• (GFD-2020-8189) [Fakta atau Hoaks] Benarkah Demo Tolak RUU HIP pada 16 Juli Tidak Disiarkan di TV?

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 18/07/2020

    Berita


    Video pendek yang memperlihatkan ratusan orang berpakaian putih yang  sedang berjalan kaki di sebuah jalan raya beredar di media sosial. Di pinggir jalan raya itu, terdapat belasan polisi yang berjaga. Video ini diklaim sebagai video demonstrasi yang menolak Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila atau RUU HIP di depan gedung DPR, Jakarta, pada 16 Juli 2020 lalu.
    Di Facebook, video tersebut dibagikan oleh akun Mulyadi Mulyana pada 16 Juli 2020. Video itu diberi narasi, “Gedung MPR dikepung dan nyaris ricuh, kok TV enggak ada yang muat ya? Selamat tinggal TV."
    Hingga artikel ini dimuat atau sehari setelah video tersebut diunggah, video itu telah ditonton lebih dari 63 ribu kali dan dibagikan lebih dari 2.500 kali. Mayoritas warganet yang mengomentari video tersebut percaya dengan narasi narasi yang dibagikan akun Mulyadi Mulyana.
    “Enggak ada media TV yang menyiarkan ini demo kayak gini, ke mana media sih?” demikian komentar yang ditulis oleh akun Jim Malay. Adapun akun Totok Kraksaan menulis, “Media TV sekarang melebihi zaman mbah dulu, macam kena kebiri.”
    Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Mulyadi Maulana.
    Artikel ini akan berisi pemeriksaan terhadap dua hal, yakni:

    Hasil Cek Fakta


    Untuk memeriksa apakah demonstrasi dalam video itu terjadi di Jakarta, Tim CekFakta Tempo memeriksa lokasi pengambilan video tersebut melalui Google Maps. Tempo menemukan bahwa video itu diambil dari atas jalan layang di Jalan Gerbang Pemuda, Jakarta.
    Jalan raya yang berada di bawah jalan layang itu, yang dilewati oleh demonstran, adalah jalan yang menuju depan gedung DPR di Jalan Gatot Soebroto. Hal ini diketahui dari pagar jalan layang yang berwarna kuning-hijau serta dan papan jalan berwarna biru yang berada di pinggir jalan raya yang dilewati oleh demonstran.
    Dengan demikian, benar bahwa demonstrasi tersebut berlangsung di Jakarta.
    Gambar tangkapan layar video yang dibagikan oleh akun Facebook Mulyadi Maulana.
    Foto dari Google Maps yang merupakan lokasi pengambilan video unggahan akun Facebook Mulyadi Maulana.Dengan memeriksa komentar warganet, Tempo mendapatkan petunjuk bahwa demonstrasi itu dilakukan untuk menolak Partai Komunis Indonesia (PKI) dan sempat ditayangkan oleh tvOne pada 16 Juli sekitar pukul 19.55 WIB. Lewat pencarian di kanal YouTube tvOne, ditemukan bahwa benar berlangsung demonstrasi yang menolak RUU HIP oleh Aliansi Nasional Anti-Komunis di depan gedung DPR, Jalan Gatot Soebroto.
    Aliansi ini adalah gabungan dari Persaudaraan Alumni (PA) 212, Front Pembela Islam (FPI), dan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF). Dalam sebuah video yang diambil dari udara, terlihat sejumlah peserta memakai pakaian dan surban putih seperti juga terdapat dalam video yang dibagikan oleh akun Mulyadi Maulana.
    Sebelum berdemonstrasi pada 16 Juli 2020, aliansi tersebut juga pernah menggelar unjuk rasa yang menolak RUU HIP di depan gedung DPR pada 24 Juni 2020. Akun Mulyadi Maulana pun membagikan video demontrasi itu yang diambil dari kejauhan pada tanggal yang sama. Akun tersebut memang sering mengunggah narasi terkait penolakannya terhadap RUU HIP.
    Benarkah aksi penolakan RUU HIP tidak tayang di televisi?
    Tempo memasukkan kata kunci “demonstrasi menolak RUU HIP” di Google untuk memeriksa seberapa banyak televisi yang memberitakan aksi tersebut. Hasilnya, ditemukan sejumlah stasiun televisi yang menayangkan aksi itu, baik yang terjadi pada 24 Juni maupun 16 Juli 2020. Ini belum termasuk pemberitaan di media online.Berikut ini daftar tautan tayangan demonstrasi tolak RUU HIP di media:
    - Aksi 16 Juli 2020
    - Aksi 24 Juni 2020

