• (GFD-2022-10599) [SALAH] “Demo tuh MUI dah jelas tertulis ada pork bone kok di cap HALAL !!”

    Sumber: twitter.com
    Tanggal publish: 29/09/2022

    Berita

    Akun Twitter @nauralathi (twitter.com/nauralathi) mengunggah sebuah gambar yang memperlihatkan sebuah produk makanan Tonkotsu yang terdapat keterangan “PORK BONE BROTH FLAVOR” dan logo HALAL dengan narasi sebagai berikut:

    “Demo tuh MUI dah jelas tertulis ada pork bone kok di cap HALAL !!”

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, dengan adanya tulisan Nippon Asia Halal Association di logo halal yang tercantum di produk Tonkotsu tersebut, klaim bahwa MUI (Majelis Ulama Indonesia) memberikan cap halal ke produk Tonkotsu vegan yang memilik rasa tulang babi merupakan klaim yang menyesatkan.

    Faktanya, bukan logo halal dari MUI (Majelis Ulama Indonesia). Logo halal di produk tersebut adalah logo halal dari NAHA (Nippon Asia Halal Association), namun logo tersebut merupakan logo palsu dan NAHA sudah mengkorfirmasi bahwa mereka tidak pernah memberi label halal pada produk tersebut.

    Dikutip dari situs NAHA, NAHA tidak pernah mengesahkan perusahaan tersebut sebagai halal.

    “Bahkan jika produknya vegan, standar Halal kami dengan jelas menjelaskan bahwa kami tidak mengizinkan label semacam ini meskipun semua bahannya halal dan prosesnya halal. Kami sedang mencari perusahaan mana yang telah menggunakan label ini dengan tanda halal kami tanpa izin kami.” tulis NAHA di artikel berjudul “Emergency Alert : Fraudulent Use of NAHA Halal Logo” yang diterbitkan pada 19 Agustus 2022.

    NAHA yang merupakan organisasi non-profit (NPO) yang dibangun pada 2013 juga meminta masyarakat memberitahu toko di manapun produk ini dijual bahwa logo halal tersebut merupakan logo palsu dan penipuan.

    Kesimpulan

    BUKAN logo halal dari MUI (Majelis Ulama Indonesia). Logo halal di produk tersebut adalah logo halal dari NAHA (Nippon Asia Halal Association), namun logo tersebut merupakan logo palsu dan NAHA sudah mengkorfirmasi bahwa mereka tidak pernah memberi label halal pada produk tersebut.

    Rujukan

  • (GFD-2022-10600) [SALAH] Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky Mengikuti Acara Gay Pride di New York pada 1999

    Sumber: twitter.com
    Tanggal publish: 29/09/2022

    Berita

    Akun Twitter @PopuliNon menyebarluaskan foto dua pria yang berpose pada acara Gay Pride, di mana salah satu pria di foto tersebut diklaim sebagai Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky. Pengguna Twitter tersebut juga menambahkan informasi bahwa foto tersebut diambil di New York tahun 1999.

    Cuitan yang ditulis pada 14 September tersebut telah disukai oleh 522 orang, serta telah dibagikan dan dikutip ulang sebanyak lebih dari 300 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, foto tersebut merupakan hasil suntingan. Foto yang asli telah beredar di Flickr, dan foto tersebut diambil oleh Thomas Hobbs. Pada foto asli, terlihat bahwa wajah pria berambut afro hitam bukanlah wajah Presiden Volodymyr Zelensky. Terlebih lagi, foto yang asli diambil saat acara Gay Pride di New York pada tahun 2006, bukan 1999.

    Dengan demikian, informasi yang disebarluaskan oleh akun Twitter @PopuliNon merupakan konten yang dimanipulasi.

    Kesimpulan

    Hasil periksa fakta Evarizma Zahra.

    Hasil foto suntingan. Pada foto asli, pria berambut afro hitam memiliki wajah yang berbeda dengan Presiden Zelensky dan foto tersebut diambil di New York tahun 2006, bukan 1999.

    Rujukan

  • (GFD-2022-10590) Keliru, Klaim Kedua Anak Ferdy Sambo Berusaha Kabur Karena Campur Tangan Eksekusi Brigadir J

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 28/09/2022

    Berita


    Video dengan narasi bahwa kedua anak Ferdy Sambo berusaha kabur karena campur tangan eksekusi Brigadir J, beredar di media sosial. Video tersebut terdiri dari kolase foto Ferdy Sambo saat menjalani rekonstruksi pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.
    Di Facebook, video tersebut dibagikan akun ini pada 17 September 2022. “Dijemput Paks4 Kedua Anak Ferdy Sambo Berusaha K4bur Ternyata Campur Tangan Eks3kus1Brigadir J?” tulis akun tersebut.
    Hingga artikel ini dimuat, video itu telah dibagikan sebanyak 375 dan mendapat 1.600 komentar. 
    -
    Apa benar kedua anak Ferdy Sambo berusaha kabur karena campur tangan eksekusi Brigadir J?

