• (GFD-2026-31830) Menyesatkan: Meletakkan Es Batu di Sela Jari Menyembuhkan Sakit Kepala

    Sumber:
    Tanggal publish: 20/01/2026

    Berita

    SEBUAH video dengan klaim sakit kepala bisa hilang hanya dengan meletakkan es batu di antara jari tangan, beredar di Facebook [arsip] pada 12 Januari 2026. Hingga 19 Januari, video ini telah dibagikan lebih dari 390 kali dan disukai lebih dari 7 ribu warganet.

    Video itu memperlihatkan ilustrasi cara menggunakan es batu untuk menyembuhkan sakit kepala. Caranya, dengan meletakkan es batu di antara ibu jari dan telunjuk selama tiga detik hingga sakit kepala hilang. “Tempat ini terhubung langsung dengan syaraf-syaraf di kepala. Ketika hawa dingin menerpa, sinyal nyeri dan sakit kepala mereda,” kata narator dalam video.



    Lalu benarkah meletakkan es batu di antara jari tangan menyembuhkan sakit kepala?

    Hasil Cek Fakta

    Tempo memverifikasi klaim tersebut dengan mewawancarai pakar serta membedah berbagai literatur kesehatan. Hasilnya menunjukkan bahwa es batu memang efektif meredakan sakit kepala jika menempel pada dahi atau leher, bukan di sela jari tangan sebagaimana narasi yang beredar.

    Pakar penyakit dalam Universitas Indonesia, Prof. Zubairi Djoerban, menegaskan ketiadaan bukti ilmiah yang mendukung klaim penempatan es di telapak tangan untuk mengobati nyeri kepala. Sebaliknya, metode ini justru berisiko memicu nyeri kepala sebelah yang lebih hebat bagi sebagian orang. “Cara itu justru membuat beberapa orang makin nyeri kepalanya,” ujar Zubairi kepada Tempo, Jumat, 16 Januari 2026.

    Zubairi menyarankan masyarakat menempelkan es pada dahi, area atas telinga, atau leher bagian belakang. Pengguna wajib membungkus es batu dengan handuk terlebih dahulu agar suhu dingin tidak langsung menyentuh kulit yang sensitif. Durasi kompres yang ideal berkisar antara 10 hingga 20 menit.

    Laman Healtline.com mencatat bahwa terapi dingin (cold therapy) telah menjadi metode pengobatan migrain sejak 150 tahun lalu. Suhu rendah bekerja menyempitkan pembuluh darah dan membantu menghambat transmisi saraf pemberi sinyal rasa sakit ke otak. Dr. Tania Elliott, kepala petugas medis di EHE Health Amerika Serikat menyebut es sebagai pilihan logis untuk mengatasi peradangan saat kepala terasa sakit.

    Sebuah studi pada 2013 juga membuktikan bahwa kompres leher beku pada awal serangan migrain secara signifikan mengurangi rasa sakit. Para peneliti meyakini suhu dingin tersebut mendinginkan darah yang mengalir ke arteri karotis (carotid artery) di leher, sehingga peradangan di otak berkurang.

    Sementara itu, riset yang terbit pada 2025 dalam National Library of Medicine menggarisbawahi efektivitas terapi aklimatisasi dingin (cold acclimatization therapy) sebagai metode baru dalam fisioterapi untuk manajemen nyeri dan pengendalian peradangan. 

    Meski menunjukkan potensi besar, para ahli menekankan bahwa studi ini masih dalam tahap awal. Penelitian lebih lanjut dengan populasi sampel yang lebih besar dan desain uji coba terkontrol acak (randomized controlled trials) yang lebih ketat tetap diperlukan untuk memvalidasi keamanan serta kemanjuran klinisnya secara menyeluruh.

    Kesimpulan

    Berdasarkan hasil pemeriksaan fakta, Tim Cek Fakta Tempo menyimpulkan bahwa meletakkan es batu di jari tangan menyembuhkan sakit kepala adalah menyesatkan. 

    Es batu dapat meredakan sakit kepala jika diletakkan di dahi atau leher, bukan di antara jari tangan. Meski begitu masih diperlukan lebih banyak penelitian untuk menguji klaim efektivitasnya.

    Rujukan

  • (GFD-2026-31831) Keliru: Tautan Pendaftaran CPNS Tahun 2026

    Sumber:
    Tanggal publish: 20/01/2026

    Berita

    INFORMASI mengenai pembukaan pendaftaran calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun 2026 beredar di  Facebook [arsip] pada 8 Januari 2026. Unggahan tersebut dilengkapi dengan tautan yang diklaim sebagai formulir untuk mendaftar CPNS tersebut:  https://daftarsekarang30.vvisaw.com.

