Sebuah situs dengan alamat domain petroksi[dot]blogspot.com mengunggah sebuah artikel dengan judul : “Jokowi Sebut China Akan Bantu Padamkan Kebakaran Hutan di Indonesia”
Isi artikel tersebut :
“PETROKSI- Departemen Pemadam Kebakaran RRC (China) bersiap membantu saudara dekatnya yaitu Indonesia memadamkan kebakaran hutan untuk mengurangi kabut asap.
Berdasarkan laporan media, lebih dari 42.000 hektar kawasan hutan dan perkebunan telah hangus oleh api sejak Januari lalu, dengan ratusan hektar dilaporkan masih terbakar di beberapa provinsi di Indonesia.
Sementara Presiden RRC (China) Xi Jinping segera mengirim bantuan dengan drone tercanggihnya untuk membuat hujan buatan, sehubungan dengan kabut asap dari kebakaran hutan Indonesia yang berembus ke wilayah hampir ke Asia.
Presiden Jokowi telah setuju dengan tawaran bantuan yang di tawarkan oleh negara tirai bambu tersebut, Menurut Xi Jinping, negara China telah menggelar pertemuan dengan perwakilan dari KBRI di China mengenai status terbaru dari masalah asap di Indonesia.
Kami menerima kerja sama yang baik dengan perwakilan dan Menteri Lingkungan dan Kehutanan Indonesia, Indonesia sudah seperti saudara kami ujar Xi Jinping.
“Kami punya banyak drone canggih untuk membentuk hujan buatan. Kita bisa menggunakan beberapa (drone), bukan satu, di daerah tertentu ujar presiden China Xi Jinping..Selanjutnya”
(GFD-2019-3109) [SALAH] Artikel “Jokowi Sebut China Akan Bantu Padamkan Kebakaran Hutan di Indonesia”
Sumber: blogspot.comTanggal publish: 23/09/2019
Berita
Hasil Cek Fakta
Saat dilakukan penelusuran berdasarkan judul dan isi artikel yang dimuat oleh situs blogspot tersebut, tidak ditemukan berita yang sama atau mirip dengan artikel yang dimuat di situs itu.
Berdasarkan hasil penelusuran, negara tetangga yang menawarkan bantuan bukanlah China, melainkan Malaysia.
Dari 2 artikel berita yang dimuat oleh tempo.co dan Liputan6.com, didapati fakta bahwa pembuat artikel di situs petroksi[dot]blogspot.com itu sengaja meng-copy paste dan mengubah nama negara Malaysia menjadi China.
Dan berdasarkan hasil penelusuran, gambar tersebut memang benar adalah gambar potongan video saat Presiden Joko Widodo dan Presiden Xi Jinping bertemu yang diberitakan oleh iNews. Video utuh dari gambar tersebut diunggah di akun Youtube Official iNews pada tanggal 17 November 2018.
Berdasarkan hasil penelusuran, negara tetangga yang menawarkan bantuan bukanlah China, melainkan Malaysia.
Dari 2 artikel berita yang dimuat oleh tempo.co dan Liputan6.com, didapati fakta bahwa pembuat artikel di situs petroksi[dot]blogspot.com itu sengaja meng-copy paste dan mengubah nama negara Malaysia menjadi China.
Dan berdasarkan hasil penelusuran, gambar tersebut memang benar adalah gambar potongan video saat Presiden Joko Widodo dan Presiden Xi Jinping bertemu yang diberitakan oleh iNews. Video utuh dari gambar tersebut diunggah di akun Youtube Official iNews pada tanggal 17 November 2018.
Rujukan
- https://medcom.id/telusur/medcom-files/nbwQwx6K-tiongkok-beri-bantuan-kebakaran-hutan-di-indonesia-ini-faktanya
- https://dunia.tempo.co/read/1247377/malaysia-tawarkan-bantuan-padamkan-kebakaran-hutan-di-indonesia/full&view=ok
- https://www.liputan6.com/global/read/4066814/kualitas-udara-buruk-akibat-asap-malaysia-tawarkan-hujan-buatan-dengan-drone
- https://www.youtube.com/watch?v=LKGh9rxCkhs
(GFD-2019-3110) [SALAH] Pertolongan pertama pada stroke dengan tusukan jarum ke ujung setiap jari masing-masing atau bagian bawah daun telinga
Sumber: facebook.comTanggal publish: 23/09/2019
Berita
Beredar kembali informasi dengan narasi sebagai berikut :
“Pertolongan Pertama Pada STROKE
orang yg kena STROKE mendadak (jatuh dr WC dsB), pembuluh darah ke otak akan pecah sedikit demi sedikit. Ingat,untuk mengatasi hal ini janganlah gugup/panik. Jika korban berada di tempat kejadian seperti dikamar mandi/ruang tidur/ruang tamu dll.
