• (GFD-2020-8257) [Fakta atau Hoaks] Benarkah Ahok Bakal Bubarkan Pertamina Jika dalam 7 Bulan Tak Untung?

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 03/09/2020

    Berita


    Video ketika Komisaris Utama PT Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, diwawancara beredar di media sosial. Video itu memuat teks yang berbunyi, "Viral! Sesumbar Ahok: 7 Bulan Gak Untung Gua Bubarin, Ehh Sekarang Tekor 11 Triliun." Video ini menyebar tak lama setelah Pertamina tercatat mengalami kerugian sekitar Rp 11 triliun pada semester I 2020.
    Dalam video itu, Ahok pun berkata, "Enggak ada lagi cerita APBN setor duit kepada BUMN, yang ada BUMN mesti setor duit kepada APBN dong. Masa' tiap tahun mesti disuntik. Yang enggak beres ya dibubarin atau digabung." Lalu, pewawancara bertanya, "Anda optimistis ini bisa jalan ini?" Ahok pun menanggapi, "Ya tujuh bulan juga udah mulai keliatan kok. Gue udah bilang, kalau enggak gue bubar, gue berhenti nih, gue bilang."
    Di Twitter, video itu dibagikan salah satunya oleh akun @_KingPurwa pada 26 Agustus 2020. Akun ini pun menulis, "Sekali lagi plisss jgn di RT, kesian! bikin malu soalnya, dah di depak dari 500 Fortune Global, rugi pulak!" Hingga artikel ini dimuat, unggahan itu telah di-retweet lebih dari 4.800 kali dan disukai lebih dari 6.100 kali.
    Gambar tangkapan layar unggahan akun Twitter @_KingPurwa.
    Apa benar Ahok bakal bubarkan Pertamina jika tujuh bulan tak untung?

