• (GFD-2026-33419) [SALAH] Anies Baswedan Serukan Penggulingan Prabowo

    Sumber: x.com
    Tanggal publish: 13/04/2026

    Berita


    Beredar unggahan gambar [arsip] dari akun X “@Mendlkbud_” pada Senin (6/4/2026) yang menampilkan tangkapan layar artikel suara.com yang menampilkan foto Anies Baswedan dengan judul "Geger! Anies Baswedan Serukan “Gulingkan Prabowo”: Dinasihati Nggak Bisa, Bisanya Hanya Dijatuhkan" disertai narasi:

    “ditunggu tanggal mainnya ya pak”

    Hingga Senin (13/4/2026) unggahan tersebut telah 7 komentar dan 2 kali dibagikan ulang oleh pengguna X lainnya.

    Hasil Cek Fakta

    Disadur dari artikel periksa fakta tempo.co.

    Tempo menelusuri kebenaran klaim melalui pencarian gambar terbalik dan pemberitaan media kredibel. Hasilnya, tangkapan layar berita dan foto itu merupakan hasil suntingan artikel asli suara.com yang diunggah Minggu (5//4/2026) berjudul “Geger! Saiful Mujani Serukan 'Gulingkan Prabowo': Dinasihati Nggak Bisa, Bisanya Hanya Dijatuhkan” dengan tanggal dan jam tayang sama dengan konten yang disebarkan oleh akun X "@Mendlkbud_".

    Pembuat konten yang disebarkan oleh akun X "@Mendlkbud_" memanipulasi judul artikel tersebut dengan “Geger! Anies Baswedan Serukan 'Gulingkan Prabowo': Dinasihati Nggak Bisa, Bisanya Hanya Dijatuhkan”.

    Selain itu, pembuat konten juga mengubah foto Saiful Mujani dalam artikel tersebut dengan foto Anies Baswedan.

    Kesimpulan

    Faktanya, judul berita dan foto yang beredar merupakan hasil rekayasa dari artikel asli suara.com dengan judul dan foto yang berbeda. Unggahan berisi klaim "Anies Baswedan serukan penggulingan Prabowo" merupakan konten yang dimanipulasi (manipulated content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-33675) Salah, Rencana Rusia Bangun Pangkalan Militer di Papua

    Sumber:
    Tanggal publish: 13/04/2026

    Berita

    tirto.id - Sebuah video beredar di media sosial Facebook mengklaim Rusia akan mendirikan pangkalan militer di Papua. Dalam unggahan disebutkan alasan Rusia ingin mendaratkan pesawat militernya di Papua untuk membantu dan melindungi Indonesia dari pengaruh negara-negara Barat.



    Unggahan tersebut diunggah oleh akun Facebook bernama “Journal Idn” (arsip) Selasa, 7 April 2026. Dalam video berdurasi 7 detik tersebut, pada awal cuplikan ditampilkan peta Biak dan Guam, kemudian disusul dengan gambar pesawat tempur.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “SAAT PER4NG MEM4N4S TIBA-TIBA RUSIA MAU BIKIN PANGKALAN MILITER DI PAPUA! ADA APA SEBENARNYA? Muncul wacana tentang rencana Rusia yang ingin mendaratkan pesawat militernya di Papua, dengan alasan untuk membantu melindungi Indonesia dari negara-negara Barat, sekaligus menyeimbangkan kekuatan terhadap pangkalan militer Amerika Serikat di Australia. Langkah ini tentu menimbulkan pertanyaan dan perdebatan. Menurut kamu Setuju atau tolak? SUARA MU PENTING.” Begitu keterangan tertulis dalam video.
    #inline3 {margin:1.5em auto}
    #inline3 img{margin: 0 auto;max-width:300px !important;}

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Sampai artikel ini ditulis pada Senin (13/04/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 957 likes, 238 komentar, 15 kali dibagikan, dan 167 ribu kali ditayangkan. Kolom komentar terbagi dua sebagian masyarakat setuju dengan alasan pangkalan militer dibuat untuk Indonesia dan yang lainnya tidak mempercayai informasi tersebut.
    #inline4 {margin:1.5em 0}
    #inline4 img{max-width:300px !important;margin:auto;display:block;}

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?

    Baca juga:Prabowo Bertolak ke Rusia, Pastikan Kerja Sama Ketahanan Energi

    Periksa Fakta Pangkalan Militer Rusia di Papua. foto/hotline periksa fakta tirto

    Hasil Cek Fakta

    Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto menelusuri akun pengunggah. Ditemukan banyak unggahan terkait Iran, Indonesia, Donald Trump, Netanyahu, dan Bahlil yang ditulis dengan narasi yang menggiring opini pengunjung. Akun tersebut memiliki 5,9 ribu pengikut dan YouTube Journal IDN dengan 224 subscriber.

    Dari situ diketahui bahwa akun tersebut tidak terafiliasi dengan media resmi pemerintah, melainkan channel kreator yang membahas semua berita politik, ekonomi, bisnis, kriminal, hukum, internasional, bencana & peristiwa, olahraga, teknologi & sains, kesehatan, hiburan, sosial & budaya, militer & pertahanan, lingkungan, viral & lifestyle, serta umum.

    Kemudian, Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan video asli. Hasilnya, tidak ditemukan berita kredibel yang membenarkan klaim bahwa Rusia akan mendaratkan pesawat militernya dan membangun pangkalan militer di Papua.

