Beredar pesan berantai yang menyebutkan bahwa Kota Yogyakarta akan dimekarkan. Dalam pesan tersebut ditampilkan juga daerah-daerah hasil pemekaran itu. Berikut narasinya:
KOTA YOGYAKARTA
AKAN DIPERLUAS DG MEMASUKKAN DESA2 DI BANTUL & SLEMAN..?
Nantinya, sesudah Kota Yogyakarta melakukan perluasan wilayah, maka kecamatan terbagi lagi menjadi: 5 Kawedanan; 24 Kecamatan dan 100 Kelurahan, yaitu
I. Kawedanan Yogyakarta Barat
Terdiri dari 6 Kecamatan dan 23 Kelurahan
A. Kecamatan Banyudenasih (pengembangan dari 2 desa yang digabungkan, yaitu Desa Banyuraden dan Desa Ngestiharjo)
1. Kelurahan Soragan d/h Kembang
2. Kelurahan Onggobayan
3. Kelurahan Sutopadan
4. Kelurahan Kradenan
5. Kelurahan Banyumeneng
B. Kecamatan Tegalrejo
1. Kelurahan Tegalrejo
2. Kelurahan Bener
3. Kelurahan Kricak
4. Kelurahan Karang Waru
C. Kecamatan Jetis
1. Kelurahan Tritisjajar (pemekaran dari Kelurahan Cokrodiningratan)
2. Kelurahan Cokrodiningratan
3. Kelurahan Gowongan
4. Kelurahan Bumijo
D. Kecamatan Gedong Tengen
1. Kelurahan Pringgokusuman
2. Kelurahan Sosromenduran
3. Kelurahan Wongsodirjan (pemekaran patungan antara Kelurahan Pringgokusuman dengan Kelurahan Sosromenduran
E. Kecamatan Ngampilan
1. Kelurahan Ngampilan
2. Kelurahan Ngadiwinatan (pemekaran dari Kelurahan Ngampilan)
3. Kelurahan Notoprajan
F. Kecamatan Wirobrajan
1. Kelurahan Pakuncen
2. Kelurahan Wirobrajan
3. Kelurahan Patangpuluhan
4. Kelurahan Jomegatan (tambahan dari Desa Tirtonirmolo di Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul dengan bagian tenggara dari Kelurahan Sutopadan)
II. Kawedanan Yogyakarta Pusat
Terdiri dari 5 Kecamatan dan 20 Kelurahan
A. Kecamatan Umbulharjo
1. Kelurahan Warungboto
2. Kelurahan Tahunan
3. Kelurahan Semaki
4. Kelurahan Mujamuju
5. Kelurahan Timohorejo (pemekaran dari Kelurahan Mujamuju)
B. Kecamatan Pakualaman
1. Kelurahan Gunungketur
2. Kelurahan Margobintoro (pemekaran dari Kelurahan Gunungketur/Gunung Ketur dengan sedikit tambahan dari sisi utara Kelurahan Wirogunan di Kecamatan Mergangsan)
3. Kelurahan Purwokinanti/Purwo Kinanthi
C. Kecamatan Gondomanan
1. Kelurahan Ngupasan
2. Kelurahan Prawirodirjan
3. Kelurahan Gladhagan (pemekaran patungan antara Kelurahan Ngupasan dengan Kelurahan Prawirodirjan)
D. Kecamatan Danurejan
1. Kelurahan Suryatmajan
2. Kelurahan Tegalpanggung
3. Kelurahan Bausasran
4. Kelurahan Lempuyangan (pemekaran dari Kelurahan Bausasran dengan sedikit tambahan dari Kelurahan Tegalpanggung)
E. Kecamatan Gondokusuman
1. Kelurahan Demangan
2. Kelurahan Baciro
3. Kelurahan Kotabaru
4. Kelurahan Terban
5. Kelurahan Klitren
III. Kawedanan Yogyakarta Selatan
Terdiri dari 4 Kecamatan dan 18 Kelurahan
A. Kecamatan Wirogiwang (pemekaran dari Kecamatan Umbulharjo)
1. Kelurahan Sorosutan
2. Kelurahan Pandeyan
3. Kelurahan Kelurahan Giwangan
4. Kelurahan Rejokusuman (tambahan dari Desa Tamanan di Kecamatan Potorono d/h Banguntapan, Kabupaten Bantul)
5. Kelurahan Wirosaban (pemekaran patungan antar kelurahan yaitu: Sorosutan, Pandean, Giwangan & Rejokusuman)
B. Kecamatan Mergangsan
1. Kelurahan Wirogunan
2. Kelurahan Keparakan
3. Kelurahan Brontokusuman
4. Kelurahan Salakan (tambahan dari Desa Bangunharjo di Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul)
