• (GFD-2020-3850) [SALAH] Video Korban Begal di Terminal Bratang Surabaya

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 23/04/2020

    Berita

    Beredar postingan video yang diklaim sebagai korban pembegalan. Dalam narasi disebutkan lokasi terjadinya pembegalan ialah di terminal Bratang, Surabaya. Berikut kutipan narasinya:

    "“Korban begal .terminal bratang surabaya”

    Hasil Cek Fakta

    Melalui hasil penelusuran, diketahui bahwa klaim tersebut keliru. Kapolsek Gubeng, Kompol Naufil menegaskan jika video tersebut adalah hoaks.

    Rekaman video itu bukanlah korban begal melainkan korban penganiayaan dan kini sudah ditangani polisi.

    Bahkan, kejadian dalam rekaman video itu terjadi satu minggu yang lalu, Senin (13/4/2020) dini hari.

    "Itu tidak benar, kejadian itu bukan begal, melainkan pengeroyokan. Tidak ada barang berharga korban yang hilang. Korban sudah melaporkan saat kejadian itu seminggu lalu. Dan sudah kami selidiki," kata Naufil, Selasa (21/4/2020).

    Hal serupa diungkapkan oleh Kanit Reskrim Polsek Gubeng, AKP Imaculata Sherly Mayasari. Ia menyampaikan, video tersebut merupakan korban penganiayaan.

    “Itu videonya sudah sekitar satu minggu lalu. Bukan begal, tapi penganiayaan,” jelas Sherly.

    Sherly menegaskan, berdasarkan laporan yang diterima pihaknya, korban tersebut bukan korban pembegalan. “Iya memang bukan begal. Info yang kami terima adalah penganiayaan,” tegasnya.

    Pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah percaya dengan berita yang belum tentu ada kebenarannya. Terlebih isu soal aksi kriminal seperti itu. “Maka dari itu sebaiknya jangan dishare ke medsos kalau belum tentu jelas kebenarannya,” tandasnya.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penjelasan tersebut, maka klaim pada konten tersebut keliru. Oleh sebab itu, konten tersebut masuk ke dalam kategori Misleading Content atau Konten yang Menyesatkan.

    Rujukan

  • (GFD-2020-4887) [SALAH] Bagi yang Berkeliaran Saat PSBB di Kota Bandung akan Dipukul Rotan oleh Aparat

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 23/04/2020

    Berita

    “PSBB KOTA BANDUNG RAYA HARI SENIN MULAI JAM 14 00 WIB”

    Hasil Cek Fakta

    Beredar unggahan video yang telah di tambahkan narasi oleh akun Dedi Supriadi melalui Facebook bahwa pihak Kepolisian sedang mensosialisasikan PSBB Kota Bandung Raya diterapkan mulai hari Senin pukul 14.00, bagi warga yang masih melanggar akan diancam dipukul dengan rotan oleh aparat.

    Berdasarkan hasil penelusuran video tersebut telah beredar sebelumnya di akun Youtube Sales jalanan dengan judul “Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Mulai Berlaku Di Kabupaten Jayapura Propinsi Papua” yang tayang pada 18 April 2020. Dalam video tersebut pihak kepolisian mengatakan bahwa mulai hari Senin semua pertokoan serta aktivitas warga berakhir pada pukul 14.00 WIT karena akan diterapkan PSBB di Sentani, Kabupaten Jayapura. Disebutkan juga hanya Tim Medis dan aparat TNI/POLRI yang diperbolehkan beraktivitas.

    Dikutip melalui prfmnews.pikiran-rakyat.com, Wakapolrestabes Bandung, AKBP Yade Setiawan Ujung menegaskan jika polisi yang terlihat dalam video imbauan tersebut bukanlah anggotanya. Sehingga dipastikan jika video tersebut direkam di kota Bandung adalah sebuah kabar bohong atau hoaks.

    “Itu hoaks, itu bukan di Bandung,” ucap Yade saat on air di Radio PRFM 107,5 News Channel, Senin (20/4/2020).

