(GFD-2025-31435) Hoaks Purbaya Mastermind Penyitaan Uang Korupsi Konglomerat
Sumber:Tanggal publish: 29/12/2025
Berita
ADVERTISEMENT
Mastermind merujuk ke istilah bagi orang yang berperan merencanakan dan mengendalikan ide atau proyek besar atau disebut dalang. Dalam video unggahan akun Instagram “@wijaya27071” (arsip) pada Sabtu (27/12/2025), tertulis pesan “Purbaya Mastermind Dibalik Penyitaan Duit Korupsi Konglomerat”.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
Dalam video berdurasi 2 menit 52 detik tersebut dijabarkan upaya-upaya Purbaya untuk menyita uang hasil korupsi. Narator juga menyertakan sejumlah detail informasi untuk memperkuat narasi.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
”Para pecinta cerita digital, sitaan uang sebesar Rp13 triliun dan Rp6 triliun ternyata di belakangnya ada mastermind yang bernama Purbaya yang menjabat sebagai Menteri Keuangan,” begitu pesan narator, membuka cerita dalam video.
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Narator dalam video juga menyebutkan bahwa Purbaya memiliki big data terkait uang masuk dan keluar di Indonesia dan tidak memberikan surat sakti yang dapat digunakan oleh oknum aparat untuk memilah sitaan yang akan dilegalkan. Dikatakan bahwa di zaman Purbaya siapapun yang mengumumkan kasus korupsi harus bertanggung jawab untuk memasukkan uangnya ke negara.
Sampai artikel ini ditulis pada Senin (29/12/2025), unggahan tersebut telah mendapatkan 13,1 ribu likes, 649 komentar, dan 475 kali dibagikan ulang. Sejumlah komentar teratas juga mengindikasikan audiens yang percaya dengan informasi dalam video tersebut.
ADVERTISEMENT
Periksa Fakta Purbaya Dalang Sita Uang Konglomerat. foto/Hotline periska fakta tirto
Tirto juga menemukan unggahan serupa pada akun Instagram “ywidi927” (arsip) dan platform X diunggah oleh akun bernama “monica official” (arsip).
Lantas, benarkah video yang menyebut bahwa Purbaya adalah mastermind dibalik penyitaan uang konglomerat?
Hasil Cek Fakta
Video terlihat seperti suntingan yang menggabungkan sejumlah kejadian. Terlihat beberapa latar belakang tempat dan kejadian yang berbeda. Pengunggah juga menambahkan beberapa ilustrasi seperti kebun sawit dan meja dengan tumpukan uang.
Tirto kemudian mencoba melakukan pencocokan visual terhadap beberapa potongan gambar dalam video. Potongan yang paling mencolok, yang menunjukkan Purbaya berdiri di depan tumpukan uang menjadi fokus kami.
Hasil pencarian gambar terbalik (reverse image search) mengarahkan kami ke video berikut dari unggahan Sekretariat Presiden. Video tersebut adalah momen saat Presiden Prabowo menyaksikan penyerahan hasil penyelamatan keuangan negara di Jakarta, Rabu (24/12/2025).
Di kesempatan itu Purbaya sempat berfoto dengan memegang piagam bersama Jaksa Agung ST Burhanuddin dan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni. Momen serupa unggahan di media sosial bisa ditemukan di sekitar menit 18, video Sekretariat Presiden.
Tumpukan uang tersebut bukan hasil penyitaan uang konglomerat, melainkan hasil dari denda administratif dari 20 perusahaan perkebunan kelapa sawit dan pertambangan yang melanggar aturan di kawasan hutan, serta hasil rampasan perkara korupsi besar (minyak goreng dan gula). Uang tunai tersebut dipajang di lobi Gedung Bundar Kejaksaan Agung dan diserahkan langsung oleh Jaksa Agung kepada negara dengan disaksikan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Lebih lanjut, Tirto juga menemukan informasi dari akun Instagram @ppid.kemenkeu. ditemukan unggahan yang memberikan pernyataan bahwa berita yang menyatakan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mastermind dibalik penyitaan duit korupsi adalah tidak benar.
"Berita yang menyatakan bahwa Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mastermind di balik penyitaan duit korupsi adalah tidak benar atau hoaks," demikian pernyataan tertulis yang dikutip dari akun Instagram resmi PPID Kemenkeu, Senin (29/12/2025).
Berdasar rangkuman Tirto, dana Rp6 triliun yang dimaksud berasal dari dua sumber. Pertama, penagihan denda administratif kehutanan oleh Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH). Kedua, hasil penyelamatan keuangan negara dari penanganan kasus dugaan korupsi di sektor kehutanan.
