Sebuah akun Twitter bernama “MayaA62580468” mengunggah cuitan berupa gambar yang diklaim merupakan hasil survey elektabilitas Anies Baswedan yang diambil dari akun aniesbaswedan_ri1 menunjukkan angka 120,8 persen untuk Anies baswedan, lalu disebelah kiri ada Prabowo Subianto sebesar 19,3 persen, dan sebelah kanan ada Ganjar Pranowo sebesar 18.8 persen.
(GFD-2022-10887) [SALAH]: Survey Elektabilitas Anies Baswedan 120,8 Persen Mengalahkan Ganjar dan Prabowo
Sumber: twitter.comTanggal publish: 02/11/2022
Berita
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, Gambar asli ditemukan pada akun instagram aniesbaswedan_ri1 yang diposting pada Juli 2022 lalu menunjukkan 20,8 persen bukan 120,8 persen.
Dalam gambar tertulis bahwa survey tersebut dilakukan oleh Polmatrix indonesia yang dilakukan pada 16-21 Juni 2022 terhadap 2.000 responden mewakili 34 Provinsi.
Dalam gambar tertulis bahwa survey tersebut dilakukan oleh Polmatrix indonesia yang dilakukan pada 16-21 Juni 2022 terhadap 2.000 responden mewakili 34 Provinsi.
Kesimpulan
Gambar suntingan atau editan. Gambar asli ditemukan pada akun instagram aniesbaswedan_ri1 yang diposting pada Juli 2022 lalu menunjukkan 20,8 persen bukan 120,8 persen.
Rujukan
(GFD-2022-10888) [SALAH]: Kadrunwati di Lokasi Penangkaran Kadrun di Puncak Bogor
Sumber: twitter.comTanggal publish: 02/11/2022
Berita
Sebuah akun Twitter bernama JulBayur3 mengunggah cuitan berupa foto beberapa orang mengenakan cadar dan pakaian serba hitam sedang duduk di depan hotel bernama Strattons sambil meminum bir dan merokok. Dalam unggahannya kejadian tersebut berlokasi di Puncak, Bogor.
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, foto tersebut merupakan sejumlah kelompok pria yang melakukan eksperimen dengan menggunakan cadar untuk memasuki beberapa tempat umum seperti gedung pengadilan, gedung parlemen, dan bank pada tahun 2012 lalu.
Di tengah aksinya di tengah kota yang padat, sejumlah orang bercadar tersebut terlibat percekcokan dengan dua orang pria muslim yang tiba-tiba datang dan geram dengan aksi mereka dengan meminta mereka untuk membuka cadar tersebut karena mereka adalah pria dan terkesan melecehkan Islam.
Pencarian lokasi menggunakan google street view, didapatkan bahwa Strattons hotel itu berada di 249 Castlereagh Street, Sydney NSW 2000.
Di tengah aksinya di tengah kota yang padat, sejumlah orang bercadar tersebut terlibat percekcokan dengan dua orang pria muslim yang tiba-tiba datang dan geram dengan aksi mereka dengan meminta mereka untuk membuka cadar tersebut karena mereka adalah pria dan terkesan melecehkan Islam.
Pencarian lokasi menggunakan google street view, didapatkan bahwa Strattons hotel itu berada di 249 Castlereagh Street, Sydney NSW 2000.
Kesimpulan
Informasi yang salah. Foto tersebut merupakan sejumlah kelompok pria yang melakukan eksperimen dengan menggunakan cadar untuk memesuki beberapa tempat umum. Kejadian tersebut terjadi di Sydney Australia pada tahun 2012 lalu.
Rujukan
(GFD-2022-10865) Cek Fakta: Tidak Benar Panda Merah di Kebun Binatang Toronto Mati usai Divaksin Covid-19
Sumber: liputan6.comTanggal publish: 01/11/2022
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial postingan yang menyebut seekor panda merah di kebun binatang Toronto mati setelah divaksin covid-19. Postingan itu beredar sejak beberapa waktu yang lalu.
Salah satu akun ada yang mempostingnya di Facebook. Akun itu mengunggahnya pada 26 Oktober 2022.
