• (GFD-2022-10898) [SALAH] Artikel CNN: “Anak Presiden Uganda Tidak Mau Mendukung Ukraina Karena itu Menjijikkan”

    Sumber: Instagram.com
    Tanggal publish: 05/11/2022

    Berita

    Akun Instagram @hoplitearmor mengunggah tangkapan layar yang menunjukkan judul berita CNN mengenai anak dari Presiden Uganda, Yoweri Musaveni, yang mengatakan bahwa ia tidak akan memberikan dukungannya kepada Ukraina karena hal tersebut dianggap menjijikkan. Postingan tersebut telah disukai lebih dari 1,700 orang dan telah dikomentari ratusan pengguna Instagram lainnya.

    Hasil Cek Fakta

    Setelah dilakukan penelusuran di laman resminya, CNN tidak pernah menulis berita dengan judul tersebut. Gambar yang terlihat di tangkapan layar tersebut juga tidak pernah digunakan CNN di salah satu artikelnya.

    Lebih lanjut, informasi serupa pernah dibahas oleh Politi Fact dengan judul “A CNN headline shows Uganda’s president saying he doesn’t support Ukraine because it would be ‘disgusting’” dan dikategorikan sebagai False.

    Dengan demikian, gambar yang diunggah oleh @hoplitearmor merupakan konten yang dimanipulasi.

    Kesimpulan

    Hasil periksa fakta Evarizma Zahra.

    Hasil foto suntingan. CNN tidak pernah menulis berita dengan judul tersebut.

    Rujukan

  • (GFD-2022-10899) [SALAH] Mumi Raja Tutankhamen Ditemukan

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 05/11/2022

    Berita

    Akun Facebook “The Archeologist” mengunggah foto dan menyebarkan informasi bahwa gambar mumi dan sarkofagus yang dilampirkan merupakan mumi dari Raja Tuthankamen. Unggahan tersebut telah dibagikan ulang oleh sebanyak 577 kali dan telah direspon oleh hampir 5,000 orang.

    Hasil Cek Fakta

    Setelah dilakukan penelusuran dengan Google Reverse Image Search, gambar sarkofagus dan mumi tersebut bukan benda bersejarah yang asli. Gambar serupa telah diunggah oleh perusahaan pembuat mainan plastik bernama Good Smile Company, perusahaan manufaktur Jepang yang banyak membuat produk Figma dan Nendoroid.

    Gambar yang diunggah oleh “The Archeologist” merupakan Figma Tuthankamun. Good Smile Company, melalui laman resminya memasarkan produk tersebut pada September lalu dengan menggunakan gambar serupa yang diunggah oleh “The Archeologist”. Produk tersebut dipasarkan dengan judul “King Tutankhamun joins the figma series”.

    Dengan demikian, informasi yang disebarluaskan “The Archeologist” merupakan konten yang menyesatkan.

    Kesimpulan

    Hasil periksa fakta Evarizma Zahra.

    Informasi yang menyesatkan. Sarkofagus dan mumi di gambar tersebut merupakan mainan plastik yang diproduksi oleh Good Smile Company, bukan mumi dari Raja Tutankhamun.

    Rujukan

  • (GFD-2022-10900) [SALAH] Seekor Naga Ditemukan di Mongolia

    Sumber: twitter.com
    Tanggal publish: 05/11/2022

    Berita

    Akun Twitter @ronin19217435 menulis cuitan dan mengunggah cuplikan video yang menunjukkan seekor naga yang terlihat tergeletak di tanah. Pengguna Twitter tersebut juga menulis klaim bahwa video tersebut diambil di Mongolia, dan naga di video tersebut merupakan seekor naga sungguhan.