    Hasil Cek Fakta


    Untuk memverifikasi klaim tersebut, Tim CekFakta Tempo mula-mula tim menelusuri jejak digital video itu dengan mengambil gambar tangkapan layarthumbnail-nya dan memasukkannya kereverse image toolGoogle serta Yandex. Lewat cara ini, ditemukan bahwa video itu merupakan potongan dari video Instagram Live wawancara Andy dengan Ahok.
    Hal ini terlihat dari baju yang dikenakan Ahok, berkerah dan berwarna hitam, serta bentuk lemari kayu yang berada di belakang Ahok. Suara pria yang terdengar dalam video unggahan akun @_KingPurwa pun sama dengan suara Andy. Begitu pula dengan pernyataan-pernyataan yang mereka ucapkan.
    Video itu diunggah oleh akun Instagram Kick Andy, @kickandyshow, pada 27 Juni 2020. Video berdurasi 1 jam 18 menit itu diberi judul "Apa Kabar Pak Ahok". Video tersebut juga diunggah oleh kanal YouTube Kick Andy Show pada 2 Juli 2020 dengan judul yang sama, namun dibagi menjadi empat video.
    Terkait potongan video yang viral, bahwa Ahok menyebut soal pembubaran, terdapat pada menit 58:22 video Instagram Live atau menit 12:07 video di YouTube bagian ketiga. Awalnya, pada menit 8:30 video di YouTube, Andy bertanya soal alasan Ahok menerima jabatan sebagai Komut Pertamina.
    Ahok menjelaskan panjang lebar. Dia menyatakan ingin membantu Presiden Joko Widodo atau Jokowi dalam mengurangi defisit neraca berjalan. Dia juga ingin meningkatkan kinerja Pertamina di kancah global. Selain itu, mengemban jabatan tersebut menjadi portofolio baginya.
    Ahok pun menceritakan program-programnya di Pertamina. Pertama, dia menyinggung soal perubahan sistem jenjang karier di Pertamina, dengan menerapkan semacam lelang jabatan. Lalu, dia membicarakan soal tim transformer di dewan komisaris yang berisi anak-anak muda terbaik Pertamina. Berikut ini transkrip lengkap penjelasan Ahok berikutnya:
    "Kalau saya bisa membuat transformasi yang baik di Pertamina, harusnya bisa jadi model untuk seluruh BUMN. Misalnya, kita lagi buatprocurement(pengadaan) itu satu pintu, dengan harga perkiraan sendiri itu, yang online persis saya bikine-procurementdi DKI lah. Nah, kalau itu bisa diberlakukan di seluruh BUMN, dengan daya tawar kita butuh barang dengan kontrol harga seperti itu, ini bisa hemat uang banyak banget. Dan ke depan, Kementerian BUMN bisa dibubarkan kalau sudah bisago public. Rakyat memiliki, dia kontrol, untuk apa ada Kementerian BUMN? Enggak ada lagi cerita APBN setor duit kepada BUMN, yang ada BUMN mesti setor duit kepada APBN dong. Masa' tiap tahun mesti disuntik. Yang enggak beres ya dibubarin atau digabung."
    Lalu, Andy bertanya, "Anda optimistis ini bisa jalan ini?" Ahok pun menanggapi, "Ya tujuh bulan juga udah mulai keliatan kok. Gue udah bilang, kalau enggak gue bubar, gue berhenti nih, gue bilang nih."
    Lewat video yang lengkap ini, diketahui bahwa konteks pernyataan Ahok adalah soal program yang sedang ia jalankan di Pertamina, yaknie-procurement. Ahok meyakini efek dari program tersebut akan mulai terlihat dalam tujuh bulan ke depan. Jika tidak, Ahok akan "bubar" atau berhenti. Kata-kata "tujuh bulan" itu tidak merujuk pada pembubaran Pertamina jika merugi.
    Terkait pembubaran pun, Ahok tidak secara spesifik merujuk pada Pertamina. Konteksnya adalah soal BUMN di mana BUMN yang tidak beres bisa dibubarkan atau digabung dengan BUMN lain. Menurut Ahok, jikae-procurementbisa diadopsi oleh seluruh BUMN, BUMN bakal menghemat anggaran yang cukup besar. Dengan demikian, tidak akan ada lagi BUMN yang mesti mendapatkan suntikan dana dari APBN.
    Sebab Pertamina Rugi
    Dikutip dari arsip berita Tempo pada 26 Agustus 2020, Vice President Communication Pertamina Fajriyah Usman menjelaskan kerugian yang dihadapi perusahaan sepanjang semester I 2020. "Pertamina menghadapi triple shock," ujarnya seperti dikutip dari siaran pers pada 24 Agustus 2020.
    Menurut Fajriyah, ketiga syok itu adalah penurunan harga minyak mentah dunia, penurunan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) di dalam negeri, serta pergerakan nilai tukar dolar Amerika Serikat yang berdampak pada selisih kurs yang cukup signifikan. “Pandemi Covid-19 dampaknya sangat signifikan bagi Pertamina," tuturnya.
    Dengan penurunan permintaan, depresiasi rupiah, dan juga harga minyak mentah yang berfluktuasi sangat tajam, kata Fajriyah, kinerja keuangan Pertamina sangat terdampak.
    Dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian Pertamina (tidak diaudit) per 30 Juni 2020, terlihat perusahaan merugi US$ 767,92 juta atau sekitar Rp 11,13 triliun. Perhitungan tersebut menggunakan asumsi kurs Rp 14.500 per dolar AS.
    Meski tercatat merugi, Pertamina mencatatkan laba operasi pada Juni 2020 sebesar US$ 443 juta dan EBITDA sebesar US$ 2,61 miliar. Hal tersebut, kata Fajriyah, menunjukkan bahwa kegiatan operasional Pertamina tetap berjalan dengan baik.

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa Ahok bakal bubarkan Pertamina jika tujuh bulan tak untung menyesatkan. Klaim itu dilengkapi dengan video wawancara Ahok dengan Andy F. Noya, pembawa acara Kick Andy, yang telah dipotong. Dalam video utuhnya, diketahui bahwa konteks pernyataan Ahok adalah soal program yang sedang ia jalankan di Pertamina, yakni e-procurement. Ahok meyakini efek program itu akan terlihat dalam tujuh bulan ke depan. Kata-kata "tujuh bulan" tidak merujuk pada pembubaran Pertamina jika merugi. Terkait pembubaran pun, Ahok tidak secara spesifik merujuk pada Pertamina. Konteksnya adalah soal BUMN di mana BUMN yang tidak beres bisa dibubarkan atau digabung dengan BUMN lain.
    IBRAHIM ARSYAD | ANGELINA ANJAR SAWITRI
    Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id

    Rujukan

  • (GFD-2020-8258) [Fakta atau Hoaks] Benarkah Campuran Air Kelapa, Jeruk Nipis, dan Garam Bisa Matikan Virus Corona Covid-19?

