• (GFD-2020-4366) [SALAH] Video “tiktok Hana hanifah di kantor berlogo BIN”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 16/07/2020

    Berita

    Akun Ahmad Rustam (fb.com/ahmad.rustam.7) mengunggah sebuah video dengan narasi sebagai berikut:

    “Asyik tiktok Hana hanifah di kantor berlogo BIN
    Rusak kabeh wess”

    Di video itu, terlihat Hana Hanifah tengah berjoget dengan tiga orang pria. Di latar belakang, tampak logo Badan Intelijen Negara (BIN) terpasang di dinding.

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, klaim bahwa Hana Hanifah melakukan joget tiktok di kantor berlogo Badan Intelijen Negara (BIN) adalah klaim yang menyesatkan.

    Faktanya, lokasi video itu bukan di kantor BIN. Lokasi video itu adalah Velox Et Exactus Shooting Klub. Logo BIN memang terpasang di dinding ruangan tembak di Velox Et Exactus Shooting Klub.

    Menurut Deputi VII BIN Wawan Hari Purwanto, logo itu dipasang atas dasar rasa bangga semata karena pernah bekerja sama dengan BIN dalam kejuaraan menembak International Practical Shooting Confederation (IPSC) Level II pada tahun 2019.

    Wawan juga membantah BIN terlibat dalam pembuat video tersebut.

    “BIN tidak pernah mengundang Hana Hanifah dalam berbagai kegiatan. Goyang Tik Tok yang viral tidak dilakukan di kantor BIN meskipun ada logo BIN,” kata Wawan dalam keterangannya, Kamis (16/7/2020).

    Wawan menambahkan bahwa BIN mempunyai kejuaraan menembak yang hanya bisa diikuti oleh anggota ataupun perwakilan instansi lain. Nama Hana Hanifah tidak tercatat dalam keduanya.

    “Semua gambar Hana Hanifah tidak ada yang diambil di BIN, dan BIN tidak pernah berhubungan dengan Hana apalagi mengundangnya baik secara formal maupun informal,” imbuh Wawan.

    “Di BIN memang pernah ada kejuaraan menembak, namun hanya diikuti oleh member maupun utusan instansi lain secara ketat. Nama Hana Hanifah tidak ada dalam daftar member maupun utusan instansi lain, sehingga tidak bisa masuk baik di tempat latihan maupun di arena kejuaraan tersebut,” kata Wawan.

    Sementara itu, dari hasil penelusuran terhadap akun Instagram Hana Hanifah (@hanaaaast) dan akun Instagram Velox Et Exactus Shooting Klub (@eloxshootingklub) ditemukan bukti bahwa memang Hana Hanifah pernah latihan menembak di klub tersebut, serta bukti bahwa logo BIN memang terpasang di dinding klub tersebut.

    Kesimpulan

    Bukan di kantor BIN. Lokasi video itu adalah Velox Et Exactus Shooting Klub. Logo BIN memang terpasang di dinding ruangan tembak di Velox Et Exactus Shooting Klub.

    Rujukan

  • (GFD-2020-4367) [SALAH] Foto “Barack Obama, Anthony Fauci dan Melinda Gates mengunjungi ‘pabrik coronavirus’ Laboratorium Cina Wuhan tahun 2015”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 16/07/2020

    Berita

    Beredar foto mantan presiden Amerika Serikat Barack Obama bersama Anthony Fauci dan Melinda Gates yang disertai narasi bahwa mereka bertiga mengunjungi ‘pabrik coronavirus’ Laboratorium Cina Wuhan tahun 2015.

    Salah satunya, diunggah oleh akun Massimo Resta (fb.com/massimo.resta.96742) yang mengunggah foto Obama, Fauci dan Melinda Gates di sebuah laboratorium dengan narasi berbahasa Jerman.

