• (GFD-2024-23470) Sebagian Benar, Konten soal Pemuda di Batam Terbakar karena Ponsel Meledak

    Sumber:
    Tanggal publish: 18/10/2024

    Berita



    Sebuah video beredar di WhatsApp [ arsip ] dan akun Facebook ini, ini, ini, ini, dan ini, tentang seorang pemuda di Batam yang terbakar karena ponsel meledak saat diisi ulang. Video itu memperlihatkan tubuh seseorang yang menghitam bekas terbakar dan ditutup dengan daun pisang.  

    Narasi yang menyertai video itu, tubuh pemuda tersebut terbakar setelah menggunakan ponsel untuk bermain game sambil diisi ulang, meledak. Berikut narasi selengkapnya:Semoga menjadi peringatan untuk kita semuanya. Telah terjadi korsleting listrik akibat dari cas HP. Seorang pemuda di perumahan bukit raya2 botanis batam Center, sedang main game sambil hpnya dicas karena panas nya charger meledak dan anak tsb kesetrum tubuhnya terbakar hampir 75%.



    Tempo menerima permintaan pembaca untuk memeriksa kebenaran narasi tersebut. Benarkah video itu memperlihatkan pria korban ponsel meledak akibat dicas dan dipakai gim di Batam?

    Hasil Cek Fakta



    Hasil verifikasi Tempo menunjukkan bahwa tubuh pemuda dalam video tersebut memang benar terbakar. Dari barang bukti yang ada bukan karena ponsel meledak, tetapi diduga karena korsleting listrik.

    Peristiwa tersebut telah diberitakan sejumlah media. Video yang beredar identik dengan pemberitaan Tribunnews.com berjudul “Pria Korban HP Meledak di Batam Masih Jalani Perawatan di Rumah Sakit, Ini Identitas Korban” pada 11 Oktober 2024.



    Pria tersebut berinisial BS (23) ditemukan warga mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya, di dalam kamarnya. Ia tinggal bersama kakaknya di Perumahan Bukit Raya, Kelurahan Belian, Kecamatan Batam Kota, Kota Batam, Jumat, 11 Oktober 2024.

    BS ditemukan setelah warga sekitar mendengar bunyi ledakan. Warga yang mendapati korban yang tubuhnya menghitam karena terbakar, segera mengeluarkan BS ke teras bersama kasur yang digunakannya.

    Dilansir Batamnews.co.id, korban masih hidup saat dievakuasi ke rumah sakit. Namun, setelah empat hari di rawat di sana, BS meninggal dunia.  

    Dalam pernyataan terbaru pada 16 Oktober 2024 yang dipublikasikan Tempo, Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Batam Kota, Iptu Ardiansyah, mengatakan ponsel BS tidak meledak. Ponsel tersebut dalam keadaan utuh meskipun saat ditemukan di lokasi kejadian, ponsel dalam kondisi diisi ulang dan penutup belakangnya terbuka. Layar ponsel juga masih utuh.

    "HP itu ada sama kami sekarang, untuk fisiknya tidak ada (tanda) ledakan dari handphone. Casing (penutup) bagian belakang lepas, tapi baterai masih utuh," kata Ardi.

    Hasil pemeriksaan polisi di lokasi sementara menduga, awal kebakaran dipicu karena hubungan pendek arus listrik (korsleting). Indikasinya, beberapa alat elektronik lainnya yang ada di kamar BS juga terbakar, seperti kipas angin dinding dan lampu.  

    Informasi tentang tubuh BS mengalami luka bakar karena ponsel meledak, diperkirakan berasal dari warga. Sebab pada hari kejadian, saksi mata memang mendengar suara ledakan dari rumah BS, lalu warga datang menolongnya. Setelah itu informasi soal ponsel meledak menjadi viral di media sosial.

    Meski begitu, Direktur Eksekutif Information and Communication Technology (ICT) Institute, Heru Sutadi, menyatakan ponsel yang memiliki baterai punya risiko meledak baterai ponsel atau pengisi ulang daya mengalami masalah.

