KOMPAS.com - Beredar tangkapan layar artikel CNBC Indonesia mencatut nama Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al-Saud.
Judul artikel menyebutkan, Raja Salman mengatakan bahwa Indonesia adalah negara paling munafik.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu tidak benar atau hoaks.
Tangkapan layar artikel Raja Salman menyebut Indonesia negara termunafik, disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, ini, ini, dan ini.
Berikut judul artikelnya:
Raja Salman Sebut: Negara Termunafik Urutan Nomor Satu Indonesia
Sementara, berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada Sabtu (21/9/2024):
Propoganda si Raja Ular untuk menutupi ketidak peduliannya terhadap PALESTINE
(GFD-2024-22964) [HOAKS] Raja Salman Sebut Indonesia Negara Termunafik
Sumber:Tanggal publish: 25/09/2024
Berita
Hasil Cek Fakta
Tangkapan layar yang beredar bersumber dari artikel CNBC Indonesia, 15 Agustus 2024 pukul 13.13 WIB.
Judul aslinya yakni "Putra Mahkota Arab MBS Takut Dibunuh karena Israel".
Artikel dengan foto menampilkan Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS), membahas mengenai upaya pembunuhan pemimpin Arab Saudi.
Tangkapan layar artikel tersebut telah disunting, kemudian diganti judulnya dengan narasi hoaks.
Tidak ada berita atau laporan kredibel mengenai komentar Raja Salman yang menyatakan Indonesia negara munafik.
Judul aslinya yakni "Putra Mahkota Arab MBS Takut Dibunuh karena Israel".
Artikel dengan foto menampilkan Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS), membahas mengenai upaya pembunuhan pemimpin Arab Saudi.
Tangkapan layar artikel tersebut telah disunting, kemudian diganti judulnya dengan narasi hoaks.
Tidak ada berita atau laporan kredibel mengenai komentar Raja Salman yang menyatakan Indonesia negara munafik.
Kesimpulan
Tangkapan layar artikel Raja Salman menyebut Indonesia negara termunafik merupakan hoaks.
Artikel aslinya diambil dari CNBC Indonesia, 15 Agustus 2024, mengenai upaya pembunuhan para pemimpin Arab Saudi.
Artikel aslinya diambil dari CNBC Indonesia, 15 Agustus 2024, mengenai upaya pembunuhan para pemimpin Arab Saudi.
Rujukan
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=496838523235377&set=a.134888952763671
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=577221384634456&set=a.114418727581393
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=1268276121022132&set=a.104724397377316
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=1680478946035201&set=a.697497857666653
- https://www.facebook.com/photo?fbid=534463345639422&set=gm.3893771350841894&idorvanity=3403727153179652
- https://www.facebook.com/photo?fbid=122129015684349690&set=a.122108904842349690
- https://www.cnbcindonesia.com/news/20240815130612-4-563294/putra-mahkota-arab-mbs-takut-dibunuh-karena-israel
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2024-22963) [SALAH] Penemuan Ikan Kecil Berkepala Mirip Sapi
Sumber: Tiktok.comTanggal publish: 26/09/2024
Berita
Masyaallah ada ikan berkepala sapi
Hasil Cek Fakta
Ditemukan sebuah video yang diunggah di Tiktok menampilkan video penangkapan seekor ikan kecil yang diklaim memiliki kepala menyerupai hewan sapi. Ikan berwarna coklat-putih ini nampak sedang berenang di dalam sebuah ember.
Untuk memastikan kebenaran dari video tersebut, dilakukan pengecekan di situs Sightengine dan situs Hugging Face. Pengecekan ini dilakukan untuk mengetahui apakah video tersebut dibuat dengan menggunakan AI atau tidak.
Berdasarkan situs Sightengine video tersebut mendapatkan persentase sebesar 99% dibuat menggunakan AI, sedangkan pada situs Hugging Face menunjukan jika video tersebut memiliki persentase sebanyak 81% dibuat dengan AI.
Berdasarkan data tersebut maka disimpulkan jika video yang beredar mengenai penemuan ikan berkepala sapi tersebut merupakan video yang dimanipulasi menggunakan AI.
Untuk memastikan kebenaran dari video tersebut, dilakukan pengecekan di situs Sightengine dan situs Hugging Face. Pengecekan ini dilakukan untuk mengetahui apakah video tersebut dibuat dengan menggunakan AI atau tidak.
Berdasarkan situs Sightengine video tersebut mendapatkan persentase sebesar 99% dibuat menggunakan AI, sedangkan pada situs Hugging Face menunjukan jika video tersebut memiliki persentase sebanyak 81% dibuat dengan AI.
