• (GFD-2020-4819) [SALAH] Beberapa Negara Membuang Jenazah Pasien Covid-19 Ke Laut

    Sumber: twitter.com
    Tanggal publish: 26/04/2020

    Berita

    Sebuah akun twitter bernama @Naveenrajamani08 mengunggah sebuah video pada 22/04/2020 dengan klaim bahwa beberapa negara membuang jenazah pasien covid-19 ke lautan dan menghimbau untuk menghindari memakan makanan laut.

    Hasil Cek Fakta

    Setelah ditelusuri, dilansir dari thequint.com, pencarian gambar terbalik menggunakan key frame dari video mengarahkan pada beberapa tautan video dengan keterangan yang menyatakan bahwa video tersebut menunjukkan Imigran Afrika terbunuh akibat tenggelam saat melintasi laut Mediterania.

    Video serupa ditemukan di kanal youtube milik Euronews dengan judul “Dozens of migrant bodies are washed ashore in Libya” yang di unggah pada 25 agustus 2014.

    Portal berita Daily Mail juga pernah memuat foto tentang kejadian yang sama pada 26 Agustus 2014. Disebutkan, mayat imigran asal Afrika itu ditemukan tersapu ke arah pantai, 30 mil sebelah timur Tripoli. Hampir 200 imigran diduga tenggelam setelah berupaya menyeberang ke daratan Eropa dengan sebuah kapal kecil.

    Seorang juru bicara penjaga pantai Libya Abdellatif Mohammed Ibrahim mengatakan, beberapa mil dari lepas pantai telah ditemukan sisa-sisa kapal kayu yang membawa sekitar 200 imigran.

    ”Kami berhasil menyelamatkan 16 orang dan menemukan 15 mayat. Tetapi, pencarian berlanjut untuk sekitar 170 orang yang hilang di laut,” jelasnya.

    Sementara itu dilansir dari thelogicalindian.com, ada beberapa kesamaan dalam video yang diklaim dengan kejadian sebenarnya yang dirangkum dalam beberapa poin.

    Yang pertama, Jas Hazmat berwarna sama yang digunakan oleh para personel. Kedua, Struktur garis pantai yang serupa. Ketiga, Penempatan mayat di pantai. Dan Keempat, Tas mayat mayat berwarna hitam yang serupa digunakan.

    Kesimpulan

    Bukan membuang jenazah pasien covid-19 ke laut. Video tersebut merupakan peristiwa tahun 2014 dimana tubuh para pekerja migran ditemukan terdampar ke pantai setelah kecelakaan kapal di dekat pantai Libya. Hampir 200 imigran diduga tenggelam setelah berupaya menyeberang ke daratan Eropa dengan sebuah kapal kecil.

    Rujukan

  • (GFD-2020-3852) [SALAH] Tidak Ada Pasien Positif Corona di Aceh

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 25/04/2020

    Berita

    Akun Facebook Asking Alesandria memposting narasi yang diikuti dengan tangkapan layar pesan Whatsapp pada 24 April 2020 yang mengklaim tidak ada pasien positif Corona di Aceh, sedangkan satu pasien yang terserang sudah sembuh dan dipulangkan. Berikut kutipan narasinya:

    Whatsapp:

    “Aceh corona 0 ,ada 1 orang trserang sudah sembuh sudah pulang dari RS.Aceh no 1 Di dunia Yang takkan membiarkan masjid kesepian ..Aceh percaya kematian hanya Di tangan Allah SWT”

    Facebook:

    “Allah sedang menguji umat manusia yang bodoh Lemah dan ketakutan..saya Kuatkan kan iman kita, dan saya yakin percaya sama allah maha besar, semua akan di atur oLehnya, jngan hanya karna takut covid 19 mesjid pun semua nya nampak sepi. Allah akan melindungin kita selama kita yakin selalu menjalankan perintahnya dengan baik2” unggah akun Asking Alesandria, Jumat (24/04).

    Hasil Cek Fakta

    Dari hasil penelusuran, Direktur Rumah Sakit Umum, dr. Zainoel Abidi, membenarkan penambahan pasien positif Corona pada Jumat, (24/4).

    "Iya (ada penambahan pasien positif COVID-19)," kata Direktur Rumah Sakit Umum Daerah, dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) kepada wartawan acehkini Jumat, (24/4).

    Dilansir dari tagar.id, pasien pertama yang dinyatakan positif pada Jumat (24/4) berinisial MS (pasien kedelapan Aceh). Kemudian, pasien kedua yang dikonfirmasi positif adalah AS berjenis kelamin perempuan asal Kabupaten Aceh Barat Daya (pasien kesembilan di Aceh).

