebut telah dilihat sekitar 240-an ribu kali, mendapat 13-an ribu, dan mendapat 640-an komentar.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri kebenaran klaim dengan memasukkan kata kunci "UU Tipikor tentang penyitaan uang korupsi" ke mesin pencarian Google. 

    Hasil penelusuran menunjukkan bahwa UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU No. 31 Tahun 1999 jo. UU No. 20 Tahun 2001) memiliki dasar hukum yang kuat, sah, dan konstitusional. Penyitaan dan perampasan aset hasil korupsi dilakukan melalui proses peradilan, bukan secara sewenang-wenang, serta bertujuan memulihkan kerugian keuangan negara.

    Kesimpulan

    UU Tipikor mengatur bahwa penyitaan dan perampasan aset hanya dapat dilakukan melalui proses hukum dan putusan hakim, bukan atas keputusan individu. Unggahan berisi klaim “Purbaya otak dibalik penyitaan duit korupsi konglomerat” merupakan konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

  • (GFD-2025-31225) [SALAH] Prabowo Bebaskan Tarif Listrik Selama Tiga Bulan

    Sumber: tiktok.com
    Tanggal publish: 30/12/2025

    Berita

    Beredar unggahan video [arsip] dari akun Tiktok “kejadianviral2025” pada Sabtu (20/12/2025) yang mengklaim Prabowo bebaskan tarif listrik pelanggan dengan daya 450 VA - 2.200 VA. Berikut narasi lengkapnya:

    Untuk Kesej4hter4an R4kyat Indonesia

    Pak PR4BOWO Gr4t1skan PLN Hari Ini Sel4ma 3 Bul4n Yang Mem1liki D4ya L1strik Ant4ra 450 VA H1ngga 2.200VN.

    Sud4h R1lis Token Gr4tis Dari Pemer1ntah Dan Sud4h Berj4lan.

    Netizen: J4ngan Gr4tis Pak, Tvrun H4rga Tar1f, Atau D1skon 50% Itu Sud4h San94t Memb4ntu Masy4rank4t.

    Hingga Selasa (30/12/2025), unggahan tersebut telah mendapat 12 tanda suka, menuai 2 komentar, dan dibagikan ulang sebanyak 1 kali oleh pengguna Tiktok lainnya.

    Hasil Cek Fakta

    Disadur dari artikel Cek Fakta Kompas.com.

    Tim Cek Fakta Kompas.com menelusuri kebenaran klaim dengan menghubungi Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN, Gregorius Adi Trianto. PLN memastikan tidak pernah mengumumkan promo dimaksud, sehingga informasi yang beredar adalah hoax dan indikasi scam.

    Greg menyebutkan, informasi terkait promo resmi dari PLN dapat dilihat pada aplikasi PLN Mobile dan saluran komunikasi resmi PLN, termasuk akun media sosial yang terverifikasi.

    Adapun, iming-iming token listrik gratis dari PLN merupakan modus penipuan yang sering muncul di media sosial. 

    Sebelumnya, informasi yang mengklaim PLN memberikan token listrik gratis dalam rangka merayakan HUT ke-80 RI beredar pada Agustus 2025.

    Perwakilan PLN mengonfirmasi kepada Kompas.com pada 5 Agustus 2025 bahwa pembagian token listrik gratis tersebut adalah informasi palsu.

    Kesimpulan

    PLN memastikan informasi tarif listrik gratis yang beredar di media sosial adalah informasi palsu. Unggahan berisi klaim “Prabowo bebaskan tarif listrik selama tiga bulan” adalah konten palsu (fabricated content).
    (Ditulis oleh Pekik Jalu Utomo)

    Rujukan

  • (GFD-2025-31224) Hoaks Purbaya Mastermind Penyitaan Uang Korupsi Konglomerat

    Sumber:
    Tanggal publish: 29/12/2025

    Berita

    tirto.id - Sebuah video beredar di media sosial yang menyebutkan Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa sebagai mastermind dari operasi penyitaan uang korupsi konglomerat sebanyak Rp6 triliun dan Rp13 triliun.

    ADVERTISEMENT

    Mastermind merujuk ke istilah bagi orang yang berperan merencanakan dan mengendalikan ide atau proyek besar atau disebut dalang. Dalam video unggahan akun Instagram “@wijaya27071” (arsip) pada Sabtu (27/12/2025), tertulis pesan “Purbaya Mastermind Dibalik Penyitaan Duit Korupsi Konglomerat”.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    Dalam video berdurasi 2 menit 52 detik tersebut dijabarkan upaya-upaya Purbaya untuk menyita uang hasil korupsi. Narator juga menyertakan sejumlah detail informasi untuk memperkuat narasi.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    ”Para pecinta cerita digital, sitaan uang sebesar Rp13 triliun dan Rp6 triliun ternyata di belakangnya ada mastermind yang bernama Purbaya yang menjabat sebagai Menteri Keuangan,” begitu pesan narator, membuka cerita dalam video.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Narator dalam video juga menyebutkan bahwa Purbaya memiliki big data terkait uang masuk dan keluar di Indonesia dan tidak memberikan surat sakti yang dapat digunakan oleh oknum aparat untuk memilah sitaan yang akan dilegalkan. Dikatakan bahwa di zaman Purbaya siapapun yang mengumumkan kasus korupsi harus bertanggung jawab untuk memasukkan uangnya ke negara.