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa demo tolak RUU HIP tidak disiarkan di televisi keliru. Sedikitnya empat stasiun televisi menayangkan aksi penolakan RUU HIP pada 16 Juli 2020. Adapun demonstrasi pada 24 Juni 2020, terdapat sedikitnya lima stasiun televisi yang menayangkannya.
    IKA NINGTYAS
    Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id

    Rujukan

  • (GFD-2020-4369) [SALAH] Penambahan Peserta SKB CPNS 2020 Kemendes PDTT

    Sumber: Pesan Berantai
    Tanggal publish: 17/07/2020

    Berita

    Beredar surat edaran yang berisi tentang perubahan dan penambahan peserta seleksi CPNS 2019 yang lolos SKD dan berhak mengikuti SKB instansi Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI beredar di sejumlah aplikasi percakapan.

    Surat bernomor B/327/M.SM.01.00/2020 berisi bahwa peserta CPNS Kemendes yang telah lolos SKD dapat mengikuti tes Seleksi Kompetensi Bidang (SKB)dalam Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Instansi Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI.

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran, melalui akun Twitter resminya @CPNSKemendesa menengaskan bahwa surat yang beredar tersebut adalah palsu.

    “Diinformasikan kepada para sobat desa peserta seleksi CPNS Kemendesa, PDT, dan Transmigrasi Formasi Tahun 2019, agar berhati-hati terhadap penipuan dengan modus surat palsu. Seluruh proses hanya akan diinformasikan melalu website resmi Kementerian dan/ atau website sscn.” tulis akun @CPNSKemendesa.

    Saat dikonfirmasi terkait surat edaran ini, Kepala Bagaian Kepegawaian Setjen Kemendes PDTT Aditya Hendra Krisna menegaskan bahwa informasi di dalam surat tersebut tidak benar. Menurut dia, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) terkait konfirmasi kebenaran surat ini.

    “Kami sudah cek dan koordinasikan dengan BKN, dan dapat dipastikan bahwa surat tersebut hoaks. Jadi tidak benar adanya,” jawab Aditya saat dihubungi Kompas.com, Rabu (15/7/2020) siang.

    Pihak Kemendes PDTT juga mengingatkan kepada para peserta seleksi CPNS 2020 di lingkungannya untuk terus berhati-hati terhadap penipuan dengan modus surat palsu.

    Kesimpulan

    Surat edaran palsu. Pihak Kemendes PDTT mengingatkan kepada para peserta seleksi CPNS 2020 di lingkungannya untuk terus berhati-hati terhadap penipuan dengan modus surat palsu.

    Rujukan

  • (GFD-2020-4370) [SALAH] “Pakai Pasta gigi, Pemutih Pakaian, Gula, dan Cuka untuk Deteksi Kehamilan”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 17/07/2020

    Berita

    Beredar narasi yang menyebutkan bahwa pasta gigi, pemutih pakaian, gula, dan cuka bisa digunakan untuk tes kehamilan. Salah satunya diunggah oleh akun Tips Dokter OZ (fb.com/tipsdokteroz) pada 16 April 2020 dan sudah dibagikan 24 ribu kali saat tangkapan layar diambil.

    Berikut kutipannya,

    “Saat Terlambat Haid Jangan Buru-Buru Beli Test Pack, Pakai Alternatif Mudah dan Murah Pakai “Pemutih Pakaian” untuk “Deteksi Kehamilan”!

    Ladies, saat terlambat haid kita pasti senenga banget ya. Apalagi yang baru nikah. Bawaannya pengen beli tes pack aja. Malah ada yang langsung pengen USG ke dokter, padahalkan belum kelihatan apa-apa ya. Sebenarnya ada lo bahan-bahan di rumah kita yang bisa dipakai buat tes kehamilan, Ladies. Jadi buat kamu yang segera pengen tahu tapi nggak punya persediaan test pack bisa pakai bahan-bahan berikut. Akurat nggak? Tingkat keakuratannya tentu saja lebih rendah daripada test pack karena mengandalkan indra kamu sendiri. Tapi tidak ada salahnya untuk dicoba lo! Yuk intip caranya…”

    Selain itu, akun ini menuliskan Pasta gigi, Pemutih Pakaian, Gula, dan Cuka sebagai bahan sekaligus cara untuk tes kehamilan menggunakan cara tersebut.
    pasta gigi dicampur pemutih pakaian, gula dan cuka dapat deteksi *kehamilan*

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, klaim bahwa pasta gigi, pemutih pakaian, gula, dan cuka bisa digunakan untuk tes kehamilan adalah klaim yang menyesatkan.

    Faktanya, tidak ada bukti ilmiah bahwa bahan-bahan tersebut bisa digunakan untuk tes kehamilan. Semua cara yang disebutkan tidak ada dasar penelitiannya, melainkan hanya berdasarkan bukti anekdotal, dan juga merupakan reaksi kimia umum.

    Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi dari Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI), dr Yassin Yanuar, Sp.OG, MIB mengatakan penggunaan pasta gigi, pemutih pakaian, gula, dan cuka tidak terbukti secara ilmiah untuk tes kehamilan.

    “Untuk mengetahui seseorang hamil sangatlah mudah, menggunakan kit tes urin yang mudah diperoleh, murah dan hasil reliable atau dapat dipercaya, dengan akurasi 97 persen. Tes ini mendeteksi manakala di urin seorang prempuan mengandung human chorionic gonadotropin, yaitu suatu hormon yang dihasilkan oleh hasil konsepsi,” ungkap dr Yassin kepada Liputan6.com, Kamis (16/7/2020).

    Sementara Dokter Spesialis Ginekologi Onkologi Rumah Sakit Kanker Dharmais, dokter Muhammad Yusuf, SpOG tidak merekomendasikan penggunaan pasta gigi, pemutih pakaian, gula, dan cuka untuk tes kehamilan.

    “100 persen dokter ga merekomendasikan. Jika ingin tau apakah terjadi kehamilan, yang di cek adalah hormon beta HCG,” kata dr Yusuf kepada Liputan6.com, Kamis (16/7/2020).

    Dokter Yusuf memastikan, klaim soal pasta gigi, pemutih pakaian, gula, dan cuka bisa untuk tes kehamilan adalah hoaks.

    Semua cara yang disebutkan tidak ada dasar penelitiannya, hanya berdasarkan bukti anekdotal, dan juga merupakan reaksi kimia umum, misalnya pemutih pakaian (bleach) jika terkena asam akan menghasilkan buih, makin tinggi tingkat keasaman makin banyak buih yang dihasilkan, dan tingkat keasaman urine yang tinggi bukanlah indikator kehamilan, melainkan kadar hormon hCG, human chorionic gonadotropin, yang diproduksi oleh plasenta saat embrio menempel pada dinding uterus.

    Kesimpulan

    Tidak ada bukti ilmiah bahwa bahan-bahan tersebut bisa digunakan untuk tes kehamilan. Semua cara yang disebutkan tidak ada dasar penelitiannya, melainkan hanya berdasarkan bukti anekdotal, dan juga merupakan reaksi kimia umum.

    Rujukan

  • (GFD-2020-4371) [SALAH] JAMUR VS TERUNG

    Sumber: whatsapp.com
    Tanggal publish: 17/07/2020

    Berita

    "jamur dan terong tidak boleh dikonsumsi bersama
    Hoaks atau bukan?"

    Hasil Cek Fakta

    Pesan berantai tersebut pada dasarnya tidak memiliki dasar apa pun, termasuk tidak adanya sumber yang valid yang menyertai pesan tersebut. Pesan berantai tersebut setidaknya telah ada di internet sejak 2015 bahkan kemungkinan lebih lama lagi.

    Namun juga perlu diketahui bahwa, Di alam, ada beberapa jamur beracun. Setiap tahun di dunia terjadi keracunan jamur liar. Langkah-langkah pencegahan dasar adalah dengan tidak makan jamur liar. Selain itu juga kita harus tahu jamur yang segar atau tidak saat membeli dan memasaknya. Belilah jamur yang umum ada di pasaran yang memang untuk dimasak dan dimakan dengan sekali masak tanpa dipanaskan ulang.

    Begitu juga dengan terong. Melansir Livestrong, terong mentah mengandung senyawa solanin yang dapat menghambat penyerapan kalsium. Bahkan senyawa solanin ini bisa menyebabkan keracunan dengan karakteristik neurologis dan gastrointestinal. Gejala umumnya seperti muntah, kram perut, mual, sakit kepala, pusing dan diare. Dengan memasak terong senyawa solanin ini akan ternetralisir.

    Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika​, keracunan makanan bisa terjadi karena beberapa faktor. Hal yang paling sering ditemukan ​berupa keracunan karena konsumsi​ ikan, kerang, ayam, atau susu telah terkontaminasi.