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 03/09/2020

    Berita


    Klaim bahwa campuran air kelapa muda, jeruk nipis, dan garam bisa mematikan virus Corona Covid-19 beredar di media sosial. Menurut klaim itu, meminum campuran air satu biji kelapa muda, satu biji jeruk nipis, dan satu sendok makan garam bisa menghilangkan virus Corona dalam waktu satu jam.
    Di Facebook, klaim itu dibagikan salah satunya oleh akun Ita Yurita pada 31 Agustus 2020. Berikut ini isi unggahan akun tersebut:
    “Yth Bapak / Ibu, Mhn izin Kami Share informasi, semoga bermanfaat..??Tolong bantu dikasih tahu ke saudara² kita yg kena covid 19..Ini obat pemberian dari TUHAN yg mudah didapat yg sangat manjur..1 biji air kelapa muda 1 biji jeruk nipis diperas1 sendok makan garamSemuanya diaduk dan diminum airnya... dijamin 1 jam kemudian virusnya akan hilang....Mudah mudahan semua dalam keadaan sehat walafiat..Info dari teman yg kakaknya di kota Bau Bau Sulawesi Tenggara.. obat herbal ini sangat manjur.....Bisa di infokan ke saudara,teman atau keluarga kita terima kasih.....Indahnya Berbagi”
    Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Ita Yurita.
    Apa benar campuran air kelapa, jeruk nipis, dan garam bisa membunuh virus Corona Covid-19?

    Hasil Cek Fakta


    Dilansir dari Liputan6.com, farmakolog Universitas Gadjah Mada (UGM) Zullies Ikawati mengatakan campuran air kelapa, jeruk nipis, dan garam belum terbukti secara klinis dapat mematikan virus Corona Covid-19. Zullies pun meminta masyarakat tidak mudah menerima informasi yang belum terbukti kebenarannya semacam itu. "Jika ada kabar-kabar begitu, yang belum ada buktinya, sebaiknya tidak langsung diterima," kata Zullies.
    Guru Besar Fakultas Farmasi UGM ini mengatakan menemukan obat Covid-19 bukanlah hal yang mudah, harus dilakukan penelitian mendalam untuk membuktikannya. "Jika kebetulan saja sembuh ketika minum air kelapa, ya mungkin saja. Tapi apakah bisa lebih cepat sembuh dari pada yang tidak minum? Apakah sudah ada buktinya?" tutur Zulies.
    Menurut Zullies, untuk memastikan efek suatu terapi atau obat, harus ada desain dan pembandingnya. "Jika hanya sekelompok orang yang minum air kelapa bisa sembuh, apakah sekelompok orang lain yang tidak minum juga sembuh? Ada perbedaan kecepatan sembuhnya tidak?" papar Zullies.
    Saat ini, menurut Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, beberapa pengujian obat Covid-19 sedang berlangsung. Namun, hingga kini, tidak ada obat yang berlisensi untuk mengobati ataupun mencegah Covid-19. Tidak ada pula bukti bahwahydroxychloroquinebisa menyembuhkan atau mencegah Covid-19.
    Menurut ahli epidemiologi, Dicky Budiman, klaim bahwa air garam dapat membunuh virus Corona pun merupakan klaim yang salah. Dia menjelaskan, ketika virus menempel pada reseptor ACE2 di tubuh manusia, virus tersebut akan masuk ke dalam sel. "Artinya, mau minum air garam atau alkohol tidak akan berpengaruh," katanya.
    Serupa dengan pernyataan WHO, Deputi Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Rita Endang mengatakan, hingga saat ini, belum ada obat atau vaksin definitif untuk Covid-19. Dilansir dari Kompas.com, Rita menuturkan bahwa obat atau vaksin Covid-19 masih dalam tahap pengujian.
    Endang mengatakan, per 25 Agustus 2020, ada 31 kandidat vaksin Covid-19 yang sudah masuk tahap uji klinis. Dari puluhan kandidat tersebut, BPOM mendampingi tiga kandidat vaksin Covid-19 untuk Indonesia, yaitu yang dikerjakan oleh Bio Farma dengan Sinovac, Kimia Farma dengan G42, dan Kalbe Farma dengan Genexine.
    "Kedua produsen (Bio Farma-Sinovac dan Kimia Farma-G42) menggunakan platform inactivated virus. Kemudian, satu lagi adalah Kalbe Farma-Genexine, menggunakan platform DNA. Ini adalah ketiga vaksin yang sedang dikawal BPOM. Lainnya ada 142 yang masih dalam tahap pra-klinik dengan binatang percobaan," ujar Endang.