    “HP itu kan ada unsur baterainya, yang bisa jadi teman saat kita menggunakan ponsel sebagai sumber daya energi. Tapi, memang harus diwaspadai potensi kebakaran dan meledak, terutama saat di-charge,” kata Heru ketika dihubungi Tempo, Rabu, 16 Oktober 2024.

    Dia menjelaskan setidaknya ada tiga penyebab ponsel terbakar saat dicas, yakni baterai yang tidak sesuai standar, sistem ponsel yang gagal menghentikan pengisian daya setelah baterai penuh, dan baterai terlalu panas yang dapat menyebabkan ledakan.

    Heru juga membagikan cara-cara untuk menghindari ponsel terbakar atau meledak. Pertama, berhati-hati dalam menggunakan ponsel. Kedua, jangan mengecas ponsel dengan meletakkannya di atas tempat tidur.

    Ketiga, perhatikan batas waktu pengisian daya dan cabut kabel setelah daya baterai penuh. Keempat, jangan letakkan ponsel di tempat yang terpapar panas langsung, seperti di dalam jok motor atau terkena sinar matahari. 

    “(Kelima) Jangan beli baterai yang tidak original,” kata Heru lagi.

    Kesimpulan



    Verifikasi Tempo menyimpulkan bahwa narasi yang mengatakan video yang beredar memperlihatkan tubuh korban yang mengalami luka bakar karena ponsel meledak adalahsebagian benar.

    Pemuda berinisial BS di Batam memang benar mengalami luka bakar pada 10 Oktober lalu. Namun, polisi setempat memastikan luka bakar tersebut bukan disebabkan oleh ponsel meledak. Sebab ponsel tersebut masih utuh. Polisi menduga bahwa luka bakar itu disebabkan oleh korsleting arus listrik sebagaimana kipas angin dan lampu di dalam kamar yang terbakar. 

    Rujukan

  • (GFD-2024-23469) Cek Fakta: Hakim Ketok Palu, Harvey Moeis Bebas

    Sumber:
    Tanggal publish: 18/10/2024

    Berita

    Suara.com - Beredar di media sosial sebuah video dengan narasi yang menyebut hakim sudah mengetok palu sebagai tanda Harvey Moeis dibebaskan dari kasus yang menjeratnya.

    Video tersebut diunggah di kanal YouTube “Justice For All” pada Senin (14/10/2024). Hingga Jumat (18/10/2024), konten tersebut sudah telah ditonton lebih dari 400 kali.

    Berikut narasi yang disampaikan:

    TEPAT HARI INI!! HAKIM SUDAH KETUK PALU, SANDRA DEWI BERBAHAGIA KARENA HARVEY MOEIS RESMI DIBEBASKAN

    Lantas benarkah klaim tersebut?

    Hasil Cek Fakta

    Mengutip hasil pengecekan fakta Mafindo (TurnBackHoax), hasil yang didapat setelah memasukkan kata kunci “Harvey Moeis resmi dibebaskan” ke mesin pencarian Google, tidak ditemukan narasi yang menyatakan hal tersebut.

    Dalam video yang berdurasi 11 menit 33 detik itu hanya didapati tanggapan dari beberapa pihak yang dihimpun dari sejumlah sumber. Salah satunya ialah pernyataan psikolog Lita Gading mengenai sikap Sandra Dewi (istri Harvey Moeis).

    Melansir kompas.tv, Majelis Hakim Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Kamis (10/10/2024) melanjutkan sidang atas kasus Harvey Moeis.Terkait status Harvey Moeis dalam kasus tersebut, hingga artikel ini terbit ia masih menyandang status terdakwa.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penjelasan di atas, video dengan klaim “Harvey Moeis telah resmi dibebaskan” merupakan konten palsu (fabricated content).
  • (GFD-2024-23468) [PENIPUAN] Nazar Jelang Pensiun, Jokowi Bagikan Rp50 Juta di TikTok

    Sumber: Tiktok.com
    Tanggal publish: 18/10/2024

    Berita

    Akun Tiktok ‘jokowidodorealakun’ pada Senin (30/09/2024) membagikan video [arsip] yang berisi informasi “Presiden Joko Widodo membagikan bantuan Rp50 juta untuk pengguna media sosial”.

