Akun Facebook Uci Gilang memposting foto Bahar Smith dan Abu Bakar Ba’asyir pada 19 April 2020 yang diikuti dengan narasi bahwa tidak ada satupun aktivis Islam yang dibebaskan dari ratusan ribu tahanan di tengah wabah COVID-19.
Berikut kutipan narasinya:
“Karena COVID-19 Para penjahat di bebaskan dgn aneka kejahatan.
para alim ulama, Aktivis Islam yg di penjara tdk satu pun di bebaskan.
#Tanda_tanya????..
Penjahat bebas ,Sekarang banyak kejahatan begal di mana2..mencari kesempatan karena COVID-19
RATUSAN RIBU TAHANAN DENGAN ANEKA KEJAHATAN TIDAK SATUPUN AKTIVIS ISLAM YANG DIBEBASKAN”
(GFD-2020-3849) [SALAH] Dari Ratusan Ribu Tahanan Tidak Ada Satupun Aktivis Islam yang Dibebaskan di Tengah Wabah COVID-19
Sumber: facebook.comTanggal publish: 22/04/2020
Berita
Hasil Cek Fakta
Dari hasil penelusuran, informasi tersebut adalah tidak benar.
Kuasa hukum Bahar Smith, Ichwan Tuankotta membenarkan bahwa Bahar menolak tawaran yang disampaikan oleh penanggung jawab Lapas Pondok Rajeg Cibinong, Bogor untuk dibebaskan.
Dilansir dari tirto.id, kuasa hukum lain Bahar Smith, Aziz Yanuar, mengungkapkan alasan Bahar menolak dibebaskan karena tidak mau dianggap utang budi pada rezim zalim dan juga lebih memilih mengajar terlebih dahulu di lapas untuk menunjukan tanggung jawabnya.
"Beliau tegas tidak mau dianggap utang budi pada rezim zalim dan banyak murid yang masih diajar di dalam” kata Aziz, menjelaskan kenapa kliennya menolak penawaran.
Meski hanya untuk narapidana umum dengan syarat yang telah ditentukan, terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba'asyir juga mengajukan pembebasan melalui surat permohonan Nomor: 20/TPM/Adm/IV/2020 tanggal 3 April 2020 yang ditujukan kepada Presiden Joko Widodo dan Yasonna Laoly, Adapun alasan dari pengajuan pembebasan Ba’asyir adalah faktor usia dan kesehatannya.
Sedangkan dikutip dari detik.com, Kepala Bagian Humas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kemenkum HAM, Rika Aprianti, kepada wartawan jumlah tahanan yang dibebaskan per 20 April adalah 38.822 napi. Untuk diketahui pembebasan tersebut berdasarkan Permenkum HAM Nomor 10 Tahun 2020 dan Keputusan Menkum HAM Nomor 19.PK.01.04 Tahun 2020.
“Total data asimilasi dan integrasi adalah 38.822 napi” kata Rika kepada wartawan.
Adapun Napi yang bebas berdasarkan aturan itu hanyalah narapidana umum dan napi anak. Sedangkan napi koruptor, napi narkotika, dan napi terorisme tidak termasuk.
Kuasa hukum Bahar Smith, Ichwan Tuankotta membenarkan bahwa Bahar menolak tawaran yang disampaikan oleh penanggung jawab Lapas Pondok Rajeg Cibinong, Bogor untuk dibebaskan.
Dilansir dari tirto.id, kuasa hukum lain Bahar Smith, Aziz Yanuar, mengungkapkan alasan Bahar menolak dibebaskan karena tidak mau dianggap utang budi pada rezim zalim dan juga lebih memilih mengajar terlebih dahulu di lapas untuk menunjukan tanggung jawabnya.
"Beliau tegas tidak mau dianggap utang budi pada rezim zalim dan banyak murid yang masih diajar di dalam” kata Aziz, menjelaskan kenapa kliennya menolak penawaran.