    Menurut Yade, jika netizen teliti, terlihat pada seragam yang digunakan polisi dalam video tersebut merupakan bet kepolisian dari Polda Papua. Sehingga dipastikan itu bukan di Bandung.

    “Kalau netizen paham, kalau di-pause atau dijeda dan di-zoom, itu di bet polisi yang ngomong kelihatan Polda Papua,” tukasnya.

    Berdasarkan penjelasan tersebut maka konten yang beredar di Facebook ini dapat masuk ke dalam kategori False Context atau Konten Palsu.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Dimas Aryalasa Nugroho (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Pancasila)

    Faktanya klaim video tersebut bukan di Kota Bandung Raya, tetapi di Sentani, Kabupaten Jayapura.

    Rujukan

  • (GFD-2020-8056) [Fakta atau Hoaks] Benarkah Muncul Kelelawar yang Menyerupai Manusia di Atas Gereja Italia Saat Pandemi Corona?

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 23/04/2020

    Berita


    Video yang memperlihatkan mahluk bersayap yang berbadan manusia di atas sebuah gereja viral di media sosial. Menurut narasi dalam video itu, makhuk tersebut adalah kelelawar yang menyerupai manusia yang hinggap di atas sebuah gereja di Italia. Dalam video itu, terdapat tulisan "Di Tengah Wabah Corona Muncul Makhluk Aneh. Di Gereja Italia, Mirip Manusia".
    Di bagian awal video berdurasi 2 menit 47 detik ini, terdapat cuplikan seekor burung yang terbang. Kemudian, terdapat cuplikan mahluk bersayap yang hinggap di atas menara sebuah gereja. Mahluk itu kemudian memanjat hingga ke puncak menara tersebut, berdiri di salib, dan terbang. Setelah itu, terdapat cuplikan ratusan kelelawar yang terbang di malam hari.
    Terdengar pula narasi yang dibacakan dalam video itu, yakni sebagai berikut:
    "Beberapa hari ini Italia digemparkan dengan mahluk aneh yang menyerupai manusia. Kelelawar adalah mamalia yang salah satunya dianggap sebagai sumber pembawa wabah yang saat ini sedang gencar di dunia ini. Kelelawar mungkin memang memiliki sitem kekebalan yang memungkinkannya hidup dengan banyak wabah pembawa penyakit. Baru-baru ini, di Italia, kelelawar menjadi perbincangan banyak orang. Di saat Italia sedang menerapkan sistem tertutup untuk semua penduduknya, ada sebuah video di mana sebuah kelelawar yang tertangkap kamera warga sekitar sedang berada di sebuah atap bangunan. Kelelawar itu mirip atau menyerupai manusia. Lihat saja, kelelawar ini sedang memanjat sebuah atap bangunan. Bangunan ini adalah sebuah gereja yang tak dihuni karena adanya wabah yang sedang menyerang dunia. Kelelawar ini asyik memanjat hingga pucuk salib di atas gereja. Cara memanjatnya pun mirip seorang malaikat. Oleh penduduk Italia, fenomena ini diyakini sebagai malaikat yang sedang menjaga gereja di saat dunia sedang diserang wabah yang berbahaya."
    Di Facebook, video itu diunggah oleh akun Berita Terkini pada 18 April 2020. Hingga artikel ini dimuat, video tersebut telah dikomentari lebih dari 3 ribu kali, dibagikan lebih dari 9 ribu kali, dan ditonton hampir 1 juta kali.
    Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Berita Terkini.
    Apa benar muncul kelelawar yang menyerupai manusia di atas sebuah gereja di Italia saat pandemi Corona?

