• (GFD-2026-31784) [SALAH] Demo di DPRD Kalimantan Selatan 12 Januari 2026

    Sumber: twitter.com
    Tanggal publish: 19/01/2026

    Berita

    Akun X “didiek_murdock” pada Senin (12/1/2026) mengunggah video [arsip] dengan narasi:

    Perlawanan Rakyat sudah dimulai di berbagai daerah melawan kedzaliman penguasa lewat antek²nya. Bagaimana dengan daerah anda.? Sudah siapkah turun ke arena.? Mari berpesta Anggur merah darah di jalanan. #SiapkanRevolusi DPRD KALSEL Tidak di siarkan di tv semangat untuk para pejuang keadilan

    Per Senin (19/1/2026) video itu sudah ditonton 104 ribu kali disukai 7.345 kali, dibagikan 3.291 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri kebenaran klaim dengan memasukkan potongan gambar dari video tersebut ke Google Lens. Hasil penelusuran mengarah ke pemberitaan kalimantanpost.com "Massa Sempat Terobos Pagar Betis Saat Menunggu Hasil Diskusi di Rumah Banjar, Situasi Nyaris Memanas" yang tayang Senin (24/11/2025).


    TurnBackHoax menelusuri kebenaran lebih lanjut. Diketahui, konteks video merupakan suasana aksi penolakan KUHAP baru di depan Gedung DPRD Kalimantan Selatan kembali memanas ketika ratusan mahasiswa kehilangan kesabaran saat menunggu hasil diskusi antara Ketua DPRD Kalsel H. Supian HK dan perwakilan massa yang berlangsung di dalam Rumah Banjar, Senin (24/11/2025).


    Video serupa juga diunggah di kanal Youtube milik Banjarmasin Post News Video dengan judul video “Aksi Tolak KUHAP di DPRD Kalsel Diwarnai Ricuh, Demonstran–Polisi Saling Dorong” yang diunggah Senin (24/11/2025).

    Kesimpulan

    Faktanya, video merupakan penolakan KUHAP baru di depan Gedung DPRD Kalimantan Selatan Senin (24/11/2025). Unggahan berisi narasi “Demo di DPRD Kalimantan Selatan 12 Januari 2026” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-31785) Cek Fakta: Tidak Benar Link Pendaftaran Bantuan Modal Usaha UMKM

    Sumber:
    Tanggal publish: 19/01/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link pendaftaran bantuan modal usaha UMKM, informasi tersebut diunggah salah salah akun Facebook, pada 10 Januari 2026.
    Klaim link pendaftaran bantuan modal usaha UMKM berupa video reels yang terdapat tulisan sebagai berikut.
    "DAPATKAN SEGERA!!!
    USAHA MIKRO KECIL DAN MENGENGAH
    UMKM
    CARA DAFTAR UMKM 2025-2026
    Cuma pakai KTP tanpa harus daftar BPUM BRI, Rp 5 juta langsung cair ajukan sekarang sebelum pendaftaran tutup."
    Video tersebut diberi keterangan tulisan sebagai berikut.
    "Bagi masyarakat yang membutuhkan dana bantuan modal usaha daftar sekarang"
    Unggahan tersebut menyertakan link pendaftaran untuk mendapat bantuan, berikut linknya.
    "https://chat.whatsapp.com/FjgQzfcrfhqFxdjgfos3Zm?fbclid=IwY2xjawPaef9leHRuA2FlbQIxMABicmlkETFZcnhIY0NmWG9JdXFVUUVxc3J0YwZhcHBfaWQQMjIyMDM5MTc4ODIwMDg5MgABHlXjRiZLttGSPA7m3BwtCmlr7nGssWt3DqD5GH7z39LmgQZ7l9ygO8f7uA4I_aem_snp78wyo6eslu2WUQHqNEQ"
    Link tersebut mengarahkan kita untuk mengikuti grup WhatsApp jika ingin mendapat bantuan.
    Benarkah klaim link pendaftaran bantuan modal usaha UMKM? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
     

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link pendaftaran bantuan modal usaha UMKM, penelusuran mengarah kepada unggahan Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui akun Instagram resminya yakni @kementerianumkm yang dikutip pada 4 Januari 2026.
    Berikut isinya:
    "HOAKS!
    Beredar informasi berisi konten terkait BLT UMKM Bantuan 5 Juta untuk semua pelaku UMKM.
    Faktanya unggahan tersebut tidak benar dan terindikasi penipuan.
    Kementerian UMKM dengan tegas menginfokan kepada Teman UMKM bahwa tidak ada program BLT UMKM dari Kementerian UMKM ataupun dari Pemerintah.
    Saat ini banyak beredar Informasi palsu melalui berbagai saluran. Modus yang sering digunakan adalah mengharuskan #TemanUMKM untuk:
    mengisi data pribadi melalui formulir/link tidak resmimenjanjikan bantuan, hibah, atau program pemerintah yang sebenarnya tidak ada.Harap hati-hati dan bijak dalam menggunakan data pribadi. Informasi resmi hanya melalui kanal media sosial Kementerian UMKM dan website resmi umkm.go.id."
     Sumber:https://www.instagram.com/p/DFbzn4Fv-Z1/?utm_source=ig_embed&ig_rid=e82b2bc9-1916-4a77-96c4-48420709c6ad

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim link pendaftaran bantuan modal usaha UMKM tidak benar.Kementerian UMKM dengan tegas menginfokan kepada Teman UMKM bahwa tidak ada program BLT UMKM dari Kementerian UMKM ataupun dari Pemerintah.
     
