• (GFD-2022-10884) Cek Fakta: Tidak Benar Mengonsumsi Kulit Pohon Jambu Mete Bisa Menetralisir Racun Akibat Gigitan Ular

    Sumber: liputan6.com
    Tanggal publish: 04/11/2022

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Klaim tentang mengonsumsi kulit pohon jambu mete bisa menetralisir racun akibat gigitan ular beredar di media sosial. Klaim tersebut disebarkan salah satu akun Facebook.
    Akun Facebook tersebut mengunggah narasi berisi cara mengonsumsi kulit pohon jambu mete untuk menetralisir racun akibat digigit ular.
    "ANTI-POISON.
    There are many snakes with a very poisonous venom that kills within some hours
    If you are a victim of snakes bites or poison, just look for a cashew tree, use your cutlass to get the bark of the cashew tree, and chew the bark of the tree
    As you chew, swallow the juice, don't swallow the chaff. It will neutralize every poisonous substance from the snake even if it's a black mamba bite.
    Very effective and powerful to destroy snake venoms.
    You can keep the bark for any emergency, even if it's a dry one, just soak it in water. it doesn't spoil, it can be kept for years
    God has blessed us with so many herbs but many don't know it," tulis salah satu akun Facebook.
    Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah 13 kali dibagikan dan mendapat 6 komentar dari warganet.
    Benarkah mengonsumsi kulit pohon jambu mete bisa menetralisir racun akibat digigit ular? Berikut penelusurannya.
     

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim mengonsumsi kulit pohon jambu mete bisa menetralisir racun akibat digigit ular. Penelusuran dilakukan dengan memasukkan kata kunci "cashew snake poison" di kolom pencarian Google Search.
    Hasilnya terdapat beberapa artikel yang membantah klaim tersebut. Satu di antaranya artikel berjudul "Experts say antivenom, not herbs, is the only effective antidote to toxins from snake bites" yang dimuat situs factcheck.afp.com pada 7 Oktober 2022.
    Dalam artikel tersebut dijelaskan bahwa obat herbal termasuk mengonsumsi kulit pohon jambu mete tidak bisa menetralkan racun gigitan ular.
    Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan bahwa jika terjadi gigitan ular, pengobatan tradisional dan herbal harus dihindari.
    "Antibisa tetap menjadi satu-satunya pengobatan spesifik yang berpotensi mencegah atau membalikkan sebagian besar efek gigitan ular ketika diberikan lebih awal dalam dosis terapi yang memadai," demikian pernyataan WHO.
    Pakar gigitan ular dari African Snakebite Institute (ASI), Johan Marais mengatakan bahwa mengonsumsi atau mengunyah kulit pohon jambu mete tidak bisa menetralisir racun akibat gigitan ular.
    "Jadi, makan atau mengunyah kacang mete atau kulit pohon tidak bisa menetralisir bisa ular," kata Marais.
    Sementara, petugas medis utama di Pusat Penelitian dan Perawatan Gigitan Ular di Kaltungo, Sulaiman Mohammed menyarankan, agar korban gigitan ular berbisa segera dibawa ke rumah sakit. Tentunya, rumah sakit rujukan tersebut memiliki stok antibisa.
     

    Kesimpulan


    Klaim mengonsumsi kulit pohon jambu mete dapat menetralisir racun akibat gigitan ular ternyata tidak benar. Faktanya, mengonsumsi atau mengunyah kulit pohon jambu mete tidak bisa menetralisir racun akibat gigitan ular.
     

    Rujukan

  • (GFD-2022-10876) Belum Ada Bukti, Madu, Air Kelapa, Cokelat Bubuk, dan Alpukat Dapat Menyembuhkan Stroke

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 03/11/2022

    Berita


    Sebuah akun Facebook membagikan tips kesehatan berupa anjuran mengkonsumsi madu setiap hari dan mengoleskannya di bawah lidah 3 kali sehari dapat mengobati stroke.
    Selain cara itu, stroke dapat diobati dengan mengkonsumsi air kelapa dan cilantro (daun ketumbar), bekam, akupuntur dan refleksi, serta mengkonsumsi cokelat bubuk dan alpukat yang dicampur kurma. 
    Tangkapan layar unggahan yang beredar di Facebook tentang penyembuhan stroke
    Sejak dibagikan pada 4 Juli 2019, unggahan ini sudah mendapat 578 tanggapan dan 217 kali dibagikan. Benarkah cara-cara di atas bisa menyembuhkan stroke?