C. Kecamatan Mantrijeron
1. Kelurahan Gedong Kiwo
2. Kelurahan Suryodiningratan
3. Kelurahan Mantrijeron
4. Kelurahan Krapyak (tambahan dari Desa Panggungharjo di Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul)
D. Kecamatan Kraton
1. Kelurahan Wijilan (pemekaran dari Kelurahan Panembahan)
2. Kelurahan Panembahan
3. Kelurahan Patehan
4. Kelurahan Kadipaten
5. Kelurahan Tamansaren (pemekaran patungan antara Kelurahan Patehan dengan Kelurahan Kadipaten)
IV. Kawedanan Yogyakarta Timur
Terdiri dari 5 Kecamatan dan 20 Kelurahan
A. Kecamatan Banguntapan (pengembangan dari Desa Banguntapan)
1. Kelurahan Banguntapan
2. Kelurahan Sorowajan
3. Kelurahan Maguwocaturan
4. Kelurahan Pringggolayan
B. Kecamatan Baturetno (pengembangan dari Desa Baturetno)
1. Kelurahan Baturetno
2. Kelurahan Watugilang
3. Kelurahan Kalangan
4. Kelurahan Manggisan
C. Kecamatan Kotagede Ngisor atau Kotagede Bawah/Selatan (sebelumnya dikenal sebagai Kotagede Surakarta)
1. Kelurahan Jagalan
2. Kelurahan Singosaren
3. Kelurahan Karangasem (pemekaran dari Kelurahan Singosaren)
4. Kelurahan Mutihan (tambahan dari Desa Wirokerten di Kecamatan Potorono d/h Banguntapan, Kabupaten Bantul)
D. Kecamatan Kotagede Pasar atau Kotagede Tengah (sebelumnya bernama Kecamatan Kotagede)
1. Kelurahan Purbayan
2. Kelurahan Kemasbasen (pemekaran dari Kelurahan Purbayan)
3. Kelurahan Sayangan (pemekaran dari Kelurahan Purbayan)
4. Kelurahan Wonomentaok (pemekaran dari Kelurahan Purbayan)
E. Kelurahan Kotagede Dhuwur atau Kotagede Atas/Utara (pemekaran dari Kecamatan Kotagede)
1. Kelurahan Prenggan
2. Kelurahan Depokan (pemekaran dari Kelurahan Prenggan)
3. Kelurahan Rejowinangun
4. Kelurahan Gembiraloka (pemekaran dari Kelurahan Rejowinangun)
V. Kawedanan Yogyakarta Utara
Terdiri dari 4 Kecamatan dan 19 Kelurahan
A. Kecamatan Tirtohanggo (pengembangan dari 2 desa yang digabungkan, yaitu Desa Trihanggo dan Desa Nogotirto)
1. Kelurahan Kronggahan
2. Kelurahan Jambon
3. Kelurahan Sembiru / Biru
4. Kelurahan Kuwarasan
5. Kelurahan Nogosaren
B. Kecamatan Sinduadi (pengembangan dan penataan ulang dari Desa Sinduadi)
1. Kelurahan Rogoyudan
2. Kelurahan Kragilan
3. Kelurahan Jombor
4. Kelurahan Blunyah
C. Kecamatan Caturtunggal (pengembangan dan penataan ulang Desa Caturtunggal)
1. Kelurahan Sekipdowo (dahulu bernama Sendowo)
2. Kelurahan Bulaksumur (dahulu bernama Demangan)
3. Kelurahan Karangwuni
4. Kelurahan Mrican
5. Kelurahan Kentungan
D. Kecamatan Condongcatur (hasil pengembangan dan penataan ulang Desa Condongcatur)
1. Kelurahan Ganjuran (dahulu bernama Gorongan)
2. Kelurahan Seturan (dahulu bernama Manukan)
3. Kelurahan Babarsari (dahulu bernama Kledokan)
4. Kelurahan Ambarrukmo
5. Kelurahan Gejayan
(GFD-2019-3146) [SALAH] Pemekaran Kota Yogyakarta
Sumber: whatsapp.comTanggal publish: 08/10/2019
Berita
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, diketahui bahwa informasi tersebut tidak benar. Pemerintah Kota Yogyakarta menyebut “broadcast” yang menyebar luas dari berbagai “platform” media sosial terkait rencana pemekaran wilayah Kota Yogyakarta dengan memasukkan sejumlah desa di Kabupaten Sleman dan Bantul merupakan informasi yang tidak benar atau hoaks.