     
  • (GFD-2026-31802) [PENIPUAN] Undian Berhadiah dari Bank Jateng

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 19/01/2026

    Berita

    Beredar unggahan tautan [arsip] dari akun Facebook “Info Jateng” pada Rabu (6/1/2026). Unggahan beserta narasi :

    “KHUSUS Nasabah Bank BPD Jateng yang sudah Terdaftar Menggunakan Aplikasi Bima ..

    Ayo buruan daftar Hadiah Semesta Bima Priode 1 2025 Bank BPD Jateng.Hadir kembali bisa langsung bawa pulang Hadiah Menarik Di Bawah ini...!!!

    60 Tiket Umroh Gratis

    1  Mobile Pajero Sport 

    30 Motor Honda Vario 

    30 Motor Honda Beet 

    25 TV Led 31in

    10 Hp Iphone 15 promax

    40 Kulkas Dua Pintu

    20 Emas & Logam Mulia

    Priode Berakhir 19-21-dec-2025

    Untuk melanjut kan pendaftaran .� Klik daftarr”

    Hingga Senin (19/1/2026) unggahan telah mendapatkan 62 tanda suka dan 3 komentar.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) melakukan penelusuran dengan mengunjungi tautan tersebut. Diketahui tautan yang dibagikan akun Facebook “Info Jateng” tidak mengarah ke laman resmi Bank Jateng di bankjateng.co.id. Tautan tersebut justru mengarahkan ke laman berbahaya (dangerous site) dengan peringatan bahwa penyerang dapat menipu pengunjung untuk memasang perangkat lunak atau mengungkapkan informasi sensitif, seperti kata sandi, nomor telepon, atau data kartu kredit.

    Sementara itu, melalui akun Instagram resminya Bank Jateng menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar waspada terhadap beredarnya tautan palsu yang mengatasnamakan program undian atau promosi Bank Jateng. Bank Jateng menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah meminta data pribadi nasabah melalui tautan, pesan singkat, maupun media sosial. Seluruh informasi resmi hanya disampaikan melalui situs web dan akun media sosial resmi Bank Jateng.

    Kesimpulan

    Tautan yang dibagikan tidak mengarah ke laman resmi Bank Jateng di bankjateng.co.id. Dengan demikian, unggahan berisi tautan “undian berhadiah Bank Jateng” adalah konten tiruan (impostor content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-31803) [SALAH] Video Purbaya Menolak dijadikan Wapres

    Sumber: Tiktok.com
    Tanggal publish: 19/01/2026

    Berita

    Beredar unggahan video [arsip] dari akun TikTok “zulamanaf” pada Rabu (7/1/2026). Isinya memperlihatkan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, yang dalam video tersebut menyatakan tidak bersedia dicalonkan sebagai wakil presiden. Video disertai narasi sebagai berikut:

    “Tadi ada yang meminta saya untuk mencalonkan diri sebagai wakil presiden, saya tidak mau. Saya menolak untuk dicalonkan menjadi wakil presiden, saya hanya bercita-cita mengembalikan harga bensin, beras dan sembako tetap murah dan stabil seperti pada zaman Pak Soeharto dulu”

    Hingga Senin (19/1/2026) unggahan telah mendapatkan 35 tanda suka, menuai 1 komentar dan telah dibagikan ulang sebanyak 3 kali oleh pengguna TikTok lainnya.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menganalisis konten menggunakan alat pendeteksi AI, Hive Moderation. Diketahui, video merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), probabilitas atau kemungkinannya mencapai 93,6 persen.

    TurnBackHoax kemudian melakukan penelusuran dengan memasukkan kata kunci “Purbaya menolak dijadikan wapres” ke mesin pencarian Google. Pencarian mengarah ke pemberitaan cnnindonesia.com “Purbaya Buka-bukaan soal Peluang Maju Jadi Cawapres: Gue Gak Peduli” pada Jumat (10/10/2025). 

    Dalam pemberitaan tersebut, Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa ia tidak begitu memikirkan peluang untuk maju sebagai calon wakil presiden. Sementara itu, tidak ditemukan pernyataan resmi dari Purbaya mengenai keinginan menstabilkan harga bahan bakar, beras, atau sembako seperti pada masa Presiden Soeharto.

    Kesimpulan

    Konten yang beredar merupakan hasil rekayasa AI, probabilitas atau kemungkinannya mencapai 93,6 persen. Dengan demikian, unggahan video berisi klaim “Purbaya menolak dijadikan Wapres” adalah konten palsu (fabricated content).

    Rujukan