Dalam postingannya terdapat dua artikel berjudul masing-masing:
"The Toronto Zoo Just Got Covid-19 Vaccines for Their Animals& Started Giving Doses" atau dalam Bahasa Indonesia "Kebun Binatang Toronto Baru Mendapatkan Vaksin Covid-19 untuk Hewan dan Segera Disuntikkan"
Sementara artikel kedua berjudul "The Toronto Zoo's Red Panda Cub Has Died& He Was Only 3 Months Old" atau dalam Bahasa Indonesia "Panda Merah Kebun Binatang Toronto Mati dan Baru Berusia 3 Bulan"
Akun itu menambahkan narasi "Mereka membunuh panda merah"
Lalu benarkah postingan yang menyebut seekor panda merah di kebun binatang Toronto mati setelah divaksin covid-19?
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dan menemukan artikel berjudul "Fact Check-Toronto Zoo says red panda cub that died unexpectedly was not among animals given COVID-19 vaccine" yang tayang di Reuters Fact Check pada 28 Oktober 2022.
Dalam artikel tersebut terdapat bantahan dari juru bicara untuk Kebun Binatang Toronto, Amy Naylor.
"Kami telah melihat orang-orang memposting video staf kami sedang memvaksin panda merah. Namun video itu direkam awal tahun, sebelum Dash (panda merah yang mati) lahir pada Juli lalu," ujar Naylor.
"Hanya panda merah dewasa yang sudah mendapatkan vaksin covid-19 dan semuanya sehat. Kami masih menginvestigasi penyebab kematian panda merah itu," katanya menambahkan.
Melalui Twitter, pihak Kebun Binatang Toronto juga telah memberikan klarifikasinya. Berikut isinya:
Kesimpulan
Postingan yang menyebut seekor panda merah di kebun binatang Toronto mati setelah divaksin covid-19 adalah tidak benar.
Rujukan
(GFD-2022-10866) [SALAH] Makanan Kaleng Produksi Thailand Terkontaminasi Darah Penderita AIDS dan Daftar Minuman Penyebab Kanker
Sumber: Facebook.comTanggal publish: 01/11/2022
Berita
“InnaLillahi wa Inna Illaihi roji’un
Assalammu’alaikum Wr Wb
Breaking News : Meneruskan info dr Ibu Dubes KBRI KL
Tolong beritahu adek2, suami, isteri dan semua teman2 Perhatian ; Mulai saat ini jangan makan makanan kaleng ,terutama buah2an , khususnya produksi Thailand. Karena di negara itu ada kira2 200 orang pengidap aids kerja di pabrik kalengan, dan mereka masukkan darah mereka ke dalam kalengan2 itu , dan saat ini masalah tersebut telah diketahui DepKes Thailand sehingga kaleng2an tersebut telah banyak di sita ttpi lebih banyak yg sdh terlajur diekspor. Contoh ; Lecy , Rambutan , Lengkeng , Mangga Puding dll.”
“Setelah terima ini cepat kirim ke saudar2 n teman2 semua. Agar tidak konsumsi kalengan apapun…… Demi keselamatan kita semua. Info dr ibu dubes KBRI
(Rita Toisuta Arifson Kementrian Kesehatan RI)
Simak Beritanya :http://health.liputan6.hb/read/678535 {semoga bermanfaat}. Mohon bantu share ya..:pray::pray:
[ :bangbang::bangbang:WARNING:bangbang::bangbang:
Tolong disebar luas kan
Mohon ijin info Ikatan Dokter Indonesia (IDI), menginformasikan bahwa saat ini sedang ada wabah Pengerasan Otak (Kanker Otak), Diabetes dan Pengerasan Sumsum Tulang Belakang (Mematikan sumsum tulang belakang).
Untuk itu, hindarilah minuman sbb:
:point_right:1. Extra Joss,
:point_right:2. M-150,
:point_right:3. Kopi Susu Gelas (Granita),
:point_right:4. Kiranti,
:point_right:5. Krating Daeng,
:point_right:6. Hemaviton,
:point_right:7. Neo Hemaviton,
:point_right:8. Marimas,
:point_right:9. Segar Sari shachet,
:point_right:10. Frutillo,
:point_right:11. Pop Ice,
:point_right:12. Segar Dingin Vit. C,
:point_right:13. Okky Jelly Drink,
:point_right:14. Inaco,
:point_right:15. Gatorade,
:point_right:16. Nabati,
:point_right:17. Adem Sari,
:point_right:18. Naturade Gold,
:point_right:19. Aqua Splash Fruit.
Karena ke-19 minuman tsb mengandung ASPARTAME (lebih keras dr biang gula) racun yg menyebabkan diabetes, v otak, dan mematikan sumsum tulang.
