Akun atas nama Refsi Antria memposting informasi yang menyatakan bahwa Provinsi Sumatera Barat memutuskan untuk mengunci (lockdown) semua akses keluar dan masuk orang, dari dan keluar Sumatera Barat pada Senin 27 April 2020. Akun tersebut juga membagikan tautan berita dengan judul “Senin, Sumbar Lockdown, Pintu Perbatasan Dijaga TNI-Polri, Kendaraan Tak Boleh Keluar Masuk.”
Berikut kutipan narasinya:
“Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memutuskan untuk mengunci (lockdown) semua akses keluar dan masuk orang, dari dan ke luar Sumbar, demi menghentikan penularan virus corona Covid-19. Kebijakan ini mulai berlaku besok, Senin, 27 April 2020.
Sarana transportasi darat yang dilarang ialah kendaraan bermotor umum, dengan jenis mobil bus dan mobil penumpang, dan kendaraan bermotor perseorangan, dengan jenis mobil penumpang, mobil bus, sepeda motor, kapal angkutan penyeberangan, kapal angkutan sungai dan danau juga dilarang. Jika ada yang nekat juga disuruh putar balik. setiap pintu masuk sumbar dijaga oleh TNI – POLRI”
(GFD-2020-3859) [SALAH] Senin 27 April 2020 Sumatera Barat Lockdown
Sumber: facebook.comTanggal publish: 27/04/2020
Berita
Hasil Cek Fakta
Melalui hasil penelusuran, klaim tersebut tidak benar. Kepala Biro Humas Setda Prov Sumbar, Jasman Rizal membantah informasi pemberlakuan lockdown tersebut. Dia menegaskan, pada intinya Gubernur Sumbar tidak pernah mengatakan bahwa Sumbar akan mengambil kebijakan lockdown.
"Kita (Sumbar, red) tidak ada lockdown. Entah siapa yang menyimpulkan seperti itu," kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumbar itu sebagaimana dilansir Harianhaluan.com, Minggu (26/4/2020).
Agar hal serupa tak terulang, Jasman menyarankan supaya berhati-hati dalam mengutip sesuatu, dan menimbulkan kesimpulan sendiri sehingga menjadi salah penafsiran. Ketika salah penafsiran akan berakibat fatal dalam komunikasi publik.
"Harusnya jika mengutip, hati-hati. Salah penafsiran berakibat salah arti dan itu fatal dalam komunikasi publik dan itu bisa menimbulkan keresahan publik. Padahal pak Gubernur tidak pernah bicara seperti itu (lockdown, red)," tegas Jasman.
Kemudian Jasman menjelaskan, bahwa PSBB ini tak seperti lockdown. Pasalnya, hanya pembatasan aktivitas. Artinya, PSBB hanya membatasi aktivitas tertentu. Khususnya di wilayah yang diduga terinfeksi Covid-19.
"PSBB bukan lockdown. Lockdown bukan bahagian dari PSBB. Ini harus kita pahami bersama agar tidak salah persepsi," ulas Jasman.
Sesuai Permenhub Nomor 25 tahun 2020 mengatur sistem transportasi selama diberlakukannya PSBB terutama terkait mudik Idul Fitri 2020. Aturan ini bisa diperpanjang tergantung kebijakan dari pusat. Sementara pelaksanaan tugas ini dilakukan oleh polisi dan TNI.
"Untuk jelasnya soal PSBB tolong baca Permenhub nomor 25 tahun 2020. Jelas disana soal PSBB dan tidak ada menyebut soal lockdown," tukasnya.
Adapun, berita dari media bentengsumbar.com yang disertakan dalam postingan tersebut sudah berubah judulnya ketika dibuka menjadi “Senin, Pintu Perbatasan Sumbar Dijaga TNI-Polri, Kendaraan Tak Boleh Keluar Masuk.” Pihak redaksi dari bentengsumbar.com dalam akhir artikel menyatakan permohonan maaf atas kesalahan persepsi pernyataan Gubernur Sumatera Barat.