    Hasil Cek Fakta


    Hasil verifikasi Tempo adalah klaim tersebut belum memiliki rujukan ilmiah. Bahkan penderita stroke harus membatasi jenis makanan tertentu agar tidak memperburuk kondisi kesehatan.
    Dokter Spesialis Saraf sekaligus konsultan stroke, dr. Muhammad Akbar Sp.S(K), Ph.D., mengatakan, bahan-bahan di atas belum diteliti dan dipublikasikan di literatur medis pengobatan. Sehingga klaim itu tidak berbasis bukti.
    “Pengobatan yang disebutkan itu, sepengetahuan saya tidak berbasis bukti (evidence based) dan tidak pernah dipublikasikan di Jurnal Kedokteran,” kata Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PP PERDOSSI) itu.
    Menurut situs Kementerian Kesehatan, stroke adalah gejala-gejala defisit fungsi saraf yang diakibatkan oleh penyakit pembuluh darah otak, bukan oleh sebab yang lain (WHO). Gangguan fungsi saraf pada stroke disebabkan oleh gangguan peredaran darah otak non traumatik.
    Gangguan saraf tersebut menimbulkan gejala antara lain kelumpuhan wajah atau anggota badan, bicara tidak lancar, bicara tidak jelas (pelo), perubahan kesadaran, gangguan penglihatan, dan lain-lain.  
    Dokter spesialis saraf Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM, dr. Fajar Maskuri, dikutip dari situs Universitas Gajah Mada, mengatakan pemulihan penyakit stroke disebabkan beberapa faktor. Faktor pertama adalah pada derajat ringan, sedang, dan berat dari penyakit stroke itu sendiri. Jika stroke tersebut ringan maka pemulihan stroke akan lebih cepat dibandingkan yang berat. 
    Faktor kedua adalah perihal seberapa cepat pasien stroke tersebut mendapatkan penanganan. Jika pasien stroke tersebut dapat ditangani dalam golden time period, maka kemungkinan pemulihan stroke akan lebih besar. Pemulihan stroke akan lebih baik atau tanpa meninggalkan cacat. 
    Menurut dr Fajar, penanganan pasien stroke di awal waktu atau segera, dikenal dengan istilah golden time period. Golden time period adalah waktu yang paling bagus untuk menangani penyakit stroke. 
    “Kalau kita bisa mencapai waktu ini maka hasilnya itu lebih bagus, dibandingkan ketika ditangani (atau dibawa ke dokter) setelah sehari, dua hari, atau bahkan setelah seminggu baru dibawa kerumah sakit, wah itu sudah terlambat,” tutur dr Fajar. 
    Ia menambahkan, golden time period terjadi selama 3,5 jam setelah pasien mengalami gejala stroke.

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta di atas, Tempo menyimpulkan pengobatan stroke dengan madu, air kelapa, cokelat bubuk, dan alpukat adalah belum ada bukti.
    Penanganan stroke terbaik adalah pasien dibawa ke rumah sakit atau ke dokter saat masa golden time atau 3,5 jam setelah mengalami gejala stroke. 

    Rujukan

  • (GFD-2022-10877) Keliru, Cek Asam Urat dengan Merapatkan Jari Tangan

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 03/11/2022

    Berita


    Gambar dengan narasi tips mengecek asam urat dengan menekuk dan merapatkan jari tangan beredar di media sosial Instagram pada 27 Oktober 2022. 
    Gambar tersebut memuat perbandingan klaim ciri khas tangan normal dan tangan dengan asam urat tinggi dengan narasi:
    Cara mudah untuk mengecek asam urat kamu normal atau tinggi. Ayo mulai dicek yuk saat bangun tidur tangan mulai kaku dan kesemutan atau badan mulai terasa berat?? Ini adalah gejala awal asam urat kamu mulai tidak normal...
    Orang dengan asam urat normal diklaim memiliki posisi tangan yang rapat. Sebaliknya, orang dengan asam urat tinggi tidak dapat merapatkan jari-jarinya. 
    Tangkapan layar unggahan di Instagram yang mengklaim sebagai cara ampuh mengecek asam urat
    Hingga artikel ini ditulis gambar tersebut sudah mendapatkan respon 2 ribu kali disukai. Benarkah klaim tersebut?