“Sampai sekarang tidak ada pembicaraan terkait rencana pemekaran wilayah Kota Yogyakarta,” ujar Kepala Bagian Tata Pemerintahan Kota Yogyakarta Octo Noor Arafat.
Ia mengatakan, tidak mengetahui asal-usul atau pihak yang pertama kali membuat “broadcast” tersebut dan dasar yang dijadikan sebagai sumber informasi yang kemudian menyebar luas ke masyarakat.
“Apakah dasarnya dari kajian secara akademik mengenai manajemen wilayah untuk Kota Yogyakarta atau kajian lain saya pun tidak tahu,” katanya.
Meskipun demikian, lanjut Octo, jika dilihat dari pembagian wilayah yang menyebar melalui
“broadcast” di media sosial tersebut menggambarkan mengenai aglomerasi Kota Yogyakarta
dengan wilayah di sekitarnya.
“Seperti di dalam 'broadcast' yang menyebar, wilayah luar Kota Yogyakarta memiliki
keterhubungan yang erat dengan wilayah perbatasan,” katanya.
Ia menyebut, dari berbagai rapat dan koordinasi yang dilakukan di tingkat Pemerintah DIY
pun tidak ada kegiatan atau rencana pemekaran Kota Yogyakarta.
“Sejauh ini, yang ada adalah rencana pelaksanaan Peraturan Gubernur Nomor 25 Tahun 2019
tentang Pedoman Kelembagaan Urusan Keistimewaan pada Pemerintah Kabupaten/Kota
dan Kelurahan,” katanya.
Berdasarkan peraturan tersebut akan ada perubahan penyebutan pada berbagai nomenklatur
wilayah untuk melaksanakan urusan keistimewaan, yaitu mengubah penyebutan kecamatan
di wilayah kabupaten menjadi kapanewon, sedangkan kecamatan di wilayah kota disebut
menjadi kemantren.
Kapanewon maupun kemantren masing-masing dipimpin oleh Panewu dan Mantri Pamong
Praja. Selain itu, juga diatur mengenai susunan organisasi di kapanewon dan kemantren yaitu
jabatan Panewu Anom dan Mantri Anom yang menjadi sebutan untuk sekretaris kecamatan.
Dalam melaksanakan sebagian urusan keistimewaan, maka tugas dan fungsi kelurahan di
Kota Yogyakarta pun akan ditambah yaitu untuk bidang kebudayaan, pertanahan, dan tata
ruang.
“Sejauh ini, persiapan sedang dimatangkan. Diupayakan pada 2020 sudah bisa
diimplementasikan,” katanya.
Senada dengan Octo, Bupati Sleman Sri Purnomo menegaskan berita tersebut hanya hoaks. "Tidak ada babibu, tahu-tahu muncul isu pemekaran. Itu hanya hoaks, tidak usah ditanggapi," katanya.
