• (GFD-2025-27689) Cek Fakta: Hoaks Pendaftaran Program Transmigrasi ke IKN Nusantara

    Sumber:
    Tanggal publish: 01/07/2025

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial postingan poster pendaftaran program transmigrasi ke IKN Nusantara. Postingan itu beredar sejak pekan lalu.
    Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 22 Juni 2025.
    Dalam postingannya terdapat poster dengan logo Kementerian Transmigrasi dengan narasi sebagai berikut:
    "Ayo ikuti program transmigrasi 2025. Prediksi daerah tujuan: IKN Kalimantan Timur. Kuota terbatas.
    Syarat pendaftaran:
    1. WNI
    2. Sudah Menikah
    3. Usia kepala keluarga 20-65 tahun."
    Akun itu menambahkan narasi:
    "Untuk mendaftar program transmigrasi ke IKN (Ibu Kota Nusantara) di Kalimantan Timur, Anda bisa mengikuti langkah-langkah berikut
    *Pendaftaran di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Daerah
    *: Kunjungi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi di kabupaten/kota tempat tinggal Anda untuk mendapatkan informasi tentang program transmigrasi ke IKN.-
    *Pengisian Formulir Pendaftaran
    *: Isi formulir pendaftaran yang disediakan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi dengan informasi seperti data pribadi, pengalaman kerja, dan kemampuan pertanian atau usaha lainnya.-
    *Melengkapi Dokumen Persyaratan
    *: Dokumen yang biasanya diperlukan antara lain:
    - KTP dan Kartu Keluarga (KK)
    - Surat keterangan sehat dari puskesmas atau rumah sakit
    - Surat pernyataan bersedia ikut program transmigrasi
    - Pas foto terbaru
    - Sertifikat keterampilan (jika ada)
    Setelah mendaftar, Anda akan mengikuti proses seleksi oleh Dinas terkait. Jika lulus seleksi, Anda akan mengikuti pelatihan persiapan transmigrasi.
    Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa menghubungi
    ²:- *Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia
    *: Jl. TMP Kalibata No.17, Jakarta Selatan, 12750, DKI Jakarta, Indonesia. Telp: 021 - 7994372.
    *Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Timur
    *: Anda bisa mengunjungi website resmi mereka di (tautan tidak tersedia) untuk informasi lebih lanjut ³.Pastikan Anda memenuhi semua persyaratan yang ditentukan dan tidak ada biaya pendaftaran."
    Lalu benarkah postingan poster pendaftaran program transmigrasi ke IKN Nusantara?

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dengan mengunjungi akun resmi Kementerian Transmigrasi di Instagram, @kementrans.ri yang sudah bercentang biru atau terverifikasi.
    Dalam unggahan 21 Juni 2025, Kementerian Transmigrasi membantah adanya program yang beredar viral di media sosial.
    "Kementerian Transmigrasi menegaskan bahwa informasi tentang Ikuti Program Transmigrasi di IKN Kalimantan Timur yang beredar di media sosial dan aplikasi pesan instan adalah tidak benar dan menyesatkan," bunyi pernyataan Kementerian Transmigrasi.
    Selain itu Kementerian Transmigrasi juga mengunggah video bantahan terkait program transmigrasi ke IKN Nusantara. Video itu disampaikan oleh Velix Fernando Wanggai, Dirjen Pengembangan Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Transmigrasi.
    "Kami ingin tegaskan di kesempatan ini bahwa Kementerian Transmigrasi sama sekali atau tidak pernah membuka rekrutmen terbuka untuk transmigrasi ke Kalimantan Timur, secara khusus di IKN Nusantara. Informasi itu hoaks," kata Velix dalam unggahan 25 Juni 2025.

    Kesimpulan


    Postingan poster pendaftaran program transmigrasi ke IKN Nusantara adalah hoaks.

    Rujukan

  • (GFD--27688) CEK FAKTA: Geger Program Pembuatan SIM Gratis 2025, Benarkah?

    Sumber:

    Berita

    SuaraKaltim.id - Media sosial dihebohkan dengan adanya kabar yang menyatakan ada program pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) secara gratis.

    Narasi tersebut disebarkan sebuah akun di TikTok dengan nama pengguna sim_gratis.2025_p dan nama profil SIM Gratis 2025 Pemerintah.

    Dalam unggahan videonya, menyatakan biaya penerbitan SIM dihapus sehingga pembuatan SIM jadi gratis.

    Program itu berlaku untuk pembuatan SIM A, SIM B dan SIM C.

    Namun dalam postingan tersebut terdapat link di profil akun TikTok-nya dan diarahkan untuk mendaftar ataupun memperpanjang SIM secara gratis melalui akun tersebut.

    Lantas benarkah Korlantas Polri mengadakan pembuatan SIM gratis 2025?

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran yang dilakukan, unggahan resmi di Instagram Korlantas Polri menyatakan jika informasi tentang pembuatan SIM gratis dan SIM seumur hidup dipastikan hoaks.

    Korlantas Polri menegaskan bahwa SIM tidak berlaku seumur hidup, mengacu pada Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 86 ayat (1), (2), dan (3).