JANGAN dipindah2kan ke tempat lain, karena akan percepat pecahnya pembuluh darah, dan janganlah sampai dy terjatuh lg. Caranya adl dengan mengeluarkan darah korban dgn menggunakan jarum yg telah dibakar/disteril yg kemudian ditusukkan ke ujung setiap jari masing2 sampai darahnya keluar± 1-2 tetes.
Kalau darahnya tidak keluar dapat diurut sampai keluar, sesudah itu korban akan sadar setelah beberapa menit kemudian.
Jika korban mulutnya miring, tariklah kedua daun telingany sampai merah dan langsung tusuk bagian bawah daun telinga dg jarum steril sampai darah keluar ± 1-2 tetes. Setelah korban sadar dan mulutnya sudah pulih kembali, barulah dibawa ke dokter/RS.
Biasanya orang yg terkena STROKE pembuluh darahnya akan lebih cepat pecah karena goncangan dalam perjalanan ke RS/dokter. Orang tsb dapat tidak sadar kembali/pingsan dan biasanya akan cacat/lumpuh.
(Kita harus ingat MENGELUARKAN DARAH dari jari orang yg terkena STROKE, maka kita sudah bisa menolong orang tsb dari penyakit STROKE).”
“Pertolongan Pertama Pada STROKE
orang yg kena STROKE mendadak (jatuh dr WC dsB), pembuluh darah ke otak akan pecah sedikit demi sedikit. Ingat,untuk mengatasi hal ini janganlah gugup/panik. Jika korban berada di tempat kejadian seperti dikamar mandi/ruang tidur/ruang tamu dll.
JANGAN dipindah2kan ke tempat lain, karena akan percepat pecahnya pembuluh darah, dan janganlah sampai dy terjatuh lg. Caranya adl dengan mengeluarkan darah korban dgn menggunakan jarum yg telah dibakar/disteril yg kemudian ditusukkan ke ujung setiap jari masing2 sampai darahnya keluar± 1-2 tetes.
Kalau darahnya tidak keluar dapat diurut sampai keluar, sesudah itu korban akan sadar setelah beberapa menit kemudian.
Jika korban mulutnya miring, tariklah kedua daun telingany sampai merah dan langsung tusuk bagian bawah daun telinga dg jarum steril sampai darah keluar ± 1-2 tetes. Setelah korban sadar dan mulutnya sudah pulih kembali, barulah dibawa ke dokter/RS.
Biasanya orang yg terkena STROKE pembuluh darahnya akan lebih cepat pecah karena goncangan dalam perjalanan ke RS/dokter. Orang tsb dapat tidak sadar kembali/pingsan dan biasanya akan cacat/lumpuh.
(Kita harus ingat MENGELUARKAN DARAH dari jari orang yg terkena STROKE, maka kita sudah bisa menolong orang tsb dari penyakit STROKE).”
Hasil Cek Fakta
Penanganan awal stroke bukan dengan mengeluarkan darah dari ujung jari. Mengeluarkan darah dari semua ujung jari tidak memiliki manfaat dalam penyembuhan pasien stroke. Bahkan, jika jarum yang digunakan tidak bersih, penderita stroke dapat mengalami infeksi akibat tusukan tersebut. Pengeluaran darah dari ujung jari merupakan tindakan yang berbahaya dan tidak bermanfaat dalam menangani stroke.
Dikonfirmasi mengenai berita tersebut pada Senin (18/3/2013), dr Ahmad Yanuar, SpS menepis kebenarannya. “Sejauh ini tidak ada penelitian seperti itu, tidak diketahui efektif atau tidaknya tindakan tersebut,” kata dokter saraf dari Universitas Indonesia tersebut kepada detikHealth.
Hal ini juga diperkuat oleh dr Fritz Sumantri, SpS. “Yang harus digarisbawahi adalah kedokteran berangkat dari penelitian dan uji coba. Adapun cara di luar itu belum ada penelitiannya. Setidaknya keamanannya belum terjamin. Sampai saat ini ilmu kedokteran tidak mengenal cara seperti itu, sehingga kita juga tidak tahu efektivitasnya,” tegasnya.