Dia juga meminta warga tidak perlu resah dengan adanya berita hoax itu. "Masyarakat sudah nyaman dengan Sleman Sembada-nya," tukas Sri.
Kepala Desa Condongcatur, Reno Candra Sangaji pun memberikan bantahannya terkait kabar pemekaran Kota Yogyakarta. Ia mengatakan, tidak pernah ada pembicaraan tentang hal itu sebelumnya. "Saya cuma dapat infonya dari WA. Sepertinya hoaks karena belum ada diskusi," ujarnya.
Menurut Reno, keputusan pemekaran wilayah tidak bisa dilakukan sembarangan. Perlu ada koordinasi dan kajian yang matang. Kendati Condongcatur ada di daerah perbatasan Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman, dia menilai warganya tetap nyaman berada di Sleman.
“Sampai sekarang tidak ada pembicaraan terkait rencana pemekaran wilayah Kota Yogyakarta,” ujar Kepala Bagian Tata Pemerintahan Kota Yogyakarta Octo Noor Arafat.
Ia mengatakan, tidak mengetahui asal-usul atau pihak yang pertama kali membuat “broadcast” tersebut dan dasar yang dijadikan sebagai sumber informasi yang kemudian menyebar luas ke masyarakat.
“Apakah dasarnya dari kajian secara akademik mengenai manajemen wilayah untuk Kota Yogyakarta atau kajian lain saya pun tidak tahu,” katanya.
Meskipun demikian, lanjut Octo, jika dilihat dari pembagian wilayah yang menyebar melalui
“broadcast” di media sosial tersebut menggambarkan mengenai aglomerasi Kota Yogyakarta
dengan wilayah di sekitarnya.
“Seperti di dalam 'broadcast' yang menyebar, wilayah luar Kota Yogyakarta memiliki
keterhubungan yang erat dengan wilayah perbatasan,” katanya.
Ia menyebut, dari berbagai rapat dan koordinasi yang dilakukan di tingkat Pemerintah DIY
pun tidak ada kegiatan atau rencana pemekaran Kota Yogyakarta.
“Sejauh ini, yang ada adalah rencana pelaksanaan Peraturan Gubernur Nomor 25 Tahun 2019
tentang Pedoman Kelembagaan Urusan Keistimewaan pada Pemerintah Kabupaten/Kota
dan Kelurahan,” katanya.
Berdasarkan peraturan tersebut akan ada perubahan penyebutan pada berbagai nomenklatur
wilayah untuk melaksanakan urusan keistimewaan, yaitu mengubah penyebutan kecamatan
di wilayah kabupaten menjadi kapanewon, sedangkan kecamatan di wilayah kota disebut
menjadi kemantren.
Kapanewon maupun kemantren masing-masing dipimpin oleh Panewu dan Mantri Pamong
Praja. Selain itu, juga diatur mengenai susunan organisasi di kapanewon dan kemantren yaitu
jabatan Panewu Anom dan Mantri Anom yang menjadi sebutan untuk sekretaris kecamatan.
Dalam melaksanakan sebagian urusan keistimewaan, maka tugas dan fungsi kelurahan di
Kota Yogyakarta pun akan ditambah yaitu untuk bidang kebudayaan, pertanahan, dan tata
ruang.
“Sejauh ini, persiapan sedang dimatangkan. Diupayakan pada 2020 sudah bisa
diimplementasikan,” katanya.
Senada dengan Octo, Bupati Sleman Sri Purnomo menegaskan berita tersebut hanya hoaks. "Tidak ada babibu, tahu-tahu muncul isu pemekaran. Itu hanya hoaks, tidak usah ditanggapi," katanya.
Dia juga meminta warga tidak perlu resah dengan adanya berita hoax itu. "Masyarakat sudah nyaman dengan Sleman Sembada-nya," tukas Sri.
Kepala Desa Condongcatur, Reno Candra Sangaji pun memberikan bantahannya terkait kabar pemekaran Kota Yogyakarta. Ia mengatakan, tidak pernah ada pembicaraan tentang hal itu sebelumnya. "Saya cuma dapat infonya dari WA. Sepertinya hoaks karena belum ada diskusi," ujarnya.