Selain itu, pihak bentengsumbar.com juga sudah menerbitkan pemberitaan klarifikasi mengenai isu lockdown dengan judul “Pemprov Sumbar Bantah Terapkan Lockdown” yang tayang pada 27 April 2020.
"Kita (Sumbar, red) tidak ada lockdown. Entah siapa yang menyimpulkan seperti itu," kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumbar itu sebagaimana dilansir Harianhaluan.com, Minggu (26/4/2020).
Agar hal serupa tak terulang, Jasman menyarankan supaya berhati-hati dalam mengutip sesuatu, dan menimbulkan kesimpulan sendiri sehingga menjadi salah penafsiran. Ketika salah penafsiran akan berakibat fatal dalam komunikasi publik.
"Harusnya jika mengutip, hati-hati. Salah penafsiran berakibat salah arti dan itu fatal dalam komunikasi publik dan itu bisa menimbulkan keresahan publik. Padahal pak Gubernur tidak pernah bicara seperti itu (lockdown, red)," tegas Jasman.
Kemudian Jasman menjelaskan, bahwa PSBB ini tak seperti lockdown. Pasalnya, hanya pembatasan aktivitas. Artinya, PSBB hanya membatasi aktivitas tertentu. Khususnya di wilayah yang diduga terinfeksi Covid-19.
"PSBB bukan lockdown. Lockdown bukan bahagian dari PSBB. Ini harus kita pahami bersama agar tidak salah persepsi," ulas Jasman.
Sesuai Permenhub Nomor 25 tahun 2020 mengatur sistem transportasi selama diberlakukannya PSBB terutama terkait mudik Idul Fitri 2020. Aturan ini bisa diperpanjang tergantung kebijakan dari pusat. Sementara pelaksanaan tugas ini dilakukan oleh polisi dan TNI.
"Untuk jelasnya soal PSBB tolong baca Permenhub nomor 25 tahun 2020. Jelas disana soal PSBB dan tidak ada menyebut soal lockdown," tukasnya.
Adapun, berita dari media bentengsumbar.com yang disertakan dalam postingan tersebut sudah berubah judulnya ketika dibuka menjadi “Senin, Pintu Perbatasan Sumbar Dijaga TNI-Polri, Kendaraan Tak Boleh Keluar Masuk.” Pihak redaksi dari bentengsumbar.com dalam akhir artikel menyatakan permohonan maaf atas kesalahan persepsi pernyataan Gubernur Sumatera Barat.
Selain itu, pihak bentengsumbar.com juga sudah menerbitkan pemberitaan klarifikasi mengenai isu lockdown dengan judul “Pemprov Sumbar Bantah Terapkan Lockdown” yang tayang pada 27 April 2020.
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan tersebut, isu Sumatera Barat akan memberlakukan lockdown dikarenakan adanya kesalahpahaman wartawan yang meliput pernyataan Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno. Atas hal itu, maka konten postingan tersebut masuk ke dalam kategori False Context atau Konten yang Salah.
Rujukan
- https://web.facebook.com/groups/fafhh/permalink/1171137853218748/
- https://turnbackhoax.id/2020/04/27/salah-senin-27-april-2020-sumatera-barat-lockdown/
- https://www.bentengsumbar.com/2020/04/senin-sumbar-lockdown-pintu-perbatasan.html
- https://www.harianhaluan.com/news/detail/93594/pemprov-sumbar-bantah-informasi-pemberlakuan-lockdown-mulai-senin-besok
- https://www.beritaminang.com/berita/4221/pemprov-sumbar-bantah-informasi-pemberlakuan-lockdown-mulai-senin-besok.html
- https://www.bentengsumbar.com/2020/04/pemprov-sumbar-bantah-terapkan-lockdown.html
(GFD-2020-3860) [SALAH] “Diganggu Preman ??? Ini no pemburu preman :”
Sumber: Sosial MediaTanggal publish: 27/04/2020
Berita
Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Argo Yuwono menyatakan bahwa nomor ponsel yang disebut milik anggota polisi khususnya mereka yang bertugas memburu preman adalah hoaks. “Nggak bener, hoax,” tegasnya.
NARASI:
“Diganggu Preman ???
Ini no pemburu preman :
Polda DIY 08123876159
Poltabes Semarang 08127107771
Poltabes Surabaya be 0811611980
Polda Jatim 08121030086
Poltabes Yogyakarta, 08157741415
Poltabes Medan 081264920007
Untuk yang tinggal di wilayah Jakarta dan sekitarnya
Jakarta Pusat 0811902355
Jakarta Selatan 08121118686
Jakarta Timur 08122212212
Jakarta Barat 081311197777
Jakarta Utara 0811844321
Bekasi 08170868686
KP3 Bandara Sukarno Hatta 0811857170
Depok 08123039065
Kabupaten Bekasi 08121238989
Kabupaten Tengerang 02193778989
Metro Tangerang 081511118778
KP3 Tanjung Priok 0811891213
Kepulauan Seribu 0818617171.
Semoga berguna”
=====
NARASI:
“Diganggu Preman ???
Ini no pemburu preman :
Polda DIY 08123876159
Poltabes Semarang 08127107771
Poltabes Surabaya be 0811611980
Polda Jatim 08121030086
Poltabes Yogyakarta, 08157741415
Poltabes Medan 081264920007
Untuk yang tinggal di wilayah Jakarta dan sekitarnya
Jakarta Pusat 0811902355
Jakarta Selatan 08121118686
Jakarta Timur 08122212212
Jakarta Barat 081311197777
Jakarta Utara 0811844321
Bekasi 08170868686
KP3 Bandara Sukarno Hatta 0811857170
Depok 08123039065
Kabupaten Bekasi 08121238989
Kabupaten Tengerang 02193778989
Metro Tangerang 081511118778
KP3 Tanjung Priok 0811891213
Kepulauan Seribu 0818617171.
Semoga berguna”
=====
Hasil Cek Fakta
PENJELASAN:
Beredar melalui pesan berantai Whatsapp kabar yang memberitahukan beberapa nomor telepon pemburu preman di beberapa daerah. Pesan ini disampaiakan untuk mereka yang merasa diganggu preman dan ingin mengadukannya.
Namun setelah ditelusuri melalui mesin pencari, diketahui kabar ini tidak benar atau keliru.
Divisi Humas Polri melalui akun Instagramnya @divisihumaspolri pun menyatakan bahwa kabar tersebut hoaks. Berikut narasi lengkap klarifikasinya:
“Halo Sobat Polri, semoga kalian sehat selalu. Telah beredar pesan di aplikasi perpesanan WhatsApp yang berisikan nomor handphone pemburu preman di beberapa Polda, Polres, wilayah DKI Jakarta, dan sekitarnya. Perlu Sobat Polri ketahui, bahwa pesan yang tersebar tersebut adalah TIDAK BENAR atau HOAX!,” tulis akun Instagram @divisihumaspolri, Rabu (22/4).
Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Argo Yuwono, pun menegaskan bahwa 18 nomor ponsel yang disebut milik anggota polisi khususnya mereka yang bertugas memburu preman adalah hoaks. “Nggak bener, hoax,” katanya.
=====
Beredar melalui pesan berantai Whatsapp kabar yang memberitahukan beberapa nomor telepon pemburu preman di beberapa daerah. Pesan ini disampaiakan untuk mereka yang merasa diganggu preman dan ingin mengadukannya.
Namun setelah ditelusuri melalui mesin pencari, diketahui kabar ini tidak benar atau keliru.
Divisi Humas Polri melalui akun Instagramnya @divisihumaspolri pun menyatakan bahwa kabar tersebut hoaks. Berikut narasi lengkap klarifikasinya:
“Halo Sobat Polri, semoga kalian sehat selalu. Telah beredar pesan di aplikasi perpesanan WhatsApp yang berisikan nomor handphone pemburu preman di beberapa Polda, Polres, wilayah DKI Jakarta, dan sekitarnya. Perlu Sobat Polri ketahui, bahwa pesan yang tersebar tersebut adalah TIDAK BENAR atau HOAX!,” tulis akun Instagram @divisihumaspolri, Rabu (22/4).
Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Argo Yuwono, pun menegaskan bahwa 18 nomor ponsel yang disebut milik anggota polisi khususnya mereka yang bertugas memburu preman adalah hoaks. “Nggak bener, hoax,” katanya.
=====
Rujukan
- https://turnbackhoax.id/2020/04/23/salah-diganggu-preman-ini-no-pemburu-preman/ 1.
- https://www.instagram.com/p/B_R8G14pLRq/?utm_source=ig_web_copy_link 2.
- https://rmol.id/read/2020/04/22/431405/pesan-whatsapp-berisi-nomor-ponsel-polisi-pemburu-preman-hoax 3.
- https://www.merdeka.com/cek-fakta/cek-fakta-hoaks-nomor-ponsel-polisi-pemburu-preman.html 4.
- https://www.medcom.id/telusur/cek-fakta/PNgWY0LN-cek-fakta-beredar-daftar-nomor-hp-polisi-yang-khusus-memburu-preman
(GFD-2020-8059) [Fakta atau Hoaks] Benarkah Peneliti Cina Ini Sebut Virus Corona Hanya Satu dari 1.500 Virus yang Tersimpan di Lab Wuhan?
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 27/04/2020
Berita
Narasi bahwa seorang peneliti senior Cina, Shi Zhengli, menyebut virus Corona Covid-19 hanyalah satu dari 1.500 virus mematikan yang tersimpan di laboratorium Wuhan beredar di Facebook. Menurut narasi itu, Shi Zhengli merupakan wakil direktur di pusat laboratorium Wuhan tersebut.
Akun Facebook yang membagikan narasi itu adalah akun Muji El Karim, yakni pada 19 April 2020. Akun ini juga mengunggah gambar tangkapan layar berita dari situs Gelora News yang berjudul "Terbongkar Lab Virus Wuhan Masih Simpan 1500 Virus Mematikan, Diungkap Peneliti Senior".
Adapun narasi lengkap yang ditulis oleh akun Muji El Karim adalah sebagai berikut:
"Kecurigaan dunia Internasional bahwa Virus Covid 19 bukan dari hewan di pasar tradisional Wuhan mulai terkuak.Hal ini diungkapkan peneliti senior She Zhengli dan rekan2nya di Institut Virologi Wuhan.Zhengli yang juga Wakil Director Pusat Labolatorium Wuhan mengungkapkan Virus Covid 19 hanyalah salah satu dari 1500 Virus mematikan yang tersimpan di Labolatorium Virus Wuhan.Hanya satu Virus China sudah menggempar kan dunia, Coba bayangkan kalau 1500 Virus itu disebarkan Komunis China secara bersamaan sungguh sangat mengerikan akibat yang ditimbulkannya bak neraka dunia. Petinggi militer China mengatakan untuk menguasai dunia bukan lagi dengan teknologi Nuklir seperti yang di kuasai AS dan Russia, Tetapi dengan senjata Biologi dan China sudah menguasainya."
Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Muji El Karim.
Apa benar peneliti senior Cina, Shi Zhengli, menyebut bahwa virus Corona Covid-19 hanyalah satu dari 1.500 virus mematikan yang tersimpan di laboratorium Wuhan?
Hasil Cek Fakta
Untuk memeriksa klaim di atas, Tim CekFakta Tempo mula-mula menelusuri artikel dari situs Gelora News yang gambar tangkapan layar judulnya diunggah oleh akun Muji El Karim. Dalam artikelnya yang dipublikasikan pada 18 April 2020 itu, Gelora News menyebut bahwa sumber tulisannya adalah situs media asing Daily Mail.
Tempo pun menelusuri berita Daily Mail yang dimaksud. Hasilnya, ditemukan bahwa artikel di situs Gelora News berasal dari berita Daily Mail yang berjudul "Lead researcher at Wuhan virus lab warned that SARS-like coronavirus outbreaks linked to bats could happen in China almost a year before Covid-19 hit the city". Berita ini dimuat pada 17 April 2020.
Berita itu memang berisi informasi bahwa Institut Virologi Wuhan menyimpan lebih dari 1.500 jenis virus mematikan. Institut ini mengkhususkan diri pada penelitian patogen paling berbahaya, khususnya virus yang dibawa oleh kelelawar. Namun, informasi itu tidak dinyatakan oleh Shi Zhengli. Lagipula, informasi tersebut bukan hal yang baru.
Dilansir dari The Japan Times, informasi mengenai adanya 1.500 jenis virus yang tersimpan di Institut Virologi Wuhan tercantum di situs resminya. Institut ini merupakan rumah bagi China Center for Virus Culture Collection, bank virus terbesar di Asia.
Di kompleks ini, terdapat pula laboratorium pertama di Asia dengan keamanan maksimum untuk menangani patogen kelas 4 (P4), virus berbahaya yang berisiko tinggi menular dari orang ke orang, seperti Ebola. Lembaga ini juga memiliki laboratorium P3.
Virus Corona Covid-19 berasal dari laboratorium Wuhan?
Hingga kini, tidak ada bukti bahwa virus Corona penyebab Covid-19, SARS-CoV-2, bersumber dari laboratorium di Institut Virologi Wuhan. Dilansir dari South China Morning Post, Shi Zhengli yang merupakan wakil direktur Institut Virologi Wuhan memang awalnya khawatir bahwa laboratoriumnya bertanggung jawab atas tersebarnya SARS-CoV-2. Namun, setelah ditelusuri, tidak ada sekuens genom dari SARS-CoV-2 yang cocok dengan sampel-sampel virus Corona yang pernah diambil dan dipelajari oleh laboratoriumnya.
Selain itu, dilansir dari BBC, Insitut Virologi Wuhan tercatat sebagai salah satu laboratorium dengan standar BSL-4. Laboratorium yang berfokus pada penelitian tentang virus memang memiliki standarbiosafety level(BSL). Terdapat empat tingkat BSL, tergantung pada jenis virus yang dipelajari dan tindakan pencegahan untuk mengisolasi virus-virus itu.
BSL-1 adalah yang terendah, dimiliki oleh laboratorium yang mempelajari virus yang tidak menimbulkan ancaman bagi manusia. Sementara BSL-4 merupakan yang tertinggi, dimiliki oleh laboratorium yang berurusan dengan patogen paling berbahaya.
Adapun Yuan Zhiming, wakil direktur Institut Virologi Wuhan lainnya, seperti dilansir dari Liputan6.com, menyatakan tuduhan bahwa SARS-CoV-2 berasal dari lembaganya adalah "teori konspirasi" yang dirancang untuk "membingungkan" orang. Dia juga membantah bahwa virus itu buatan manusia.
"Sebagai yang melakukan studi viral, kami jelas tahu jenis penelitian apa yang ada di institut dan bagaimana institut mengelola virus dan sampel. Seperti yang kami katakan sejak awal, tidak mungkin virus ini berasal dari kami. Kami memiliki rezim peraturan ketat dan kode etik penelitian, jadi kami yakin," kata pakar mikrobiologi dan bioteknologi ini.
Dilansir dari organisasi cek fakta Amerika Serikat, FactCheck, setelah virus Corona Covid-19 pertama kali muncul di Wuhan, Cina, pada akhir Desember 2019, memang tersebar berbagai rumor palsu tentang misteri asal-usul virus. Salah satunya adalah bahwa virus Corona Covid-19 merupakan senjata biologi yang bocor dari laboratorium di Wuhan. Namun, seluruh versi teori ini tidak memiliki pijakan bukti dan penjelasan secara sains.
Bukti-bukti yang ada justru menunjukkan bahwa virus itu kemungkinan menular ke manusia dari hewan yang belum teridentifikasi, seperti yang pernah terjadi di masa lalu pada jenis virus Corona lain. SARS-CoV pada 2002-2003 misalnya, diperkirakan berasal dari kelelawar dan menyebar ke manusia melalui musang. Pada 2012, muncul pula MERS-CoV yang kemungkinan berasal dari kelelawar, dan menyebar ke manusia melalui unta.
Berdasarkan arsip berita Tempo pada 30 Maret 2020, hasil studi yang dipimpin oleh Kristian Andersen, profesor imunologi dan mikrobiologi di Scripps Research Institute, California, AS, pun telah membantah rumor bahwa virus Corona Covid-19 sengaja dibuat atau produk rekayasa laboratorium. Menurut studi yang telah dipublikasikan dalam jurnal Nature Medicine ini, virus Corona Covid-19 adalah buah dari proses evolusi alami.
Andersen menjelaskan, sejak awal pandemi Covid-19, para peneliti telah menguliti asal-usul SARS-CoV-2 tersebut dengan menganalisis data urutan genomnya. "Dengan membandingkan data urutan genom jenis-jenis virus Corona yang sudah diketahui, kami dapat dengan tegas menentukan bahwa SARS-CoV-2 berasal dari proses alami," ujarnya.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta di atas, narasi yang diunggah oleh akun Facebook Muji El Karim, bahwa peneliti senior Cina, Shi Zhengli, menyebut virus Corona Covid-19 hanyalah satu dari 1.500 virus mematikan yang tersimpan di laboratorium Wuhan, menyesatkan. Dalam situs resmi Institut Virologi Wuhan, memang tercantum informasi bahwa mereka menyimpan lebih dari 1.500 jenis virus. Namun, hingga kini, tidak ada bukti bahwa virus Corona penyebab Covid-19, SARS-CoV-2, bersumber dari Institut Virologi Wuhan. Justru, menurut studi profesor imunologi dan mikrobiologi di Scripps Research Institute, California, AS, SARS-CoV-2 adalah buah dari proses evolusi alami.
IBRAHIM ARSYAD | ANGELINA ANJAR SAWITRI
Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
- https://web.facebook.com/photo.php?fbid=261913628539524&set=pcb.261913738539513&type=3&__tn__=HH-R&eid=ARAbVZDK4VghGJPXRStxP-8-ZyfpcANuuDS-yxml7wox-p8i-ZA2pKQDdMYMUWmyc1auD8jXTv5eV1v8
- https://www.gelora.co/2020/04/terbongkar-lab-virus-wuhan-masih-simpan.html
- https://www.dailymail.co.uk/news/article-8229281/Researchers-Wuhan-virus-lab-warned-SARS-like-coronavirus-outbreaks-China-January.html
- https://www.japantimes.co.jp/news/2020/04/18/asia-pacific/wuhan-lab-china-coronavirus-controversy/#.XqZdH8j7Tb2
- https://www.scmp.com/news/china/science/article/3080868/coronavirus-wuhan-lab-conspiracy-theory-will-not-go-away
- https://www.bbc.com/news/science-environment-52318539
- https://www.liputan6.com/global/read/4231720/lab-di-wuhan-angkat-bicara-usai-dituduh-jadi-biang-virus-corona
- https://www.factcheck.org/2020/01/social-media-posts-spread-bogus-coronavirus-conspiracy-theory/
- https://tekno.tempo.co/read/1325776/masih-berpikir-virus-corona-buatan-lab-simak-studi-baru-ini/full&view=ok
(GFD-2020-8060) [Fakta atau Hoaks] Benarkah WHO Sebut Penularan Corona Tak Lagi Hanya Lewat Droplet Tapi Juga Udara?