Satu-satunya tindakan yang harus segera dilakukan adalah dengan membawa ke rumahs sakit dan diberikan tindakan reperfusi pada jam-jam tercepat. “Sekitar 3-6 jam setelah kejadian, pasien harus segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan tindakan medis,” tambah dr Ahmad.
“Tidak benar. Bahkan respons nyeri akibat tusukan jarum dapat meninggikan tekanan darah yang berisiko memperburuk stroke-nya,” tegas spesialis saraf dari FK Unika Atma Jaya, Dr.dr. Yuda Turana, Sp.S kepada ANTARA News di Jakarta, Kamis.
Penegasan bahwa metode ini tak tepat juga diungkapkan spesialis Jantung rumah sakit Harapan Kita, dr. Dicky Armein Hanafy, SpJP (K),FIHA. Dia bahkan mengatakan cara ini tidak berguna sama sekali.
“Keluarga harus langsung bawa ke rumah sakit,” kata Yuda.
Sementara itu terkait tutorial pertolongan pertama pada penderita stroke dengan cara menusuk-nusuk kupingnya dengan jarum. Cara tersebut alih-alih menyembuhkan, justru membahayakan.
Hal tersebut dikatakan Residen Ilmu Penyakit Syaraf Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, dr Heri Munajib, saat menjawab pertanyaan seorang warganet yang menerima kiriman via WhatsApp Group (WAG). “Ini jelas info hoaks yang harus kita tangkal,” ujarnya kepada NU Online, Senin (5/1/18) malam.
Pria kelahiran Gresik ini menegaskan, tindakan menusuk telinga tidak ada efeknya sama sekali terhadap stroke. Mengikuti kabar yang tidak jelas itu justru menyebabkan penderita meninggal dunia. “Padahal sebenarnya ada kemungkinan masih bisa ditolong apabila dibawa ke ahli medis yang berkompeten,” kata Heri.
Penanganan awal stroke adalah menjaga patensi jalan nafas dan kestabilan sirkulasi darah pasien. Jika pasien tidak sadar, pastikan pasien dalam lingkungan yang aman, baringkan pada tempat yang aman. Posisilan pasien dengan tubuh menghadap ke samping kiri, untuk mencegah masuknya cairan ke saluran pernafasan (recovery position). Segera panggil pertolongan untuk membawa pasien ke unit gawat darurat terdekat. Penanganan pasti dari stroke tergantung dari jenis stroke yang terjadi. Hal ini dapat dipastikan dengan melakukan pemeriksaan penunjang seperti CT scan dan MRI.
Dikonfirmasi mengenai berita tersebut pada Senin (18/3/2013), dr Ahmad Yanuar, SpS menepis kebenarannya. “Sejauh ini tidak ada penelitian seperti itu, tidak diketahui efektif atau tidaknya tindakan tersebut,” kata dokter saraf dari Universitas Indonesia tersebut kepada detikHealth.
Hal ini juga diperkuat oleh dr Fritz Sumantri, SpS. “Yang harus digarisbawahi adalah kedokteran berangkat dari penelitian dan uji coba. Adapun cara di luar itu belum ada penelitiannya. Setidaknya keamanannya belum terjamin. Sampai saat ini ilmu kedokteran tidak mengenal cara seperti itu, sehingga kita juga tidak tahu efektivitasnya,” tegasnya.
Satu-satunya tindakan yang harus segera dilakukan adalah dengan membawa ke rumahs sakit dan diberikan tindakan reperfusi pada jam-jam tercepat. “Sekitar 3-6 jam setelah kejadian, pasien harus segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan tindakan medis,” tambah dr Ahmad.
“Tidak benar. Bahkan respons nyeri akibat tusukan jarum dapat meninggikan tekanan darah yang berisiko memperburuk stroke-nya,” tegas spesialis saraf dari FK Unika Atma Jaya, Dr.dr. Yuda Turana, Sp.S kepada ANTARA News di Jakarta, Kamis.
Penegasan bahwa metode ini tak tepat juga diungkapkan spesialis Jantung rumah sakit Harapan Kita, dr. Dicky Armein Hanafy, SpJP (K),FIHA. Dia bahkan mengatakan cara ini tidak berguna sama sekali.
“Keluarga harus langsung bawa ke rumah sakit,” kata Yuda.