    Berikut kutipan narasi yang diterjemahkan ke Bahasa Indonesia:

    “Foto dari 2015. Gambar dari lima tahun lalu. Laboratorium Cina Wuhan. Barack Obama, Anthony Fauci dan Melinda Gates mengunjungi “pabrik virus”, mungkin untuk memeriksa kemajuan penelitian coronavirus”

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, klaim bahwa mantan presiden Amerika Serikat Barack Obama bersama Anthony Fauci dan Melinda Gates mengunjungi ‘pabrik coronavirus’ Laboratorium Cina Wuhan tahun 2015 adalah klaim yang salah.

    Faktanya, foto Obama berserta tiga orang lainnya itu adalah foto tahun 2014 dan bukan di Wuhan, Cina. Foto tersebut diambil di Pusat Penelitian Vaksin di National Institutes of Health di Bethesda, Maryland, Amerika Serikat terkait penelitian Ebola pada Desember 2014.

    Selain itu, wanita dengan baju berwarna merah di foto itupun bukan Melinda Gates. Di foto tersebut, selain Barack Obama dan dokter Anthony S. Fauci, dua orang lainnya adalah Sylvia Burwell, Sekretaris Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS serta Nancy Sullivan, Kepala Bagian Penelitian Biodefense.

    Foto yang sama, diunggah di situs resmi National Institutes of Health pada 2 Desember 2014 dengan narasi keterangan;

    “Dr. Nancy Sullivan of NIH’s National Institute of Allergy and Infectious Diseases (NIAID) discussing Ebola research with President Barack Obama as NIAID Director Dr. Anthony Fauci and HHS Secretary Sylvia Burwell look on.”

    Kesimpulan

    Foto tahun 2014 dan BUKAN di Wuhan, Cina. Foto tersebut diambil di Pusat Penelitian Vaksin di National Institutes of Health di Bethesda, Maryland, Amerika Serikat terkait penelitian Ebola pada Desember 2014. Wanita dengan baju berwarna merah pun bukan Melinda Gates.

    Rujukan

  • (GFD-2020-4368) [SALAH] Pendukung Fanatik Jokowi Meninggal Setelah Berjalan 15 Kilometer

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 16/07/2020

    Berita

    Akun facebook bernama Raja Frank mengunggah tangkapan layar artikel dari kompas.com dengan judul “Seorang Pendukung Panatik Jokowi meninggal setelah berjalan sekitar 15 kilometer dari rumah kontrakannya di Desa Giriroto menuju kantor Kelurahan. Setelah di Konfirmasi Almarhum ini protes karena tercatat sbg Warga sangat miskin, tetapi tdk Kebagian Danan BLT”. Dalam tangkapan layar, artikel tersebut tayang pada 20 juni 2020, namun tidak ada keterangan jam.

    Dalam tangkapan layar, terlihat seorang pria paruh baya yang tergeletak seperti di trotoar dengan mengenakan kaos putih bergambar Jokowi.

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran, tidak ditemukan adanya artikel dengan judul sepanjang itu yang ditayangkan oleh kompas.com. Selain itu melalui pencarian google dengan keyword “pendukung fanatik jokowi meninggal setelah berjalan 15 kilometer” tidak ditemukan media manapun yang mengangkat berita tersebut.

    Kemudian untuk foto laki-laki paruh baya yang tergeletak di pinggir jalan tersebut, setelah dilakukan penelusuran, pada gambar asli tidak ada tulisan “JOKOWI” pada kaos pria tersebut. Tidak jelas siapa pria paruh baya itu serta lokasi dirinya berada.

    Kesimpulan

    Gambar merupakan hasil suntingan atau editan. Tidak ditemukan artikel kompas.com pada tanggal 20 juni 2020 dengan judul seperti postingan akun facebook Raja Frank.

    Rujukan

  • (GFD-2020-8185) [Fakta atau Hoaks] Benarkah Komisioner KPU dan Bawaslu Kumpul di PDIP untuk Menangkan Jokowi dalam Pilpres 2019?

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 16/07/2020

    Berita


    Foto yang memperlihatkan beberapa komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri beredar di media sosial. Foto itu diklaim sebagai foto berkumpulnya KPU dan Bawaslu di PDIP untuk memenangkan Joko Widodo atau Jokowi dalam Pemilihan Presiden atau Pilpres 2019.
    Dalam foto tersebut, tiga komisioner KPU dilingkari kuning, sementara komisioner Bawaslu dilingkari hijau. Di sebelah Megawati, berdiri Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto. Terdapat pula backdrop di belakang mereka yang bertuliskan "Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan" serta sejumlah kata yang tertutup oleh mereka.
    Di Facebook, foto tersebut diunggah salah satunya oleh akun Zack Loggiss, yakni pada 9 Juli 2020, dengan narasi “Perkumpulan maling suara”.
    Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Zack Loggiss.
    Apa benar komisioner KPU dan Bawaslu berkumpul di PDIP untuk memenangkan Jokowi dalam Pilpres 2019?

    Hasil Cek Fakta


    Untuk memverifikasi klaim di atas, Tim CekFakta Tempo menelusuri jejak digital foto tersebut denganreverse image toolSource dan Google. Hasilnya, foto itu merupakan foto saat KPU dan Bawaslu berkunjung ke kantor PDIP untuk melakukan verifikasi faktual partai politik sebagai syarat mengikuti Pemilu 2019, bukan untuk memenangkan Jokowi dalam Pilpres 2019.
    Foto tersebut pernah dimuat oleh situs Balipost.com pada 30 Januari 2018 dengan judul “PDIP lolos verifikasi faktual KPU”. Dalam verifikasi faktual ini, hadir Ketua KPU Arief Budiman yang didampingi oleh anggota KPU Ilham Saputra dan Wahyu Setiawan, Ketua Bawaslu Abhan yang didampingi oleh anggota Bawaslu Fritz Edward Siregar, serta tim verifikator KPU.
    Rapat pleno verifikasi faktual itu berlangsung di kantor PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, pada 29 Januari 2018. Dalam rapat itu, Megawati menyatakan bahwa partainya sangat mendukung verifikasi faktual ini sebagai pelaksanaan dari keputusan Mahkamah Konstitusi (MK).
    Sementara Arief meminta pengurus PDIP dan partai-partai lain di tingkat pusat mendorong pengurus partainya di tingkat provinsi dan kabupaten/kota untuk memonitor verifikasi faktual di daerah. Menurut Arief, hasil akhir verifikasi faktual bukan hanya ditentukan oleh pengecekan terhadap kepengurusan pusat, melainkan juga kepengurusan daerah.
    Foto yang identik juga pernah dimuat oleh situs Koransulindo.com pada 30 Januari 2018 dengan judul “PDI Perjuangan Lolos Verifikasi Faktual”. Verifikasi tersebut dilakukan di lantai 2 kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP. Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri memantau secara langsung verifikasi faktual ini.
    Tempo pun pernah memuat berita tentang verifikasi faktual oleh KPU terhadap PDIP itu. Usai verifikasi di kantor DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta, pada 29 Januari 2018, Komisioner KPU Ilham Saputra menyatakan PDIP memenuhi syarat pada tingkat pusat.
    Ada tiga komponen penilaian dari KPU yang harus dipenuhi oleh partai politik dalam verifikasi faktual ini, yaitu kesesuaian kepengurusan partai dengan Surat Keputusan (SK) Kementerian Hukum dan HAM atas nama ketua umum partai, domisili partai, dan keterwakilan 30 persen kader perempuan.
    Metode verifikasi dilakukan sesuai Putusan MK Nomor 53/PUU-XV/2017 yang mensyaratkan dilakukannya verifikasi terhadap semua partai politik calon peserta Pemilu 2019. Pasca putusan MK tersebut, KPU berkonsultasi dengan Komisi II DPR. Hasilnya, KPU dan DPR sepakat verifikasi dilaksanakan di kantor wilayah partai politik. Partai politik wajib mendatangkan anggotanya.

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa foto di atas adalah foto saat KPU dan Bawaslu berkunjung ke kantor PDIP untuk memenangkan Jokowi dalam Pilpres 2019 menyesatkan. Foto itu diabadikan saat KPU dan Bawaslu melakukan verifikasi faktual terhadap PDIP di kantor DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, pada 29 Januari 2018.
    ZAINAL ISHAQ
    Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id

    Rujukan