    Hasil Cek Fakta


    Untuk menelusuri sumber video mahluk bersayap yang hinggap di atas menara sebuah gereja itu, Tim CekFakta Tempo mula-mula memfragmentasi video tersebut menjadi beberapa gambar dengan tool InVID. Kemudian, gambar-gambar itu ditelusuri dengan reverse image tool Yandex.
    Hasilnya, ditemukan cuplikan video yang identik dalam video kolase yang diunggah oleh kanal YouTube JJPD Producciones pada 9 April 2020. Dalam profilnya, diketahui bahwa kanal JJPD Producciones mengkhususkan diri dalam pembuatan video dengan efek khusus serta film fiksi pendek. Kanal ini berbasis di Nikaragua.
    Adapun di keterangan videonya, kanal ini menulis dalam bahasa Spanyol, bahasa resmi Nikaragua, yang terjemahannya: "Top 5 Makhluk Aneh yang Tertangkap Kamera di Kehidupan Nyata, Setan Gargoyle di Katedral Kuno. Ini adalah video yang kami buat untuk menghibur. Semua cuplikan yang ditampilkan adalah fiksi. Video CGI (Gambar Buatan Komputer)."
    Setelah ditelusuri, cuplikan video tersebut merupakan potongan dari video yang pernah diunggah sebelumnya oleh kanal yang sama, yakni pada 2 Juni 2019. Video ini diberi judul "Setan Mengerikan di Kota Granada-Nikaragua 2019-Gargoyle?". Dalam keterangannya, kanal JJPD Producciones pun menulis, "Semua cuplikan yang ditampilkan adalah fiksi. Video CGI."
    Gambar tangkapan layar video unggahan kanal YouTube JJPD Producciones.
    Tiga bulan kemudian, tepatnya pada 8 September 2019, kanal JJPD Producciones mengunggah proses kreatif di balik video tersebut. Video ini merupakan animasi tiga dimensi yang dikerjakan oleh dua bersaudara pemilik kanal JJPD Producciones, Jose Joaquin Perez serta Jimmy Jose Perez.

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta di atas, narasi bahwa muncul kelelawar yang menyerupai manusia di atas sebuah gereja di Italia saat pandemi Corona adalah narasi yang keliru. Video yang digunakan untuk menyebarkan klaim itu adalah video animasi yang dibuat oleh kanal YouTube JJPD Production pada Juni 2019. Video yang diunggah oleh akun Berita Terkini juga telah mengalami penyuntingan, yakni dibalik sehingga angle-nya berbeda.
    ZAINAL ISHAQ
    Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id

    Rujukan

  • (GFD-2020-3847) [SALAH] Foto Di Tengah Pemerintah Sibuk Melawan Corona Anies Sibuk Main Bola Dengan Anaknya

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 22/04/2020

    Berita

    Akun Mustafa Sarumbu membagikan foto Anies Baswedan tengah bermain bola dengan anaknya. Dalam narasi postingannya disebutkan bahwa Gubernur DKI Jakarta tersebut tidak punya hati karena bermain bola di tengah pemerintah sibuk melawan virus Corona atau wabah COVID-19. Berikut kutipan narasinya:

    “Di tengah pemerintah sibuk melawan Corona Anies sibuk main bola dgn anaknya emang Anis nggak punya hati..”

    Hasil Cek Fakta

    Melalui hasil penelusuran, diketahui bahwa klaim narasi postingan salah. Sebab, foto Anies Baswedan tengah bermain bola dengan anaknya itu merupakan foto pada tahun 2016. Hal itu diketahui dari penelusuran gambar.

    Gambar tersebut muncul dalam portal daring tribunnews.com sebagai foto utama dalam pemberitaan bertajuk “Tak Lagi Jadi Menteri, Ini Yang Dilakukan Anies Baswedan. Lihat Foto-fotonya!” yang tayang pada 31 Juli 2016.

    Dalam pemberitaan itu diketahui bahwa foto Anies Baswedan bermain bola diunggah oleh akun Facebook dengan nama Kelly Atan. Ditelusuri lebih lanjut, foto dari akun Kelly Atan juga tertera keterangan waktu postingnya, yakni pada 29 Juli 2016.

    Berdasarkan penjelasan tersebut, jelas bahwa foto Anies Baswedan bermain bola dengan anaknya merupakan foto lama. Foto tersebut diambil saat Anies baru saja berhenti menjadi Menteri Pendidikan.

    Kesimpulan

    Atas penjelasan tersebut, maka klaim narasi pada postingan Mustafa Sarumbu salah. Oleh sebab itu, konten postingan tersebut masuk kategori Misleading Content atau Konten yang Menyesatkan.

    Rujukan