    Sampai artikel ini ditulis pada Senin (29/12/2025), unggahan tersebut telah mendapatkan 13,1 ribu likes, 649 komentar, dan 475 kali dibagikan ulang. Sejumlah komentar teratas juga mengindikasikan audiens yang percaya dengan informasi dalam video tersebut.

    ADVERTISEMENT

    Periksa Fakta Purbaya Dalang Sita Uang Konglomerat. foto/Hotline periska fakta tirto

    Tirto juga menemukan unggahan serupa pada akun Instagram “ywidi927” (arsip) dan platform X diunggah oleh akun bernama “monica official” (arsip).

    Lantas, benarkah video yang menyebut bahwa Purbaya adalah mastermind dibalik penyitaan uang konglomerat?

    Hasil Cek Fakta

    Tirto mengamati keseluruhan video berdurasi hampir 3 menit tersebut. Dalam video tidak terdapat keterangan tempat dan waktu yang spesifik.

    Video terlihat seperti suntingan yang menggabungkan sejumlah kejadian. Terlihat beberapa latar belakang tempat dan kejadian yang berbeda. Pengunggah juga menambahkan beberapa ilustrasi seperti kebun sawit dan meja dengan tumpukan uang.

    Tirto kemudian mencoba melakukan pencocokan visual terhadap beberapa potongan gambar dalam video. Potongan yang paling mencolok, yang menunjukkan Purbaya berdiri di depan tumpukan uang menjadi fokus kami.

    Hasil pencarian gambar terbalik (reverse image search) mengarahkan kami ke video berikut dari unggahan Sekretariat Presiden. Video tersebut adalah momen saat Presiden Prabowo menyaksikan penyerahan hasil penyelamatan keuangan negara di Jakarta, Rabu (24/12/2025).

    Di kesempatan itu Purbaya sempat berfoto dengan memegang piagam bersama Jaksa Agung ST Burhanuddin dan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni. Momen serupa unggahan di media sosial bisa ditemukan di sekitar menit 18, video Sekretariat Presiden.

    Tumpukan uang tersebut bukan hasil penyitaan uang konglomerat, melainkan hasil dari denda administratif dari 20 perusahaan perkebunan kelapa sawit dan pertambangan yang melanggar aturan di kawasan hutan, serta hasil rampasan perkara korupsi besar (minyak goreng dan gula). Uang tunai tersebut dipajang di lobi Gedung Bundar Kejaksaan Agung dan diserahkan langsung oleh Jaksa Agung kepada negara dengan disaksikan oleh Presiden Prabowo Subianto.

    Lebih lanjut, Tirto juga menemukan informasi dari akun Instagram @ppid.kemenkeu. ditemukan unggahan yang memberikan pernyataan bahwa berita yang menyatakan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mastermind dibalik penyitaan duit korupsi adalah tidak benar.

    "Berita yang menyatakan bahwa Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mastermind di balik penyitaan duit korupsi adalah tidak benar atau hoaks," demikian pernyataan tertulis yang dikutip dari akun Instagram resmi PPID Kemenkeu, Senin (29/12/2025).

    Berdasar rangkuman Tirto, dana Rp6 triliun yang dimaksud berasal dari dua sumber. Pertama, penagihan denda administratif kehutanan oleh Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH). Kedua, hasil penyelamatan keuangan negara dari penanganan kasus dugaan korupsi di sektor kehutanan.

    Uang tersebut sebelumnya dipamerkan oleh Jaksa Agung ST Burhanuddin dalam konferensi pers yang turut disaksikan langsung Presiden Prabowo Subianto di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (24/12/2025).

    Sementara itu terkait klaim dana senilai Rp13 triliun, atau tepatnya Rp13.255.244.538.149 diserahkan Kejaksaan Agung pada Senin (20/10/2025). Dana tersebut merupakan uang pengganti dari korporasi yang menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi CPO, antara lain Wilmar Group senilai Rp11,88 triliun, Permata Hijau Group Rp1,86 miliar, dan Musim Mas Rp1,8 triliun.

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran menunjukkan bahwa video yang mengklaim Purbaya adalah mastermind dibalik penyitaan uang korupsi konglomerat adalah adalah salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Video yang beredar di media sosial menggunakan potongan klip dari kejadian lain yang tidak terkait dengan penyitaan uang korupsi konglomerat. Pihak Kementerian Keuangan juga telah menekankan kalau informasi yang tersebar di media sosial adalah hoaks.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan