• (GFD-2020-4814) [SALAH] Video “berdoa untuk italia”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 29/04/2020

    Berita

    Beredar postingan pada akun FB “Savage AF” (facebook.com/Savage-AF-100358084907400), dibagikan 5 kali per tangkapan layar dibuat.

    Dengan Narasi

    “berdoa untuk italia 🙏🙏
    berdoa untuk italia #nepal #stayhome #corona”.



    (“pray for italy 🙏🙏
    pray for italy #nepal #stayhome #corona”).

    Hasil Cek Fakta

    SUMBER membagikan video dari film Korea Selatan tahun 2013 berjudul “Flu” (Gamgi).

    SUMBER menambahkan narasi yang salah yang menimbulkan kesimpulan keliru.

    Flu ( 2013 )
    Gamgi (judul asli)
    Kekacauan terjadi ketika virus mematikan yang mengudara menginfeksi populasi kota Korea Selatan yang berjarak kurang dari 20 kilometer dari Seoul.”

    Wikipedia: “Flu (Bahasa Korea : 감기 ; RR : Gamgi ; atau berjudul The Flu ) adalah film bencana Korea Selatan 2013 yang ditulis dan disutradarai oleh Kim Sung-su , tentang wabah virus H5N1 yang mematikan yang membunuh korbannya dalam waktu 36 jam, melemparkan distrik Bundang di Seongnam , yang memiliki populasi hampir setengah juta orang, menjadi kacau. Dibintangi oleh Jang Hyuk dan Soo Ae . [2] [3] [4] [5] [6]”

    YouTube: “THE FLU Movie Trailer
    7,200,103 views • Aug 2, 2013
    FRESH Movie Trailers
    4.43M subscribers
    THE FLU Trailer. Release Date : August 2013″

    Kesimpulan

    TIDAK berkaitan dengan Italia, video yang dibagikan berasal dari film Korea Selatan tahun 2013 berjudul “Flu” (Gamgi).

    Rujukan

  • (GFD-2020-8062) [Fakta atau Hoaks] Benarkah Ini Video Kakak-Adik di Tangerang yang Kena Covid-19 Usai Bermain di Luar Rumah?

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 28/04/2020

    Berita


    Pesan berantai dengan narasi bahwa ada kakak-adik di Tangerang yang tertular Covid-19 setelah bermain di luar rumah beredar di grup-grup percakapan WhatsApp. Pesan berantai itu dilengkapi dengan video yang memperlihatkan dua anak yang sedang berpelukan dengan seorang perempuan di dalam sebuah mobil ambulans.
    Dalam video berdurasi 2 menit 10 detik itu, terlihat seorang perempuan bersama seorang bocah di dalam mobil ambulans. Beberapa saat kemudian, masuk bocah lainnya yang digendong oleh seorang pria ke dalam mobil ambulans itu. Si perempuan juga memeluk bocah-bocah itu. Beberapa petugas medis dengan alat pelindung diri (APD) pun tampak berada di sekitar mobil ambulans tersebut.
    Sesekali, dalam video itu, terdengar suara perempuan yang berbicara. Perempuan tersebut berkata, "Anak bontotnya usia 4 tahun ya, sama yang tengahnya 8 (tahun). Ini semua positif Covid-19. Ini anak usia 4 tahun. Sembuhkan ya Allah. Ini yang tengah, 8 tahun, juga positif Covid-19. Ya Allah ya rahman ya rahim. Kangen, kangen mamanya."
    Adapun narasi lengkap pesan berantai itu adalah sebagai berikut: "Di Tangerang, dua bersaudara kakak beradik terjangkit Covid-19, setelah pulang dari bermain di luar rumah. Saat ini sedang dijemput oleh Team Medis utk dibawa ke Rumah Sakit. Pengalaman berharga bagi para orang tua yg masih mempunyai anak atau cucu yg suka bermain di luar rumah. Apabila sudah pulang ke rumah, langsung cuci tangan, cuci kaki & dianjurkan sekalian untuk mandi. Dan keluar rumah harus memakai masker."
    Gambar tangkapan layar pesan berantai di WhatsApp tentang kakak-adik yang tertular Covid-19 di Tangerang (kanan) dan video yang menyertainya (kiri).
    Apa benar video itu adalah video kakak-adik di Tangerang yang tertular Covid-19 setelah bermain di luar rumah?

    Hasil Cek Fakta


    Berdasarkan penelusuran Tim CekFakta Tempo, video yang menyertai pesan berantai di atas memang pernah ditayangkan oleh beberapa stasiun televisi. Salah satunya adalah tvOne, yang mempublikasikan video tersebut di YouTube pada 26 April 2020 dengan judul "Diduga Tertular Corona dari Suami, Istri dan Dua Anaknya Dijemput Petugas Medis".
    Video tersebut diberi keterangan, "Video penjemputan dua bocah yang diduga terinfeksi virus Corona Covid-19 beredar luas di WhatsApp. Video penjemputan dua bocah ini pun cukup mengharukan. Petugas dengan pakaian lengkap menggunakan APD menjemput kedua anak ini menggunakan mobil ambulans. Sang ibu yang terlihat sudah berada dalam mobil ambulans itu tak henti-hentinya memeluk anaknya."
    Kanal YouTube CNN Indonesia juga mengunggah video tersebut pada tanggal yang sama dengan judul "2 Anak Positif Corona Diduga Tertular Ibu". "Video dua anak yang dievakuasi oleh petugas Covid-19 dengan APD lengkap dari rumahnya viral di media sosial. Kedua anak ini diduga tertular dari sang ibu," demikian keterangan yang ditulis oleh kanal CNN Indonesia.
    Namun, dilansir dari Detik.com, peristiwa dalam video itu bukan terjadi di Tangerang. Kedua bocah itu tinggal di Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Menurut juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor, Syarifah Sofiah, pada 25 April 2020, kakak-adik itu diduga tertular dari ibunya. Kini, mereka telah dibawa ke RS Darurat Wisma Atlet Kemayoran.
    Pada 26 April 2020, berdasarkan arsip berita Tempo, Bupati Bogor Ade Yasin pun menjelaskan bahwa ayah kedua bocah itu bekerja di RS Darurat Wisma Atlet Kemayoran. "Awal kejadian, ketika bapaknya pulang dari tempat kerja pada 14 April, tiga jam kemudian, anaknya merasakan panas dan kepalanya sakit, suhunya sekitar 40 derajat Celcius," kata Ade.
    Meskipun begitu, dari hasil laboratorium, si ayah tidak tertular alias negatif Covid-19. Namun, istri serta dua anaknya yang berusia empat tahun dan delapan tahun positif. "Anaknya ada tiga. Yang pertama, usia 8 tahun, positif. Yang kedua, negatif. Yang terakhir, yang 4 tahun, positif," kata Ade yang merupakan Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor itu.
    Ade memaparkan, pada 15 April pagi, kedua anak tersebut sempat dilarikan ke rumah sakit. Kemudian, mereka ditetapkan sebagai pasien dalam pengawasan (PDP). Selanjutnya, pada 18 April, si ibu juga mengeluhkan sakit sehingga memutuskan untuk tes swab. "Pada 20 April, keluar hasil laboratorium dari RS Polri bahwa ibu beserta kedua anaknya itu positif Covid-19," kata Ade.

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, narasi bahwa video di atas adalah video kakak-adik di Tangerang yang tertular Covid-19 setelah bermain di luar rumah menyesatkan. Peristiwa dalam video itu terjadi di Cileungsi, Kabupaten Bogor, bukan di Tangerang. Menurut Bupati Bogor Ade Yasin, ayah kedua bocah tersebut bekerja di RS Darurat Wisma Atlet Kemayoran.
    ZAINAL ISHAQ
    Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id

    Rujukan

  • (GFD-2020-8063) [Fakta atau Hoaks] Benarkah Ini Foto Satelit Pangkalan Militer Cina di Laut Natuna Utara?

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 28/04/2020

    Berita


    Foto-foto yang diklaim sebagai citra satelit pangkalan militer Cina di Laut Natuna Utara beredar di media sosial. Menurut narasi yang menyertainya, foto-foto itu dirilis oleh Google Earth dan disebut sebagai gambar proyek pembangunan pangkalan militer Cina di Laut Natuna Utara yang tidak jauh dari Pulau Batam dan Pontianak.
    Di Facebook, foto-foto itu diunggah salah satunya oleh akun Kopi Pahit Pribumi, yakni pada 25 April 2020. Akun ini menulis narasi sebagai berikut:
    "Ngeriiii....!!!!Akhirnya ketahuan lagi !!!Kenapa China Dukung Penuh Jokowi.Google Earth Rilis Gambar Proyek Pembangunan Pangkalan Militer China Dilaut Natuna, Tidak Jauh Dari Pulau Batam-Riau dan Tidak Jauh Dari Pontianak.Ternyata Ada Hal Besar Yang Ditutup-tutupi Dari Rakyat Indonesia.Potensi Terbesar Dalam Memaksakan Kehendak Untuk Tetap Berkuasa, Terkesan Ada Yang Ingin Di Selesaikan.Viralkan....!!!Agar Semua Rakyat Indonesia Tahu Dan Sadar Bahwa NKRI Diujung Tanduk....Kalau Pangkalan Militer China Sdh Selesai.... Dan Pelabuhan Juga Bandara Dikuasai.... Lalu Rakyat Indionesia Tidak Akan Bisa Lari Kemana-mana....Kita Pasti Akan Diberangus Oleh Mereka..!!!"
    Akun Kopi Pahit Pribumi juga mencantumkan tautan sumber gambar yang ia unggah. Tautan itu merujuk pada unggahan akun Twitter @HmEi7_IND dan artikel di situs Militermeter.com. Hingga artikel ini dimuat, unggahan akun Kopi Pahit Pribumi tersebut telah dibagikan lebih dari 350 kali.
    Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Kopi Pahit Pribumi (kiri) dan artikel di situs Militermeter.com (kanan).
    Apa benar foto-foto tersebut adalah citra satelit pangkalan militer Cina di Laut Natuna Utara?

