• (GFD-2020-4887) [SALAH] Bagi yang Berkeliaran Saat PSBB di Kota Bandung akan Dipukul Rotan oleh Aparat

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 23/04/2020

    Berita

    “PSBB KOTA BANDUNG RAYA HARI SENIN MULAI JAM 14 00 WIB”

    Hasil Cek Fakta

    Beredar unggahan video yang telah di tambahkan narasi oleh akun Dedi Supriadi melalui Facebook bahwa pihak Kepolisian sedang mensosialisasikan PSBB Kota Bandung Raya diterapkan mulai hari Senin pukul 14.00, bagi warga yang masih melanggar akan diancam dipukul dengan rotan oleh aparat.

    Berdasarkan hasil penelusuran video tersebut telah beredar sebelumnya di akun Youtube Sales jalanan dengan judul “Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Mulai Berlaku Di Kabupaten Jayapura Propinsi Papua” yang tayang pada 18 April 2020. Dalam video tersebut pihak kepolisian mengatakan bahwa mulai hari Senin semua pertokoan serta aktivitas warga berakhir pada pukul 14.00 WIT karena akan diterapkan PSBB di Sentani, Kabupaten Jayapura. Disebutkan juga hanya Tim Medis dan aparat TNI/POLRI yang diperbolehkan beraktivitas.

    Dikutip melalui prfmnews.pikiran-rakyat.com, Wakapolrestabes Bandung, AKBP Yade Setiawan Ujung menegaskan jika polisi yang terlihat dalam video imbauan tersebut bukanlah anggotanya. Sehingga dipastikan jika video tersebut direkam di kota Bandung adalah sebuah kabar bohong atau hoaks.

    “Itu hoaks, itu bukan di Bandung,” ucap Yade saat on air di Radio PRFM 107,5 News Channel, Senin (20/4/2020).

    Menurut Yade, jika netizen teliti, terlihat pada seragam yang digunakan polisi dalam video tersebut merupakan bet kepolisian dari Polda Papua. Sehingga dipastikan itu bukan di Bandung.

    “Kalau netizen paham, kalau di-pause atau dijeda dan di-zoom, itu di bet polisi yang ngomong kelihatan Polda Papua,” tukasnya.

    Berdasarkan penjelasan tersebut maka konten yang beredar di Facebook ini dapat masuk ke dalam kategori False Context atau Konten Palsu.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Dimas Aryalasa Nugroho (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Pancasila)

    Faktanya klaim video tersebut bukan di Kota Bandung Raya, tetapi di Sentani, Kabupaten Jayapura.

    Rujukan

  • (GFD-2020-8056) [Fakta atau Hoaks] Benarkah Muncul Kelelawar yang Menyerupai Manusia di Atas Gereja Italia Saat Pandemi Corona?

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 23/04/2020

    Berita


    Video yang memperlihatkan mahluk bersayap yang berbadan manusia di atas sebuah gereja viral di media sosial. Menurut narasi dalam video itu, makhuk tersebut adalah kelelawar yang menyerupai manusia yang hinggap di atas sebuah gereja di Italia. Dalam video itu, terdapat tulisan "Di Tengah Wabah Corona Muncul Makhluk Aneh. Di Gereja Italia, Mirip Manusia".
    Di bagian awal video berdurasi 2 menit 47 detik ini, terdapat cuplikan seekor burung yang terbang. Kemudian, terdapat cuplikan mahluk bersayap yang hinggap di atas menara sebuah gereja. Mahluk itu kemudian memanjat hingga ke puncak menara tersebut, berdiri di salib, dan terbang. Setelah itu, terdapat cuplikan ratusan kelelawar yang terbang di malam hari.
    Terdengar pula narasi yang dibacakan dalam video itu, yakni sebagai berikut:
    "Beberapa hari ini Italia digemparkan dengan mahluk aneh yang menyerupai manusia. Kelelawar adalah mamalia yang salah satunya dianggap sebagai sumber pembawa wabah yang saat ini sedang gencar di dunia ini. Kelelawar mungkin memang memiliki sitem kekebalan yang memungkinkannya hidup dengan banyak wabah pembawa penyakit. Baru-baru ini, di Italia, kelelawar menjadi perbincangan banyak orang. Di saat Italia sedang menerapkan sistem tertutup untuk semua penduduknya, ada sebuah video di mana sebuah kelelawar yang tertangkap kamera warga sekitar sedang berada di sebuah atap bangunan. Kelelawar itu mirip atau menyerupai manusia. Lihat saja, kelelawar ini sedang memanjat sebuah atap bangunan. Bangunan ini adalah sebuah gereja yang tak dihuni karena adanya wabah yang sedang menyerang dunia. Kelelawar ini asyik memanjat hingga pucuk salib di atas gereja. Cara memanjatnya pun mirip seorang malaikat. Oleh penduduk Italia, fenomena ini diyakini sebagai malaikat yang sedang menjaga gereja di saat dunia sedang diserang wabah yang berbahaya."
    Di Facebook, video itu diunggah oleh akun Berita Terkini pada 18 April 2020. Hingga artikel ini dimuat, video tersebut telah dikomentari lebih dari 3 ribu kali, dibagikan lebih dari 9 ribu kali, dan ditonton hampir 1 juta kali.
    Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Berita Terkini.
    Apa benar muncul kelelawar yang menyerupai manusia di atas sebuah gereja di Italia saat pandemi Corona?