    Berikut narasi lengkapnya:

    “NAZAR SAYA MENJELANG PENSIUN

    DAFTAR PENERIMA BANTUAN :

    USIA 20-40 TAHUN 50 JUTA
    USIA 41-70 TAHUN 50 JUTA
    LANSIA 50 JUTA
    IBU RUMAH TANGGA 50 JUTA
    JANDA 50 JUTA
    DUDA 50 JUTA
    BURUH HARIAN 50 JUTA
    PENGANGGURAN 50 JUTA”

    Hasil Cek Fakta

    Tim pemeriksa fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri konten yang menampilkan Jokowi dengan menggunakan Google Lens. Hasilnya, ditemukan video yang mirip dengan unggahan akun Tiktok ‘jokowidodorealakun’ itu, yakni konten milik kanal YouTube Sekretariat Kabinet RI.

    Diketahui, konteks asli video merupakan momen pidato Jokowi saat penyampaian RUU APBN 2025 dan nota keuangan pada Jumat (16/8/2024). Jokowi tak menjanjikan membagikan bantuan Rp 50 juta dalam kesempatan itu.

    TurnBackHoax lalu memeriksa audio dari konten unggahan akun Tiktok ‘jokowidodorealakun’ menggunakan Hive Moderation. Hasilnya, konten tersebut memiliki probabilitas 97 persen sebagai buatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

    Kesimpulan

    Video dengan narasi “Bantuan Rp50 juta bagi pengguna medsos dari Presiden Jokowi menjelang akhir masa jabatannya” merupakan konten tiruan (impostor contect).

    Rujukan

  • (GFD-2024-23467) [SALAH] Bank Bukopin, Panin, BTN, Danamon, hingga CIMB Niaga Bakal Ditutup

    Sumber: Tiktok.com
    Tanggal publish: 18/10/2024

    Berita

    Akun Instagram ‘indah_elizamaria’ pada Rabu (09/10/2024) menyebarkan video [arsip] berisi peringatan untuk nasabah yang memiliki simpanan di lembaga perbankan Indonesia.

    Berikut narasi lengkapnya:

    “Informasi untuk rekan-rekan yang punya simpanan di perbankan indonesia. Mohon kiranya bagi siapa saja yang memiliki rekening di bank yang tercantum di bawah ini agar waspada. Pengamat finansial internasional di bursa saham jakarta secara tersirat menyatakan akan ada beberapa bank lagi yang akan ditutup”

    Narator dalam video menyebutkan daftar bank yang bakal segera ditutup, yakni:

    Bank Bukopin,
    Bank Panin,
    Bank Tabungan Negara (BTN),
    Bank Danamon,
    Bank Agro/BRI Agro,
    Bank Permata, dan
    Bank Niaga/CIMB Niaga.

    Hingga Jumat (18/10/2024), unggahan tersebut mendapat 4.817 tanda suka dan 239 komentar.

    Hasil Cek Fakta

    Disadur dari artikel Periksa Fakta Tirto.id

    Setelah menelusuri klaim dengan kata kunci “daftar bank yang akan ditutup” di mesin pencarian Google, tidak ditemukan adanya berita dari media kredibel yang membenarkan narasi yang tersebar.

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebelumnya mengumumkan penutupan 14 bank pada 2024. Namun, tidak mencakup bank-bank yang disebutkan dalam unggahan Instagram.

    Beberapa bank yang ditutup meliputi:

    BPR Wijaya Kusuma,
    BPRS Mojo Artho,
    BPR Usaha Madani Karya Mulia,
    BPR Pasar Bhakti Sidoarjo,
    Perumda BPR Bank Purworejo, dan
    BPR Aceh Utara.
    Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menjelaskan penutupan tersebut terkait dengan masalah fraud dan tata kelola.

    Kesimpulan

    Video berisi narasi “Bank Bukopin, Bank Panin, Bank Tabungan Negara (BTN), Bank Danamon,Bank Agro/BRI Agro,Bank Permata, dan Bank Niaga/CIMB Niaga bakal ditutup” adalah konten yang menyesatkan (misleading content) .

    Rujukan