Berdasarkan data tersebut maka disimpulkan jika video yang beredar mengenai penemuan ikan berkepala sapi tersebut merupakan video yang dimanipulasi menggunakan AI.
Kesimpulan
Berdasarkan dua situs pendeteksi AI menyebutkan hasil jika video yang menampilkan ikan berkepala sapi tersebut adalah video yang dibuat dengan manipulasi AI.
Rujukan
(GFD-2024-22962) CEK FAKTA: KPK Temukan Gudang Uang Milik Gibran Rakabuming Raka? Ternyata Hoaks
Sumber:Tanggal publish: 26/09/2024
Berita
Sebuah video di YouTube beredar luas dengan judul provokatif yang mengklaim bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berhasil menemukan gudang penyimpanan uang milik Wakil Presiden Terpilih, Gibran Rakabuming Raka. Video tersebut menyebutkan penemuan uang tanpa menyebut lokasi atau jumlah pasti yang ditemukan. Narasi dalam video berbunyi:
“BERITA TERKINI ~ GUDANG PENYIMPANAN UANG GIBRAN DI TEMUKAN.?? ~ KABAR AKURAT”.
Apakah benar KPK menemukan sejumlah uang di gudang milik Gibran?
“BERITA TERKINI ~ GUDANG PENYIMPANAN UANG GIBRAN DI TEMUKAN.?? ~ KABAR AKURAT”.
Apakah benar KPK menemukan sejumlah uang di gudang milik Gibran?
Hasil Cek Fakta
Penelusuran Fakta
Setelah dilakukan penelusuran, klaim dalam video tersebut ternyata tidak sesuai dengan isi narasi sebenarnya. Berdasarkan penelusuran tim Cek Fakta TIMES Indonesia dalam video tersebut tidak ada pembahasan mengenai KPK menemukan uang di gudang milik Gibran.
Video yang tercantum dalam unggah tersebut hanya menampilkan narator yang membacakan artikel dari Kompas.com berjudul “Ketika Bocil 9 Tahun Teriak ke Gibran: ‘Korupsi Tuh Diberantas, Judi Jangan Cuma Diungkap’...”.
Sumber: https://nasional.kompas.com/read/2023/12/11/22225401/ketika-bocil-9-tahun-teriak-ke-gibran-korupsi-tuh-diberantas-judi-jangan
Dalam artikel tersebut, diceritakan seorang bocah berusia 9 tahun bernama Davi yang berteriak memberikan aspirasinya kepada Gibran dalam sebuah acara. Bocah tersebut meminta agar korupsi diberantas lebih tegas dan mendesak penanganan pelaku judi online. Tidak ada pembahasan mengenai temuan uang atau gudang terkait Gibran.
Hingga saat ini, tidak ada informasi resmi yang menguatkan klaim bahwa KPK menemukan gudang penyimpanan uang milik Gibran Rakabuming Raka di Solo atau tempat lain.
Setelah dilakukan penelusuran, klaim dalam video tersebut ternyata tidak sesuai dengan isi narasi sebenarnya. Berdasarkan penelusuran tim Cek Fakta TIMES Indonesia dalam video tersebut tidak ada pembahasan mengenai KPK menemukan uang di gudang milik Gibran.
Video yang tercantum dalam unggah tersebut hanya menampilkan narator yang membacakan artikel dari Kompas.com berjudul “Ketika Bocil 9 Tahun Teriak ke Gibran: ‘Korupsi Tuh Diberantas, Judi Jangan Cuma Diungkap’...”.
Sumber: https://nasional.kompas.com/read/2023/12/11/22225401/ketika-bocil-9-tahun-teriak-ke-gibran-korupsi-tuh-diberantas-judi-jangan
Dalam artikel tersebut, diceritakan seorang bocah berusia 9 tahun bernama Davi yang berteriak memberikan aspirasinya kepada Gibran dalam sebuah acara. Bocah tersebut meminta agar korupsi diberantas lebih tegas dan mendesak penanganan pelaku judi online. Tidak ada pembahasan mengenai temuan uang atau gudang terkait Gibran.
Hingga saat ini, tidak ada informasi resmi yang menguatkan klaim bahwa KPK menemukan gudang penyimpanan uang milik Gibran Rakabuming Raka di Solo atau tempat lain.