    Sebelumnya Gugus Tugas merinci data positif COVID-19 di Provinsi Aceh sebanyak tujuh kasus, dengan bertambahnya dua pasien asal Abdya tersebut hingga saat ini jumlah total kasus COVID-19 di Aceh bertambah menjadi sembilan kasus.

    Dikutip dari waspadaaceh.com, informasi dari Dinas Kesehatan Banda Aceh, hingga Jumat siang per 12.00 WIB (24/4), total Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 721 orang, 583 orang diantaranya selesai pemantauan dan 138 masih dalam proses pemantauan. ODP sebelumnya hanya berjumlah 77 orang, secara grafik terjadi penurunan namun, dalam dua hari terakhir jumlahnya meningkat menjadi 138 orang.

    Kesimpulan

    Atas penjelasan tersebut klaim yang menyebutkan bahwa di Aceh tidak ada pasien kasus positif Corona adalah tidak benar dan masuk ke dalam kategori konten yang salah.

    Rujukan

  • (GFD-2020-3853) [SALAH] Video Begal Tertangkap Jl. Soekarno Hatta, Malang

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 25/04/2020

    Berita

    Beredar postingan video yang diklaim sebagai penangkapan begal. Dalam video tersebut tampak polisi tengah mengamankan seorang pria. Berikut kutipan narasinya:

    “Semalam ada begal ditangkap polisi di area Suhat. Iyo bener bener dek Area Suhat yang selama ini dikenal pusat keramaian e Kota Malang lha kok ono begal gowo pedang sakmono dawane.”

    Hasil Cek Fakta

    Melalui hasil penelusuran diketahui bahwa klaim postingan video tersebut tidak benar. Kapolsek Lowokwaru, Kompol Rizky Tri Putra membenarkan bahwa adanya pengamanan seorang pria di kawasan Jalan Soekarno Hatta pada Kamis malam (23/4/2020), sekitar pukul 19.15 WIB. Akan tetapi, Kompol Rizky menegaskan, pria yang diamankan tersebut bukanlah begal.

    "Dia bukan pelaku begal seperti yang disebut di media sosial," ujar Kompol Rizky.

    Pria yang membawa senjata tajam itu diketahui bernama Syamsul Anwar, 33 warga Jalan Kembang Kertas, Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Ketika peristiwa itu, pria tersebut sedang bekerja menjaga ruko.

    "Saat itu dia sedang bekerja menjaga ruko. Tiba-tiba terjadi kecelakaan antara sesama pengendara motor di depan ruko tersebut," jelasnya.

    Satu pengendara motor yang terlibat laka lantas langsung menolong korban dengan meminggirkan ke dekat ruko yang dijaga pelaku.

    "Saat membahas pertanggungjawaban kecelakaan antara sesama pengendara, tiba-tiba tersangka datang. Tersangka mengaku sebagai preman wilayah. Tersangka langsung ikut campur dalam diskusi dengan dua pengendara motor. Karena merasa terganggu, satu pengendara motor yang terlibat kecelakaan minta pelaku untuk tidak ikut campur," bebernya.

    Karena merasa tersinggung, tersangka mengeluarkan pisau kecil. Tetapi, warga mencegah upaya pria itu. Tiba-tiba pelaku mengeluarkan pedang sepanjang 40 cm dari pos jaganya. Pelaku langsung senjata tajam (sajam) itu kepada warga sekitar.

    "Lalu warga menghubungi kami karena perilaku tersangka membahayakan. Akhirnya kami menangkap tersangka," tambahnya.

    Saat ini polisi sudah menahan tersangka di Mapolsek Lowokwaru.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penjelasan tersebut, maka konten tersebut tidak benar. Oleh sebab itu, konten tersebut masuk ke dalam kategori False Context atau Konten yang Salah.

    Rujukan

  • (GFD-2020-4820) [SALAH] Video “nasehat dari alm. Erma Yunita Simamora yg meninggal pd tanggal. 20-04-2020 di RS AR Bunda Lbk Linggau”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 25/04/2020

    Berita

    Akun Din Mash Daeng Tompo (fb.com/mash.dtom) mengunggah sebuah video ke grup BERITA TO TAKALAR (fb.com/groups/masriantohamid) dengan narasi sebagain berikut:

    “KORBAN COVID-19
    KISIMAK DG SEKSAMA… SAMPAI HABIS.
    Mari dengarkan nasehat dari alm. Erma Yunita Simamora yg meninggal pd tanggal. 20-04-2020 di RS AR Bunda Lbk Linggau. Semoga bermanfaat buat semua, semoga alm husnul khotimah. Aamiin YRA”

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, klaim bahwa wanita di video itu adalah Erma Yunita Simamora yang meninggal dunia saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Lubuk Linggau adalah klaim yang salah.