Info:
RS Fatmawati , RSCM , RS Siloam , All RS
Nara sumber :
Dr. H. Ismuhadi, MPH
:pray: Mohon di SHARE tuk grub yg lain2, Maka Sayangi keluarga anda :sob:”
Assalammu’alaikum Wr Wb
Breaking News : Meneruskan info dr Ibu Dubes KBRI KL
Tolong beritahu adek2, suami, isteri dan semua teman2 Perhatian ; Mulai saat ini jangan makan makanan kaleng ,terutama buah2an , khususnya produksi Thailand. Karena di negara itu ada kira2 200 orang pengidap aids kerja di pabrik kalengan, dan mereka masukkan darah mereka ke dalam kalengan2 itu , dan saat ini masalah tersebut telah diketahui DepKes Thailand sehingga kaleng2an tersebut telah banyak di sita ttpi lebih banyak yg sdh terlajur diekspor. Contoh ; Lecy , Rambutan , Lengkeng , Mangga Puding dll.”
“Setelah terima ini cepat kirim ke saudar2 n teman2 semua. Agar tidak konsumsi kalengan apapun…… Demi keselamatan kita semua. Info dr ibu dubes KBRI
(Rita Toisuta Arifson Kementrian Kesehatan RI)
Simak Beritanya :http://health.liputan6.hb/read/678535 {semoga bermanfaat}. Mohon bantu share ya..:pray::pray:
[ :bangbang::bangbang:WARNING:bangbang::bangbang:
Tolong disebar luas kan
Mohon ijin info Ikatan Dokter Indonesia (IDI), menginformasikan bahwa saat ini sedang ada wabah Pengerasan Otak (Kanker Otak), Diabetes dan Pengerasan Sumsum Tulang Belakang (Mematikan sumsum tulang belakang).
Untuk itu, hindarilah minuman sbb:
:point_right:1. Extra Joss,
:point_right:2. M-150,
:point_right:3. Kopi Susu Gelas (Granita),
:point_right:4. Kiranti,
:point_right:5. Krating Daeng,
:point_right:6. Hemaviton,
:point_right:7. Neo Hemaviton,
:point_right:8. Marimas,
:point_right:9. Segar Sari shachet,
:point_right:10. Frutillo,
:point_right:11. Pop Ice,
:point_right:12. Segar Dingin Vit. C,
:point_right:13. Okky Jelly Drink,
:point_right:14. Inaco,
:point_right:15. Gatorade,
:point_right:16. Nabati,
:point_right:17. Adem Sari,
:point_right:18. Naturade Gold,
:point_right:19. Aqua Splash Fruit.
Karena ke-19 minuman tsb mengandung ASPARTAME (lebih keras dr biang gula) racun yg menyebabkan diabetes, v otak, dan mematikan sumsum tulang.
Info:
RS Fatmawati , RSCM , RS Siloam , All RS
Nara sumber :
Dr. H. Ismuhadi, MPH
:pray: Mohon di SHARE tuk grub yg lain2, Maka Sayangi keluarga anda :sob:”
Hasil Cek Fakta
Beredar kembali informasi terkait larangan mengonsumsi produk makanan kaleng produksi Thailand karena terdapat kandungan darah dan virus HIV/Aids dalam makanan kaleng tersebut dan daftar minuman instan yang bisa menyebabkan kanker otak, diabetes dan pengerasan sumsum tulang belakang mengatasnamakan Dr. H. Ismuhadi, MPH berasal dari IDI.
Faktanya, kedua informasi yang beredar adalah salah dan merupakan hoaks berulang. Informasi terkait larangan mengonsumsi produk makanan kaleng produksi Thailand, BPOM telah mengklarifikasi kabar burung tersebut pada 12 November 2014, bahwa BPOM melakukan evaluasi terhadap keamanan, mutu, dan gizi produk pangan impor sebelum diedarkan di wilayah Indonesia (pre-market evaluation). Badan POM secara rutin melakukan pengawasan terhadap produk pangan yang beredar di wilayah Indonesia (post-market control). Badan POM tidak pernah menemukan hal-hal seperti yang diberitakan tersebut, termasuk kandungan darah dan virus HIV dalam makanan kaleng, apalagi virus HIV tidak mampu bertahan hidup di luar host (tubuh manusia). Link dalam narasi saat ditelusuri, link tersebut sudah tidak bisa diakses.
Lalu informasi terkait daftar minuman instan mengandung aspartam diklaim dikeluarkan oleh IDI mengatasnamakan DR. H. Ismuhadi, MPH telah beredar sejak tahun 2010. IDI tidak pernah mengeluarkan informasi tersebut. Aspartam dapat digunakan untuk berbagai jenis makanan dan minuman antara lain minuman berbasis susu, permen, makanan dan minuman ringan dan dikategorikan aman berdasarkan Keputusan Codex stan 192-1995 Rev. 10 Tahun 2009 dimuat dalam situs resmi BPOM pom.go.id.
