• (GFD-2026-31613) [SALAH] Video "Mahasiswa Tolak Pelaksanaan Program MBG Selama Ramadan"

    Sumber: Mixed
    Tanggal publish: 12/01/2026

    Berita

    Akun Facebook “Novita Kidamu” pada Senin (5/1/2026) membagikan video [arsip] dengan narasi:

    “KAMI MAHASISWA MENOLAK KERAS PERNYATAAN YANG MENGATAKAN SELAMA BULAN RAMADAN MBG TETAP BERJALAN PUASA ITU IBADAH BUKAN ALASAN UNTUK MEMINDAHKAN JAM MAKAN SEOLAH RAKYAT TIDAK PUNYA MARTABAT KEBIJAKAN SEHARUSNYA DIAMBIL DENGAN BIJAK BUKAN ASAL-ASALAN DARI BALIK MEJA KEKUASAAN ANAK-ANAK INI SUDAH PUASA SUDAH NIAT PUASA SUDAH DIAJARKAN ORANG TUANYA TENTANG KEWAJIBAN IBADAH SEJAK DINI LALU DI SEKOLAH MALAH DIKASIH MAKAN DI SIANG HARI MENGATAKAN YANG PUASA DIMAKAN SAAT BUKA YANG TIDAK PUASA MAKAN SEMBUNYI-SEMBUNYI DI SEKOLAH KARENA ITU BUKAN SOLUSI ITU PELECEHAN AKAL SEHAT SEJAK KAPAN NEGARA MENGAJARKAN WARGANYA MAKAN DIAM-DIAM SEJAK KAPAN SEKOLAH DIJADIKAN TEMPAT SEMBUNYI BUKAN TEMPAT MENDIDIK PUASA ITU WAJIB LOH PAK BAGI YANG SUDAH BALIGH KALAU-KALAU ANAK-ANAK BATAL KARENA KEBIJAKAN NEGARA BAPAK-BAPAK SEMUA MAU MENANGGUNG DOSANYA JIKA SEBUAH KEBIJAKAN HANYA BISA BERJALAN DENGAN CARA MEMALUKAN MAKA YANG SALAH BUKAN RAKYAT YANG SALAH ADALAH KEBIJAKANNYA KAMI TIDAK BUTUH ATURAN YANG MEMAKSA KAMI BUTUH NEGARA YANG BERPIKIR PEKA DAN MENGHORMATI REALITAS SOSIAL”

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menemukan unggahan serupa di akun Instagram “spontanchannel” dan akun X/Twitter “DIMAS JAYA”.

    Per Senin (12/1/2026) konten tersebut telah tayang lebih dari 7.700-an kal, menuai 9 komentar dan mendapat 63 tanda suka dari pengguna Facebook lainnya.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri kebenaran konten menggunakan alat pendeteksi AI, Hive Moderation. Diketahui, konten merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), probabilitas atau kemungkinannya mencapai 88,3 persen.

    TurnBackHoax lalu memasukkan kata kunci “mahasiswa tolak MBG saat Ramadan” ke mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah ke sejumlah artikel dan pemberitaan, antara lain:

    • Berita detik.com “IMM Mataram Demo Tolak Program MBG-Desak Pengesahan UU Perampasan Aset”, tayang Rabu (12/3/2025). Berita ini melaporkan bahwa Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Mataram berdemonstrasi mendesak pengesahan UU Perampasan Aset dan menolak pelaksanaan program MBG pada Rabu (12/3/2025).

    • Artikel turnbackhoax.id “[SALAH] Menkeu Purbaya Ingin Hentikan Program MBG saat Puasa”, tayang Selasa (30/12/2025). Artikel ini menyatakan bahwa klaim mengenai Menkeu Purbaya yang ingin menghentikan program MBG saat puasa adalah hoaks.

    Sepanjang penelusuran, tidak ditemukan informasi dari sumber kredibel yang membenarkan klaim “video mahasiswa tolak pelaksanaan program MBG selama Ramadan”.

    Kesimpulan

    Konten yang beredar merupakan hasil rekayasa AI, probabilitas atau kemungkinannya mencapai 88,3 persen. Unggahan video berisi klaim “mahasiswa tolak pelaksanaan program MBG selama Ramadan” merupakan konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-31614) [SALAH] Menkeu Purbaya Audit Dana Pembangunan Jalan Raya

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 12/01/2026

    Berita

    Akun Facebook “Mom’s Melkyara” pada Minggu (17/11/2025) mengunggah video [arsip] berisi narasi:


    “M4MPOUS!!! PURBAYA AUDIT DANA PEMBANGUNAN JALAN!? SETELAH MBG, KINI GILIRAN PROYEK JALAN RAYA DIINCER

    PURBAYA TEGAS! SAYA SUDAH MENGANTONGI NAMA-NAMA YANG MENYBLEW3NGK4N DANA PEMBANGUNAN JALAN DI TAHUN 2025.