    Hasil Cek Fakta


    Untuk memeriksa klaim di atas, Tim CekFakta Tempo mula-mula memeriksa artikel di situs Militermeter.com yang tautannya diunggah oleh akun Kopi Pahit Pribumi. Menurut artikel tersebut, foto-foto satelit itu memperlihatkan pangkalan militer Cina di Kepulauan Spratly.
    Berdasarkan petunjuk tersebut, Tempo menelusuri lokasi Kepulauan Spratly. Berdasarkan peta di situs resmi Perpustakaan Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada, Kepulauan Spratly masih berada di dalam Laut Cina Selatan dan tidak berada di dalam Laut Natuna Utara.
    Dilihat di Google Maps, kepulauan ini terletak di tengah Laut Cina Selatan. Negara yang terdekat dengan kepulauan ini adalah Filipina. Sementara dalam peta baru Indonesia yang fotonya pernah dimuat di Kumparan.com, Laut Natuna Utara berada di barat daya Kepulauan Spratly.
    Tempo pun mencari pemberitaan tentang pembangunan pangkalan militer Cina di Kepulauan Spratly dengan mesin pencarian Google. Dilansir dari berita di Kompas.com pada 29 Maret 2017, Cina memang memiliki tiga pangkalan militer berskala besar yang telah selesai dibangun di Laut Cina Selatan.
    Asia Maritim Transparency Initiative (AMTI), bagian dari Center for Strategic and International Studies (CSIS) di Washington DC, Amerika Serikat, pernah merilis citra satelit pangkalan di Kepulauan Spratly tersebut. Pangkalan itu terletak di pulau karang Subi, Mischief, dan Fiery Cross.
    Selain di Kepulauan Spratly, menurut AMTI, Cina memiliki pangkalan lain di Pulau Woody dan Kepulauan Paracel. Keduanya berada di utara Kepulauan Spratly. "Ini akan memungkinkan pesawat tempur militer Cina beroperasi ke hampir seluruh Laut Cina Selatan," kata AMTI.
    Dilansir dari Tirto.id, sejak kepemimpinan Presiden Xi Jinping, Cina telah mereklamasi sekitar 1.290 hektare tanah di tujuh pulau karang di Kepulauan Spratly. Di atasnya dibangun pangkalan militer. Ada tiga pangkalan militer Cina di sana, yakni Yongshu di Fiery Cross, Zhubi di Subi, dan Meiji di Mischief.
    Selain Cina, Kepulauan Spratly pun diperebutkan Filipina, Vietnam, Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam. Filipina punya lapangan terbang Rancudo di Pulau Thitu, Vietnam memiliki distrik Truong Sa di salah satu pulau, sementara Malaysia membangun Layang-layang Resort di pulau karang Swallow.
    Untuk memastikan hal itu, Tempo menelusuri lokasi Subi, Mischief, dan Fiery Cross di Google Earth. Hasilnya, foto-foto unggahan situs Militermeter.com memang merupakan citra satelit pulau karang yang berada di Kepulauan Spratly tersebut, yakni Subi dan Fiery Cross. Ada pula foto satelit Pulau Woody.
    Berikut ini foto-foto satelitnya:
    Gambar tangkapan layar citra satelit pulau karang Subi di Google Earth.
    Gambar tangkapan layar citra satelit pulau karang Fiery Cross di Google Earth.
    Gambar tangkapan layar citra satelit Pulau Woody di Google Earth.

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, narasi bahwa foto-foto di atas merupakan citra satelit pangkalan militer Cina di Laut Natuna Utara menyesatkan. Foto-foto itu memperlihatkan gambar satelit pangkalan militer Cina di Kepulauan Spratly, tepatnya di pulau karang Subi dan Fiery Cross, serta di Pulau Woody. Pulau-pulau tersebut berada di dalam Laut Cina Selatan, bukan di Laut Natuna Utara.
    ZAINAL ISHAQ
    Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id

    Rujukan

  • (GFD-2020-4807) [SALAH] Italia Meminta Dibacakan Al-Qur’an Dan Doa Untuk Melawan Wabah Corona

    Sumber: artikel
    Tanggal publish: 28/04/2020

    Berita

    Beredar sebuah artikel yang menyebutkan jika Pemerintah Italia meminta untuk dibacakan Al-Qur’an dan doa untuk melawan wabah virus Corona. Dengan narasi :
    Laman daring: “Italia dan dunia tengah berjuang melawan wabah virus corona atau Covid-19 di muka Bumi.

    Di balik hilangnya satu nyawa warga italia, semangat perlawanan terus membara. Negeri Pizza mulai berbenah.

    Italia menjadi Negara urutan ke 3 dengan jumlah penderita covid-19 tertinggi di dunia. Urutan pertama Amerika, kedua Spanyol.

    Hingga per hari ini, Jumat (17,04,2020), jumlah penderita corona di italia mencapai 168.941 orang, dimana 22.170 orang meninggal dunia, dan 40.164 yang sembuh.

    Namun ada kabar baik dimana secara tren terjadi penuruna. Korban meninggal dunia pada rabu (15/4/2020) mengalami penurunan dari sebelumnya 602 menjadi 578.

    Adapun kasus baru juga turun menjadi 2.667 dari sebelumnya 2.972, sesuai tren penurunan saat ini.