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa campuran air kelapa, jeruk nipis, dan garam bisa membunuh virus Corona Covid-19 keliru. Menurut WHO dan BPOM, hingga kini, belum ada obat definitif untuk mengobati ataupun mencegah Covid-19. Menurut ahli epidemiologi, klaim bahwa air garam dapat membunuh virus Corona pun salah. Ketika menempel pada reseptor ACE2 di tubuh manusia, virus akan masuk ke dalam sel. Artinya, minum air garam tidak akan berpengaruh.
    ZAINAL ISHAQ
    Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id

    Rujukan

  • (GFD-2020-4895) [SALAH] “Wapres Amerika Mike Pence meminta umat Islam yang menuntut hukum syariah meninggalkan Amerika”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 02/09/2020

    Berita

    Akun Laksmono Hendro Purwanto (fb.com/elha.p.schwarz) membagikan postingan akun Kesaksian MISI (fb.com/250427832154597) yang berisi klaim sebagai berikut:

    “PIDATO WAPRES AMERIKA MIKE PENCE, SEMUA ORANG MUSLIM YANG BERCITA-CITA MENUNTUT HUKUM SYARIAH UNTUK MENINGGALKAN AMERIKA PADA HARI RABU INI!!
    AMERIKA TIDAK BUTUH MUSLIM FANATIK, JIKA MEREKA DATANG KE AMERIKA MEREKA HARUS MENGHORMATI BUDAYA KAMI DAN BERADAPTASI DENGAN KAMI, BUKAN KAMI BERADAPTASI DENGAN MEREKA!!”

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran Tim CekFakta Tempo, klaim adanya pidato Wapres Amerika Mike Pence yang meminta muslim yang menuntut hukum syariah meninggalkan Amerika adalah klaim yang salah.

    Faktanya, klaim itu adalah modifikasi dari hoaks serupa yang pernah menimpa mantan Perdana Menteri Australia, Julia Gillard, pada 2011. Baik Pence dan Gillard tidak pernah melontarkan pernyataan seperti narasi yang beredar tersebut.

    Dilansir dari Tempo.co, hoaks soal pidato Pence ini pernah beredar di media sosial Indonesia pada 2017. Tempo mendapatkan dokumentasi penyebaran pidato palsu itu dari situs Detik.com. Pada 25 Januari 2017, Detik menurunkan artikel berjudul “Pidato Wapres AS Hoax, Jangan Disebarkan!”. Artikel tersebut memuat pernyataan analis keamanan siber Alfons Tanujaya bahwa pidato tersebut adalah terjemahan dari hoaks berbahasa Inggris. Sebelumnya, hoaks tersebut menyerang mantan Perdana Menteri Australia Julia Gillard dengan beberapa teks yang telah dimodifikasi.

    Organisasi pemeriksa fakta Amerika, Snopes, mencatat hoaks pidato Gillard tersebut telah beredar sejak 2011. Tiga paragraf pertama pidato palsu yang beredar dalam bahasa Inggris berbunyi:

    “Prime Minister Julia Gillard – Australia
    Muslims who want to live under Islamic Sharia law were told on Wednesday to get out of Australia, as the government targeted radicals in a bid to head off potential terror attacks.
    Separately, Gillard angered some Australian Muslims on Wednesday by saying she supported spy agencies monitoring the nation’s mosques.”

    Faktanya, menurut Snopes, Gillard tidak pernah membuat pernyataan sebagaimana yang termuat dalam pidato tersebut. Beberapa paragraf pertama yang mengklaim “muslim yang ingin hidup di bawah hukum Syariah Islam diminta untuk keluar dari Australia” sebenarnya merujuk pada isi debat politik terkait masalah terorisme domestik di Australia setelah pengeboman London Tube, Inggris, pada Juli 2005. Perdebatan itu terjadi ketika yang menjabat sebagai PM Australia adalah John Howard, bukan Julia Gillard.

    Pada 2020, informasi palsu yang mencatut nama Gillard tersebut kembali beredar, seperti yang didokumentasikan oleh Reuters dalam artikel cek faktanya yang berjudul “Fact check: Anti-immigration remarks wrongly attributed to former Australian PM Julia Gillard”.

    Setelah Gillard, hoaks serupa juga menimpa Wapres Amerika Mike Pence sejak 2017. Hoaks itu menyebar setelah warganet Amerika membagikan ulang cuitan Pence di Twittwe pada 8 Desember 2015 saat ia masih menjabat sebagai Gubernur Indiana. Cuitan tersebut berisi ketidaksetujuan Pence atas pelarangan warga Muslim ke Amerika.