    Hasil Cek Fakta


    Untuk menelusuri sumber video mahluk bersayap yang hinggap di atas menara sebuah gereja itu, Tim CekFakta Tempo mula-mula memfragmentasi video tersebut menjadi beberapa gambar dengan tool InVID. Kemudian, gambar-gambar itu ditelusuri dengan reverse image tool Yandex.
    Hasilnya, ditemukan cuplikan video yang identik dalam video kolase yang diunggah oleh kanal YouTube JJPD Producciones pada 9 April 2020. Dalam profilnya, diketahui bahwa kanal JJPD Producciones mengkhususkan diri dalam pembuatan video dengan efek khusus serta film fiksi pendek. Kanal ini berbasis di Nikaragua.
    Adapun di keterangan videonya, kanal ini menulis dalam bahasa Spanyol, bahasa resmi Nikaragua, yang terjemahannya: "Top 5 Makhluk Aneh yang Tertangkap Kamera di Kehidupan Nyata, Setan Gargoyle di Katedral Kuno. Ini adalah video yang kami buat untuk menghibur. Semua cuplikan yang ditampilkan adalah fiksi. Video CGI (Gambar Buatan Komputer)."
    Setelah ditelusuri, cuplikan video tersebut merupakan potongan dari video yang pernah diunggah sebelumnya oleh kanal yang sama, yakni pada 2 Juni 2019. Video ini diberi judul "Setan Mengerikan di Kota Granada-Nikaragua 2019-Gargoyle?". Dalam keterangannya, kanal JJPD Producciones pun menulis, "Semua cuplikan yang ditampilkan adalah fiksi. Video CGI."
    Gambar tangkapan layar video unggahan kanal YouTube JJPD Producciones.
    Tiga bulan kemudian, tepatnya pada 8 September 2019, kanal JJPD Producciones mengunggah proses kreatif di balik video tersebut. Video ini merupakan animasi tiga dimensi yang dikerjakan oleh dua bersaudara pemilik kanal JJPD Producciones, Jose Joaquin Perez serta Jimmy Jose Perez.

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta di atas, narasi bahwa muncul kelelawar yang menyerupai manusia di atas sebuah gereja di Italia saat pandemi Corona adalah narasi yang keliru. Video yang digunakan untuk menyebarkan klaim itu adalah video animasi yang dibuat oleh kanal YouTube JJPD Production pada Juni 2019. Video yang diunggah oleh akun Berita Terkini juga telah mengalami penyuntingan, yakni dibalik sehingga angle-nya berbeda.
    ZAINAL ISHAQ
    Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id

    Rujukan

  • (GFD-2020-3847) [SALAH] Foto Di Tengah Pemerintah Sibuk Melawan Corona Anies Sibuk Main Bola Dengan Anaknya

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 22/04/2020

    Berita

    Akun Mustafa Sarumbu membagikan foto Anies Baswedan tengah bermain bola dengan anaknya. Dalam narasi postingannya disebutkan bahwa Gubernur DKI Jakarta tersebut tidak punya hati karena bermain bola di tengah pemerintah sibuk melawan virus Corona atau wabah COVID-19. Berikut kutipan narasinya:

    “Di tengah pemerintah sibuk melawan Corona Anies sibuk main bola dgn anaknya emang Anis nggak punya hati..”

    Hasil Cek Fakta

    Melalui hasil penelusuran, diketahui bahwa klaim narasi postingan salah. Sebab, foto Anies Baswedan tengah bermain bola dengan anaknya itu merupakan foto pada tahun 2016. Hal itu diketahui dari penelusuran gambar.