    Beberapa kasus yang berhubungan dengan penyakit bawaan seperti alergi tidak begitu banyak ​dilaporkan​. Dilansir dari US News (05/04), b​eberapa​ cara ​ini bisa Anda lakukan saat keracunan makanan agar cepat pulih. ​

    ​1. Masih jadi misteri

    Dr. Anthony Ng telah banyak melihat pasien kasus keracunan makanan di GI Health, tempat prakteknya di ​ New York City​.

    “Sebutan flu perut merupakan penyakit yang disebabkan virus gastroenteritis atau keracunan makanan,” kata Ng. Penyebabnya bisa dari virus, seperti norovirus, bakteri, parasit dan racun.

    Kadang-kadang, ​banyak dialami orang yang ​kembali dari ​traveling​, atau ketika mereka makan ​BBQ di luar rumah. Hanya beberapa orang mengalami gejala keracunan, yang lainnya tidak. ​

    Namun, hal ini menjadi misteri untuk mengetahui secara pasti penyebab atau asal dari keracunan makanan. Keracunan makanan bisa terjadi secara tiba-tiba dan prosesnya sangat cepat. Gejalanya mencakup perasaan kembung, nyeri perut ekstrim, mual dan muntah, kram, diare dan demam.

    ​2. Sangat cepat​
    ​Diana ​Taheri​, ​presiden dan pendiri My Breast Choice, sebuah organisasi ​nirlaba​ yang berfokus pada pendidikan pasien tentang pilihan ​alternatif mengalami keracunan makanan.

    Hal ini dialami ketika ia menyantap pasta dengan saus cream yang sudah berpuluh kali ia pesan di kafe di gedung perkantorannya. Hari itu beberapa jam setelah makan pasta ia mengalami gejala keracunan. Untung saja bisa segera diatasi dan ia dibawa ke rumah sakit untuk pengobatan.

    Melalui hal yang dialami ia mempelajari bahwa wanita dapat mengalami gejala sakit lambung yang parah yang sebenarnya saat itu mereka mengalami serangan jantung. Karena serangan keracunan bisa berlangsung sangat cepat maka perlu juga diatasi dengan cepat. Segala hal bisa terjadi berkaitan dengan keracunan makanan.

    ​3. Pulihkan energi tubuh​
    Keracunan makanan biasanya akan membaik dengan sendirinya dalam beberapa hari. Anda cukup minum banyak cairan, terutama air, karena tubuh mengalami kekurangan cairan dan dapat dehidrasi.

    Minuman suplemen biasanya dapat membantu mengisi elektrolit penting seperti kalsium dan kalium yang hilang​. Seperti yang orang yang ​mual dan muntah seketika merasa lemah dan gemetar. ​Karena segera minum air soda maka ​keesokan harinya ia langsung bisa mengonsumsi roti, dan besoknya menjadi semakin baik.

    ​4 Mulai konsumsi makanan lunak​
    Orang yang menderita keracunan makanan ​sering ​membuat satu kesalahan. Mereka cenderung mengonsumsi obat-obatan, seperti Pepto-Bismol dan Imodium untuk menyembuhkan diare.

    Hal itu justru semakin parah. Muntah dan diare adalah gejala alami tubuh untuk memberantas terjadinya infeksi. Sebaiknya pilih makanan secara selektif. Susu, makanan berminyak dapat memperburuk diare.

    Disarankan untuk tidak mengonsumsi bahan-bahan makanan mentah, seperti salad selama tiga sampai tujuh hari. Makanlah pisang yang mengandung kalium, nasi, saus apel dan roti panggang untuk mengurangi mual.

    5. Konsultasilah dengan dokter​
    Jika di rumah tidak ​ada​ cadangan minuman atau makanan yang disarankan untuk mengatasi keracunan makanan, periksakan​ diri segera​ ke dokter.

    ​Di​ rumah sakit mereka ​bisa mendapat cairan infus atau ​obat untuk mengurangi mual atau kram. Beberapa pasien juga harus mendapatkan penanganan berbeda, ketika mereka mengalami kondisi tubuh yang tidak bisa menerima cairan dalam jumlah berlebih atau pada ibu hamil.

    Kesimpulan

    “Pesan berantai tersebut pada dasarnya tidak memiliki dasar apa pun, termasuk tidak adanya sumber yang valid yang menyertai pesan tersebut. Namun yang juga perlu diketahui, Terung akan beracun jika dikonsumsi mentah, dan tidak semua jamur dapat dikonsumsi. Pesan berantai mengenai jamur vs terung ini setidaknya sudah ada sejak 2015”

    Rujukan