Meski hanya untuk narapidana umum dengan syarat yang telah ditentukan, terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba'asyir juga mengajukan pembebasan melalui surat permohonan Nomor: 20/TPM/Adm/IV/2020 tanggal 3 April 2020 yang ditujukan kepada Presiden Joko Widodo dan Yasonna Laoly, Adapun alasan dari pengajuan pembebasan Ba’asyir adalah faktor usia dan kesehatannya.
Sedangkan dikutip dari detik.com, Kepala Bagian Humas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kemenkum HAM, Rika Aprianti, kepada wartawan jumlah tahanan yang dibebaskan per 20 April adalah 38.822 napi. Untuk diketahui pembebasan tersebut berdasarkan Permenkum HAM Nomor 10 Tahun 2020 dan Keputusan Menkum HAM Nomor 19.PK.01.04 Tahun 2020.
“Total data asimilasi dan integrasi adalah 38.822 napi” kata Rika kepada wartawan.
Adapun Napi yang bebas berdasarkan aturan itu hanyalah narapidana umum dan napi anak. Sedangkan napi koruptor, napi narkotika, dan napi terorisme tidak termasuk.
Kesimpulan
Atas penjelasan tersebut yang menyebutkan bahwa tidak ada satupun aktivis Islam yang dibebaskan dari ratusan ribu tahanan di tengah wabah COVID-19 adalah tidak benar dan masuk ke dalam kategori konten yang salah.
Rujukan
(GFD-2020-4884) [SALAH] “Italia Mengumumkan Penyerahannya”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 22/04/2020
Berita
“💔😭
Italia Mengumumkan Penyerahannya💔
Perdana Menteri mengatakan:
Kontrol kami hilang. Penyakit Menular Membunuh Kami. Semua kemungkinan bantuan di bumi sudah berakhir .💔💔
💔💔”.
–
(“💔😭
Italy Announces Its Surrender💔
Prime Minister says:
Our control is gone.Infectious Disease is Killing Us.All the possible relief on earth is over.💔💔
💔💔”)
Italia Mengumumkan Penyerahannya💔
Perdana Menteri mengatakan:
Kontrol kami hilang. Penyakit Menular Membunuh Kami. Semua kemungkinan bantuan di bumi sudah berakhir .💔💔
💔💔”.
–
(“💔😭
Italy Announces Its Surrender💔
Prime Minister says:
Our control is gone.Infectious Disease is Killing Us.All the possible relief on earth is over.💔💔
💔💔”)
Hasil Cek Fakta
SUMBER membagikan foto-foto korban gempa bumi di Zagreb (Kroasia) dan pertunjukan seni di Frankfurt (Jerman), TIDAK terkait Italia. SUMBER menambahkan narasi yang salah yang menimbulkan kesimpulan keliru.
Rappler: “Fakta-fakta: Tidak ada pernyataan atau laporan resmi dari organisasi berita yang kredibel membawa kutipan yang diduga dari Conte ini. Grafik dan tangkapan layar juga tidak menunjuk ke sumber kutipan.”
EcoWatch: “Gempa bumi berkekuatan 5,4 skala Richter melanda Zagreb, Kroasia pagi ini – yang terkuat dalam 140 tahun! Hatiku hancur melihat rumah sakit dievakuasi seperti ini selama #coronavirus dengan pasien dan ibu dengan bayi mereka yang baru lahir kedinginan”
Rappler: “Fakta-fakta: Tidak ada pernyataan atau laporan resmi dari organisasi berita yang kredibel membawa kutipan yang diduga dari Conte ini. Grafik dan tangkapan layar juga tidak menunjuk ke sumber kutipan.”
EcoWatch: “Gempa bumi berkekuatan 5,4 skala Richter melanda Zagreb, Kroasia pagi ini – yang terkuat dalam 140 tahun! Hatiku hancur melihat rumah sakit dievakuasi seperti ini selama #coronavirus dengan pasien dan ibu dengan bayi mereka yang baru lahir kedinginan”
Kesimpulan
Klaim tanpa dasar. Foto-foto yang dibagikan adalah korban gempa bumi di Zagreb (Kroasia) dan pertunjukan seni di Frankfurt (Jerman), TIDAK terkait Italia.
