• (GFD-2026-31843) [SALAH] Helikopter yang Ditumpangi Sahroni Jatuh saat Berkunjung ke Lumajang

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 20/01/2026

    Berita

    Akun Facebook “Indar Chris Maulana” pada Sabtu (17/10/2025) membagikan foto [arsip] dengan narasi:

    “Helikopter yg ditumpangi SAHRONI jatuh saat mengunjungi bencana Lumajang gunung Semeru”

    Per Selasa (20/1/2026) konten tersebut telah mendapat lebih dari 1.800-an tanda suka, menuai 1.400-an komentar, dan dibagikan ulang sebanyak 34 kali oleh pengguna Facebook lainnya.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri kebenaran klaim dengan memasukkan foto tersebut ke Google Lens. Hasil penelusuran mengarah ke video di laman msn.com “Helicopter crash lands on top of car on motorway - miraculously nobody was hurt”, tayang Minggu (8/6/2025). Konteks asli video adalah momen helikopter mendarat darurat di jalan raya distrik Rudraprayag India pada Sabtu (7/6/2025).

    TurnBackHoax lalu memasukkan kata kunci “helikopter Sahroni jatuh di Lumajang” ke mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah ke pemberitaan beritajatim.com “Hoaks! Unggahan Helikopter Jatuh Saat Kunjungan Bencana di Gunung Semeru Lumajang”, tayang Senin (19/1/2026). Dalam berita ini, dilaporkan bahwa Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Lumajang telah menegaskan bahwa informasi mengenai jatuhnya helikopter di Lumajang adalah hoaks.

    “Kami pastikan tidak ada kejadian helikopter jatuh di Kabupaten Lumajang, khususnya yang dikaitkan dengan kunjungan penanganan bencana Gunung Semeru,” jelas Kepala Diskominfo Kabupaten Lumajang kepada beritajatim.com, Senin (19/1/2026).

    Sebagai informasi tambahan, turnbackhoax.id pernah membahas klaim yang menampilkan foto serupa dalam artikel berjudul “[SALAH] Helikopter Jatuh di Kebun Kopi Palu”.

    Kesimpulan

    Faktanya, konteks asli video yang beredar adalah momen helikopter mendarat darurat di jalan raya India. Selain itu, Diskominfo Kabupaten Lumajang telah memastikan tidak ada kejadian helikopter jatuh di Lumajang. Unggahan foto berisi klaim “helikopter yang ditumpangi Sahroni jatuh saat berkunjung ke Lumajang” merupakan konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-31844) [PENIPUAN] Tautan Pendaftaran Program Bantuan Budidaya Ikan dari Dinas Perikanan Indonesia

    Sumber: Tiktok.com
    Tanggal publish: 20/01/2026

    Berita

    Akun TikTok “Program Perikanan” pada Selasa (06/01/2026) membagikan utas [arsip] berisi informasi pendaftaran Program Dinas Perikanan berupa bantuan budidaya ikan air tawar 2026.  

    Unggahan disertai tautan untuk pendaftaran dan narasi sebagai berikut:

    PROGRAM DINAS PERIKANAN TAHUN ANGGARAN 2026

    BANTUAN BUDIDAYA IKAN AIR TAWAR GRATIS

    -BENIH IKAN AIR TAWAR

    (IKAN NILA, EMAS, GURAMI,LELE, BANDENG, PATIN

    -PAKAN IKAN AIR TAWAR

    -POMPA AIR

    -KOLAM BIOFLOK

    PENDAFTARAN GRATIS TIDAK PUNGUT BIAYA APAPUN SYARATNYA. ANDA HARUS MEMPUNYAI KOLAM ATAU LAHAN BUDIDAYA”

    Dalam bio profil tertera link pendaftaran program

    Per Selasa (20/01/2026), unggahan dilihat hampir 7.600 kali dan disukai 269 pengguna. 

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri tautan dalam bio TikTok “Program Perikanan”. Hasilnya, tautan tidak mengarah ke laman resmi Dinas Perikanan Indonesia (https://kkp.go.id/). Warganet, justru diminta menuliskan nama lengkap dan nomor Telegram. 