    Hasil Cek Fakta


    Untuk memverifikasi klaim di atas, Tim Cek Fakta Tempo menelusuri pemberitaan terkait melalui sejumlah media kredibel dan menyaksikan video tersebut dari awal sampai akhir. Hasilnya, tidak ada pemberitaan dari media kredibel mengenai klaim bahwa anak Ferdy Sambo berusaha kabur karena campur tangan dalam eksekusi Brigadir J. 
    Sementara narasi yang dibacakan pengisi suara bersumber dari artikel Cek Fakta yang dikutip secara tidak utuh yakni dengan sengaja mengubah narasi pada bagian kesimpulan hasil pemeriksaan faktanya.
    Video di atas hanya berisi kolase foto Ferdy Sambo saat menjalani rekonstruksi pembunuhan Brigadir J. Termasuk foto-foto Ferdy Sambo dan keluarganya.
    Narasi yang dibacakan pengisi suara dalam video di atas bersumber dari artikel Cek Fakta situs PortalNganjuk.com yang dimuat pada 17 September 2022 dengan judul, “Update Terbaru Anak Ferdy Sambo Ditangkap terlibat kasus Brigadir J? Begini Faktanya!”
    Namun, pada bagian kesimpulan hasil pemeriksaan fakta tersebut, tidak dibacakan secara utuh oleh pengisi suara. Pada menit ke-1:49 pengisi suara membacakan narasi sebagai berikut:
    “Faktanya, kedua anak Ferdy Sambo ditangkap dan ada bukti yang menyatakan kedua anak Ferdy Sambo bersalah dan turut terlibat dalam pembunuhan Brigadir J.”
    Padahal, narasi utuhnya adalah sebagai berikut:
    “Kedua anak Ferdy Sambo tidak ditangkap dan tidak ada bukti yang menyatakan kedua anak Ferdy Sambo bersalah dan turut terlibat dalam pembunuhan Brigadir J.”
    Dikutip dari laman CNN Indonesia, dalam kasus pembunuhan Brigadir J, kepolisian hingga kini telah menetapkan lima orang sebagai tersangka. Mereka antara lain Irjen Ferdy Sambo, Bharada E, Bripka RR, dan asisten rumah tangga Kuat Ma'ruf, serta istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi.
    Para tersangka dijerat dengan Pasal 340 subsider Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 KUHP juncto Pasal 56 KUHP. Empat tersangka sudah ditahan, sementara Putri masih menunggu pemeriksaan selanjutnya.
    Berdasarkan arsip berita Tempo, polisi menetapkan 6 tersangka obstruction of justice atau menghalang-halangi penyidikan pembunuhan Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat. Lima dari enam orang tersebut, selain Irjen Ferdy Sambo, merupakan tersangka baru dalam kasus ini.
    Selain keenam nama tersebut, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sempat menyatakan telah memeriksa 97 personelnya yang diduga terlibat pelanggaran etik hingga menghalangi penegakan hukum kasus pembunuhan Brigadir J. 
    Dari jumlah itu, 35 orang diduga melakukan pelanggaran kode etik dan 18 di antaranya sudah ditahan. 

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, video dengan klaim kedua anak Ferdy Sambo berusaha kabur karena campur tangan eksekusi Brigadir J adalah keliru. 
    Dalam kasus pembunuhan Brigadir J, polisi telah menetapkan sejumlah tersangka, namun tidak ada nama anak Ferdy Sambo.
    Video di atas hanya berisi kolase foto Video di atas hanya berisi kolase foto Ferdy Sambo saat menjalani rekonstruksi pembunuhan Brigadir J. Termasuk foto-foto Ferdy Sambo dan keluarganya. 
    Sementara narasi yang dibacakan pengisi suara bersumber dari artikel Cek Fakta yang dikutip secara tidak utuh yakni dengan sengaja mengubah narasi kesimpulan hasil pemeriksaan faktanya.

    Rujukan

  • (GFD-2022-10591) [SALAH] “Tak Sanggup Tahan Air Mata Putin Terharu Dengan Perlakuan Warga Indonesia Terhadap Rusia”

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 28/09/2022

    Berita

    “Merinding !! Tak Sanggup Tahan Air Mata Putin Terharu Dgn Perlakuan Warga Indonesia Terhadap Rusia”

    Hasil Cek Fakta

    SUMBER membagikan konten yang TIDAK sesuai dengan fakta, sehingga menyebabkan kesimpulan yang SALAH. Video dengan judul umpan klik (click bait) yang TIDAK membahas Putin yang terharu, FAKTA: video berisi pembacaan isi artikel dan analisis dari Analis Pertahanan dan Militer Connie Bakrie yang dimuat di YouTube.

    Selain itu, “Mako” yang berada di video adalah Putri Mako Komuro dari Jepang, BUKAN “Mako Setiawati asal Situbondo”. Salah satu sumber video, United Nations: “Letter dated 28 February 2014 from the Permanent Representative of Ukraine to the United Nations addressed to the President of the Security Council (S/2014/136).”

    Artikel yang dibacakan di video, PIKIRAN RAKYAT: “Mako Setiawati asal Situbondo, Jawa Timur menjadi salah satu yang mendukung Rusia menginvasi Ukraina. Mako (75) yang juga orang Tionghoa, mengaku mendapat informasi dari aplikasi pesan China Weibo tentang sudut pandang Rusia dalam konflik di Ukraina.”

    Sumber artikel dari artikel oleh Pikiran Rakyat, SCMP: “Mako Setiawati, a resident of Situbondo, a small town in East Java, is among them. The 75-year-old Indonesian-Chinese retiree has been getting her news about the war from social media, including messages sent by her contacts on WhatsApp. One message that was forwarded multiple times originated on the Chinese microblogging site Weibo and was translated into both English and Indonesian.”. Video yang disebutkan di artikel Pikiran Rakyat, YouTube: “Invasi Rusia-Ukraina akankah Menyulut PD-III? – Connie Rahakundini Bakrie | Helmy Yahya Bicara”

    Kesimpulan

    Judul umpan klik (click bait). TIDAK membahas Putin yang terharu, FAKTA: video berisi pembacaan isi artikel dan analisis dari Analis Pertahanan dan Militer Connie Bakrie yang dimuat di YouTube.

    Rujukan