Rujukan
(GFD-2020-4885) [SALAH] Semua Pasien Positif Covid-19 di Padang Dinyatakan Sembuh
Sumber: facebook.comTanggal publish: 22/04/2020
Berita
“KABAR BAIK DARI KOTA PADANG, SEMUA PASIEN POSITIF CORONA DINYATAKAN SEMBUH,” tulis akun Facebook Doni Pratama, Selasa (31/3).
=====
=====
Hasil Cek Fakta
Akun Facebook Doni Pratama mengunggah gambar seseorang yang berdiri dan menggunakan Hazmat dengan seorang pria yang tertidur di ranjang seperti yang ada di rumah sakit. Dalam gambar tersebut terdapat tulisan terkait virus Corona atau Covid-19.
Berikut narasi lengkapnya:
“KABAR BAIK DARI KOTA PADANG, SEMUA PASIEN POSITIF CORONA DINYATAKAN SEMBUH,” tulis akun Facebook Doni Pratama, Selasa (31/3).
Selain narasi tersebut, terdapat juga narasi yang berbuny, “Semoga pasien yg di nyatakan positif corona di bukittinggi sembuh semua seperti kabar baik dari padang. semoga Allah swt memusnahkan virus ini selamanya,corona musnah sebelum jelang Ramadhan. Amiin Tolong di amiinkan gaes.”
Setelah ditelusuri melalui mesin pencari, diketahui unggahan akun Doni Pratama adalah tidak benar atau keliru.
Foto yang diunggah diketahui bukanlah foto terkait Covid-19 di Padang maupun Bukittinggi. Tetapi foto itu adalah karya dari Jurnalis Kompas yaitu Daspriani Y. Zamzami.
Foto itu dijadikan sampul oleh kompas.com di antaranya pada artikel “Menyebar ke 18 Negara, Berikut 100 RS Rujukan Pasien Virus Corona di Indonesia” yang ditayangkan pada Senin (30/1). Keterangan pada foto tersebut dituliskan, “Seorang petugas di RSU Zainal Abidin Banda Aceh mengambil sampel darah untuk diperiksa dari seorang mahasiswa asal Aceh yang belajar di China dan baru tiba di Banda Aceh, Rabu (29/1/2020). Mahasiswa ini diperiksa atas permintaannya sendiri untuk memastikan kesehatan tubuhnya sebelum ia menjumpai anggota keluarganya.”
Kemudian, terkait klaim semua pasien positif Covid-19 di Padang dinyatakan sembuh pada Selasa 31 Maret 2020, itu pun juga keliru. Dari pemberitaan detik.com dan kompas.com pada Sabtu 28 Maret 2020 diketahui sudah ada pasien positif Covid-19 yang meninggal di Padang. Ini dapat dilihat pada artikel yang berjudul “Pasien Corona Meninggal di Padang Awalnya Dirawat dengan Keluhan Mag” dan “Satu Pasien Positif Covid-19 di Kota Padang Meninggal Dunia.”
Berikut narasi lengkapnya:
“KABAR BAIK DARI KOTA PADANG, SEMUA PASIEN POSITIF CORONA DINYATAKAN SEMBUH,” tulis akun Facebook Doni Pratama, Selasa (31/3).
Selain narasi tersebut, terdapat juga narasi yang berbuny, “Semoga pasien yg di nyatakan positif corona di bukittinggi sembuh semua seperti kabar baik dari padang. semoga Allah swt memusnahkan virus ini selamanya,corona musnah sebelum jelang Ramadhan. Amiin Tolong di amiinkan gaes.”
Setelah ditelusuri melalui mesin pencari, diketahui unggahan akun Doni Pratama adalah tidak benar atau keliru.
Foto yang diunggah diketahui bukanlah foto terkait Covid-19 di Padang maupun Bukittinggi. Tetapi foto itu adalah karya dari Jurnalis Kompas yaitu Daspriani Y. Zamzami.