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 27/04/2020
Berita
Pesan berantai yang menyebut bahwa Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan penularan virus Corona Covid-19 tidak lagi hanya melalui droplet tapi juga udara beredar di WhatsApp dan Facebook sejak Minggu, 26 April 2020. Menurut pesan berantai itu, virus Corona bisa bertahan dan melayang-layang di udara selama 8 jam.
Selain itu, pesan berantai itu juga mengklaim bahwa virus Corona yang berada di ruangan tertutup dapat bertahan lebih lama serta lebih cepat mendarat di tubuh seseorang yang belum terkena Covid-19. "Karena udara yang berputar di situ-situ saja," demikian narasi dalam pesan berantai tersebut.
Pesan itu disebut berasal dari juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto. Agar lebih meyakinkan, pesan berantai tersebut memuat tautan berita dari situs media Kompas.com berjudul "Jubir Pemerintah: Sesuai Rekomendasi WHO, Mulai Hari Ini Semua Gunakan Masker" yang dimuat pada 5 April 2020.
Pesan berantai itu pun menghubungkan klaim tersebut dengan kewajiban memakai masker ketika keluar rumah. "Maka, Bapak dan Ibu tolong kita ikuti protokol yang semakin ketat ini yaitu bahwa kalau kita keluar, biarpun tidak ke kerumunan massa, WAJIB pakai masker untuk saling melindungi satu sama lain karena menurut WHO ada satu golongan baru dalam proses penularan wabah ini yaitu OTG (orang tanpa gejala)."
Gambar tangkapan layar pesan berantai di WhatsApp yang berisi klaim tentang penularan virus Corona Covid-19 lewat udara.
Apa benar WHO menyatakan penularan virus Corona Covid-19 tidak lagi hanya melalui droplet tapi juga udara?
Hasil Cek Fakta
Tim CekFakta Tempo mula-mula membaca berita dari Kompas.com yang tautannya dicantumkan dalam pesan berantai itu. Hasilnya, tidak ditemukan keterangan dari juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, bahwa WHO menyatakan penularan Covid-19 tidak lagi melalui droplet tapi juga udara.
Selain itu, tidak ada pula penjelasan bahwa WHO menyatakan virus Corona Covid-19 bisa bertahan dan melayang-layang di udara selama 8 jam atau pun bertahan lebih lama di ruangan tertutup serta lebih cepat mendarat di tubuh seseorang yang belum terkena Covid-19 karena udara berputar di situ-situ saja.
Berita tersebut berisi pernyataan Yuri bahwa, sesuai rekomendasi WHO dalam mencegah penyebaran Covid-19, semua orang harus menggunakan masker. Yuri juga mengatakan bahwa masyarakat dapat menggunakan masker kain. Sementara tenaga kesehatan wajib mengenakan masker bedah atau masker N95. Penggunaan masker ini penting karena, ketika seseorang berada di luar rumah, terdapat banyak sekali ancaman penularan virus.
Sampai hari ini, WHO tidak pernah membuat pernyataan bahwa virus Corona Covid-19 bisa ditularkan melalui udara. Dalam situs resminya, WHO masih menulis bahwa, menurut penelitian sejauh ini, virus Corona Covid-19 umumnya menular melalui kontak dengan droplet dari saluran pernapasan orang yang terinfeksi, bukan melalui udara.
WHO memberikan penjelasan bagaimana Covid-19 bisa menular melalui droplet, yakni sebagai berikut:
Covid-19 dapat menyebar dari orang ke orang melalui droplet dari hidung atau mulut yang keluar saat orang yang terjangkit Covid-19 batuk atau napas (bersin). Droplet ini kemudian jatuh ke benda-benda dan permukaan di sekitarnya. Orang yang menyentuh benda atau permukaan tersebut lalu menyentuh mata, hidung, atau mulutnya dapat terjangkit Covid-19. Penularan Covid-19 juga dapat terjadi jika orang menghirup droplet yang keluar dari batuk atau napas (bersin) orang yang terjangkit Covid-19. Karena itu, penting bagi kita untuk menjaga jarak lebih dari 1 meter dari orang yang sakit. WHO terus mengkaji perkembangan penelitian tentang cara penyebaran Covid-19 dan akan menyampaikan temuan-temuan terbaru.
