• (GFD-2026-31383) [SALAH] Puluhan Truk Malaysia Curi Kabel Tembaga dari Pabrik Indonesia

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 05/01/2026

    Berita

    Beredar unggahan video [arsip] pada Minggu (21/12/2025) dari akun Facebook “MediaHiburan.com” berisi narasi sebagai berikut: 

    “LIHATLAH!! PULUHAN TRUK MALAYSIA INI SEENAKNYA MENCURI KABEL TEMBAGA DARI PABRIK INDONESIA! TNI SEDANG MENGHADANG! TAPI TETAP SAJA MEREKA NEKAT, KETUK KETUK LAYAR SEKARANG JUGA!! BIAR PEMERINTAH SADAR, INDONESIA SEDANG DIJARAH DIDEPAN MATA”.

    Per Senin (5/1/2026), unggahan tersebut telah mendapat 804 tanda suka, 81 komentar, dan 81 kali dibagikan oleh pengguna Facebook lainnya.


    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan pengamatan Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax), video tersebut menunjukkan sejumlah kejanggalan yang mengarah ke dugaan rekayasa AI, seperti pergerakan tubuh TNI yang tampak kabur dan tidak wajar.

    TurnBackHoax kemudian menganalisis konten menggunakan alat pendeteksi AI, Undetectable. Diketahui, video merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (artificial intelligelnce/AI), probabilitas atau kemungkinannya mencapai 86 persen.

    Sepanjang penelusuran, tidak ditemukan informasi dari sumber kredibel yang membenarkan klaim “Puluhan truk Malaysia curi kabel tembaga dari pabrik Indonesia

    ”.

    Kesimpulan

    Konten yang beredar adalah hasil rekayasa AI, probabilitas atau kemungkinannya mencapai 100 persen. Jadi, unggahan berisi klaim “Puluhan truk Malaysia curi kabel tembaga dari pabrik Indonesia” merupakan konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-31387) [SALAH] Snack Luppo Mengandung Tablet Berbahaya yang Dapat Melumpuhkan

    Sumber: twitter.com
    Tanggal publish: 05/01/2026

    Berita

    Akun X “indepenSumatera” pada Senin (29/12/2025) mengunggah video [arsip] yang dengan narasi:

    “Snack Luppo Mengandung Tablet Berbahaya yang dapat melumpuhkan”

    Per Senin (5/12/2025) video itu sudah ditonton 149 ribu kali, disukai 1.000 kali, dibagikan 661 kali dan menuai 148 komentar.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri kebenaran klaim dengan memasukkan kata kunci “Snack Luppo mengandung Tablet Berbahaya yang dapat melumpuhkan” ke mesin pencari Google.  ditemukan artikel bantahan dari Kompas.com  dengan judul artikel “[HOAKS] Produk Makanan Ringan Mengandung Tablet yang Melumpuhkan Anak” yang tayang pada Selasa (8/10/2024).

    

    Melansir dari Kompas.com video tersebut kemungkinan besar direkam di wilayah Kurdistan di Irak Utara, bukan di Indonesia, karena bahasa yang terdengar di akhir klip adalah bahasa Kurdi. Isu ini diduga terkait dengan upaya boikot produk Turki di wilayah tersebut pada tahun 2019.


    Dikutip dari Snopes, Solen memberikan sejumlah dokumen yang membuktikan sertifikasi keselamatan pabrik, tempat keik krim kelapa Luppo diproduksi. Inspeksi pabrik tersebut dilakukan oleh perusahaan Swiss SGS. Belum dapat dipastikan apakah pil sengaja dimasukkan oleh pembuat video, atau produk tersebut disabotase oleh salah satu distributor, atau kemungkinan lainnya seperti dimasukkan oleh orang lain di tingkat lokal.

    Kesimpulan

    Faktanya, video tersebut kemungkinan besar direkam di wilayah Kurdistan di Irak Utara, bukan di Indonesia jadi unggahan video berisi narasi “Snack Luppo mengandung tablet berbahaya yang dapat melumpuhkan” konten yang menyesatkan (misleading content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-31388) [SALAH] China Kirim Bantuan Tank dan Peluncur Roket untuk Militer Kamboja

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 05/01/2026

    Berita

    Beredar unggahan video [arsip] pada Selasa (23/12/2025) dari akun Facebook “Militer Dunia” berisi narasi:

    “China Kirim Bantuan Militer Kamboja Berupa Tank Dan Peluncur Roket Untuk Menghadapi Thailand

    China Mengirimkan Peluncur Roket Kepada Sekutu Mereka di Asia Tenggara”.

    Per Senin (5/1/2026), unggahan tersebut telah mendapat 7.000-an tanda suka, 200-an komentar, dan dibagikan ulang 100-an kali oleh pengguna Facebook lainnya.


    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memasukkan kata kunci “China kirim bantuan militer Kamboja berupa tank dan peluncur roket untuk menghadapi Thailand” di kolom pencarian Google. Penelusuran teratas mengarah ke pemberitaan antaranews.com “China bantah pasok senjata ke Kamboja untuk lawan Thailand”.

    Berita yang tayang Desember 2025 tersebut memuat bantahan China atas tudingan pemberian bantuan persenjataan kepada Kamboja dalam bentrokan perbatasan dengan Thailand. Beijing melalui Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China menegaskan kerja sama pertahanan dengan kedua negara Asia Tenggara tersebut bersifat historis dan tidak ditujukan kepada pihak ketiga mana pun.

    Lebih lanjut, Kedutaan Besar China di Bangkok menegaskan keberadaan senjata buatan China di wilayah konflik merupakan bagian dari kerja sama pertahanan bilateral jangka panjang, bukan bentuk dukungan militer baru maupun intervensi dalam konflik.

    Sepanjang penelusuran, tidak ditemukan bukti dari sumber kredibel yang membenarkan klaim “China kirim bantuan tank dan peluncur roket untuk militer kamboj

    a”.

    Kesimpulan

    Tidak ditemukan informasi kredibel yang membenarkan klaim. Jadi, unggahan berisi klaim “China kirim bantuan tank dan peluncur roket untuk militer Kamboja” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-31390) Menyesatkan: Seorang Ibu di Kalimantan Ditangkap karena Mencuri Seekor Ikan

    Sumber:
    Tanggal publish: 05/01/2026

    Berita

    AKUN di X [arsip] dan Facebook mengunggah foto seorang warga yang terikat pada tiang dengan tulisan “aku mencuri ikan” pada 1 Januari 2026. Narasi tersebut mengeklaim peristiwa itu menimpa seorang ibu muda di Kalimantan yang tertangkap warga saat mencuri seekor ikan.

    Pengunggah menyebut perempuan itu terpaksa mencuri karena tidak memiliki uang untuk membeli makan. “Saya mencuri satu ekor ikan buat makan anak saya,” tulis pengunggah. 



    Namun, benarkah peristiwa penangkapan seorang ibu di Kalimantan akibat mencuri seekor ikan?

    Hasil Cek Fakta

    Tempo memverifikasi peristiwa itu dengan menelusuri sumber informasi serta mewawancarai polisi setempat. Hasilnya menunjukkan foto tersebut memang berkaitan dengan penangkapan pencuri ikan oleh warga. Namun, pelakunya bukan ibu muda, melainkan remaja laki-laki. Jumlah ikan yang dicuri pun mencapai 32 kilogram, bukan seekor sebagaimana klaim yang beredar.

    Kepala Kepolisian Resor Landak AKBP Devi Ariantari menyatakan aksi pencurian itu berlangsung di Pasar Rakyat Ngabang, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, pada 4 November 2025. Pelakunya merupakan remaja laki-laki. “Saat ini sudah dilakukan penyelesaian secara kekeluargaan dan adat,” ujar Devi melalui pesan kepada Tempo pada Ahad, 4 Januari 2026.

    Beberapa media komunitas di Kalimantan Barat mempublikasikan peristiwa pencuriam tersebut. Dilansir Landak Pusat Informasi, dalam rekaman CCTV yang beredar, pelaku tampak mengambil ikan dari kotak penyimpanan pedagang tanpa izin. Usai ketahuan mencuri ikan, remaja tersebut diikat ke tiang kayu. Bagian belakang punggungnya kemudian ditempel tulisan “aku mencuri ikan”.

    Laporan Kabar Kalbar menyebutkan pelaku mencuri ikan seberat 32 kilogram. Pedagang yang menjadi korban mengaku sengaja menahan pelaku agar tidak melarikan diri sembari menunggu polisi tiba. “Kami hanya mengikat pelaku, tidak melakukan kekerasan. Kami serahkan sepenuhnya kepada pihak berwajib,” ujar pedagang tersebut.

    Pada 5 November 2025, Frans Yodian selaku perwakilan keluarga pelaku melaporkan Heri, pemilik lapak ikan, kepada pengurus adat Desa Hilir Kantor. Frans menilai tindakan Heri yang mengikat pelaku serta menempelkan tulisan di punggung merupakan perbuatan tidak pantas yang menyerupai persekusi. Ia menuntut penyelesaian melalui hukum adat sekaligus meminta warganet menghapus rekaman video yang viral karena melanggar etika serta berpotensi melanggar aturan dalam UU ITE. 

    Kasus ini akhirnya diselesaikan secara damai pada 21 November 2025. Proses mediasi dilakukan melalui pihak Dewan Adat Dayak (DAD) Kecamatan Ngabang dan difasilitasi di Polsek Ngabang. Dalam mediasi yang diunggah Landak Pusat Informasi tersebut, pihak keluarga pelaku dan pemilik lapak ikan sepakat menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan dan mengakhiri permasalahan tanpa melanjutkan proses hukum lebih lanjut.

    Kesimpulan

    Berdasarkan hasil penelusuran Tempo, klaim bahwa peristiwa penangkapan seorang ibu di Kalimantan akibat mencuri seekor ikan adalah menyesatkan.

    Rujukan