Foto itu dijadikan sampul oleh kompas.com di antaranya pada artikel “Menyebar ke 18 Negara, Berikut 100 RS Rujukan Pasien Virus Corona di Indonesia” yang ditayangkan pada Senin (30/1). Keterangan pada foto tersebut dituliskan, “Seorang petugas di RSU Zainal Abidin Banda Aceh mengambil sampel darah untuk diperiksa dari seorang mahasiswa asal Aceh yang belajar di China dan baru tiba di Banda Aceh, Rabu (29/1/2020). Mahasiswa ini diperiksa atas permintaannya sendiri untuk memastikan kesehatan tubuhnya sebelum ia menjumpai anggota keluarganya.”
Kemudian, terkait klaim semua pasien positif Covid-19 di Padang dinyatakan sembuh pada Selasa 31 Maret 2020, itu pun juga keliru. Dari pemberitaan detik.com dan kompas.com pada Sabtu 28 Maret 2020 diketahui sudah ada pasien positif Covid-19 yang meninggal di Padang. Ini dapat dilihat pada artikel yang berjudul “Pasien Corona Meninggal di Padang Awalnya Dirawat dengan Keluhan Mag” dan “Satu Pasien Positif Covid-19 di Kota Padang Meninggal Dunia.”
Kesimpulan
Sudah ada pasien positif Covid-19 yang meninggal di Padang pada Sabtu 28 Maret 2020, sebelum klaim akun Facebook Doni Saputra pada Selasa 31 Maret 2020 yang mengatakan belum ada pasien postif Covid-19 di Padang yang meninggal.
Rujukan
- http1.
- https://archive.fo/PzP9T 2.
- https://www.facebook.com/groups/467188170049001/permalink/2512870035480794/ 3.
- https://www.kompas.com/tren/read/2020/01/30/133749365/menyebar-ke-18-negara-berikut-100-rs-rujukan-pasien-virus-corona-di 4.
- https://regional.kompas.com/read/2020/03/28/12485291/satu-pasien-positif-covid-19-di-kota-padang-meninggal-dunia 5.
- https://news.detik.com/berita/d-4957078/pasien-corona-meninggal-di-padang-awalnya-dirawat-dengan-keluhan-mag
- https://www.facebook.com/groups/fafhh/permalink/1166681710331029/
(GFD-2020-4886) [SALAH] “Aplikasi Body Temperature Diary bisa mengukur suhu tubuh kita sendiri tanpa harus beli alat test”
Sumber: twitter.comTanggal publish: 22/04/2020
Berita
Akun Twitter Tiger Shark (twitter.com/Penyuka_ombak) mengunggah sebuah video dengan narasi sebagai berikut:
“Wahh…ternyata kita bisa mengukur suhu tubuh kita sendiri tanpa harus beli alat test. Yukk..di coba gaes.”
Di video yang ia unggah, menampilkan seorang wanita yang sedang mencoba aplikasi “Body Temperature Diary”. Wanita itu mengklaim, aplikasi itu bisa mengukur suhu tubuh hanya dengan menyentuh layar handphone dengan jari.
“Wahh…ternyata kita bisa mengukur suhu tubuh kita sendiri tanpa harus beli alat test. Yukk..di coba gaes.”
Di video yang ia unggah, menampilkan seorang wanita yang sedang mencoba aplikasi “Body Temperature Diary”. Wanita itu mengklaim, aplikasi itu bisa mengukur suhu tubuh hanya dengan menyentuh layar handphone dengan jari.
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, klaim bahwa aplikasi Body Temperature Diary bisa mengukur suhu tubuh kita sendiri tanpa harus beli alat test adalah klaim yang salah.
Tidak ada menu ukur suhu tubuh menggunakan sidik jari di aplikasi ini. Aplikasi Body Temperature Diary ini hanya berfungsi untuk merekam suhu tubuh yang sudah diukur dengan termometer pribadi milik pengguna.