Uang tersebut sebelumnya dipamerkan oleh Jaksa Agung ST Burhanuddin dalam konferensi pers yang turut disaksikan langsung Presiden Prabowo Subianto di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (24/12/2025).
Sementara itu terkait klaim dana senilai Rp13 triliun, atau tepatnya Rp13.255.244.538.149 diserahkan Kejaksaan Agung pada Senin (20/10/2025). Dana tersebut merupakan uang pengganti dari korporasi yang menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi CPO, antara lain Wilmar Group senilai Rp11,88 triliun, Permata Hijau Group Rp1,86 miliar, dan Musim Mas Rp1,8 triliun.
Kesimpulan
Video yang beredar di media sosial menggunakan potongan klip dari kejadian lain yang tidak terkait dengan penyitaan uang korupsi konglomerat. Pihak Kementerian Keuangan juga telah menekankan kalau informasi yang tersebar di media sosial adalah hoaks.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Rujukan
- https://www.instagram.com/reels/DSuXZ8gE0mN/
- https://archive.today/jh9sE
- https://www.instagram.com/reels/DSuhs0zAUfC/
- https://archive.today/QPWnf
- https://x.com/NenkMonica/status/2004527610957894006
- https://archive.today/X8zr6
- https://www.youtube.com/watch?v=l-HKUobajl0
- https://www.instagram.com/p/DSzi6IBkztP/?igsh=MTB3MzIzNm56Z3lwdg%3D%3D
- https://tirto.id/kemenkeu-bantah-purbaya-mastermind-penyitaan-uang-koruptor-hoty
(GFD-2025-31183) [SALAH] Wanita Meninggal Dunia Akibat Rabies Cakaran Kucing
Sumber: facebook.comTanggal publish: 29/12/2025
Berita
Akun Facebook “Diana Ancha” pada Minggu (21/12/2025) mengunggah foto [arsip] yang menampilkan seorang wanita berbaju kaos abu-abu terbaring dengan busa keluar dari mulutnya, kaki kanan diperban, sementara tangan dan kaki terikat.
Unggahan tersebut disertai narasi kronologi penyebab sakitnya wanita itu. Pengunggah mengklaim bahwa Wanita tersebut terkena rabies akibat cakaran kucing. Berikut narasi lengkapnya :
“.......Dokter menjelaskan dengan suara pelan tapi tegas:
rabies bisa menular dari kucing,dan ketika gejala sudah muncul,tidak ada obat yang bisa menyelamatkan Rina dirawat intensif. Keluarganya hanya bisa menunggu.Beberapa hari kemudian, Rina MD.Semua bermula dari satu cakaran kecil yang dianggap tidak penting."
Per Senin (29/12/2025) unggahan tersebut telah disukai sebanyak 288 kali, menuai 373 komentar, dan dibagikan ulang 87 kali oleh pengguna Facebook lainnya.
Hasil Cek Fakta
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memeriksa foto pada unggahan tersebut dengan Google Lens. Penelusuran mengarah ke akun Facebook "Wish Ko Lang" yang mengunggah video dengan tagar #BehindTheScenes #WishKoLang:"Rabies". Video tersebut serupa dengan unggahan akun facebook "Diana Ancha".
Wish ko lang merupakan serial TV Filipina yang dalam salah satu episodenya berjudul "rabies". Serial ini rencana akan tayang pada Januari 2026.
TurnBackHoax kemudian menelusuri resiko penularan rabies lewat cakaran kucing. Berdasarkan publikasi ipb.ac.id, dr. Trisni Untara Dewi (dosen Fakultas Kesehatan IPB University) menjelaskan bahwa cakaran kucing hanya dapat menularkan rabies jika luka terbuka terkena air liur hewan yang terinfeksi, bukan sekedar cakaran biasa.
Kesimpulan
Rujukan
- https://www.facebook.com/WishKoLangGMA/videos/4150076188597750/?rdid=Z3frUVMU6KITgs0L#
- https://www.ipb.ac.id/news/index/2025/08/can-cat-scratches-transmit-rabies-doctor-of-ipb-university-explains-first-aid-measures/?utm_source=copilot.com
- https://www.facebook.com/share/p/1ARfykZPhf/
- https://archive.ph/wip/LdeeY
(GFD-2025-31184) [SALAH] Menkeu Purbaya Sebut Luhut sebagai Dalang Musibah Banjir Sumatra
Sumber: FacebookTanggal publish: 29/12/2025
Berita
Akun Facebook “Arfa Talita” pada Senin (22/12/2025) membagikan video [arsip] dengan narasi:
“TERBARU Menkeu purbaya ungkap fakta..!!! opung Luhut dalang di balik ini semua..!!!!