    Konten itu menyebut bahwa CPNS 2026 terbuka untuk para sarjana yang baru lulus, termasuk bagi mereka yang memiliki ijazah SMA/SMK dan Diploma 3. Formasi terbuka di instansi pemerintahan pusat dan daerah sesuai kebutuhan.



    Benarkah tautan yang beredar tersebut untuk pendaftaran CPNS 2026?

    Hasil Cek Fakta

    Tempo memverifikasi tautan yang beredar dan membandingkannya dengan situs resmi Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (SSCASN) yang dikelola Badan Kepegawaian Negara (BKN). Hasilnya, laman https://daftarsekarang30.vvisaw.com bukan situs yang digunakan untuk mendaftar CPNS.  



    Hingga artikel ini dipublikasikan, belum ada pengumuman resmi dari pemerintah terkait pembukaan untuk CPNS formasi 2026. Dikutip dari Bisnis.com, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) masih menyusun formasi CPNS 2026 sesuai kebutuhan setiap instansi.

    Sebelumnya, laman resmi pendaftaran CPNS adalah: https://sscasn.bkn.go.id/. Perbedaan mencolok terlihat antara situs web resmi tersebut dengan berbagai tautan (link) palsu yang beredar di media sosial.

    Tempo merangkum alur pendaftaran CPNS dengan mengacu pada ketentuan resmi di laman SSCASN pada 2024. Berikut merupakan rincian langkah serta syarat dokumen yang harus pelamar penuhi:

    1. Persiapan Dokumen

    Sebelum mulai mendaftar, siapkan dokumen-dokumen sebagai berikut: 

    2. Membuat Akun SSCASN

    3. Login ke Portal SSCASN

    Setelah berhasil membuat akun, Anda perlu login ke Portal SSCASN menggunakan NIK dan kata sandi.

    4. Mengisi Formulir Pendaftaran

    Setelah login, isi formulir pendaftaran yang terdiri dari beberapa bagian:

    5. Memilih Formasi

    Setelah mengisi formulir pendaftaran, langkah selanjutnya adalah memilih formasi yang sesuai dengan kualifikasi Anda. Pastikan Anda memilih formasi yang sesuai dengan latar belakang pendidikan dan minat Anda.

    6. Mengajukan Lamaran

    Setelah memilih formasi, periksa kembali semua data. Jika sudah yakin data benar, klik tombol “Ajukan Lamaran” untuk mengirimkan pendaftaran Anda.

    7. Cetak Kartu Pendaftaran

    Setelah berhasil mengajukan lamaran, cetak kartu pendaftaran sebagai bukti bahwa Anda telah mendaftar. Simpan kartu ini dengan baik karena akan berguna pada tahap seleksi selanjutnya.

    Kesimpulan

    Verifikasi Tempo menyimpulkan bahwa klaim tautan pendaftaran CPNS 2026 adalah klaim keliru.

    Rujukan

  • (GFD-2026-31832) Cek Fakta: Tidak Benar Informasi Rekrutmen CPNS Kejaksaan 2026

    Sumber:
    Tanggal publish: 20/01/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Beredar postingan di media sosial klaim informasi rekrutmen CPNS Kejaksaan 2026 periode 3 Januari-16 Maret. Informasi tersebut diunggah salah satu akun media sosial TikTok beberapa waktu yang lalu.
    Berikut isi unggahannya:
    "OPEN REKRUTMEN CPNS 2026
    Kesempatan emas jadi **Aparatur Sipil Negara**!
    Pendaftaran **GRATIS** & resmi, dibuka untuk lulusan **SMA/SMK hingga Sarjana**.
    17
    **Periode:** 3 Januari - 16 Maret 2026
    **Formasi tersedia:** Penjaga Tahanan, Petugas Barang Bukti, Pengelola Penanganan, Ahli Pertama Jaksa
    +Masa depan cerah, karier stabil, pengabdian untuk negeri
    **Jangan sampai ketinggalan!**
    Cek info lengkap & syaratnya di **bio profil** sekarang
    #cpns2026 #opencpns #infocpns#lowongankerja #fyp"
    Jika tautan informasi di bio profil diklik, akan mengarah pada halaman situs dengan tampilan formulir digital yang meminta sejumlah identitas pribadi seperti nama hingga nomor Telegram.
    Lalu benarkah klaim informasi rekrutmen CPNS Kejaksaan 2026 periode 3 Januari-16 Maret? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim informasi rekrutmen CPNS Kejaksaan 2026 periode 3 Januari-16 Maret, dengan menghubungi Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung (Kejagung) Anang Supriatna.
    Anang mengatakan, informasi rekrutmen CPNS tersebut tidak benar.
    "Bohong itu, tidak benar," kata Anang kepada Liputan6.com, Selasa (20/1/2026).
    "Untuk tahun ini tidak ada penerimaan pegawai baru," tandas Anang.
     