Faktanya, ketika Tekno Liputan6.com menelusuri aplikasi Body Temperature Diary di Google Play Store dan menginstalnya di smartphone, aplikasi tersebut tidak bisa menjadi sebuah termometer untuk mengukur tubuh, apalagi hanya dengan menempelkan sidik jari di layar.
Sebenarnya, si pembuat aplikasi Body Temperature Diary pun sudah menuliskan di bagian disclaimer yang ada Google Play Store.
“Aplikasi ini dibuat untuk menjadi buku harian yang baik untuk (mencatat) suhu badan dan nadi Anda. (Aplikasi ini) tidak mengukur suhu dan nadi tubuh Anda,” demikian tulisan disclaimer dari si pengembang aplikasi.
Aplikasi Body Temperature Diary sejauh ini hanya mempunyai fungsi merekam suhu tubuh yang telah diukur menggunakan termometer. Jadi, pengguna bisa menulis suhu badan mereka dengan cara manual ke kolom yang sudah disediakan. Setelah itu, aplikasi akan menganalisis statistik suhu tubuh pengguna yang sudah dicatat.
Platform ini memberikan informasi ukuran suhu tubuh yang normal. Contohnya, jika di bawah 35 derajat Celcius, pengguna mengalami hipotermia. Sementara jika suhu tubuh di atas 37,5 derajat, pengguna mengalami demam atau hyperthermia.
Tidak ada menu ukur suhu tubuh menggunakan sidik jari di aplikasi ini. Aplikasi Body Temperature Diary ini hanya berfungsi untuk merekam suhu tubuh yang sudah diukur dengan termometer pribadi milik pengguna.
Faktanya, ketika Tekno Liputan6.com menelusuri aplikasi Body Temperature Diary di Google Play Store dan menginstalnya di smartphone, aplikasi tersebut tidak bisa menjadi sebuah termometer untuk mengukur tubuh, apalagi hanya dengan menempelkan sidik jari di layar.
Sebenarnya, si pembuat aplikasi Body Temperature Diary pun sudah menuliskan di bagian disclaimer yang ada Google Play Store.
“Aplikasi ini dibuat untuk menjadi buku harian yang baik untuk (mencatat) suhu badan dan nadi Anda. (Aplikasi ini) tidak mengukur suhu dan nadi tubuh Anda,” demikian tulisan disclaimer dari si pengembang aplikasi.
Aplikasi Body Temperature Diary sejauh ini hanya mempunyai fungsi merekam suhu tubuh yang telah diukur menggunakan termometer. Jadi, pengguna bisa menulis suhu badan mereka dengan cara manual ke kolom yang sudah disediakan. Setelah itu, aplikasi akan menganalisis statistik suhu tubuh pengguna yang sudah dicatat.
Platform ini memberikan informasi ukuran suhu tubuh yang normal. Contohnya, jika di bawah 35 derajat Celcius, pengguna mengalami hipotermia. Sementara jika suhu tubuh di atas 37,5 derajat, pengguna mengalami demam atau hyperthermia.
Kesimpulan
TIDAK ADA menu ukur suhu tubuh menggunakan sidik jari di aplikasi ini. Aplikasi Body Temperature Diary ini hanya berfungsi untuk merekam suhu tubuh yang sudah diukur dengan termometer pribadi milik pengguna.
Rujukan
- https://www.idntimes.com/tech/trend/alfonsus-adi-putra-alfonsus/cek-fakta-aplikasi-body-temperature-diary-ukur-suhu-tubuh/3
- https://www.liputan6.com/tekno/read/4221671/beredar-pesan-menyesatkan-soal-aplikasi-body-temperature-diary-ini-faktanya
- https://kumparan.com/berita-hari-ini/cara-kerja-aplikasi-body-temperature-diary-bisa-ukur-suhu-tubuh-1tEVHUoxcqz
- https://play.google.com/store/apps/details?id=com.interactivespecializedsoftware.bodytemperaturediary
Halaman: 7496/7990