    Dalam aturan itu, SIM berfungsi sebagai bukti kompetensi mengemudi, identitas lengkap pengemudi, serta data registrasi yang dapat digunakan untuk keperluan penyelidikan, penyidikan, dan identifikasi forensik kepolisian.

    Sementara itu, ketentuan tarif pembuatan SIM diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 76 Tahun 2020 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku di lingkungan Kepolisian Republik Indonesia, khususnya pada Pasal 1 huruf a, b, dan Pasal 8.

    Rincian biaya pembuatan dan perpanjangan SIM tahun 2025 selengkapnya di sini.

    Tautan dalam akun TikTok tersebut juga mengarah ke grup Telegram dengan nama "Bantuan SIM & pemutihan pajak 2025".

    Waspada tautan tersebut merupakan tautan phising.

    Phishing merupakan salah satu bentuk kejahatan online yang bertujuan mencuri informasi sensitif, seperti data pribadi, akun atau informasi keuangan, dengan cara menipu korban. (Antara)
  • (GFD--27687) CEK FAKTA: Aturan Perpanjangan SIM Wajib Tes Ulang, Benarkah?

    Sumber:

    Berita

    SuaraRiau.id - Beredar narasi yang menyebut proses perpanjangan Surat Izin Mengemudi (SIM) mewajibkan pemohon untuk mengikuti tes ulang.

    Meski unggahan akun Facebook menyatakan demikian, namun tidak menjelaskan secara rinci jenis tes yang dimaksud.

    Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

    "Perpanjangan SIM Sekarang harus Melalui tes Ulang, Menimbulkan Pertanyaan tentang solusi jika tidak lulus".

    Lantas benarkah perpanjangan SIM harus melalui tes ulang?

    Diketahui, sesuai dengan prosedur yang ada dalam proses pembuatan SIM baru, pemohon biasanya harus melalui serangkaian tes, seperti tes kesehatan, tes psikologi, uji teori, uji simulator, dan uji praktik.

    Hasil Cek Fakta

    Dilansir dari laman Digital Korlantas Polri, proses perpanjangan SIM tidak mengharuskan tes ulang seperti uji teori atau praktik sebagaimana yang diwajibkan dalam pembuatan SIM baru.

    Syarat perpanjangan SIM yang berlaku saat ini meliputi:

    1. Melampirkan e-KTP asli dan fotokopi.

    2. Mengisi formulir perpanjangan.

    3. Melakukan pemeriksaan kesehatan dan psikologi.

    4. Membayar biaya perpanjangan sesuai ketentuan.

    Tes kesehatan dan psikologi bukan merupakan tes ulang mengemudi, melainkan prosedur standar untuk memastikan pemohon masih layak secara fisik dan mental untuk mengemudi.

    Sedangkan uji teori, simulator, dan praktik hanya diberlakukan untuk pemohon SIM baru.
  • (GFD-2025-27686) [KLARIFIKASI] Video Ini Bukan Perlihatkan Jet Tempur Rusia Bersiaga di Langit Iran

    Sumber:
    Tanggal publish: 01/07/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Di media sosial beredar video yang diklaim menunjukkan jet tempur Rusia memasuki wilayah udara Iran.

    Narasi video menyebutkan, pesawat-pesawat Rusia itu disiagakan untuk mengantisipasi serangan ke arah Teheran.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi video perlu diluruskan karena salah konteks.

    Video yang diklaim menunjukkan jet tempur Rusia bersiaga di wilayah udara Iran dibagikan oleh akun Facebook ini pada Juni 2025.

    Berikut narasi yang dibagikan:

    Sekarang Rusia Udah terang2an masuk wilayah IRAN Siaga utk melindungi wilayah TeheranMasih berani gak AS nyer4ng IRAN?

    Screenshot Klarifikasi, video ini bukan perlihatkan jet tempur Rusia bersiaga di langit Iran

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Kompas.com menelusuri video tersebut dengan teknik reverse image search menggunakan Google Lens.

    Hasilnya, visual yang mirip ditemukan di artikel Defense Express tertanggal 27 Desember 2024 yang membahas tentang penampakan jet tempur terbaru China.

    Artikel itu menyebutkan, dua pesawat canggih terlihat di langit China pada 26 Desember 2024. Penampakan itu diduga presentasi publik dari jet tempur terbaru buatan China.

    Pesawat pertama diidentifikasi sebagai jet tempur-pembom yang dikenal di Barat sebagai JH-XX (nama asli tidak diketahui), dan yang kedua adalah pesawat tempur "klasik" J-50.

    Artikel Defense Express juga mencantumkan sebuah video yang diunggah akun X @clashreport pada 26 Desember 2024.

    Meski diambil dari sudut berbeda, pesawat dalam video X itu sama dengan yang ditampilkan dalam video Facebook dengan narasi jet tempur Rusia bersiaga di wilayah Iran.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video yang diklaim menunjukkan jet tempur Rusia bersiaga di wilayah udara Iran perlu diluruskan.

    Pesawat dalam video tersebut adalah jet tempur China, bukan Rusia. Pesawat tersebut terlihat di langit China pada 26 Desember 2024.

     

    Rujukan