• (GFD-2020-3848) [SALAH] Alfamart Menyumbangkan 6000 Kupon Untuk Membantu Melawan COVID-19

    Sumber: whatsapp.com
    Tanggal publish: 22/04/2020

    Berita

    Beredar sebuah informasi yang menyebutkan jika Alfamart menyumbangkan 6000 kupon gartis dengan nilai 2 juta rupiah untuk membantu melawan COVID-19.

    Berikut kutipan narasinya:

    “Alfamart ???? akan menyumbangkan 6.000 kupon gratis senilai Rp 2.000.000 untuk membantu melawan Covid-19. Saya baru saja mengambil voucher saya di sini: https://t[dot]co/R8nJz1ubpQ”

    _*Kupon Rp 2.000.000 dari Alfamart*_

    _Buruan Dapatkan dari Alfamart_
    _*Alfamart* 🛒 Memberikan 9.000 kupon gratis senilai Rp2.000.000._
    _*Klik Di Bawah 👇*_
    _http://alfamart.gratisurl.xyz_

    http://alfamartkupons.gifts945.com/?c=tahunbaru

    05:39:14

    Hasil Cek Fakta

    Setelah melakukan penelusuran, diketahui bahwa Alfamart tidak pernah mengadakan program penyumbangan 6000 kupon gratis dengan nilai Rp2 juta untuk melawan COVID-19. Corporate Communication GM Alfamart, Nur Rachman menyebutkan bahwa PT Sumber Alfaria Trijaya, Tbk tidak mengadakan kuis atau kegiatan survei dengan imbalan hadiah seperti yang tertera di website/situs berikut: 6.000 kupon gratis senilai Rp 2.000.000 untuk membantu melawan COVID-19.

    “Kami mohon masyarakat agar waspada terhadap pihak-pihak yang mengatasnamakan Alfamart dengan memberi iming-iming hadiah atau voucher belanja, karena situs tersebut tidak benar dan bukan dari situs resmi kami. Penawaran voucher hanya melalui nomor resmi Whatsapp Alfamart di 08111500959,” ujar Nur Rachman.

    Selain itu PT Sumber Alfaria Trijaya, Tbk juga telah melaporkan melalui surat elektronik kepada Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementrian Komunikasi dan Informatika RI untuk memblokir situs tersebut dan menyatakan jika pesan terseut adalah hoaks yang dapat merugikan dan menyesatkan masyarakat banyak.

    Racham juga mengharapkan kepada konsumen untuk tetap waspada apabila mendapatkan tawaran seperti pesan tersebut. Semua yang berkaitan dengan pemberian voucher atau promo oleh Alfamart hanya melalui situs resmi www.alfamartku.com, akun media sosial facebook Alfamart, instagram www.instagram.com/alfamart, twitter www.twitter.com/alfamart dan nomor resmi WhatsApp Alfamart 08111500959. Diluar dari semua akun sosial media diatas adalah informasi tidak benar.

    Kesimpulan

    Berdasarkan bantahan dalam penjelasan di atas mengenai informasi yang menyebutkan jika Alfamart menyumbangkan 6000 kupon gratis adalah tidak benar, maka pesan tersebut masuk ke dalam Konten Palsu.

    Rujukan

  • (GFD-2020-3849) [SALAH] Dari Ratusan Ribu Tahanan Tidak Ada Satupun Aktivis Islam yang Dibebaskan di Tengah Wabah COVID-19

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 22/04/2020

    Berita

    Akun Facebook Uci Gilang memposting foto Bahar Smith dan Abu Bakar Ba’asyir pada 19 April 2020 yang diikuti dengan narasi bahwa tidak ada satupun aktivis Islam yang dibebaskan dari ratusan ribu tahanan di tengah wabah COVID-19.

    Berikut kutipan narasinya:

    “Karena COVID-19 Para penjahat di bebaskan dgn aneka kejahatan.
    para alim ulama, Aktivis Islam yg di penjara tdk satu pun di bebaskan.