    SEMUA AKAN SAYA LAPORKAN KE KPK!"UNTUK 2026, SUDAH ADA SINYAL M4F14 BERG3RAK LAGI, TAPI PURBAYA: "SAYA TIDAK AKAN TAKUT, SAYA BERDIRI UNTUK RAKYAT!

    NETIZEN: "SETELAH JALAN, AUDIT MANUSIA GORONG-GORONG PAK!" KALIAN SETUJU LANGKAH PURBAYA SELANJUTNYA KE SIAPA NIH?”


    Hingga Senin (12/1/2026), unggahan telah disukai sekitar 1.700 akun, dibagikan ulang 57 kali, serta menuai100-an komentar.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri kebenaran klaim dengan mengetikkan kata kunci “Menkeu Purbaya audit dana pembangunan jalan raya” di mesin pencarian Google. Hasilnya, tidak ditemukan satupun media kredibel yang membahas klaim. 

    Hasil penelusuran teratas mengarah pada pemberitaan di laman kompas.comPurbaya Sebut Korupsi Bikin Program Pembangunan Bocor di Tengah Jalan

    Berita yang terbit (21/10/2025) itu membahas mengenai Purbaya yang menyinggung masih banyaknya masalah korupsi di daerah sehingga menghambat pembangunan. Namun, Purbaya tidak menyebut dirinya sudah mengantongi nama-nama pejabat yang telah menyelewengkan dana pembangunan desa.

    Kesimpulan

    Tidak ditemukan informasi dari sumber kredibel yang membenarkan klaim. Jadi, unggahan berisi klaim “Menkeu Purbaya audit dana pembangunan jalan raya” merupakan konten palsu (fabricated content)

    Rujukan

  • (GFD-2026-31615) Keliru: Video Warga Venezuela Turun ke Jalan Merayakan Penangkapan Presiden Maduro

    Sumber:
    Tanggal publish: 12/01/2026

    Berita

    VIDEO dengan klaim rakyat Venezuela turun ke jalan untuk merayakan penangkapan Presiden Nicolas Maduro oleh Amerika Serikat, beredar di Instagram [arsip] pada 4 Januari 2026. 

    Pemilik akun menyebutkan, sebagian warga Venezuela turun ke jalan dan meneriakkan kebebasan. Sementara itu, sejumlah negara dan pihak internasional menyoroti dampak hukum serta geopolitik dari tindakan Amerika Serikat tersebut.



    Namun benarkah video yang memperlihatkan aksi warga Venezuela turun ke jalan usai penangkapan Nicolas Maduro?

    Hasil Cek Fakta

    Tempo memverifikasi konten itu melalui pengamatan visual, menggunakan alat pencarian gambar terbalik, pendeteksi konten akal imitasi (AI), dan membandingkannya dengan informasi dari sumber-sumber kredibel. Hasilnya, konten itu dibuat dengan akal imitasi.

    Menggunakan Google Images Reverse Search, hasil pencarian mengarahkan fragmen demonstrasi tersebut pada akun Tiktok @thekindtraveler. Pada bagian takarir, pengunggah menyebut video tersebut bukan karyanya, melainkan diperoleh dari akun Instagram ia.comediante [arsip]. 

    Secara terbuka, akun berbahasa Portugis itu mencantumkan keterangan: “Comediante Artificial - IA Humorista. Comédia gerada por IA. Roteiro, voz e vergonha: tudo artificial (Pelawak Buatan – Humorist AI. Komedi yang dihasilkan oleh AI. Naskah, suara, dan rasa malu: semuanya buatan)”.





    Sejak detik pertama, beberapa warga tampak membentangkan bendera Venezuela berukuran besar di barisan belakang. Analisis manual menyingkap kejanggalan visual pada rentang detik ke-1 hingga ke-12 saat salah satu bendera yang semula memiliki 7 bintang, berubah menjadi 8 bintang. Keanehan juga terlihat pada bagian jemari tangan seorang demonstran pria yang menggenggam lengan demonstran wanita.

    Anomali visual semacam itu merupakan ciri khas kegagalan konsistensi temporal pada konten buatan akal imitasi. Tempo mengonfirmasi temuan ini melalui pengujian menggunakan perangkat deteksi Hive Moderation serta Image Whisperer. Kedua sistem tersebut menyimpulkan bahwa video itu merupakan produk akal imitasi dengan skor probabilitas dari Hive Moderation mencapai 99,8 persen.



    Begitu pula alat deteksi suara deepfake, Hiya Deepfake Voice Detector yang menilai otentisitas hanya 28 dari 100. Analisis menyebut bahwa suara teriakan warga dalam video itu kemungkinan besar deepfake.



