• (GFD-2020-5282) [SALAH] Pesawat “Darurat Bencana” Diluncurkan Karena Donald Trump Positif COVID-19

    Sumber: twitter.com
    Tanggal publish: 06/10/2020

    Berita

    Akun Twitter @TimInHonolulu (Tim Hogan), menulis cuitan yang diunggah pada 2 Oktober 2020. Cuitan tersebut menyebarluaskan informasi bahwa pesawat “darurat bencana” tipe E-6B Mercury diluncurkan karena Donald Trump terbukti positif COVID-19. Cuitan tersebut telah dibagikan ulang sebanyak 9.499 kali. Selain itu, terdapat 27.221 orang yang telah menyukai cuitan tersebut, diikuti dengan lebih dari 1000 orang memberikan komentar.

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelurusan lebih lanjut, dilansir dari portal berita FOX news, pesawat “darurat bencana” tersebut adalah bagian dari Operation Looking Glass – yang sekarang dikenal sebagai Airborne Command Post (ABNCP). Operasi ini digunakan untuk memberikan komando dan kendali pasukan nuklir AS jika pusat komando darat tidak dapat dioperasikan. Hal ini tidak mengindikasikan bahwa AS sedang terlibat dalam peperangan, karena penerbangan pesawat E-6B ini tercatat sebagai penerbangan yang teratur dilakukan setiap tahun.

    “Ini sangat mungkin menjadi penerbangan rutin, E-6B mengudara secara teratur, juga pada skala waktu yang lebih besar, bukan hanya sesekali” ujar Christiaan Triebert, salah satu reporter New York Times, di akun Twitter pribadinya pada 2 Oktober 2020.

    Selain itu, penerbangan pesawat E-6B ini juga sudah direncanakan jauh sebelum Donald Trump positif terkena COVID-19. Menurut artikel berita dari Washingtonian, jadwal penerbangan yang bersamaan dengan positifnya Donald Trump hanyalah “purely coincidental” atau murni kebetulan.

    Dengan demikian, pernyataan yang ditulis oleh @TimInHonolulu tersebut dapat dikategorikan sebagai konteks yang salah, sebab akun tersebut telah memberikan narasi yang salah terhadap alasan peluncuran pesawat E-6B Mercury di lepas pantai timur dekat Washington DC

    Rujukan

  • (GFD-2020-5175) [SALAH] “Betulkah PKI tidak ada ? Lalu siapa mereka ini yg bersenjata dgn lambang PKI ?”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 05/10/2020

    Berita

    Akun Atira Atira (fb.com/atira.atira.39589149) mengunggah sebuah foto sekumpulan orang bersenjata dan dan bendera palu arit dibelakang mereka dengan narasi sebagai berikut:

    “Betulkah PKI tidak ada ??? Lalu siapa mereka ini yg bersenjata dgn lambang PKI ???”

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, klaim adanya foto sekumpulan orang bersenjata dan dan bendera palu arit dibelakang mereka adalah bukti Partai Komunis Indonesia (PKI) masih ada adalah klaim yang salah.

    Faktanya, bukan PKI dan itu adalah klaim lama yang diedarkan kembali. Foto itu sebenarnya memperlihatkan kegiatan gerilyawan New People’s Army (NPA) di sebuah pedalaman terpencil Provinsi Mountain, Filipina pada Minggu 2 April 2017. NPA adalah organisasi sayap bersenjata Partai Komunis Filipina.

    Klaim ini pernah diperiksa faktanya pada tahun 2017 melalui artikel berjudul [HOAX] “Bila mereka adalah bagian dari generasi bangkit PKI, waspadalah kita semua.”

    Foto asli, salah satunya dimuat di situs gettyimages.no dengan judul “Filipino Communist Rebels Exchange Wedding Vows Amidst A Peace Process”. Sementara foto yang diunggah oleh sumber klaim sudah dimanipulasi, bagian watermark “getty images” dihilangkan.

    Kesimpulan

    Bukan PKI dan itu adalah klaim lama yang diedarkan kembali. Foto itu sebenarnya memperlihatkan kegiatan gerilyawan New People’s Army (NPA) di sebuah pedalaman terpencil Provinsi Mountain, Filipina pada Minggu 2 April 2017. NPA adalah organisasi sayap bersenjata Partai Komunis Filipina.

    Rujukan

  • (GFD-2020-5212) [SALAH] Anies Baswedan Terpapar COVID-19 dan Dilarikan ke RS Royal Sunter

    Sumber: twitter.com
    Tanggal publish: 05/10/2020

    Berita

    “Anies susul trump terpapar covid 19, kadrun stres berat !!Apakah ini laknat Allah swt ?!”

    Hasil Cek Fakta

    Pengguna Twitter MARQUEZ__93 mengunggah sebuah tautan berita (2/10) yang menunjukkan judul berita bahwa Anies Baswedan telah dilarikan ke rumah sakit. Akun tersebut juga menyertakan keterangan bahwa alasan Anies Baswedan dilarikan ke rumah sakit adalah karena beliau telah terpapar wabah mematikan. Informasi serupa juga diunggah oleh pengguna Facebook Wayan Suk dalam forum Tetap Jokowi (5/10), yang menyatakan bahwa Anies telah terpapar COVID-19.

    Berdasarkan hasil penelusuran, kondisi Anies Baswedan saat ini adalah baik-baik saja dan tetap sehat. Kabar bahwa Anies tengah dirawat di rumah sakit juga sudah dibantah oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, serta Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, M. Taufik. Selain itu, melalui akun Instagram pribadi miliknya, Anies Baswedan juga terlihat mengunggah beberapa kegiatannya.

    Informasi dengan topik yang sama sebelumnya juga pernah dimuat dalam situs Jala Hoaks dengan judul “[Hoaks] – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan Sakit dan Dilarikan ke Rumah Sakit Royal Sunter” dan mengkategorikannya sebagai hoaks.

    Dengan demikian, informasi yang disebarluaskan oleh pengguna Twitter MARQUEZ__93 serta pengguna Facebook Wayan Suk tersebut dapat dikategorikan sebagai Konten yang Menyesatkan/Misleading Content.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Khairunnisa Andini (Universitas Diponegoro).

    Informasi yang salah. Telah dikonfirmasi langsung oleh Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, M. Taufik, serta Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, kondisi Anies Baswedan saat ini baik-baik saja dan tetap sehat.

    Rujukan

  • (GFD-2020-5213) [SALAH] Kutipan Marcus Aurelius tentang Opini dan Perspektif

    Sumber: instagram.com
    Tanggal publish: 05/10/2020

    Berita

    “Selamat pagi lur… Dalem banget nih kalimatnya kayak sumur bor.
    .
    .
    #warungsastra”

    Narasi dalam gambar:

    “Semua yang kita dengar adalah opini, bukan fakta. Semua yang kita lihat adalah perspektif, bukan kebenaran.”

    Hasil Cek Fakta

    Akun Instagram Sastra Semua Bangsa (@warungsastra) mengunggah narasi yang disertai dengan foto kutipan dari Marcus Aurelius. Unggahan tersebut telah mendapat respon sebanyak 9.057 suka dan 37 komentar.

    Berdasarkan hasil penelusuran, mengutip dari AAP FactCheck, dua akademisi Klasik mengatakan bahwa kutipan tersebut tidak ada dalam tulisan Marcus Aurelius mana pun yang diketahui. Dosen Kajian Klasik Universitas Nasional Australia Dr. Chris Bishop mengatakan, kutipan itu tidak dikatakan oleh Aurelius.

    “Yang paling dekat (dengan kutipan tersebut) yang bisa saya pikirkan adalah akhir dari buku empat, bagian tiga dari Meditasinya di mana dia merenungkan hakikat keberadaan dan menyimpulkan: ‘Alam semesta adalah perubahan, dan hidup adalah opini’,” ungkapnya.

    Profesor studi Filosofi dan Gender di University of Tasmania Australia Dirk Baltzly mengungkapkan bahwa kutipan tersebut tidak ada dalam “Meditasi” karya Marcus Aurelius. Kutipan tersebut juga tentunya akan ditolak oleh Marcus yang merupakan seorang filsuf Stoa.

    “Jadi, jika Anda harus memiliki slogan atau filosofi stiker bemper yang akan disetujui Marcus Aurelius, itu mungkin:“ Jika Anda percaya terlalu banyak hal di internet, Anda hanya akan memiliki opini – bukan pengetahuan. Pelajari beberapa filosofi dan mulailah berpikir kritis!” tegasnya.

    Sebagai tambahan, Marcus Aurelius adalah kaisar yang memerintah Roma dari tahun 161 hingga 180 Masehi. Ia juga seorang pendukung dan praktisi Stoisisme, sebuah filosofi yang menekankan pendekatan hidup yang rasional dan pragmatis. Ia telah menulis serangkaian 12 buku, yang akhirnya dikompilasi dan diberi judul “Meditasi”, di mana ia menguraikan filosofi Stois pribadinya.

    Dengan demikian, unggahan akun Instagram Sastra Semua Bangsa (@warungsastra) dapat dikategorikan sebagai Konten yang Salah karena dua akademisi Klasik dari Australia mengatakan bahwa kutipan tersebut tidak ada dalam tulisan Marcus Aurelius mana pun yang diketahui.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Renanda Dwina Putri (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Pendidikan Indonesia)

    Narasi yang salah. Faktanya, dua akademisi Klasik dari Australia mengatakan bahwa kutipan tersebut tidak ada dalam tulisan Marcus Aurelius mana pun yang diketahui.

    Rujukan