    #Tanda_tanya????..

    Penjahat bebas ,Sekarang banyak kejahatan begal di mana2..mencari kesempatan karena COVID-19

    RATUSAN RIBU TAHANAN DENGAN ANEKA KEJAHATAN TIDAK SATUPUN AKTIVIS ISLAM YANG DIBEBASKAN”

    Hasil Cek Fakta

    Dari hasil penelusuran, informasi tersebut adalah tidak benar.

    Kuasa hukum Bahar Smith, Ichwan Tuankotta membenarkan bahwa Bahar menolak tawaran yang disampaikan oleh penanggung jawab Lapas Pondok Rajeg Cibinong, Bogor untuk dibebaskan.

    Dilansir dari tirto.id, kuasa hukum lain Bahar Smith, Aziz Yanuar, mengungkapkan alasan Bahar menolak dibebaskan karena tidak mau dianggap utang budi pada rezim zalim dan juga lebih memilih mengajar terlebih dahulu di lapas untuk menunjukan tanggung jawabnya.

    "Beliau tegas tidak mau dianggap utang budi pada rezim zalim dan banyak murid yang masih diajar di dalam” kata Aziz, menjelaskan kenapa kliennya menolak penawaran.

    Meski hanya untuk narapidana umum dengan syarat yang telah ditentukan, terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba'asyir juga mengajukan pembebasan melalui surat permohonan Nomor: 20/TPM/Adm/IV/2020 tanggal 3 April 2020 yang ditujukan kepada Presiden Joko Widodo dan Yasonna Laoly, Adapun alasan dari pengajuan pembebasan Ba’asyir adalah faktor usia dan kesehatannya.

    Sedangkan dikutip dari detik.com, Kepala Bagian Humas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kemenkum HAM, Rika Aprianti, kepada wartawan jumlah tahanan yang dibebaskan per 20 April adalah 38.822 napi. Untuk diketahui pembebasan tersebut berdasarkan Permenkum HAM Nomor 10 Tahun 2020 dan Keputusan Menkum HAM Nomor 19.PK.01.04 Tahun 2020.

    “Total data asimilasi dan integrasi adalah 38.822 napi” kata Rika kepada wartawan.

    Adapun Napi yang bebas berdasarkan aturan itu hanyalah narapidana umum dan napi anak. Sedangkan napi koruptor, napi narkotika, dan napi terorisme tidak termasuk.

    Kesimpulan

    Atas penjelasan tersebut yang menyebutkan bahwa tidak ada satupun aktivis Islam yang dibebaskan dari ratusan ribu tahanan di tengah wabah COVID-19 adalah tidak benar dan masuk ke dalam kategori konten yang salah.

    Rujukan

  • (GFD-2020-4884) [SALAH] “Italia Mengumumkan Penyerahannya”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 22/04/2020

    Berita

    “💔😭
    Italia Mengumumkan Penyerahannya💔
    Perdana Menteri mengatakan:
    Kontrol kami hilang. Penyakit Menular Membunuh Kami. Semua kemungkinan bantuan di bumi sudah berakhir .💔💔

    💔💔”.



    (“💔😭
    Italy Announces Its Surrender💔
    Prime Minister says:
    Our control is gone.Infectious Disease is Killing Us.All the possible relief on earth is over.💔💔

    💔💔”)

    Hasil Cek Fakta

    SUMBER membagikan foto-foto korban gempa bumi di Zagreb (Kroasia) dan pertunjukan seni di Frankfurt (Jerman), TIDAK terkait Italia. SUMBER menambahkan narasi yang salah yang menimbulkan kesimpulan keliru.

    Rappler: “Fakta-fakta: Tidak ada pernyataan atau laporan resmi dari organisasi berita yang kredibel membawa kutipan yang diduga dari Conte ini. Grafik dan tangkapan layar juga tidak menunjuk ke sumber kutipan.”