    Gambar tersebut muncul dalam portal daring tribunnews.com sebagai foto utama dalam pemberitaan bertajuk “Tak Lagi Jadi Menteri, Ini Yang Dilakukan Anies Baswedan. Lihat Foto-fotonya!” yang tayang pada 31 Juli 2016.

    Dalam pemberitaan itu diketahui bahwa foto Anies Baswedan bermain bola diunggah oleh akun Facebook dengan nama Kelly Atan. Ditelusuri lebih lanjut, foto dari akun Kelly Atan juga tertera keterangan waktu postingnya, yakni pada 29 Juli 2016.

    Berdasarkan penjelasan tersebut, jelas bahwa foto Anies Baswedan bermain bola dengan anaknya merupakan foto lama. Foto tersebut diambil saat Anies baru saja berhenti menjadi Menteri Pendidikan.

    Kesimpulan

    Atas penjelasan tersebut, maka klaim narasi pada postingan Mustafa Sarumbu salah. Oleh sebab itu, konten postingan tersebut masuk kategori Misleading Content atau Konten yang Menyesatkan.

    Rujukan

  • (GFD-2020-3848) [SALAH] Alfamart Menyumbangkan 6000 Kupon Untuk Membantu Melawan COVID-19

    Sumber: whatsapp.com
    Tanggal publish: 22/04/2020

    Berita

    Beredar sebuah informasi yang menyebutkan jika Alfamart menyumbangkan 6000 kupon gartis dengan nilai 2 juta rupiah untuk membantu melawan COVID-19.

    Berikut kutipan narasinya:

    “Alfamart ???? akan menyumbangkan 6.000 kupon gratis senilai Rp 2.000.000 untuk membantu melawan Covid-19. Saya baru saja mengambil voucher saya di sini: https://t[dot]co/R8nJz1ubpQ”

    _*Kupon Rp 2.000.000 dari Alfamart*_

    _Buruan Dapatkan dari Alfamart_
    _*Alfamart* 🛒 Memberikan 9.000 kupon gratis senilai Rp2.000.000._
    _*Klik Di Bawah 👇*_
    _http://alfamart.gratisurl.xyz_

    http://alfamartkupons.gifts945.com/?c=tahunbaru

    05:39:14

    Hasil Cek Fakta

    Setelah melakukan penelusuran, diketahui bahwa Alfamart tidak pernah mengadakan program penyumbangan 6000 kupon gratis dengan nilai Rp2 juta untuk melawan COVID-19. Corporate Communication GM Alfamart, Nur Rachman menyebutkan bahwa PT Sumber Alfaria Trijaya, Tbk tidak mengadakan kuis atau kegiatan survei dengan imbalan hadiah seperti yang tertera di website/situs berikut: 6.000 kupon gratis senilai Rp 2.000.000 untuk membantu melawan COVID-19.

    “Kami mohon masyarakat agar waspada terhadap pihak-pihak yang mengatasnamakan Alfamart dengan memberi iming-iming hadiah atau voucher belanja, karena situs tersebut tidak benar dan bukan dari situs resmi kami. Penawaran voucher hanya melalui nomor resmi Whatsapp Alfamart di 08111500959,” ujar Nur Rachman.

    Selain itu PT Sumber Alfaria Trijaya, Tbk juga telah melaporkan melalui surat elektronik kepada Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementrian Komunikasi dan Informatika RI untuk memblokir situs tersebut dan menyatakan jika pesan terseut adalah hoaks yang dapat merugikan dan menyesatkan masyarakat banyak.

    Racham juga mengharapkan kepada konsumen untuk tetap waspada apabila mendapatkan tawaran seperti pesan tersebut. Semua yang berkaitan dengan pemberian voucher atau promo oleh Alfamart hanya melalui situs resmi www.alfamartku.com, akun media sosial facebook Alfamart, instagram www.instagram.com/alfamart, twitter www.twitter.com/alfamart dan nomor resmi WhatsApp Alfamart 08111500959. Diluar dari semua akun sosial media diatas adalah informasi tidak benar.

    Kesimpulan

    Berdasarkan bantahan dalam penjelasan di atas mengenai informasi yang menyebutkan jika Alfamart menyumbangkan 6000 kupon gratis adalah tidak benar, maka pesan tersebut masuk ke dalam Konten Palsu.

    Rujukan