    “Calls to ban Muslims from entering the U.S. are offensive and unconstitutional. — Governor Mike Pence (@GovPenceIN) December 8, 2015”

    Dilansir dari Snopes, cuitan Pence ini beredar setelah Presiden Amerika Donald Trump menandatangani perintah eksekutif berjudul “Perlindungan Bangsa dari Masuknya Teroris Asing ke Amerika Serikat”. Perintah tersebut melarang semua orang dari negara-negara tertentu yang rawan teror memasuki Amerika selama 90 hari dan menangguhkan Program Penerimaan Pengungsi Amerika selama 120 hari sampai program tersebut dipulihkan.

    Negara-negara yang terkena dampak dari kebijakan itu adalah Iran, Irak, Suriah, Sudan, Libya, Yaman dan Somalia, menurut seorang pejabat Gedung Putih. Saat Trump menandatangani perintah tersebut, Pence berdiri di belakangnya dan bertepuk tangan.

    Kesimpulan

    Modifikasi dari hoaks serupa yang pernah menimpa mantan Perdana Menteri Australia, Julia Gillard, pada 2011. Baik Pence dan Gillard tidak pernah melontarkan pernyataan seperti narasi yang beredar tersebut.

    Rujukan

  • (GFD-2020-4896) [SALAH] Video Komplek Perumahan Angker dan Rawan Rampok

    Sumber: twitter.com
    Tanggal publish: 02/09/2020

    Berita

    “gue yakin lo semua bisa liat jelas ada siapa di rumah orange yang terakhir please jelas banget gue sampe cuma bisa ketawa.”

    Hasil Cek Fakta

    Akun Twitter 紅良律桜 (@furisouru) mengunggah narasi dan video dari akun TikTok milik @nabilaziruss yang menyatakan Komplek Bumi Landasan Ulin, Banjarbaru Barat, terlihat angker dan seperti tak berpenghuni pada 28 Agustus 2020. Unggahan tersebut telah dilihat sebanyak 1.2 juta kali serta mendapatkan 34.9 ribu likes, 11 ribu retweets dan 2.1 ribu komentar.

    Berdasarkan hasil penelusuran, dikutip dari portal berita Kalsel Pos, Bhabinkamtibmas Polsek Banjarbaru Barat, Bripka Setiya Pramono membantah unggahan akun tersebut. Menurutnya, komplek tersebut selalu dilakukan Patroli Rutin dengan para warga yang bertempat tinggal disana.

    “Disini ada sekitar 15 sampai 20 Kepala Keluarga, aktivitas warga pun juga masih ada. Jadi video yang menyatakan tidak berpenghuni itu tidak benar,” ucap Bripka Setiya Pramono.

    Ia juga menegaskan, agar masyarakat tidak mudah terpengaruh dengan video yang belum tentu kebenarannya.

    “Saya berharap agar masyarakat luas tidak mudah terpengaruh, sebab video itu tidak benar. Karena di kawasan sini ada aktivitas warga nya, dan saya pribadi melakukan Patroli Rutin, serta selalu bersilaturahmi dengan warga,” tambahnnya.

    Sebagai tambahan, Polres Banjarbaru melalui akun Instagram resminya (@polres_banjarbaru) mengkonfirmasi bahwa video TikTok tersebut tidak benar adanya. Dalam narasi unggahan konfirmasi tersebut, pernyataan berupa tulisan yang dimuat dalam video TikTok itu hanya berdasarkan asumsi diri sendiri yang berlebihan. Dikonfirmasi juga bahwa benar ada beberapa rumah yang tidak berpenghuni, namun yang dimasukkan oleh si pembuat video hanya rumah-rumah yang memang tidak berpenghuni, padahal masih terdapat banyak rumah yang berpenghuni di sekitar komplek dan komplek tersebut juga tidak rawan rampok atau banyak hantu.

    Dengan demikian, unggahan akun Twitter 紅良律桜 (@furisouru) dapat dikategorikan sebagai Konten yang Menyesatkan. Hal ini dikarenakan komplek perumahan yang diduga tidak berpenghuni dan angker tidak benar adanya.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Renanda Dwina Putri (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Pendidikan Indonesia).

    Narasi yang salah. Faktanya, Komplek Perumahan Bumi Landasan Ulin Banjarbaru masih berpenghuni dan tidak angker maupun rawan rampok seperti yang dikonfirmasi oleh Bhabinkamtibmas Polsek Banjarbaru Barat, Bripka Setiya Pramono.

    Rujukan