    EcoWatch: “Gempa bumi berkekuatan 5,4 skala Richter melanda Zagreb, Kroasia pagi ini – yang terkuat dalam 140 tahun! Hatiku hancur melihat rumah sakit dievakuasi seperti ini selama #coronavirus dengan pasien dan ibu dengan bayi mereka yang baru lahir kedinginan”

    Kesimpulan

    Klaim tanpa dasar. Foto-foto yang dibagikan adalah korban gempa bumi di Zagreb (Kroasia) dan pertunjukan seni di Frankfurt (Jerman), TIDAK terkait Italia.

    Rujukan

  • (GFD-2020-4885) [SALAH] Semua Pasien Positif Covid-19 di Padang Dinyatakan Sembuh

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 22/04/2020

    Berita

    “KABAR BAIK DARI KOTA PADANG, SEMUA PASIEN POSITIF CORONA DINYATAKAN SEMBUH,” tulis akun Facebook Doni Pratama, Selasa (31/3).

    =====

    Hasil Cek Fakta

    Akun Facebook Doni Pratama mengunggah gambar seseorang yang berdiri dan menggunakan Hazmat dengan seorang pria yang tertidur di ranjang seperti yang ada di rumah sakit. Dalam gambar tersebut terdapat tulisan terkait virus Corona atau Covid-19.

    Berikut narasi lengkapnya:
    “KABAR BAIK DARI KOTA PADANG, SEMUA PASIEN POSITIF CORONA DINYATAKAN SEMBUH,” tulis akun Facebook Doni Pratama, Selasa (31/3).

    Selain narasi tersebut, terdapat juga narasi yang berbuny, “Semoga pasien yg di nyatakan positif corona di bukittinggi sembuh semua seperti kabar baik dari padang. semoga Allah swt memusnahkan virus ini selamanya,corona musnah sebelum jelang Ramadhan. Amiin Tolong di amiinkan gaes.”

    Setelah ditelusuri melalui mesin pencari, diketahui unggahan akun Doni Pratama adalah tidak benar atau keliru.

    Foto yang diunggah diketahui bukanlah foto terkait Covid-19 di Padang maupun Bukittinggi. Tetapi foto itu adalah karya dari Jurnalis Kompas yaitu Daspriani Y. Zamzami.

    Foto itu dijadikan sampul oleh kompas.com di antaranya pada artikel “Menyebar ke 18 Negara, Berikut 100 RS Rujukan Pasien Virus Corona di Indonesia” yang ditayangkan pada Senin (30/1). Keterangan pada foto tersebut dituliskan, “Seorang petugas di RSU Zainal Abidin Banda Aceh mengambil sampel darah untuk diperiksa dari seorang mahasiswa asal Aceh yang belajar di China dan baru tiba di Banda Aceh, Rabu (29/1/2020). Mahasiswa ini diperiksa atas permintaannya sendiri untuk memastikan kesehatan tubuhnya sebelum ia menjumpai anggota keluarganya.”

    Kemudian, terkait klaim semua pasien positif Covid-19 di Padang dinyatakan sembuh pada Selasa 31 Maret 2020, itu pun juga keliru. Dari pemberitaan detik.com dan kompas.com pada Sabtu 28 Maret 2020 diketahui sudah ada pasien positif Covid-19 yang meninggal di Padang. Ini dapat dilihat pada artikel yang berjudul “Pasien Corona Meninggal di Padang Awalnya Dirawat dengan Keluhan Mag” dan “Satu Pasien Positif Covid-19 di Kota Padang Meninggal Dunia.”

    Kesimpulan

    Sudah ada pasien positif Covid-19 yang meninggal di Padang pada Sabtu 28 Maret 2020, sebelum klaim akun Facebook Doni Saputra pada Selasa 31 Maret 2020 yang mengatakan belum ada pasien postif Covid-19 di Padang yang meninggal.

    Rujukan