     

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim informasi rekrutmen CPNS Kejaksaan 2026 periode 3 Januari-16 Maret, tidak benar.
  • (GFD-2026-31833) Hoaks Listrik Padam 7 Hari & Internet Mati Akibat Krisis Global

    Sumber:
    Tanggal publish: 20/01/2026

    Berita

    tirto.id - Baru-baru ini beredar unggahan di media sosial yang menyebarkan klaim akan terjadi pemadaman listrik kurang lebih selama 7 hari dan matinya akses internet karena krisis global yang dipicu perang antara Amerika Serikat dan Iran.

    ADVERTISEMENT

    Unggahan tersebut dibagikan oleh akun Facebook “Tombol Berita Viral” (arsip), pada Jum’at (16/01/2026). Dalam unggahan memperlihatkan foto Komjen Pol Dharma Pongrekun dan narasi berisikan himbauan kepada masyarakat untuk mempersiapkan diri karena beberapa negara sudah mengalami krisis tersebut.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “Gawat! Akan terjadi krisis global. Listrik akan padam selama 7 hari. Akses internet mati. Persiapkan diri!” Begitu klaim tertulis dalam unggahan.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Sejak artikel ini ditulis pada Senin (19/01/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 165 likes, 121 komentar dan 24 kali dibagikan. Klaim ini memicu berbagai reaksi publik, sejumlah masyarakat meninggalkan komentar yang mengkritik kinerja pemerintah dan kebanyakan komentar mempertanyakan kebenaran informasi tersebut.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Lantas, benarkah listrik akan padam selama 7 hari dan akses internet mati akibat terjadinya krisis global?

    Baca juga:Hoaks Bahlil Minta PLN Menaikkan Tarif Token Listrik

    ADVERTISEMENT

    Periksa Fakta Listrik akan Padam Selama 7 Hari. foto/hotline periksa fakta tirto

    Hasil Cek Fakta

    Untuk memverifikasi kebenaran klaim, Tirto mencoba menelusuri informasi tersebut dengan mengetikkan kata kunci pada mesin pencarian Google, “Listrik akan mati 7 hari dan internet mati akibat krisis global.” Hasil penelusuran mengarahkan kami pada unggahan video pada akun Instagram “wakandatalks” yang mengatakan bahwa isu potensi kondisi darurat 7 hari ramai dibicarakan karena pernyataan Komjen (Purn) Dharma Pongrekun yang mengatakan bahwa skenario terburuk dapat terjadi yaitu listrik dan internet padam total, sehingga masyarakat diminta untuk bersiap dengan kebutuhan dasar.

    Isu tersebut juga dikenal dengan istilah blackout atau darurat 7 hari yang ramai dibicarakan di awal tahun 2026, dimana listrik padam total di Indonesia. Namun, informasi ini tidak bersumber dari kebijakan resmi pemerintah melainkan dari narasi tokoh publik yaitu Dharma Pongrekun dalam podcastnya bersama Chrysansia Chitra Dewi atau dikenal dengan Chef Chitra.

    Sebagai informasi, Komjen Pol. (Purn.) Dr. (H.C.) Dharma Pongrekun, S.I.K., M.M., M.H. adalah seorang purnawirawan perwira tinggi Polri, Dharma dikenal sangat populer di media sosial, terutama karena pandangan-pandangannya terhadap pemerintah, teori konspirasi, agenda 2030, dan isu global.

    Tirto juga menemukan laporan yang ditulis Tribunnews Banjarmasin dengan judul “Ingatkan Listrik Mati Total Selama 7 Hari, Dharma Pongrekun Sebut Darurat, WNI: Terjadi di Belanda”, Dharma Pongrekun mengungkapkan pernyataan terkait listrik mati total dalam podcast terbarunya bersama dengan Chef Chitra. Dharma Pongrekun mengingatkan keadaan darurat ini karena beberapa negara di Eropa sudah membagikan buku panduan untuk menghadapi situasi serupa, salah satunya di Belanda.