    Di tengah wabah dunia ini ada hikmah di Italia. Dimana pemerintah Italia meminta pembacaan ayat-ayat Al-Quran dan do’a untuk melawan wabah corona.

    Ayat yang dibaca Suat Al-Fatihah dan Surat Ali Imran Ayat 190-193.

    Berikut videonya:”

    Twitter: “İtalya’nın Carpi şehri Belediye Başkanı Alberto Bellelli Kur’an-ı Kerim okuttu”

    Terjemahan : “Walikota Carpi, Italia, Alberto Bellelli mengajarkan Quran”

    Youtube: “Italia menjadi negara urutan ke-3 dengan jumlah penderita covid-19 tertinggi di dunia. Urutan pertama Amerika, kedua Spanyol. Hingga per hari ini, Jumat (17/4/2020), jumlah penderita corona di Italia mencapai 168.941 orang, dimana 22.170 meninggal dunia, dan 40.164 yang sembuh. Namun ada kabar baik dimana secara tren terjadi penurunan. Korban meninggal dunia pada Rabu (15/4/2020) mengalami penurunan dari sebelumnya 602 menjadi 578. Adapun kasus baru juga turun menjadi 2.667 dari sebelumnya 2.972, sesuai tren penurunan saat ini. Ditengah wabah dunia ini, ada hikmah di Italia. Dimana pemerintah Italia meminta pembacaan ayat-ayat Al-Quran dan do’a untuk melawan wabah corona.”

    Hasil Cek Fakta

    Namun setelah melakukan penelusuran, video tersebut telah dipotong dari video asli yang diunggah oleh NOTIZIE Settimanale della Diocesi di Carpi di akun youtubenya. Dalam caption video yang diunggah pada 13 April 2020 tersebut menyebutkan, jika video tersebut merupakan pertemuan antar agama dan multikultural untuk mengenang para korban Covid-19. Acara tersebut dilaksanakan pada Senin 13 April 2020, pukul 12 siang di Piazza Martiri melalui stasiun TRC dan TvQui.

    Acara tersebut diselenggarakan oleh Keuskupan Carpi dan Pemerintah Kota, sebagai momen kenangan untuk mengenang korban meninggal dari Covid-19. Selain itu acara tersebut juga dihadiri oleh Walikota Alberto Bellelli untuk Administrasi Kotamadya; Vicar Jenderal Monsignor Ermenegildo Manikur untuk Keuskupan; Rabbi Benjamin Goldstein untuk Komunitas Yahudi Modena dan Reggio; Imam Mourad Selmi untuk Asosiasi Komunitas Muslim; Florin Chihaia untuk Gereja Ortodoks Autocephalic Rumania; Archprete Arcadie Porcescu untuk Gereja Ortodoks Moldova St. Spiridione dari Trimithonte; Elisa Yang untuk orang Kristen Injili Tionghoa dan Manroob Sing untuk komunitas Sikh.

    Selain acara untuk mengenang para korban Covid-19 yang meninggal, pada saat yang bersamaan sebagai acara doa bagi orang yang sakit dan untuk meminta keberanian serta kekuatan dalam melawan pandemi Covid-19. Dalam acara tersebut masing-masing perwakilan juga membacakan doa sesuai dengan agama serta organisasi yang dipegangnya.

    Berdasarkan penjelasan mengenai potongan video yang beredar, maka artikel di atas masuk ke dalam kategori Konten Yang Dimanipulasi atau Manipulated Content.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Indri Pramesti Widyaningrum (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Gunadarma)

    Bukan pertemuan untuk meminta dibacakan Al-Qur’an dan doa melawan wabah virus Corona, tetapi pertemuan antar agama dan multikultural untuk mengenang para korban COVID-19 yang diadakan pada 13 April 2020 di Piazza Martiri, Napoli, Italia.

    Rujukan