    TurnBackHoax kemudian menelusuri laman resmi Kementerian Kelautan dan Perikanan (https://kkp.go.id/). Dalam Keputusan Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Nomor 81 Tahun 2025 diinformasikan bahwa masyarakat yang ingin mendapat bantuan budidaya ikan dapat mengusulkan kepada Dinas Provinsi/Kota/Kabupaten bukan melalui tautan.

    Kesimpulan

    Pendaftaran program bantuan budidaya ikan dapat diusulkan melalui Dinas Provinsi/Kota/Kabupaten setempat bukan melalui tautan. Unggahan berisi tautan “pendaftaran program bantuan benih ikan dari Dinas Perikanan tahun 2026” merupakan konten tiruan (impostor content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-31845) [SALAH] Chemtrails di Langit Bekasi Dan Jawa Barat diklaim Sebagai Cuaca dan Penyakit Buatan

    Sumber: Instagram
    Tanggal publish: 20/01/2026

    Berita

    Akun Instagram “infocibitung” pada Sabtu (17/01/2026) mengunggah video [arsip] dengan narasi sebagai berikut:

    🚨TONTON SAMPAI HABIS DAN BACA SAMPAI HABIS 🚨

    Cuaca Buatan dan “Sakit Buatan” kini bukan lagi sekadar rumor. Setelah beberapa hari terakhir dilaporkan melintasi berbagai Wilayah di Jawa Barat, pagi ini pukul 08:00 WIB, pesawat misterius tersebut kembali menampakkan diri di langit Bekasi, meninggalkan jejak putih panjang yang menutup cakrawala. 

    ✈️? terpantau melintas rendah dan meninggalkan jejak putih panjang (chemtrails) yang tidak kunjung hilang. Fenomena ini diduga kuat bukan sekadar uap air biasa, melainkan penyemprotan bahan kimia berbahaya secara sengaja! ✈️⚠️

    ? Teror Berulang di Langit Jawa Barat

    Warga di beberapa wilayah Jawa Barat melaporkan bahwa intensitas kemunculan pesawat ini semakin sering. Polanya selalu sama: pesawat melintas, meninggalkan jejak kimia (chemtrails), lalu disusul dengan hujan buatan yang membawa dampak buruk bagi kesehatan.

    ? Dampak Nyata: “Sakit Berjamaah”

    Efek dari penyemprotan bahan kimia ini mulai memakan korban. Hujan yang turun bukan membawa berkah, melainkan membawa zat berbahaya yang merusak imun tubuh.

    Laporan Gejala:

    Mata Perih: Air hujan yang mengenai mata terasa sangat menyengat, seperti mengandung zat asam. Sakit Buatan: Lonjakan kasus batuk, pilek, radang tenggorokan, dan demam tinggi terjadi secara mendadak tepat setelah hujan turun. Kulit Gatal: Beberapa warga mengeluhkan iritasi kulit setelah terpapar rintik hujan.

    ? Banyak pihak menduga ini adalah aksi manipulasi cuaca jahat atau eksperimen biologi yang sengaja menargetkan populasi di wilayah padat penduduk seperti Jawa Barat. Bahan kimia yang disemprotkan diduga kuat mengandung zat yang memicu gangguan pernapasan massal.

    “Bukan cuma sekali, belakangan ini sering banget lewat. Habis itu pasti orang serumah langsung pada tumbang kena batuk pilek,” ungkap salah satu warga Bekasi di media sosial.

    Video tersebut menampilkan Dharma Pongrekun sebagai narasumber. Namun, klaim yang disampaikan dalam video tidak didukung oleh sumber resmi, data yang dapat diverifikasi, maupun bukti ilmiah yang kredibel. Nama Dharma Pongrekun beberapa kali menyampaikan pernyataan yang memuat untuk memperkuat narasi konspiratif, terutama soal kesehatan, pandemi, dan agenda global.

    Hingga artikel ini tayang, unggahan tersebut telah diputar lebih dari 158 ribu kali, 236 interaksi komentar, 536 dibagikan ulang, dan 843 disimpan.