    Melansir YouTube Ngaji Roso, Dharma Pongrekun memang melakukan siaran podcast secara live bersama Chef Chitra pada Jum’at (09/01/2026). Pada menit 1:24:50 dalam video tersebut, Dharma menyebutkan bahwa akan terjadi keadaan darurat dadakan selama 7 hari, listrik mati, ATM tidak berfungsi, AC mati, kulkas mati, malam tidak ada lampu dan air bersih tidak ada.

    Dalam podcast disebutkan juga negara selain Belanda yang telah mempersiapkan keadaan darurat yaitu Jerman. Namun, tidak ditemukan keterangan yang menyatakan bahwa keadaan darurat disebabkan oleh perang antara Amerika Serikat dan Iran.

    Dharma hanya mengimbau agar masyarakat mempersiapkan diri. Persiapan itu perlu dilakukan karena keadaan darurat mungkin saja terjadi secara mendadak. Tidak ada satupun informasi yang mendukung klaim bahwa krisis global akibat perang AS dan Iran bisa menyebabkan listrik dan internet mati di Indonesia.

    “Saya ingatkan, mulai kasih tahu, adek-adek kasih tahu orangtua untuk mempersiapkan keadaan darurat dadakan selama 7 hari. Bagaimana bertahan selama 7 hari, mulai dari listrik mati, ATM nggak bisa jalan, AC mati, kulkas juga mati berarti bahan makanan busuk, malam tidak ada lampu, air bersih tidak ada karena tergantung pada jet pump atau PDAM dan sebagainya. Mulai pikirkan dari sekarang, sebelum didadak, karena nanti akan terjadi panik," begitu keterangan Dharma dalam podcast.

    Senada dengan Dharma Pongrekun, seorang diaspora pemilik akun TikTok “dinastirahadiyanti”, mengatakan bahwa Amsterdam mengalami pemadaman listrik pada Rabu (14/01/2026). Sebelum pemadaman itu terjadi, pemerintah Belanda sempat membagikan buku manual berisi panduan bertahan hidup selama 72 jam tanpa listrik.

    Pemadaman listrik di Belanda tersebut terjadi karena adanya ledakan di instalasi distribusi listrik di Marnixstraat yang menyebabkan sebagian besar Amsterdam mengalami pemadaman listrik dan bukan karena konflik antar negara. Adapun panduan 72 jam yang dibagikan pemerintah Belanda tersebut berisi cara bertahan dalam kondisi darurat tersebut.

    Melansir CNBC Indonesia, pemadaman listrik bergilir (rancangan) dan pemutusan internet memang terjadi di Iran. Pemerintah Iran memutuskan untuk melakukan pemadaman secara nasional yang dimulai sejak akhir tahun 2024 dan berlanjut hingga tahun 2025. Kebijakan ini diambil akibat krisis energi parah yang melanda negara tersebut. Iran juga melakukan pemutusan akses internet untuk memutus komunikasi jaringan oposisi luar negeri dan sel teroris.

    Dengan demikian, klaim yang menyatakan listrik akan padam selama 7 hari dan internet mati di Indonesia akibat krisis global perang AS dan Iran tidak terbukti secara ilmiah. Hingga saat ini, sebagaimana dilansir dari Berita DIY, tidak ada pernyataan resmi, berita kredibel, maupun peringatan dari pemerintah atau PT PLN (Persero) tentang akan adanya pemadaman listrik nasional dengan durasi waktu tersebut.

    Baca juga:Hoaks Tautan Klaim Token Listrik Gratis PLN Rp250 Ribu

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran menunjukkan bahwa klaim listrik akan padam 7 hari dan internet mati karena krisis global akibat perang Amerika Serikat dan Iran adalah keliru dan menyesatkan (false and misleading).

    Hingga penelusuran dilakukan, tidak ditemukan pernyataan resmi maupun pemberitaan kredibel yang menyatakan perang Amerika Serikat dan Iran menyebabkan krisis global yang mengancam pemadaman listrik dan internet di Indonesia.

    Dharma Pongrekun memang mengatakan terkait adanya keadaan darurat dan listrik mati saat menghadiri podcast bersama Chef Chitra, namun pernyataan tersebut tidak terkait dengan hubungan AS dan Iran yang sedang memanas. Dharma hanya menyampaikan bahwa kondisi darurat dapat terjadi secara tiba-tiba dan masyarakat diimbau untuk mempersiapkan diri.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan