(GFD-2026-31594) Keliru, Video Dinarasikan Penangkapan Presiden Venezuela
Sumber:Tanggal publish: 05/01/2026
Berita
ADVERTISEMENT
Pasukan khusus AS, termasuk Delta Force, menangkap Maduro dan istrinya di kediaman mereka di Caracas dalam operasi yang berlangsung kurang dari 30 menit, setelah serangkaian serangan ke fasilitas militer dan infrastruktur strategis Venezuela.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
Seiring dengan berkembangnya pemberitaan resmi tersebut, sebuah video beredar luas di media sosial dan diklaim sebagai dokumentasi operasi penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Unggahan ini beredar melalui akun Facebook "Ufuk Jingga" (arsip) pada Minggu, (4/1/2026).
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Dalam video itu terlihat sebuah helikopter menurunkan sejumlah pasukan bersenjata ke sebuah gedung, yang kemudian diklaim sebagai momen penangkapan Presiden Venezuela oleh pasukan Amerika Serikat.
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Di keterangan video, pengunggah menjelaskan bahwa Amerika Serikat melakukan operasi militer besar di Venezuela yang menargetkan Presiden Nicolás Maduro. Dalam narasi tersebut, Maduro diklaim berhasil ditangkap oleh pasukan elit AS (Delta Force) yang diterjunkan menggunakan helikopter MH-47 Chinook.
Periksa Fakta Militer AS Menangkap Maduro
ADVERTISEMENT
Pengunggah juga menyebut sejumlah objek strategis yang diklaim menjadi sasaran serangan, antara lain pangkalan udara Miranda dan La Carlota, situs antena El Volcán, markas militer Fuerte Tiuna, serta Pelabuhan La Guaira.
Selain itu, keterangan video turut mengaitkan operasi tersebut dengan isu geopolitik internasional, seperti klaim pertemuan Maduro dengan utusan China sebelum operasi, dugaan serangan terhadap gedung parlemen Venezuela, serta peringatan keamanan bagi warga AS di kawasan tersebut.
Hingga Senin (5/01/2026), video tersebut sudah ditonton 1,9 ribu kali dan mendapatkan 18 tanda reaksi, 6 komentar serta dibagikan 7 kali. Video dengan klaim serupa juga ditemukan di platform berbeda, yaitu ini, ini dan ini.
Lantas, bagaimana kebenaran video ini?
Hasil Cek Fakta
Hasil penelusuran menunjukkan bahwa video tersebut bukan rekaman baru dan telah beredar sebelumnya. Salah satu unggahan identik ditemukan di akun X milik staf Kantor Kepresidenan AS, Margo Martin, @MargoMartin47, yang dibagikan pada 11 Juni 2025.
Penelusuran lanjutan menemukan bahwa video tersebut juga identik dengan dokumentasi yang diunggah kanal YouTube @Media Magik Entertainment dengan judul “Special Operations for the Commander in Chief Donald J. Trump”. Video tersebut merupakan dokumentasi kunjungan Presiden AS Donald J. Trump ke Fort Bragg, North Carolina, pada 11 Juni 2025, dalam rangka peringatan 250 tahun Angkatan Darat Amerika Serikat.
Pada cuplikan sekitar menit 01.30, terlihat pasukan Angkatan Darat AS turun dari helikopter menggunakan tali menuju sebuah gedung. Adegan ini identik dengan video yang beredar di media sosial dengan klaim berbeda. Namun, melalui keterangan video dijelaskan bahwa gedung yang dituju bukan lokasi operasi militer sungguhan, melainkan bangunan simulasi yang digunakan sebagai bagian dari latihan dan demonstrasi integrasi kekuatan tempur multi-domain.
Berdasarkan konteks tersebut, dapat dipastikan bahwa video yang kini beredar bukan dokumentasi penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro. Video tersebut merupakan rekaman lama yang diambil pada 11 Juni 2025 di Fort Bragg, Amerika Serikat, dan tidak berkaitan dengan operasi militer AS di Venezuela pada Januari 2026.
Kesimpulan
Video yang beredar di media sosial tersebut tidak berkaitan dengan operasi penangkapan Maduro oleh Amerika Serikat. Rekaman itu merupakan video lama yang mendokumentasikan latihan dan demonstrasi kemampuan militer Angkatan Darat AS di Fort Bragg pada Juni 2025, bukan peristiwa penangkapan Presiden Venezuela pada Januari 2026.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Rujukan
- https://tirto.id/bagaimana-proses-penangkapan-presiden-venezuela-nicolas-maduro-hoGh
- https://www.facebook.com/reel/875213841539328
- https://archive.ph/mOuVY
- https://youtube.com/shorts/u4Pi-rSWKBs?si=Y0dRoiWMGVizcwch
- https://www.youtube.com/shorts/UIOFpepXzuQ
- https://www.youtube.com/shorts/6uBXfGj_jK0
- https://x.com/MargoMartin47/status/1932519448834986398
- https://youtu.be/dG_HoCYPpXA?si=xB-pYOgXjpMbBbjE
(GFD-2026-31378) Keliru: Video Hotman Paris Merekomendasikan Situs Judi Rakyat JP
Sumber:Tanggal publish: 05/01/2026
Berita
Namun, benarkah video Hotman Paris berdurasi 44 detik tersebut merekomendasikan situs Rakyat JP?
Hasil Cek Fakta
Video Hotman yang identik pernah diunggah di akun Instagram miliknya, hotmanparisofficial, pada 22 Maret 2025. Dalam video aslinya, dia tidak sedang membahas judol.
Dalam rekaman aslinya, ia sama sekali tidak membahas judi online. Hotman sebenarnya tengah membicarakan pengadilan arbitrase dan kasus yang melibatkan Kementerian Pertahanan.
Ia menjelaskan kementerian tersebut pernah kalah dalam sidang arbitrase internasional sehingga harus membayar denda. Pihak asing pemenang sidang kemudian melacak aset kementerian hingga ke Paris, Prancis. Mereka mengajukan permohonan penyitaan melalui pengadilan Inggris guna mengeksekusi aset tersebut.
“Itulah risiko kalau memilih perselisihan melalui arbitrase. Karena arbiter-nya itu belum tentu jujur. Apalagi kontrak-kontraknya berbau internasional. Makanya saya sudah bilang berkali-kali agar pemerintah Indonesia setiap misi kontrak, jangan mau memakai klausul arbitrase internasional tapi menuju ke pengadilan Indonesia,” kata Hotman dalam videonya.
Analisis menggunakan perangkat Hive Moderation menunjukkan kemungkinan manipulasi akal imitasi sebesar 14,8 persen. Perangkat Zhuque AI Detection mendeteksi angka 28,22 persen, sedangkan Illuminarty memberikan probabilitas sekitar 33,2 persen.
Kesimpulan
Video itu merupakan hasil rekayasa menggunakan AI, memanfaatkan video asli yang diunggah Hotman di akun Instagramnya.
Rujukan
- https://www.facebook.com/share/r/1BwmaWC5p4/
- https://perma.cc/286F-L3M3
- https://www.instagram.com/p/DHfGQIDTXj4
- https://hivemoderation.com/ai-generated-content-detection
- https://matrix.tencent.com/ai-detect/ai_gen
- https://illuminarty.ai/en/ /cdn-cgi/l/email-protection#7310161815121807123307161e031c5d101c5d1a17
(GFD-2026-31381) [SALAH] Video “Desember 2025 Mahasiswa UGM Demo Ijazah Jokowi”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 05/01/2026
Berita
Akun “Facebook” Ahmad Jol Ahmad Jol” pada Senin (29/12/2025) membagikan video [arsip], isinya memperlihatkan massa berdemontrasi sembari berorasi dan membawa spanduk bertuliskan “Revolusi Pendidikan”, “Universitas Gudang Masalah”, hingga “UGM Kampus Rasa Orba UGM Kampus Negeri Rasa Swasta”.
Unggahan disertai narasi:
“Mahasiswa UGM demo terkait ijazah Jokowi
Mahasiswa: UGM universitas gudang masalah!!!”.
Hingga Senin (5/1/2026) unggahan tersebut telah mendapatkan lebih dari 27.700 tanda suka, 4.700-an komentar, serta dibagikan ulang lebih dari 3.100 kali.
Hasil Cek Fakta
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memasukkan kata kunci “mahasiswa UGM demo ijazah jokowi pada desember 2025”. Hasilnya tidak ditemukan informasi valid atau pemberitaan kredibel yang membenarkan klaim.
TurnBackHoax lalu memanfaatkan Google Lens untuk memeriksa video yang disertakan dalam unggahan. Hasil penelusuran mengarah ke video kanal Youtube Tribun Jogja Official “Demo Besar! Ribuan Mahasiswa UGM Geruduk Gedung Rektorat” yang identik dengan unggahan akun Facebook “Ahmad Jol Ahmad Jol”.
Dari berita yang tayang Senin (2/5/2016) itu, diketahui bahwa konteks asli video adalah momen mahasiswa UGM demo besar-besaran di rektorat pada Mei 2016. Massa menuntut perbaikan kebijakan uang kuliah tunggal, pembatalan relokasi Kantin Bonbin, dan pencairan tunjangan kinerja tenaga kependidikan.
Kesimpulan
Rujukan
(GFD-2026-31382) [SALAH] Roy Suryo Divonis 30 Tahun Penjara dalam Kasus Ijazah Palsu
Sumber: Youtube.comTanggal publish: 05/01/2026
Berita
Beredar unggahan video [arsip] dari kanal YouTube “KajianOnline” pada Senin (11/12/2025). Berisi narasi :
“ROY SURYO DIVONIS 30 TAHUN PENJARA ! TOMPEL NGAMUK² OGAH IKUT DIPENJARA TIFA & AIMAN MINTA AMPUN”
Hingga Senin (5/1/2026) unggahan telah dilihat 56.066 kali, menuai 1.000 tanda suka serta 561 komentar.
Hasil Cek Fakta
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri video tersebut dengan memanfaatkan Google Lens. Berikut hasilnya :
Klip video pertama menampilkan cuplikan pemberitaan di kanal YouTube Liputan6 SCTV mengenai Roy Suryo yang diperiksa terkait meme stupa candi borobudur.
Klip video ke-2 berasal dari akun TikTok ‘sinau.qhj’ yang menampilkan pemberitaan Kompas TV mengenai penetapan delapan orang sebagai tersangka dalam kasus pencemaran nama baik terkait ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Asep Edi Suheri.
Setelah disimak hingga selesai, video yang diunggah kanal YouTube ‘KajianOnline’ hanya menampilkan cuplikan berita lama dan tidak ada pernyataan resmi yang menyebutkan Roy Suryo divonis 30 tahun penjara dalam kasus ijazah palsu.
TurnBackHoax kemudian melakukan penelusuran dengan memasukkan kata kunci “Roy Suryo divonis 30 tahun penjara dalam kasus ijazah palsu” ke mesin pencarian Google. Hasilnya, tidak ditemukan pemberitaan kredibel yang membenarkan klaim.




.png)