Rekomendasi penggunaan masker bagi seluruh masyarakat
Sebelumnya, WHO hanya merekomendasikan penggunaan masker bagi orang yang sakit dan orang yang merawat pasien. Pada 6 April 2020, WHO merekomendasikan penggunaan masker bagi seluruh masyarakat di tengah pandemi Covid-19. Namun, alasannya bukan karena virus Corona Covid-19 bisa bertahan di udara selama 8 jam, melainkan karena kemungkinan penularan Covid-19 dari orang tanpa gejala.
Di dokumen WHO tentang saran penggunaan masker dalam konteks Covid-19, terdapat sejumlah laporan di mana orang yang terinfeksi tapi belum menunjukkan gejala (pra-gejala) berpotensi menularkannya ke orang lain. Selain itu, ada pula orang yang telah terkonfirmasi positif Covid-19 tapi tidak menunjukkan gejala.
Meskipun begitu, hingga saat ini, belum ada bukti bahwa pemakaian masker oleh orang yang sehat dapat mencegah mereka terinfeksi virus pernapasan, termasuk virus Corona Covid-19. Karena itu, menurut WHO, penggunaan masker tetap harus disertai dengan langkah-langkah pencegahan mendasar lainnya, yakni rajin mencuci tangan, jaga jarak, serta tidak menyentuh wajah dan mata.
WHO juga menekankan bahwa masker medis dan respirator diprioritaskan untuk tenaga kesehatan. WHO pun mendukung negara-negara yang mengeluarkan rekomendasi penggunaan masker bagi orang yang sehat sembari melakukan penelitian tentang efektivitas hal tersebut. Saran bagi penggunaan masker nonmedis, harus mempertimbangkan jumlah lapisan kain, bahan yang digunakan, kualitas hidrofobik, bentuk, dan pas atau tidaknya masker saat dipakai.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta di atas, klaim bahwa WHO menyatakan penularan Corona Covid-19 tidak lagi hanya melalui droplet tapi juga udara, keliru. Hingga artikel ini dimuat, dalam situs resminya, WHO menyebut bahwa virus Corona Covid-19 umumnya menular melalui kontak dengan droplet dari saluran pernapasan orang yang terinfeksi, bukan melalui udara.
IKA NINGTYAS
Update: Dikutip dari Kompas.com, pada 9 Juli 2020, WHO mengeluarkan pernyataan resmi bahwa virus Corona penyebab Covid-19, SARS-CoV-2, dapat menyebar melalui udara. WHO mendefinisikan penularan melalui udara sebagai penyebaran infeksi yang disebabkan oleh inti tetesan (aerosol) yang bisa menular ketika melayang di udara dalam jarak serta waktu yang lama. WHO bersama para ilmuwan telah mengevaluasi apakah SARS-CoV-2 juga dapat menyebar melalui aerosol tanpa adanya prosedur yang meng
Rujukan
- https://nasional.kompas.com/read/2020/04/05/16562611/jubir-pemerintah-sesuai-rekomendasi-who-mulai-hari-ini-semua-gunakan-masker
- https://www.who.int/indonesia/news/novel-coronavirus/qa-for-public
- https://apps.who.int/iris/bitstream/handle/10665/331693/WHO-2019-nCov-IPC_Masks-2020.3-eng.pdf?sequence=1&isAllowed=y
- https://www.kompas.com/tren/read/2020/07/10/115333865/kajian-terbaru-who-bukti-bukti-yang-menunjukkan-transmisi-virus-corona
Halaman: 7490/7990