Sementara itu terkait tutorial pertolongan pertama pada penderita stroke dengan cara menusuk-nusuk kupingnya dengan jarum. Cara tersebut alih-alih menyembuhkan, justru membahayakan.
Hal tersebut dikatakan Residen Ilmu Penyakit Syaraf Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, dr Heri Munajib, saat menjawab pertanyaan seorang warganet yang menerima kiriman via WhatsApp Group (WAG). “Ini jelas info hoaks yang harus kita tangkal,” ujarnya kepada NU Online, Senin (5/1/18) malam.
Pria kelahiran Gresik ini menegaskan, tindakan menusuk telinga tidak ada efeknya sama sekali terhadap stroke. Mengikuti kabar yang tidak jelas itu justru menyebabkan penderita meninggal dunia. “Padahal sebenarnya ada kemungkinan masih bisa ditolong apabila dibawa ke ahli medis yang berkompeten,” kata Heri.
Penanganan awal stroke adalah menjaga patensi jalan nafas dan kestabilan sirkulasi darah pasien. Jika pasien tidak sadar, pastikan pasien dalam lingkungan yang aman, baringkan pada tempat yang aman. Posisilan pasien dengan tubuh menghadap ke samping kiri, untuk mencegah masuknya cairan ke saluran pernafasan (recovery position). Segera panggil pertolongan untuk membawa pasien ke unit gawat darurat terdekat. Penanganan pasti dari stroke tergantung dari jenis stroke yang terjadi. Hal ini dapat dipastikan dengan melakukan pemeriksaan penunjang seperti CT scan dan MRI.
Kesimpulan
Penanganan awal stroke bukan dengan mengeluarkan darah dari ujung jari. Mengeluarkan darah dari semua ujung jari tidak memiliki manfaat dalam penyembuhan pasien stroke.
Rujukan
- https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-2196945/hati-hati-tusuk-jari-dengan-jarum-bukan-untuk-mencegah-stroke
- https://gaya.tempo.co/read/1063584/tusuk-ujung-jari-sembuhkan-stroke-hoax-cek-solusi-dokter/full&view=ok
- https://www.liputan6.com/health/read/3313480/bohong-saat-stroke-menyerang-lalu-harus-tusuk-jari-sampai-keluar-darah
- https://www.klikdokter.com/tanya-dokter/read/2813583/pertolongan-pertama-pada-stroke
- https://www.nu.or.id/post/read/85944/tusuk-kuping-atasi-stroke-dokter-nu-itu-hoaks
(GFD-2019-3094) [SALAH] Kitab yang di berikan ke si cewe di film ‘The Santri’ ternyata Kitab Qurrotul Uyun
Sumber: www.facebook.comTanggal publish: 20/09/2019
Berita
Gambar tersebut sudah mengalami proses penyuntingan. Dalam trailer yang dipublikasikan oleh NU Channel di menit ke 1:14, buku yang diserahkan tidak ada tulisan kaligrafi “Qurrotul Uyun” melainkan buku dengan sampul bermotif batik.
=======
Akun Aida Putri (fb.com/mumet.mikerke) mengunggah sebuah gambar dengan narasi sebagai berikut :
“Santri pacaran di hutan njuk yang di baca kitab Qurrotul uyun. Walaah iki maksud e priben?
Pacaran njuk belajar ANU. Tata cara ANU Mulai ciuman sampai ANU.
Sumpah saya baru ngeh kitab yang di berikan ke si cewe ternyata Qurrotul uyun.
Ajur Jum Jum
#BoikotFilmTheSantri“
Sumber : https://perma.cc/9DGX-78GU (Arsip) – Sudah dibagikan 100 kali saat tangkapan layar diambil.
=======
Akun Aida Putri (fb.com/mumet.mikerke) mengunggah sebuah gambar dengan narasi sebagai berikut :
“Santri pacaran di hutan njuk yang di baca kitab Qurrotul uyun. Walaah iki maksud e priben?
Pacaran njuk belajar ANU. Tata cara ANU Mulai ciuman sampai ANU.
Sumpah saya baru ngeh kitab yang di berikan ke si cewe ternyata Qurrotul uyun.
Ajur Jum Jum
#BoikotFilmTheSantri“
Sumber : https://perma.cc/9DGX-78GU (Arsip) – Sudah dibagikan 100 kali saat tangkapan layar diambil.