Kesimpulan
Kesimpulan
Klaim bahwa KPK menemukan sejumlah uang di gudang penyimpanan Gibran Rakabuming Raka adalah hoaks. Narasi dalam video di YouTube tersebut tidak sesuai dengan judulnya, dan hanya memuat informasi dari artikel yang tidak terkait dengan penemuan uang oleh KPK. Misinformasi/disinformasi tersebut termasuk dalam kategori Misleading Content atau Konten Menyesatkan.
Klaim bahwa KPK menemukan sejumlah uang di gudang penyimpanan Gibran Rakabuming Raka adalah hoaks. Narasi dalam video di YouTube tersebut tidak sesuai dengan judulnya, dan hanya memuat informasi dari artikel yang tidak terkait dengan penemuan uang oleh KPK. Misinformasi/disinformasi tersebut termasuk dalam kategori Misleading Content atau Konten Menyesatkan.
Rujukan
(GFD-2024-22961) [PENIPUAN] Metro TV Siarkan Dokter Malaysia Temukan Obat Mata
Sumber: Facebook.comTanggal publish: 26/09/2024
Berita
PENGLIHATAN 100% TANPA OPERASI ATAU LASER! BAHKAN PADA USIA 90 TAHUN. 99% ORANG TIDAK MENGETAHUI HAL INI
Hasil Cek Fakta
Artikel disadur dari Kompas.
Sebuah akun di media sosial Facebook mengunggah video yang diklaim bersumber dari Metro TV berisi klaim tentang penemuan obat mata dan pengobatan mata oleh dokter Malaysia. Video tersebut memperlihatkan presenter stasiun Metro TV yang menayangkan tentang dokter asal Malaysia yang mendapat penghargaan karena menemukan metode pemulihan dan pengobatan mata dari katarak dan glaukoma tanpa operasi. Dokter tersebut mengklaim obat temuannya dapat menyembuhkan pasien 100 persen.
Namun, setelah dilakukan pencarian gambar, video tersebut diketahui merupakan gabungan dua video dengan peristiwa dan waktu yang berbeda. Pada detik pertama hingga 00:25 video identik dengan unggahan kanal Youtube Metro TV pada 10 Mei 2024 dengan judul “Cuti Bersama, Tol Japek Terpantau Ramai Lancar”
Pada detik ke-29 hingga menit ke-02:03 video aslinya dipublikasikan di kanal Youtube KPJ Kajang Specialist Hospital pada 24 Mei 2024 dengan judul “(Covid-19) Kenapa saya perlu divaksin? - Dr Onn Akbar Ali”. Dalam kedua video tersebut tidak ditemukan pernyataan terkait metode pengobatan mata tanpa operasi.
Malui penelusuran tersebut maka dapat disimpulkan video yang memperlihatkan siaran stasiun Metro TV tentang penemuan metode pengobatan mata pakar kesehatan asal Malaysia adalah tidak benar.
Sebuah akun di media sosial Facebook mengunggah video yang diklaim bersumber dari Metro TV berisi klaim tentang penemuan obat mata dan pengobatan mata oleh dokter Malaysia. Video tersebut memperlihatkan presenter stasiun Metro TV yang menayangkan tentang dokter asal Malaysia yang mendapat penghargaan karena menemukan metode pemulihan dan pengobatan mata dari katarak dan glaukoma tanpa operasi. Dokter tersebut mengklaim obat temuannya dapat menyembuhkan pasien 100 persen.
Namun, setelah dilakukan pencarian gambar, video tersebut diketahui merupakan gabungan dua video dengan peristiwa dan waktu yang berbeda. Pada detik pertama hingga 00:25 video identik dengan unggahan kanal Youtube Metro TV pada 10 Mei 2024 dengan judul “Cuti Bersama, Tol Japek Terpantau Ramai Lancar”
Pada detik ke-29 hingga menit ke-02:03 video aslinya dipublikasikan di kanal Youtube KPJ Kajang Specialist Hospital pada 24 Mei 2024 dengan judul “(Covid-19) Kenapa saya perlu divaksin? - Dr Onn Akbar Ali”. Dalam kedua video tersebut tidak ditemukan pernyataan terkait metode pengobatan mata tanpa operasi.
Malui penelusuran tersebut maka dapat disimpulkan video yang memperlihatkan siaran stasiun Metro TV tentang penemuan metode pengobatan mata pakar kesehatan asal Malaysia adalah tidak benar.
Kesimpulan
Video yang memperlihatkan siaran stasiun Metro TV tentang penemuan metode pengobatan mata pakar kesehatan asal Malaysia adalah tidak benar. Video tersebut merupakan hasil rekayasa digital yang menggabungkan dua video dengan peristiwa dan waktu yang berbeda.
Rujukan
Halaman: 788/5896