• (GFD-2026-31391) Cek Fakta: Hoaks Video Perayaan Natal di Dalam Masjid Istiqlal

    Sumber:
    Tanggal publish: 05/01/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial video yang mengklaim adanya perayaan Natal di Masjid Istiqlal. Postingan itu beredar sejak pekan lalu.
    Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 29 Desember 2025.
    Dalam postingannya terdapat video sejumlah orang menyanyi lagu Indonesia Raya menggunakan baju merah putih. Video itu disertai narasi:
    "Pertama kali Natal bersama dirayakan di Masjid Istiqlal berbaur jadi satu, Kristen & Muslim Munafik & Fasik. Astaghfirullaah...Inilah yg dikatakan toleransi beragama kebablasan unlimited. #WASPADA adzab Allah"
    Akun itu menambahkan narasi,
    "HANCOOOR.... !!!! kenapa Mesti di Istiqlal ngerayain nya. ????"
    Lalu benarkah postingan video yang mengklaim adanya perayaan Natal di Masjid Istiqlal?

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dan menemukan video serupa beberapa waktu lalu dengan narasi yang berbeda. Kami menulisnya dalam artikel berjudul "Cek Fakta: Tidak Benar Video Orang Bernyanyi di Dalam Masjid Istiqlal Sebagai Persiapan Menyambut Paus Fransiskus" yang tayang 5 September 2024.
    Dalam artikel tersebut terdapat penjelasan dari Wakil Kepala Bidang Penyelenggara Peribadatan Masjid Istiqlal, Ustadz Abu Hurairah. Ia menjelaskan kegiatan tersebut bukan persiapan untuk menyambut Paus Fransiskus tetapi kegiatan Dzikir Nasional, Doa Bersama dan Pengajian Anti Gempa Manaqib Syeikh Abdul Qosir Al Jailani OS.
    Dalam artikel juga terdapat klarifikasi dari Direktur Pendidikan Pesantren Peradaban Dunia Jagat Asy, Tata Masta. Ia menjelaskan rangkaian kegiatan tersebut diawali dengan qiyamul lail, dzikir, sholat Subuh, manaqib Syeikh Abdul Qodir Al Jaelani, dan ditutup ceramah agama.

    Kesimpulan


    Postingan video yang mengklaim adanya perayaan Natal di Masjid Istiqlal adalah tidak benar.

    Rujukan

  • (GFD-2026-31392) [SALAH] Bahlil Minta PLN Menaikkan Harga Token Listrik

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 05/01/2026

    Berita

    Beredar unggahan [arsip] dari akun Facebook Antexs pada Rabu (24/12/2025), isinya berupa foto Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang disertai narasi:

    “bahlil ajak PLN menaikan harga token agar PT PLN tidak rugi dan agar rakyat belajar menghemat arus”

    Hingga senin (5/1/2026), unggahan tersebut telah mendapat sekitar 13.000 reaksi, 33.800-an komentar, dan 1.000 kali dibagikan oleh pengguna Facebook lainnya.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Periksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri kebenaran klaim tersebut di mesin pencarian Google dengan menggunakan kata kunci “harga token listrik PLN” pada tab “berita”. Hasilnya, tidak ditemukan informasi resmi atau pemberitaan kredibel yang membenarkan klaim.

    Penelusuran mengarah ke pemberitaan medcom “Pemerintah Jaga Daya Beli, Harga Token Listrik tak Berubah” yang tayang Senin (29/12/2025). Isinya melaporkan bahwa tidak ada kenaikan harga listrik hingga akhir tahun 2025, baik untuk prabayar maupun pascabayar.

    Sepanjang penelusuran, tidak ditemukan  informasi resmi atau pemberitaan kredibel yang membenarkan klaim “Bahlil minta PLN menaikkan harga token listrik”.

    Kesimpulan

    Tidak ditemukan informasi resmi atau pemberitaan kredibel yang membenarkan klaim. Jadi, unggahan berisi klaim “Bahlil minta PLN menaikkan harga token listrik” adalah konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-31393) [SALAH] TNI Tangkap Anggota KKB dan WNA saat Operasi Penyisiran

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 05/01/2026

    Berita

    Beredar unggahan video [arsip] pada Selasa (30/12/2025) dari akun Facebook “digital ai” berisi narasi sebagai berikut: 

    “PEMIRSA, PASUKAN TNI DILAPORKAN BERHASIL MENANGKAP 1 ANGGOTA KKB DAN 1 WARGA ASING DALAM OPERASI PENYISIRAN. KEDUANYA DIDUGA TERLIBAT TRANSAKSI SENJATA DAN LOGISTIK SEBAGAI PENYUPLAI. TEMUAN INI MENIMBULKAN KEMARAHAN APARAT TNI MEMBUKA KASUS INI KE MEDIA DAN MENGELUARKAN PERINGATAN KERAS”.

    Per Senin (5/1/2026), unggahan tersebut telah mendapat 1.941 tanda suka, 252 komentar, dan 119 kali dibagikan oleh pengguna Facebook lainnya.


    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan pengamatan Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax), video tersebut menunjukkan sejumlah kejanggalan yang mengarah ke dugaan rekayasa AI, seperti pergerakan mulut anggota TNI yang tidak selaras dengan suara.

    TurnBackHoax kemudian menganalisis konten menggunakan alat pendeteksi AI, Undetectable. Diketahui, video merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (artificial intelligelnce/AI), probabilitas atau kemungkinannya mencapai 97 persen.

    Melansir dari kumparan.com “Sejarah KKB dan Dampak Konflik KKB dengan TNI di Papua”, Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) awalnya bernama Organisasi Papua Merdeka (OPM), berdiri sejak 1965 dengan tujuan memisahkan diri dari Indonesia. Dalam memperjuangkan tuntutan kemerdekaan dan referendum, kelompok ini kerap melakukan aksi kriminal bersenjata yang menimbulkan korban jiwa hingga kini.

    Untuk diketahui, konflik antara KKB dan TNI di Papua dipicu oleh ketidakpuasan sebagian masyarakat terhadap pemerintah pusat akibat persoalan historis, isu otonomi, hak asasi manusia, ketimpangan ekonomi, serta keterbatasan akses pendidikan dan layanan kesehatan, yang diperparah oleh dukungan pihak luar terhadap gerakan separatis.

    Sepanjang penelusuran, tidak ditemukan informasi dari sumber kredibel yang membenarkan klaim “TNI tangkap anggota KKB dan WNA saat operasi penyisir

    an”.

    Kesimpulan

    Konten yang beredar adalah hasil rekayasa AI, probabilitas atau kemungkinannya mencapai 100 persen. Jadi, unggahan berisi klaim “TNI tangkap anggota KKB dan WNA saat operasi penyisiran” merupakan konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-31394) [SALAH] Video Rapat DPRD Jawa Barat tentang Vasektomi sebagai Syarat Mendapatkan Bansos

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 05/01/2026

    Berita

    Pada Minggu (21/12/2025), beredar sebuah video (arsip cadangan) di Facebook oleh Page “Calon Jutawan” (facebook.com/profile.php?id=61580540480804) dengan narasi: 

    “DPR jawa Barat 
    #fyp #jangkauan #viral” 

    di unggahannya.

    Per tangkapan layar dibuat unggahan tersebut sudah disukai 34 ribu kali, mendapatkan 2.5 ribu komentar, dibagikan 4.1 ribu kali, dan sudah dilihat 1.5 juta kali oleh pengguna Facebook lainnya.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta MAFINDO (TurnBackHoax) memeriksa video yang disebarkan menggunakan perkakas pendeteksi konten buatan AI Hive Moderation, hasilnya terdeteksi video yang disebarkan adalah buatan AI dengan skor agregat 99.9%.

    Kesimpulan

    Faktanya, video yang disebarkan adalah media sintetis yang terdeteksi buatan AI dengan skor agregat 99.9%. Unggahan yang berisi video rapat DPRD Jawa Barat tentang vasektomi sebagai syarat mendapatkan bansos merupakan kategori konten palsu (fabricated content).

    Rujukan