    Beragam Reaksi Warga Venezuela Usai Maduro Ditangkap

    Di beberapa belahan dunia, diaspora Venezuela di luar negeri merayakan penculikan Maduro karena gaya kepemimpinan otoriter yang ia jalankan selama 13 tahun. Namun, PolitiFact menyebutkan, sentimen anti-Maduro di dalam negeri Venezuela justru tampak senyap setelah penangkapan oleh AS. Fortune melaporkan kondisi jalanan di Caracas sebagian besar terlihat lengang dalam beberapa hari pascaserangan AS. Kantor berita Associated Press turut mengabadikan suasana tenang di jalanan ibu kota tersebut.

    Sementara itu, sejumlah negara seperti Rusia, Iran, Kolombia, Uni Eropa, Jerman, Belgia, hingga Spanyol mengecam aksi penculikan itu. Melalui unggahan di media sosial X, Presiden Kolombia Gustavo Petro menyerukan pertemuan Dewan Keamanan PBB serta menyatakan bahwa serangan Amerika Serikat merupakan bentuk agresi terhadap kedaulatan Venezuela dan Amerika Latin.

    Kesimpulan

    Berdasarkan hasil penelusuran Tempo, klaim bahwa video warga Venezuela turun ke jalan merayakan penculikan Presiden Maduro oleh Amerika Serikat adalah keliru.

    Rujukan

  • (GFD-2026-31616) Menyesatkan: Video Pria yang Ditangkap karena Mencuri Susu untuk Anaknya

    Sumber:
    Tanggal publish: 12/01/2026

    Berita

    VIDEO yang memperlihatkan seorang pria ditangkap karena mencuri susu untuk anaknya, beredar di sejumlah akun di X [arsip], Instagram, dan Facebook (akun satu, akun dua) pada awal Januari 2026.

    Pria berbaju biru dalam video itu, tampak duduk di depan sebuah rumah yang dikelilingi warga sekitar. Tak lama kemudian, aparat berseragam polisi membawa pria itu dengan tangan diborgol ke belakang. Pria itu disebut terpaksa mencuri karena karena ditinggal istri dan tidak memiliki pekerjaan.



    Benarkah pria tersebut ditangkap mencuri susu untuk anaknya?

    Hasil Cek Fakta

    Tempo memverifikasi konten tersebut melalui analisis gambar dan membandingkan dengan pemberitaan dari sumber kredibel. Hasilnya pria dalam video itu ditangkap karena mencuri sepeda motor di Jalan Raya Citayam, Ratu Jaya, Depok.

    Peristiwa begal sepeda motor tersebut telah diberitakan sejumlah media, salah satunya Detik.com. Pria dalam video berinisial RE tersebut sesungguhnya pelaku pencurian motor di Pancoran Mas, Depok. Modusnya, pelaku berpura-pura ditabrak untuk mencuri motor korban.

    "Pelaku RE dengan rekannya bernama Saudara U (melarikan diri) berpura-pura menuduh korban. Bahwa korban adalah orang yang menyerempet adik pelaku dan kedua pelaku berusaha menguasai sepeda motor korban," ujar Kasi Humas Polres Metro Depok AKP Made Budi dalam keterangannya, Selasa, 6 Januari 2026.

    Peristiwa itu terjadi Jumat, 2 Januari 2026 pukul 17.00 WIB di Pancoran Mas, Depok. Awalnya, korban sedang mengantar temannya setelah bermain mini soccer ke Gang Pancoran, Ratu Jaya, Pancoran Mas. Sesampainya di Jalan Raya Dipo Ratujaya, pelaku berniat melakukan penipuan dengan modus mengatakan korban telah menabrak dan menyerempet motor adik pelaku tanpa tanggung jawab.

    Pelaku mengajak korban kembali ke TKP yang telah direncanakan. Pelaku pun mengambil alih motor korban. Pada saat pelaku sudah menaiki motor, korban sempat menahan pelaku dan terjadi tarik-menarik. 

    Warga sekitar lokasi ikut membantu mengamankan pelaku. Saat ini pelaku sudah diserahkan ke Polres Metro Depok guna penyelidikan lebih lanjut.

    Sejumlah unggahan media sosial seperti akun Jabodetabek24info, Jabodetabek_info, Depokhariini, Kelumajang.com, IBJ_Jakarta, dan Khatulistiwa Indonesia mengunggah video penangkapan tersebut. Termasuk testimoni suara korban.

    Dinyatakan bahwa narasi yang menyebut pria yang tertangkap adalah maling susu untuk menolong bayinya yang kehausan adalah informasi tidak benar. Hal tersebut merupakan modus baru penipuan yang digunakan pengunggah untuk meminta donasi transfer yang seolah untuk pelaku.

    Kesimpulan

    Verifikasi Tempo menyimpulkan video yang diklaim pria ketahuan mencuri susu untuk anaknya adalah klaim menyesatkan. Video tersebut sebenarnya begal motor yang tertangkap warga di Depok.

    Rujukan