    Cuitan dan video yang diunggah pada 22 Oktober tersebut telah disukai oleh hampir 8,000 orang, serta telah dikutip dan dibagikan ulang hampir 2,500 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, informasi tersebut salah. Video serupa telah banyak beredar di internet sejak 2018 lalu, salah satunya diunggah di YouTube oleh pengguna bernama “Familia este totul”. Video tersebut juga dilengkapi deskripsi lengkap yang menjelaskan bahwa naga tersebut dibuat oleh Juan Villa pada 1998. Juan Villa bekerja di Promotheus Sculpture, di mana perusahaan tersebut telah banyak membuat properti untuk kepentingan pameran di musium, pembuatan film dan teater.

    Lebih lanjut, informasi serupa juga pernah dibahas oleh AFP Fact Check dengan judul “This video shows a dragon model featured on a Spanish television show, not a real dragon”.

    Dengan demikian, informasi yang disebarluaskan oleh @ronin19217435 meupakan konteks yang salah.

    Kesimpulan

    Hasil periksa fakta Evarizma Zahra.

    Konteks yang salah. Seekor naga yang terlihat di video tersebut merupakan naga yang dibuat untuk proses sebuah film di Spanyol, bukan seekor naga asli yang ditemukan di Mongolia.

    Rujukan

  • (GFD-2022-10883) Cek Fakta: Tidak Benar Mata Katy Perry Bermasalah Akibat Vaksin COVID-19

    Sumber: liputan6.com
    Tanggal publish: 04/11/2022

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Aksi panggung penyanyi Katy Perry beberapa waktu lalu sempat menjadi sorotan. Penyebabnya, mata kanan wanita bernama lengkap Katheryn Elizabeth Hudson itu mendadak tidak bisa terbuka.
    Beredar informasi di media sosial bahwa mata Katy Perry yang bermasalah itu disebabkan efek dari vaksin COVID-19. Klaim tersebut disebarkan salah satu akun Facebook pada 28 Oktober 2022.
    Akun Facebook tersebut mengunggah beberapa foto dan video aksi panggung Katy Perry, yang ketika itu sebelah matanya tertutup tiba-tiba. Video itu kemudian dikaitkan bahwa vaksin COVID-19 menyebabkan mata Katy Perry bermasalah.
    "Setahun yg lalu Katy Perry sempat cosplay jadi jarum suntik vaksin. Eh sekarang malah kena efek samping vaksin 🤐," tulis salah satu akun Facebook.
    Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah beberapa kali direspons dan mendapat 3 komentar dari warganet.
    Benarkah mata Katy Perry bermasalah akibat vaksin COVID-19? Berikut penelusurannya.
     

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim mata Katy Perry bermasalah akibat efek dari vaksin COVID-19. Penelusuran dilakukan dengan memasukkan kata kunci "katy perry eyes vaccine covid" di kolom pencarian Google Search.
    Hasilnya terdapat beberapa artikel yang membantah klaim bahwa vaksin COVID-19 menyebabkan mata Katy Perry bermasalah. Satu di antaranya artikel berjudul "Fact Check: Did Katy Perry Have an Eye 'Glitch' Due to Covid Vaccine?" yang dimuat situs newsweek.com pada 25 Oktober 2022.
    Dalam arrtikel tersebut dijelaskan bahwa tidak ada bukti yang mendukung klaim bahwa vaksin COVID-19 menjadi penyebab mata Katy Perry bermasalah.
    Katy Perry beberapa waktu lalu memang kerap aktif menyosialisasikan pentingnya vaksin untuk mencegah penularan virus corona COVID-19.
    Dari sejumlah penelitian, efek samping vaksin COVID-19 terhadap mata sangat jarang terjadi. Efek dari suntikan vaksin COVID-19 yang umum terjadi adalah demam, nyeri otot, hingga pegal pada lengan yang disuntik.
    Pusat Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC) mengatakan, efek samping pada tubuh akibat vaksin COVID-19 merupakan hal yang normal.
    "Bahwa tubuh Anda sedang membangun perlindungan," demikian kata CDC.
     

    Kesimpulan


    Klaim mata Katy Perry bermasalah akibat efek dari vaksin COVID-19 ternyata tidak benar. Faktanya, tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.
     

    Rujukan