Menurut Reno, keputusan pemekaran wilayah tidak bisa dilakukan sembarangan. Perlu ada koordinasi dan kajian yang matang. Kendati Condongcatur ada di daerah perbatasan Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman, dia menilai warganya tetap nyaman berada di Sleman.
Rujukan
- https://www.facebook.com/groups/fafhh/permalink/995047934161075/
- https://turnbackhoax.id/2019/10/08/salah-pemekaran-kota-yogyakarta/
- https://jogja.antaranews.com/berita/396954/pemkot-yogyakarta-broadcast-pemekaran-wilayah-tidak-benar
- https://www.antaranews.com/berita/1100706/hoaks-isu-pemekaran-kota-yogyakarta
- https://www.suaramerdeka.com/news/baca/201247/bupati-sleman-bantah-isu-pemekaran
(GFD-2019-3181) [SALAH] “Asik di Atas Penderitaan Rakyat”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 08/10/2019
Berita
“Assik di atas penderitaan RAKYAT..”
Hasil Cek Fakta
Video yang dibagikan adalah peristiwa tahun 2017, diedarkan kembali untuk memancing premis pelintiran.
Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.
Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.
Rujukan
(GFD-2019-3336) [SALAH] 600 Orang Terjangkit Difteri, Dinkes Imunisasi Masal Desember Mendatang
Sumber: Sosial MediaTanggal publish: 07/10/2019
Berita
"DKI mengadakan imunisasi masal s.d 11 desember"
Kembali beredar informasi mengenai 600 orang terjangkit virus difteri. Pesan tersebut sebelumnya sudah pernah beredar, namun kini kembali dimunculkan oleh oknum tidak bertanggung jawab. Guna memberi penjelasan kepada masyarakat, pihak terkait yang namanya turut dicantumkan dalam narasi tersebut yakni Dinas Kesehatan DKI akhirnya angkat bicara. Dijelaskan bahwa narasi yang terdapat dalam pesan tersebut adalah tidak benar alias hoaks.
Selengkapnya terdapat di penjelasan!
KATEGORI: FABRICATED CONTENT
===
SUMBER: PESAN BERANTAI WHATSAPP
===
NARASI:
Dki Jakarta, Jabar. Ada 600 yang kena. RS penuh dg kondisi anak2 Difteri. 38 sdh meninggal. Jadi memang kejadian luarbiasa. Dinkes DKI Jakarta mengadakan imunisasi masal sd 11 Des. Usia 1 sd 19 tahun
Hati2 jgn jajan yg pk cabe bubuk, Jgn jajan pk cabe kering seperti cabe di tahu bulat, otak2, dsb. pokoknya jgn pake cabe bumbu kering. Karena penuh penyakit dr kencing tikus, kasusnya byk yg meninggal karena penyakit difteri…
*PERHATIAN*
Utk kita2 yg keluarga atau putra putrinya suka mengkonsumsi jajanan dg menggunakan bumbu tabur (terutama yg mengandung cabe kering) spt… cilok, tahu crispy, singkong goreng atau yg lain, monggo dievaluasi kembali.
Knp? Di pabrik cabe tabur, tampak bahan cabe kering ditimbun di gudang tak peduli dijadikan sarang tikus.
Tentu saja KENCING TIKUS akan tercecer disana dan membahayakan.
Mari kita jaga keluarga kita.
*Gejala Difteri*
Difteri umumnya memiliki masa inkubasi atau rentang waktu sejak bakteri masuk ke tubuh sampai gejala muncul 2 hingga 5 hari. Gejala-gejala dari penyakit ini meliputi:
• Terbentuknya lapisan tipis berwarna abu-abu yang menutupi tenggorokan dan amandel.
• Demam dan menggigil.
• Sakit tenggorokan dan suara serak.
• Sulit bernapas atau napas yang cepat.
• Pembengkakan kelenjar limfe pada leher.