    Wanita di video itu adalah Jenny Martinus, salah satu pegawai Puskesmas Pagambiran, Kota Padang yang terkonfirmasi positif COVID-19 dan masih hidup. Saat ini Jenny masih dalam proses perawatan di Ruang Isolasi RSUP M. Djamil Padang.

    Video asli, diunggah di akun Jenny Martinus pada tanggal 20 April 2020 pukul 16.47. Jenny mengunggah 2 video lainnya bersamaan dengan video tersebut.

    “Rasanya nano2 gaes. Ternyata aku tak sekuat yang ku bayangkan.” tulis Jenny dalam unggahannya.

    Selain itu, pada tanggal 23 April 2020 pukul 21.02, Jenny mengunggah beberapa gambar tangkapan layar sebagai klarifikasi atas beredarnya video dirinya yang dikaitkan dengan Almarhumah Erma Yunita Simamora.

    “Ku doakan yang bikin berita begini diampuni dosanya oleh Allah, diberikan rezki halal, dan dibukakan pintu taubat oleh Allah…
    Saya Jenny Martinus bukan Erma Simamora… Jelas2 itu video saya. Tega ya sampai bilang saya meninggal. Kalian ga mikirin gimana sakitnya perasaan keluarga dan saya serta suami saya” tulis Jenny dalam unggahannya tersebut.

    Pada tanggal 24 April 2020 pukul 21:59, Jenny kembali mengunggah sebuah video klarifikasi dengan narasi sebagai berikut:

    “Untuk kamu yang membuat berita hoax saya sudah meninggal dan viral se jagad raya. Terimakasih ya… Semoga Allah berikan umur panjang pada saya. Semoga Allah berikan anda kesehatan, rezki HALAL tidak dengan cara bikin berita HOAX,, dan saya berdoa agar keluarga dan anak keturunan anda merasakan apa yang saya rasakan . pedih hati ini saat sakit di fitnah… Semoga yang lain tidak merasakan, cukup aku saja yang kalian sakiti
    Banyak ku berdoa untuk kebaikan kalian, janganlah kau sakiti hati saudara seimanmu dengan fitnah yang kejam. Kasihan almarhumah, sudah meninggal tapi jadi bahan gunjingan.. Dan aku yang masih hidup anda fitnah dengan mengabarkan saya sudah meninggal”

    Sementara itu, terkait dengan nama Erma Yunita Simamora, dikutip dari lahatonline.com, Erma Yunita Simamora (23) warga Desa Ulak Bandung, Kecamatan Kikim Barat, Kabupaten Lahat tepapar Covid 19 meninggal dunia saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Lubuk Linggau. Dari hasil rapid test almarhum dinyatakan positif covid 19.

    Erma sendiri meninggal dunia Rabu (22.04.2020), Jenazah korban rencananya bakal diberangkatkan ke Kabupaten Lahat untuk dimakamkan di lokasi pemakaman desa kediaman almarhum. Informasi menyebutkan, korban sendiri awalnya dirawat diagnosa awal sakit gagal ginjal. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan melalui rapit test korban dinyatakan positif covid 19.

    Jubir Gusgas Covid 19 Lahat Toufik M Putra membenarkan informasi teraebut. Namun, dijelaskan Toufik hasil rapit test memang positif karena menurutnya rapit test belum menjamin keakuratannya.

    “Memang benar hasil rapit test positif covid 19, tapi perlu diketahui raput test belum bisa menjamin keakuratanya. Kita masih menunggu hasil SWAB dari Balai Besar Rumah Sakit Rujukan Palembang,” terang Toufik.

    Dari berbagai sumber, fungsi rapid test dan swab test sangat berbeda. Rapid test merupakan tes (secara massal) yang berfungsi untuk screening potensi kasus positif virus corona di masyarakat. Sementara, swab test berfungsi sebagai standar diagnostik virus corona yang dianjurkan WHO (World Health Organization).

    Kesimpulan

    Wanita di video itu BUKAN Erma Yunita Simamora. Wanita di video itu adalah Jenny Martinus, salah satu pegawai Puskesmas Pagambiran, Kota Padang yang terkonfirmasi positif COVID-19 dan masih hidup. Saat ini Jenny masih dalam proses perawatan di Ruang Isolasi RSUP M. Djamil Padang.

    Rujukan