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, gambar yang diunggah oleh akun sumber klaim adalah potongan adegan dari trailer film ‘The Santri’. Namun gambar tersebut sudah mengalami proses penyuntingan atau pengeditan.
Hal ini dapat dibuktikan dengan cara menonton video trailer film yang disutradarai ole Livi Zheng dan Ken Zheng tersebut. Video trailer film itu bisa ditonton di akun Youtube NU CHANNEL yang mengunggah video trailer tersebut pada tanggal 9 September 2019 dengan judul “OFFICIAL TRAILER FILM “THE SANTRI”
Jika diperhatikan mulai menit ke 1:10 sampai ke 1:15, adegan penyerahan buku dan tasbih dari pemeran pria ke pemeran wanita berlangsung.
Terdapat dialog singkat yang disampaikan oleh pemeran pria, yaitu ;
“Ku titipkan tasbih dan tulisan ini untukmu, agar kamu selalu ingat Tuhan dan diriku”
Salah satu yang memuat gambar dari potongan adegan tersebut adalah situs media online cnnindonesia.com
Sementara itu, Produser Eksekutif film The Santri, Imam Pituduh menyatakan film tersebut belum diproduksi. Ia mengatakan Nahdlatul Ulama channel dan Livi baru sekedar menggarap trailer film tersebut.
“Saya ingin menegaskan bahwa film The Santri ini baru pada tahapan trailer,” ujar ilham di Gedung PBNU, Jakarta, Selasa (17/9).
Ilham yang juga Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama menuturkan pihaknya dan Livi baru akan menggarap film tersebut pada bulan Oktober mendatang. Ia memperkirakan proses penggarapan akan berlangsung hingga bulan April tahun 2020.
Namun, Ilham enggan menjelaskan secara tegas alasan mengapa tak langsung menggarap film secara keseluruhan sebelum merilis trailer.
Hal ini dapat dibuktikan dengan cara menonton video trailer film yang disutradarai ole Livi Zheng dan Ken Zheng tersebut. Video trailer film itu bisa ditonton di akun Youtube NU CHANNEL yang mengunggah video trailer tersebut pada tanggal 9 September 2019 dengan judul “OFFICIAL TRAILER FILM “THE SANTRI”
Jika diperhatikan mulai menit ke 1:10 sampai ke 1:15, adegan penyerahan buku dan tasbih dari pemeran pria ke pemeran wanita berlangsung.
Terdapat dialog singkat yang disampaikan oleh pemeran pria, yaitu ;
“Ku titipkan tasbih dan tulisan ini untukmu, agar kamu selalu ingat Tuhan dan diriku”
Salah satu yang memuat gambar dari potongan adegan tersebut adalah situs media online cnnindonesia.com
Sementara itu, Produser Eksekutif film The Santri, Imam Pituduh menyatakan film tersebut belum diproduksi. Ia mengatakan Nahdlatul Ulama channel dan Livi baru sekedar menggarap trailer film tersebut.
“Saya ingin menegaskan bahwa film The Santri ini baru pada tahapan trailer,” ujar ilham di Gedung PBNU, Jakarta, Selasa (17/9).
Ilham yang juga Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama menuturkan pihaknya dan Livi baru akan menggarap film tersebut pada bulan Oktober mendatang. Ia memperkirakan proses penggarapan akan berlangsung hingga bulan April tahun 2020.
Namun, Ilham enggan menjelaskan secara tegas alasan mengapa tak langsung menggarap film secara keseluruhan sebelum merilis trailer.
Rujukan
(GFD-2019-3095) [SALAH] Gambar Sampul Majalah Tempo Edisi 5-11 Agustus 2019
Sumber: Sosial MediaTanggal publish: 20/09/2019
Berita
Hasil suntingan, judul yang asli adalah “Novel Baswedan: Polisi Tahu Saya Akan Diserang” bukan “Novel Baswedan Penjual Rahasia Negara ke Indonesia Leaks”.
======
======
Hasil Cek Fakta
Gambar yang beredar merupakan suntingan dari cover asli dari majalah tempo edisi 5-11 September 2019 yang memilii judul asli
“Novel Baswedan: Polisi Tahu Saya Akan Diserang” bukan “Novel Baswedan Penjual Rahasia Negara ke Indonesia Leaks”.
“Novel Baswedan: Polisi Tahu Saya Akan Diserang” bukan “Novel Baswedan Penjual Rahasia Negara ke Indonesia Leaks”.
Rujukan
Halaman: 7494/7809