“potongan kayu besar hanyut terseret banjir di Medan “
purbaya: ternyta pak Luhut terlibat di balik di balik musibah banjir yang menewaskan bnyak korban jiwa, bnyak korban telah muncul petunjuk untuk di bongkar secara publik…
sebuah penebangan hutan yang di sembunyikan selama ini , terusut dari perusahaan milik si opung”
Unggahan disertai takarir:
“Opung dalang di balik semua ini…”
Per Senin (29/12/2025) konten tersebut telah mendapat lebih dari 2.700-an tanda suka, menuai 891 komentar, dan dibagikan ulang sebanyak 493 kali oleh pengguna Facebook lainnya.
Hasil Cek Fakta
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri kebenaran klaim dengan memasukkan kata kunci “Purbaya: Luhut dalang banjir Sumatra” ke mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah ke pemberitaan tribunnews.com “Anak Menkeu Purbaya Ungkap Penyebab Banjir Bandang di Sumatra”.
Dalam berita yang tayang Kamis (4/12/2025) itu, dilaporkan bahwa anak Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa, Yudo Sadewa mengungkap penyebab bencana banjir bandang di Sumatra. Ia menganggap PT Toba Pulp Lestari (TPL) sebagai penanggung jawab atas penggundulan hutan yang memperburuk banjir besar tersebut. Di sisi lain, TPL berulang kali membantah tudingan yang mengaitkannya dengan kelompok bisnis Royal Gorden Eagle (RGE Group) maupun dengan Luhut Binsar Pandjaitan.
Sepanjang penelusuran, tidak ditemukan informasi dari sumber kredibel yang membenarkan klaim “Menkeu Purbaya sebut Luhut sebagai dalang musibah banjir Sumatra”.
Kesimpulan
Rujukan
(GFD-2025-31185) [SALAH] Majelis Umum PBB Beri Suara Terbanyak untuk Segera Bantu Aceh-Sumatra
Sumber: TikTokTanggal publish: 29/12/2025
Berita
Beredar video [arsip] dari akun TikTok “sigamdidoh” pada Senin (22/12/2025) berisi narasi:
“Majelis umum PBB memberikan suara terbanyak untuk segera melakukan bantuan untuk Aceh Sumatra”
Hingga Senin (29/12/2025), konten itu mendapat lebih dari 71 ribu tanda suka, 2.900-an interaksi komentar, serta dibagikan ulang 11.200-an kali.
Hasil Cek Fakta
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memasukkan kata kunci “Majelis Umum PBB memberikan suara terbanyak untuk segera melakukan bantuan ke Aceh Sumatra” ke mesin pencarian Google. Hasilnya, tidak ditemukan informasi kredibel yang membenarkan klaim.
Lebih lanjut, Turnbackhoax memasukan kata kunci “resolusi PBB A/ES-10/L.27” yang disebutkan dalam video ke mesin pencarian Google. Hasilnya ditemukan rilis berita press.un.org “General Assembly Adopts Resolution Demanding Immediate Humanitarian Ceasefire in Gaza, Parties' Compliance with International Law, Release of All Hostages”.
Rilis yang tayang pada Selasa (12/12/2023) tersebut menjelaskan bahwa Majelis Umum PBB mengesahkan dokumen A/ES-10/L.27 berjudul “ “Protection of civilians and upholding legal and humanitarian obligations” melalui pemungutan suara. Dokumen ini mendesak agar pihak-pihak yang bertikai di Gaza mematuhi hukum internasional, semua sandera dibebaskan segera tanpa syarat, dan jaminan akan akses kemanusiaan.
TurnBackHoax kemudian melakukan pencarian gambar terbalik dengan memanfaatkan Google Lens. Hasilnya, ditemukan video serupa dari kanal Youtube United Nation “Israel/Palestine: UN General Assembly votes by large majority for immediate humanitarian ceasefire” yang tayang Rabu (13/12/2023).
Diketahui, konteks asli video adalah momen rapat Majelis Umum PBB pada Desember 2023, hasilnya memberikan suara mayoritas untuk menuntut gencatan senjata kemanusiaan di Gaza. Sama sekali tak ada kaitannya dengan bantuan pasca-bencana untuk Aceh dan Sumatra.
Untuk diketahui, hujan deras disertai cuaca ekstrem mengguyur wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat sejak 25 November 2025. Banyak kabupaten/kota di wilayah tersebut terdampak banjir dan longsor; sejumlah wilayah bahkan mengalami putus akses jalan dan jembatan, membuat logistik dan evakuasi menjadi sulit.
Dilansir dari pemberitaan Kesimpulan
Rujukan



.png)
.png)