    Hasil Cek Fakta

    Sebelumnya informasi serupa pernah diulas oleh Tim Pemeriksa Fakta Mafindo dalam judul “[SALAH] Chemtrails Penyebar Virus Penyakit Muncul di Langit Pantura” tayang Senin, (19/07/2021).

    Istilah chemtrail merupakan teori konspirasi yang mulai beredar sejak 1990-an dan hingga kini tidak pernah terbukti secara ilmiah. Fenomena garis putih di langit yang sering diklaim sebagai chemtrail sebenarnya adalah contrail (condensation trail), yaitu jejak kondensasi uap air yang membeku menjadi kristal es akibat perbedaan suhu dan kelembapan tinggi di atmosfer saat pesawat melintas. Penjelasan ini telah disampaikan oleh berbagai lembaga resmi seperti FAA, EPA, NASA, dan NOAA.

    Klaim bahwa contrail mengandung zat kimia berbahaya, seperti barium, juga telah dibantah para ahli karena didasarkan pada kesalahan penafsiran data laboratorium. Informasi keliru serupa kembali muncul pada Desember 2025 pascabencana banjir di Sumatera yang mengaitkan peristiwa tersebut dengan apa yang disebut chemtrail. Klaim ini telah diklarifikasi oleh Kompas.com melalui artikel berjudul “[HOAKS] Chemtrail Penyebab Banjir Sumatera” yang tayang pada 16 Desem

    Kesimpulan

    Klaim tentang contrail sebagai penyebar penyakit, penyebab banjir, maupun pemicu perubahan cuaca tidak memiliki dasar ilmiah dan telah berulang kali dibantah oleh lembaga resmi serta pemeriksa fakta. Garis putih di langit merupakan contrail akibat proses alamiah di atmosfer. Sehingga video dengan klaim “contrail di langit Bekasi dan Jawa Barat diklaim sebagai cuaca dan penyakit buatan” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-31846) [SALAH] Demo Mahasiswa UGM Tuntut Jokowi Tunjukan Ijazah

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 20/01/2026

    Berita

    Akun Facebook “Ade Kurniawan” pada Senin (12/01/2026) mengunggah video [arsip] yang menampilkan aksi demonstrasi. Dalam unggahan tersebut diklaim bahwa demo dilakukan oleh mahasiswa UGM lintas fakultas yang menuntut mantan Presiden Indonesia, Joko Widodo untuk menunjukkan ijazah aslinya dalam waktu 24 jam.

    Hingga artikel ini tayang, unggahan tersebut telah diputar lebih dari 1,3 juta kali, 18.464 suka, 1.943 interaksi komentar, dan 1.176 dibagikan ulang.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri video yang beredar menggunakan fitur Google Image Search. Hasil penelusuran menemukan unggahan serupa pada akun TikTok sizwodjo yang diunggah pada Jum’at, (04/07/2025). Video tersebut menunjukkan ciri yang sama pada durasi 00.35 yang menampilkan bangunan berwarna biru putih.

    Narasi pada unggahan tersebut mengklaim bahwa video tersebut merekam situasi ricuh yang terjadi saat aksi unjuk rasa di pabrik Yamaha Music Manufacturing Asia pada awal Juli 2025.

    Sebagaimana dilaporkan Kompas.com, ratusan buruh yang tergabung dalam Aliansi Buruh Bekasi Melawan memang menggelar demonstrasi di depan PT Yamaha Music Manufacturing Asia, Kawasan Industri MM2100, Kabupaten Bekasi, pada 3 Juli 2025. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk tuntutan agar perusahaan mempekerjakan kembali dua pekerja yang sebelumnya diberhentikan. Dalam aksi itu, massa sempat menutup akses keluar-masuk pabrik sehingga arus lalu lintas di sekitar lokasi harus dialihkan.

    Kesimpulan

    Berdasarkan hasil penelusuran, video tersebut berkaitan dengan aksi unjuk rasa buruh di depan PT Yamaha Music Manufacturing Asia di Kabupaten Bekasi pada 3 Juli 2025, yang dilakukan untuk menuntut pengaktifan kembali dua pekerja yang dipecat. Dengan demikian, video dengan klaim “demo mahasiswa UGM tuntut Jokowi Tunjukan Ijazah” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).

    Rujukan