    Hasil Cek Fakta


    Hasil verifikasi Tempo adalah menekuk jari-jari tangan tidak bisa digunakan untuk memeriksa tingkat asam urat pada seseorang. Pemeriksaan asam urat hanya bisa melalui tes darah, tes cairan sendi atau urine, dan rontgen untuk mendeteksi kristal asam urat pada sendi.
    Dokter umum pada Puskesmas Weda Halmahera Tengah, Susilawaty, menjelaskan bahwa asam urat merupakan gangguan kesehatan pada persendian yang disebabkan tingginya kadar asam urat pada darah. 
    Kadar normal atau tinggi asam urat, kata dia, hanya dapat diketahui dengan tes darah dan tes cairan sendi atau urine. Selain itu, pemeriksaan foto rontgen juga dapat dijalani untuk mendeteksi kristal asam urat pada sendi. 
    “Jadi tidak benar kalau untuk mendeteksi asam urat pada sendi hanya cukup dengan melipat jari-jari tangan,” kata Susi saat dihubungi Tempo, Rabu, 2 November 2022.
    Pernyataan tersebut juga senada dengan penjelasan beberapa pusat kesehatan. Cleveland Clinic, klinik kesehatan yang berbasis di Cleveland, Amerika Serikat, dalam situsnya menjelaskan, asam urat tinggi dan asam urat normal hanya dapat didiagnosis dengan cara mengambil sampel darah lalu mengujinya di laboratorium. 
    Diagnosis lain dapat dilakukan dengan melihat pada cairan yang diambil dari sendi yang bengkak atau dilihat dengan pencitraan khusus pada tulang dan sendi (USG, X-ray atau CAT scan). 
    Situs layanan  kesehatan dari National Library of Medicine (NLM) yang berbasis di Amerika Serikat, MedlinePlus, juga menjelaskan, kadar asam urat normal dan tinggi hanya bisa diketahui dengan melakukan tes mengukur jumlah asam urat dalam darah atau urin. 
    Selama tes melalui darah, seorang profesional perawatan kesehatan akan mengambil sampel darah dari vena di lengan, menggunakan jarum kecil. Setelah jarum dimasukkan, sejumlah kecil darah akan dikumpulkan ke dalam tabung reaksi atau vial. Tes ini biasanya memakan waktu kurang dari lima menit.
    Sementara untuk tes melalui urin,  petugas kesehatan akan memeriksa urin yang dikeluarkan dalam periode 24 jam. Tes sampel urin ini memakan waktu 24 jam. 
    Namun ada cara lain untuk mengetahui asam urat dengan memperhatikan gejalanya, antara lain sakit yang parah pada satu atau lebih sendi. Menurut artikel di Tempo, gejala lainnya yakni persendian terasa panas dan sangat lembut, terjadi pembengkakan, atau adanya perubahan kaku di sekitar sendi. 

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo di atas, klaim cara mudah untuk mengecek asam urat normal dan tinggi hanya dengan menekuk dan merapatkan jari tangan, adalah keliru.  
    Untuk mengetahui asam urat tinggi dan normal hanya dapat dilakukan dengan mengambil sampel darah, lalu mengujinya di laboratorium. Cara lain adalah dengan melakukan pemeriksaan foto rontgen untuk mendeteksi kristal asam urat pada sendi.

    Rujukan

  • (GFD-2022-10878) Cek Fakta: Tidak Benar dalam Video Ini Rusia Kerahkan 9000 Pasukan ke Perbatasan Indonesia-Australia

    Sumber: liputan6.com
    Tanggal publish: 03/11/2022

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Sebuah video yang diklaim Rusia mengerahkan 9000 pasukan ke perbatasan Indonesia-Australia beredar di media sosial. Video tersebut disebarkan salah satu akun Facebook pada 2 November 2022.
    Dalam video berdurasi 7 menit itu memperlihatkan pertemuan antara Presiden Jokowi dengan Presiden Rusia, Vladmiri Putin. Keduanya terlihat duduk satu meja sambil membacakan pernyataan.
    Video tersebut kemudian dikaitkan dengan kabar bahwa Rusia telah mengerahkan 9000 pasukan ke perbatasan Indonesia-Australia.
    "Kiamat bagi australia..!! rusia kerahkan 9.000 pasukan ke perbatasan indonesia-australia-pulau pasir," tulis salah satu akun Facebook.
    Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah 155 ribu kali ditonton dan mendapat 797 komentar dari warganet.
    Benarkah video tersebut Rusia telah mengerahkan 9000 pasukan ke perbatasan Indonesia-Australia? Berikut penelusurannya.
     

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri video yang diklaim Rusia mengerahkan 9000 pasukan ke perbatasan Indonesia-Australia. Penelusuran mula-mula dilakukan dengan mencocokan gambar video pertemuan Jokowi dengan Putin.
    Ternyata gambar video pertemuan Jokowi dan Putin itu terjadi pada Juni 2016 lalu. Ketika itu, Jokowi tengah melakukan kunjungan kenegaraan ke Rusia.
    Gambar pada video tersebut identik dengan video berjudul "Presiden Jokowi di Rusia" yang diunggah channel YouTube Presiden Joko Widodo pada 7 Juni 2016 lalu.
    Berikut gambar tangkapan layarnya:
    Pada kunjungan tersebut, Jokowi disambut Presiden Rusia, Vladimir Putin. Keduanya melakukan pertemuan empat mata dan dilanjutkan denga pertemuan bilateral Indonesia-Rusia di kediaman Putin, Bucherov Rucey, Sochi, Rusia.
    Penelusuran selanjutnya dilakukan dengan memasukkan kata kunci "rusia kerahkan 9000 pasukan ke perbatasan australia" di kolom pencarian Google Search.
    Namun tidak ada informasi valid dari media arus utama yang mengabarkan kabar tersebut. Tidak ada juga laporan resmi mengenai Rusia yang telah mengirimkan 9000 pasukan ke perbatasan Indonesia-Australia.
     

    Kesimpulan


    Video yang diklaim Rusia mengerahkan 9000 pasukan ke perbatasan Indonesia-Australia ternyata tidak benar. Video tersebut tidak menampilkan informasi terkait pengerahan 9000 pasukan Rusia ke perbatasan Indonesia-Australia.
     

    Rujukan