• Lemas dan lelah.
• Pilek. Awalnya cair, tapi lama-kelamaan menjadi kental dan terkadang bercampur darah.
DIHIMBAU UTK HATI2 saat ini DIFTERI sudah dinyatakan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB), jadi kalau tidak terpaksa betul, jangan jajan diluar ya. Tolong disampaikan pada semua keluarga dekat.
Penularan melalui droplet spt dari ludah , batuk, dll kaya penularan TBC. Jadi hindari tempat2 keramaian seperti tempat2 rekreasi dll ini khusus warga Jakarta, Jawa barat dan sekitarnya.
Info : Dinkes DKI Jakarta.
Kembali beredar informasi mengenai 600 orang terjangkit virus difteri. Pesan tersebut sebelumnya sudah pernah beredar, namun kini kembali dimunculkan oleh oknum tidak bertanggung jawab. Guna memberi penjelasan kepada masyarakat, pihak terkait yang namanya turut dicantumkan dalam narasi tersebut yakni Dinas Kesehatan DKI akhirnya angkat bicara. Dijelaskan bahwa narasi yang terdapat dalam pesan tersebut adalah tidak benar alias hoaks.
Selengkapnya terdapat di penjelasan!
KATEGORI: FABRICATED CONTENT
===
SUMBER: PESAN BERANTAI WHATSAPP
===
NARASI:
Dki Jakarta, Jabar. Ada 600 yang kena. RS penuh dg kondisi anak2 Difteri. 38 sdh meninggal. Jadi memang kejadian luarbiasa. Dinkes DKI Jakarta mengadakan imunisasi masal sd 11 Des. Usia 1 sd 19 tahun
Hati2 jgn jajan yg pk cabe bubuk, Jgn jajan pk cabe kering seperti cabe di tahu bulat, otak2, dsb. pokoknya jgn pake cabe bumbu kering. Karena penuh penyakit dr kencing tikus, kasusnya byk yg meninggal karena penyakit difteri…
*PERHATIAN*
Utk kita2 yg keluarga atau putra putrinya suka mengkonsumsi jajanan dg menggunakan bumbu tabur (terutama yg mengandung cabe kering) spt… cilok, tahu crispy, singkong goreng atau yg lain, monggo dievaluasi kembali.
Knp? Di pabrik cabe tabur, tampak bahan cabe kering ditimbun di gudang tak peduli dijadikan sarang tikus.
Tentu saja KENCING TIKUS akan tercecer disana dan membahayakan.
Mari kita jaga keluarga kita.
*Gejala Difteri*
Difteri umumnya memiliki masa inkubasi atau rentang waktu sejak bakteri masuk ke tubuh sampai gejala muncul 2 hingga 5 hari. Gejala-gejala dari penyakit ini meliputi:
• Terbentuknya lapisan tipis berwarna abu-abu yang menutupi tenggorokan dan amandel.
• Demam dan menggigil.
• Sakit tenggorokan dan suara serak.
• Sulit bernapas atau napas yang cepat.
• Pembengkakan kelenjar limfe pada leher.
• Lemas dan lelah.
• Pilek. Awalnya cair, tapi lama-kelamaan menjadi kental dan terkadang bercampur darah.
DIHIMBAU UTK HATI2 saat ini DIFTERI sudah dinyatakan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB), jadi kalau tidak terpaksa betul, jangan jajan diluar ya. Tolong disampaikan pada semua keluarga dekat.
Penularan melalui droplet spt dari ludah , batuk, dll kaya penularan TBC. Jadi hindari tempat2 keramaian seperti tempat2 rekreasi dll ini khusus warga Jakarta, Jawa barat dan sekitarnya.
Info : Dinkes DKI Jakarta.
Hasil Cek Fakta
PENJELASAN: Masyarakat dibuat heboh dengan beredarnya informasi melalui pesan berantai Whatsapp mengenai kejadian luar biasa yakni 600 orang terjangkit penyakit difteri. Dalam pesan yang beredar, disebutkan bahwa dari 600 orang yang terjangkit difteri, 38 diantaranya meninggal dunia. Si pembuat narasi juga menyebut, akibat dari kejadian tersebut Dinkes DKI akan melakukan imunisasi masal pada 11 Desember mendatang dengan Usia 1 hingga 19 tahun.