    Kami justru diarahkan ke laman Kementerian Komunikasi dan Digital yang menyatakan bahwa unggahan di media sosial Facebook yang mengklaim bahwa Rusia akan membuat pangkalan militer di Papua adalah hoaks.

    Melansir laman Kompas, klaim Rusia akan membangun pangkalan militer di Indonesia beredar karena terbitnya sebuah kabar dari media asing tentang kemungkinan kehadiran militer Rusia di Indonesia, tepatnya di Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Manuhua, Biak, Papua.

    Kabar ini mencuat usai pemberitaan yang dikutip oleh kantor berita Antara, menyebut Rusia akan menjadikan Lanud Manuhua sebagai lokasi markas pesawat-pesawat militernya. Laporan tersebut mulanya dilansir oleh media internasional yang fokus di bidang pertahanan, Janes.

    Kementerian Pertahanan RI membantah adanya rencana untuk menjadikan Landasan Udara Manuhua sebagai pangkalan militer Rusia. Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Frega Wenas Inkiriwang, menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar.

    “Terkait pemberitaan tentang usulan penggunaan pangkalan Indonesia oleh Rusia, Kemhan mengklarifikasi bahwa berita tersebut tidak benar,” begitu keterangan Frega pada Kompas.com, Selasa (15/4/2025).

    Adapun pertemuan antara Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin dan Sekretaris Dewan Keamanan Rusia pada Februari lalu, dalam kerangka hubungan bilateral dan tidak mencakup pembicaraan strategis soal pangkalan militer.

    Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI dan Kementerian Luar Negeri menegaskan tidak pernah ada izin atau rencana pembangunan pangkalan militer asing, termasuk Rusia, di wilayah Indonesia. Dengan demikian, narasi yang beredar di media sosial mengenai pembangunan pangkalan di Papua adalah tidak benar.

    Baca juga:Prabowo ke Rusia Besok, Temui Putin demi Amankan Pasokan Energi

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran menunjukkan bahwa klaim yang menyebutkan Rusia akan membangun pangkalan militer di Indonesia adalah bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Pertemuan antara Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin dan Sekretaris Dewan Keamanan Rusia pada Februari lalu, dalam kerangka hubungan bilateral dan tidak mencakup pembicaraan strategis soal pangkalan militer.

    Kementerian Pertahanan RI membantah adanya rencana untuk menjadikan Landasan Udara Manuhua sebagai pangkalan militer Rusia. Sampai artikel ini ditulis tidak ditemukan informasi dari media kredibel yang membenarkan klaim tersebut.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

  • (GFD-2026-33420) [SALAH] Prabowo dan Purbaya Sepakat Turunkan Harga Pertalite

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 13/04/2026

    Berita

    Hingga Senin (12/4/2026) unggahan tersebut telah dilihat lebih dari 300 ribu kali, disukai lebih dari 8 ribu, menuai lebih dari 3 ribu komentar dan dibagikan ulang sebanyak 281 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Disadur dari artikel cek fakta Kompas.com.

    Tim Cek Fakta Kompas tidak menemukan pernyataan baik dari Prabowo atau Purbaya mengenai rencana penurunan Pertalite. 

    Diwartakan Kompas sebelumnya, PT Pertamina (Persero) resmi menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi yang berlaku efektif mulai Kamis, 1 Januari 2026.

    Namun, Pertalite dan Solar merupakan BBM subsidi sehingga tidak terjadi perubahan harga.

    Kesimpulan

    Tidak ada keputusan resmi maupun kesepakatan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk menurunkan harga BBM. Unggahan dengan narasi “Prabowo dan Purbaya sepakat turunkan harga Pertalite” merupakan konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-33421) [PENIPUAN] Lowongan Pekerjaan Angkasa Pura

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 13/04/2026

    Berita

    Beredar unggahan video [arsip] dari akun Facebook “Lowongan Terpaduofficial” pada Jumat (9/1/2026). Unggahan beserta narasi :

    “RESMI BUMN PT Angkasa Pura Buka Lowongan Kerja Terbaru 2026 Lowongan ini dibuka untuk lulusan SMA/SMK D3/S1 berbagai jurusan Dibuka 5 posisi kerja yaitu: (Resepsionis, Cleaning Service, Safety Officer, Koordinator Security dan AVSEC) Informasi resmi, syarat dan cara daftar silahkan lihat di kolom komentar ini”

    Hingga Senin (13/2/2026) unggahan telah mendapatkan 777 tanda suka, 116 komentar dan telah dibagikan ulang 50 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) melakukan penelusuran terhadap unggahan yang mengatasnamakan Angkasa Pura. Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa tautan pendaftaran tersedia di kolom komentar. Namun, setelah ditelusuri, tautan tersebut tidak ditemukan. 

    TurnBackHoax kemudian mengunjungi laman resmi rekrutmen Angkasa Pura di erecruitment.apsupports.com/erecruitment. Diketahui hanya terdapat satu posisi yang tersedia, yakni “Operation Excellence” dan tidak terdapat informasi mengenai lima posisi sebagaimana diklaim dalam unggahan.

    Informasi resmi PT Angkasa Pura dapat diakses melalui akun Instagram ‘ap_supports’ serta laman resmi Angkasa Pura di www.injourneyairports.id. Masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya pada sumber resmi.

    Kesimpulan

    Pendaftaran lowongan kerja Angkasa Pura hanya dilakukan melalui kanal resmi erecruitment.apsupports.com/erecruitment. Unggahan berisi klaim “lowongan pekerjaan angkasa pura” adalah konten tiruan (impostor content).

    Rujukan