Pada tahun 2022 hoaks dengan tema serupa pernah dibahas dalam laman turnbackhoaks yaitu, pada artikel “[SALAH] Makanan Kaleng Mengandung Virus HIV Aids” terbit pada 19 Febuari 2022, “[SALAH] Pesan WhatsApp “Makanan Kaleng Produksi Thailand Terkontaminasi Darah Penderita AIDS” dan “Daftar Minuman Penyebab Kanker”
“ terbit pada 30 April 2022.
Dengan demikian, pesan yang beredar melalui WhatsApp itu dikategorikan sebagai Konten yang Menyesatkan.
Faktanya, kedua informasi yang beredar adalah salah dan merupakan hoaks berulang. Informasi terkait larangan mengonsumsi produk makanan kaleng produksi Thailand, BPOM telah mengklarifikasi kabar burung tersebut pada 12 November 2014, bahwa BPOM melakukan evaluasi terhadap keamanan, mutu, dan gizi produk pangan impor sebelum diedarkan di wilayah Indonesia (pre-market evaluation). Badan POM secara rutin melakukan pengawasan terhadap produk pangan yang beredar di wilayah Indonesia (post-market control). Badan POM tidak pernah menemukan hal-hal seperti yang diberitakan tersebut, termasuk kandungan darah dan virus HIV dalam makanan kaleng, apalagi virus HIV tidak mampu bertahan hidup di luar host (tubuh manusia). Link dalam narasi saat ditelusuri, link tersebut sudah tidak bisa diakses.
Lalu informasi terkait daftar minuman instan mengandung aspartam diklaim dikeluarkan oleh IDI mengatasnamakan DR. H. Ismuhadi, MPH telah beredar sejak tahun 2010. IDI tidak pernah mengeluarkan informasi tersebut. Aspartam dapat digunakan untuk berbagai jenis makanan dan minuman antara lain minuman berbasis susu, permen, makanan dan minuman ringan dan dikategorikan aman berdasarkan Keputusan Codex stan 192-1995 Rev. 10 Tahun 2009 dimuat dalam situs resmi BPOM pom.go.id.
Pada tahun 2022 hoaks dengan tema serupa pernah dibahas dalam laman turnbackhoaks yaitu, pada artikel “[SALAH] Makanan Kaleng Mengandung Virus HIV Aids” terbit pada 19 Febuari 2022, “[SALAH] Pesan WhatsApp “Makanan Kaleng Produksi Thailand Terkontaminasi Darah Penderita AIDS” dan “Daftar Minuman Penyebab Kanker”
“ terbit pada 30 April 2022.
Dengan demikian, pesan yang beredar melalui WhatsApp itu dikategorikan sebagai Konten yang Menyesatkan.
Kesimpulan
hasil periksa fakta Rahmah an.
Informasi yang beredar adalah salah dan merupakan hoaks lama. BPOM & IDI telah mengklarifikasi terkait informasi yang beredar.
Informasi yang beredar adalah salah dan merupakan hoaks lama. BPOM & IDI telah mengklarifikasi terkait informasi yang beredar.
Rujukan
- https://www.pom.go.id/new/view/more/pers/62/Press-Release-Badan-Pengawas-Obat-dan-Makanan-Republik-Indonesia-tentang-Bantahan-atas-Berita-terkait-dengan-Keamanan-Aspartam.html
- https://www.pom.go.id/new/view/more/pers/223/Bantahan-Atas-Berita-Terkait-dengan-Keamanan-Aspartam.html
- https://nasional.tempo.co/read/314517/hati-hati-pesan-hoax-soal-bahaya-aspartam
- https://turnbackhoax.id/2022/02/19/salah-makanan-kaleng-mengandung-virus-hiv-aids/
- https://www.kompas.com/tren/read/2021/04/07/172813965/hoaks-makanan-kaleng-dari-thailand-terkontaminasi-aids?page=all
- https://turnbackhoax.id/2022/04/30/salah-pesan-whatsapp-makanan-kaleng-produksi-thailand-terkontaminasi-darah-penderita-aids-dan-daftar-minuman-penyebab-kanker/
Halaman: 5974/8126


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4210297/original/099347100_1667274203-cek_fakta_panda.jpg)