Menanggapi informasi tersebut, Dinkes DKI dengan cepat buka suara. Melalui media sosial Instagram resmi milik Dinkes DKI @DinkesDKI, ditegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar alias hoaks. Berikut pernyataan yang diterbitkan oleh Dinkes DKI:
INFORMASI HOAKS
.
Jika Bapak/Ibu menerima informasi seperti di atas, Kami pastikan informasi tersebut hoaks dan tidak berasal dari Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta.
Menanggapi informasi tersebut, Dinkes DKI dengan cepat buka suara. Melalui media sosial Instagram resmi milik Dinkes DKI @DinkesDKI, ditegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar alias hoaks. Berikut pernyataan yang diterbitkan oleh Dinkes DKI:
INFORMASI HOAKS
.
Jika Bapak/Ibu menerima informasi seperti di atas, Kami pastikan informasi tersebut hoaks dan tidak berasal dari Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta.
Rujukan
(GFD-2019-3141) [SALAH] Video Potongan Kanker Menjauhi Bawang Putih Mendekati Emas
Sumber: whatsapp.comTanggal publish: 07/10/2019
Berita
Beredar video yang memperlihatkan gumpalan berwarna hitam yang menjauh ketika didekati oleh bawang putih namun mendekati cincin. Dalam narasinya disebutkan bahwa gumpalan tersebut sel kanker. Berikut narasinya:
inilah potongan kanker setelah dikeluarkan dari tubuh pasien. ternyata kanker itu makhluk hidup, didekatkan bawang putih dia menjauh, tapi dikasih emas dia malah mendekat. Pantas kalo di dalam tubuh dia beranak dan memakan darah dan daging...mari kita jaga kesehatan, itulah sebabnya mengapa Rosululloh SAW melarang kaum pria memakai emas, karena partikel emas itu akan mengendap dalam darah, sedangkan bagi kaum wanita itu akan keluar bersama darah kotor ketika haid. SUBHANALLOH...,14 abad silam ternyata sudah diajarkan oleh Rosululloh, baru sekarang ter ungkap rahasianya. Semoga bermanfaat. Salaaam...
inilah potongan kanker setelah dikeluarkan dari tubuh pasien. ternyata kanker itu makhluk hidup, didekatkan bawang putih dia menjauh, tapi dikasih emas dia malah mendekat. Pantas kalo di dalam tubuh dia beranak dan memakan darah dan daging...mari kita jaga kesehatan, itulah sebabnya mengapa Rosululloh SAW melarang kaum pria memakai emas, karena partikel emas itu akan mengendap dalam darah, sedangkan bagi kaum wanita itu akan keluar bersama darah kotor ketika haid. SUBHANALLOH...,14 abad silam ternyata sudah diajarkan oleh Rosululloh, baru sekarang ter ungkap rahasianya. Semoga bermanfaat. Salaaam...
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, diketahui bahwa video itu merupakan isu Hoaks Lama Bersemi Kembali (HLBK). Sebab, isu tersebut sudah pernah dilakukan pemeriksaan fakta pada tahun 2017. Dari hasil pemeriksaan fakta dahulu, sejumlah dokter ahli penyakit dalam sudah membantah bahwa gumpalan hitam tersebut ialah sel kanker.
Dr Fielda Djuita SpRad(K) Onk Rad, menyebut hal tersebut sebagai hal yang tidak masuk akal. Pasalnya setiap kanker memiliki sifatnya tersendiri sehingga obat antara satu kanker dengan kanker yang lain tidak bisa sama.
“Misalnya kanker untuk payudara dengan prostat, itu saja sudah berbeda (obatnya),” jelasnya.
Dr Fielda juga mempertanyakan mengenai benda yang disebut-sebut sebagai potongan kanker dalam video tersebut.
“Itu jaringan apa kan kita enggak tahu, perlu diuji lebih lanjut. Tapi saya rasa tidak masuk akal, satu jenis kanker dengan kanker lainnya sudah beda-beda sifatnya. Kalau gitu, taruh saja bawang putih banyak-banyak di badan kita,” pungkasnya.
Senada dengan itu, Dr Sonar Soni Panegoro, SpB(K) Onk dari RS Kanker Dharmais juga memberikan pernyataan bahwa video tersebut adalah hoaks. Sebab, sel apa saja yang keluar dari tubuh akan mati kecuali dikultur atau dibiakkan dalam media tertentu.
“Dan kalau pun tumbuh akan terlihat 2-3 hari, jadi lambat sekali pergerakannya. Sehingga tidak mungkin bisa bergerak seperti itu. Kemudian sel kanker hidup itu warnanya putih kelabu kadang merah. Yang kehitaman kanker kulit melanoma,” paparnya.
Selain bantahan dari dokter tersebut, redaksi detik.com sudah pernah melakukan eksperimen terkait gumpalan hitam tersebut. Dari hasil eksperimen tersebut, ternyata gumpalan itu merupakan slime yang diberi warna hitam dan dimasukkan ferro atau besi ke dalamnya.
Dr Fielda Djuita SpRad(K) Onk Rad, menyebut hal tersebut sebagai hal yang tidak masuk akal. Pasalnya setiap kanker memiliki sifatnya tersendiri sehingga obat antara satu kanker dengan kanker yang lain tidak bisa sama.
“Misalnya kanker untuk payudara dengan prostat, itu saja sudah berbeda (obatnya),” jelasnya.
Dr Fielda juga mempertanyakan mengenai benda yang disebut-sebut sebagai potongan kanker dalam video tersebut.
“Itu jaringan apa kan kita enggak tahu, perlu diuji lebih lanjut. Tapi saya rasa tidak masuk akal, satu jenis kanker dengan kanker lainnya sudah beda-beda sifatnya. Kalau gitu, taruh saja bawang putih banyak-banyak di badan kita,” pungkasnya.
Senada dengan itu, Dr Sonar Soni Panegoro, SpB(K) Onk dari RS Kanker Dharmais juga memberikan pernyataan bahwa video tersebut adalah hoaks. Sebab, sel apa saja yang keluar dari tubuh akan mati kecuali dikultur atau dibiakkan dalam media tertentu.
“Dan kalau pun tumbuh akan terlihat 2-3 hari, jadi lambat sekali pergerakannya. Sehingga tidak mungkin bisa bergerak seperti itu. Kemudian sel kanker hidup itu warnanya putih kelabu kadang merah. Yang kehitaman kanker kulit melanoma,” paparnya.
Selain bantahan dari dokter tersebut, redaksi detik.com sudah pernah melakukan eksperimen terkait gumpalan hitam tersebut. Dari hasil eksperimen tersebut, ternyata gumpalan itu merupakan slime yang diberi warna hitam dan dimasukkan ferro atau besi ke dalamnya.
Kesimpulan
Berdasarkan hal tersebut, maka video yang tersebar melalui Whatsapp tersebut merupakan HLBK dengan kategori Fabricated Content atau Konten Palsu.
Rujukan
- https://www.facebook.com/groups/fafhh/permalink/994300994235769/
- https://turnbackhoax.id/2019/10/07/salah-video-potongan-kanker-menjauhi-bawang-putih-mendekati-emas/
- https://turnbackhoax.id/2017/11/09/hoax-potongan-kanker-bergerak-jauhi-bawang-putih/
- https://turnbackhoax.id/2017/11/16/berita-eksperimen-mengupas-hoax-potongan-kanker-yang-menjauhi-bawang-putih/
- https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-3719603/heboh-video-potongan-kanker-menjauhi-bawang-putih-ini-kata-dokter
- https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-3730047/eksperimen-mengupas-hoax-potongan-kanker-yang-menjauhi-bawang-putih
Halaman: 7485/7809






