• (GFD-2022-10909) [SALAH] “Akun Facebook Soimah berbagi berkah”

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 07/11/2022

    Berita

    Akun Facebook S̲o̲i̲m̲a̲h̲ ̲b̲e̲r̲b̲a̲g̲i̲ ̲b̲e̲r̲k̲a̲h̲ (fb.com/100087513911532) melakukan siaran langsung dengan konten kegiatan bagi-bagi hadiah oleh artis Soimah Pancawati dengan narasi sebagai berikut:

    “YANG BISA MENEBAK DENGAN BENAR ANGKA YG ADA DI GAMBAR AKAN SAYA TRANSFER 7-20 JT.”

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, adanya akun Facebook S̲o̲i̲m̲a̲h̲ ̲b̲e̲r̲b̲a̲g̲i̲ ̲b̲e̲r̲k̲a̲h̲ yang melakukan siaran langsung giveaway dengan menggunakan video milik artis Soimah Pancawati merupakan konten tiruan.

    Faktanya, akun itu merupakan akun palsu. Melalui akun instagram resmi Soimah menegaskan bahwa tidak ada give away yang dilakukan pada akun media sosial manapun.

    Berdasarkan hasil penelusuran, konten seperti ini pernah diperiksa faktanya melalui artikel berjudul “[SALAH] Giveaway Soimah 2 juta untuk 350 orang” yang terbit di situs turnbackhoax.id pada 15 Januari 2022.

    Dilansir dari artikel ini, melalui akun instagram resmi @showimah, dirinya membantah mengadakan give away berupa uang tunai puluhan juta rupiah.

    “Untuk teman2 yg budiman sekali jgn pernah percaya, seumur hidup sy gak pernah bikin2 gituan di media manapun, jd kalo ada akun atas nama sy bikin give away, itu jelas palsuuu, karna sy sdh meng informasikan ini, jadi kalo ada apa2 tanggung sendiri resikonya ya” tulis Soimah dalam postingan Instagramnya.

    Kesimpulan

    Akun palsu. Melalui akun instagram resmi Soimah menegaskan bahwa tidak ada give away yang dilakukan pada akun media sosial manapun.

    Rujukan

  • (GFD-2022-10910) [SALAH] “Presiden Jokowi Memberikan Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional Kepada Alm Jenderal TNI Soeharto”

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 07/11/2022

    Berita

    Akun Facebook Mada Ppm Dki Resimen IX (fb.com/madappmdki.resimenix) pada 4 November 2022 mengunggah dua gambar dengan narasi sebagai berikut:

    “Terimakasih Kepada Presiden RI Joko Widodo, Atas Nama Bangsa Dan Negara Memberikan Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional Kepeda Alm Jenderal TNI Soeharto Presiden RI Ke – 2. Semoga Pak Soeharto Ditempatkan Disisi Yg Mulia Oleh Tuhan Yg Maha Kuasa Atas Jasa2 nya Kepada Bangsa Dan Negara.”

    Gambar pertama adalah gambar Presiden RI kedua, HM. Soeharto dan gambar kedua adalah gambar tangkapan layar pesan Whatsapp dengan narasi “Presiden Jokowi Tetapkan 5 Tokoh Dapat Gelar Pahlawan Nasional, Ini Daftar Namanya”, “Termasuk SUHARTO”, serta link artikel yang dimuat di nkripost[dot]com.

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, adanya klaim bahwa Presiden Joko Widodo menetapkan Presiden kedua Indonesia, Jenderal Soeharto untuk mendapatkan gelar pahlawan nasional merupakan klaim yang menyesatkan.

    Faktanya, bukan kepada Presiden kedua Indonesia, Jenderal TNI Soeharto, melainkan kepada dr Soeharto, yang merupakan dokter pribadi Presiden Sukarno karena dinilai telah berjuang bersama Presiden Soekarno dalam perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia.

    Dilansir dari artikel berjudul “Presiden Jokowi Tetapkan 5 Tokoh Dapat Gelar Pahlawan Nasional, Ini Daftar Namanya” yang dimuat di situs nkripost[dot]com yang disertakan di sumber klaim, Presiden Jokowi memberikan gelar pahlawan nasional kepada lima tokoh di Indonesia. Ada Soeharto hingga Raden Rubini.

    Dilansir dari Detikcom, tahun ini nama dr Soeharto dari Jawa Tengah masuk dalam daftar lima tokoh yang diberi gelar Pahlawan Nasional oleh pemerintah. Dr dr HR Soeharto atau Dokter Soeharto dikenal sebagai dokter pribadi Bung Karno sejak masa sebelum kemerdekaan.

    dr Soeharto memiliki nama lengkap Soeharto Sastrosoeyoso. Ia lahir pada 24 Desember 1908 di Tegalgondo, Solo, Jawa Tengah. Sebelumnya, dr Soeharto juga pernah menjabat Menteri Perdagangan, Menteri Perindustrian, dan Kepala Bappenas di Kabinet Soekarno.

    Nama dr Soeharto tercatat sebagai salah satu pendiri bank pertama di Indonesia, Bank Negara Indonesia (BNI), sekaligus turut andil dalam pembangunan kawasan Sarinah Thamrin Jakarta, dan Hotel Indonesia.

    Pada 1950, dr Soeharto tercatat menjadi salah satu penggagas berdirinya Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Ia juga pelopor yang menginisiasi program Keluarga Berencana (KB) di Indonesia. Selanjutnya, dr Soeharto didapuk menjadi ketua pertama Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI). dr Soeharto wafat pada tahun 2000.

    Alasan pemerintah menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada lima tokoh yang dipilih berdasarkan usulan masyarakat yang dinilai telah ikut berjasa dalam perjuangan mendirikan NKRI. Hal itu disampaikan Menko Polhukam Mahfud Md selaku Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan usai bertemu Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (3/11). Mahfud menjelaskan kelima tokoh itu telah melalui sejumlah proses seleksi.

    Adapun alasan dr Soeharto dianugerahi gelar Pahlawan Nasional adalah karena almarhum DR dr HR Soeharto

    dinilai telah berjuang bersama Presiden Soekarno dalam perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia. Bahkan setelah kemerdekaan, almarhum DR dr HR Soeharto ikut serta dalam pembangunan sejumlah infrastruktur di Tanah Air.

    Kesimpulan

    BUKAN kepada Presiden kedua Indonesia, Jenderal TNI Soeharto, melainkan kepada dr Soeharto, yang merupakan dokter pribadi Presiden Sukarno karena dinilai telah berjuang bersama Presiden Soekarno dalam perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia.

    Rujukan

  • (GFD-2022-10897) Cek Fakta: Hoaks Surat Pemanggilan Seleksi Calon Karyawan BNI

    Sumber: liputan6.com
    Tanggal publish: 06/11/2022

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta- Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim surat pemanggilan seleksi calon karyawan PT BNI (Persero), kabar tersebut beredar lewat email.
    Klaim surat pemanggilan seleksi calon karyawan BNI terdiri dari lima lembar, dengan nomor 259/HRD/ PT BNI Persero/VII/2022. Dalam lembar tersebut penerima surat telah dinyatakan lulus seleksi administrasi dan wajib mengikuti seleksi ke tahap berikutnya, disertai dengan jadwal seleksi yang dimulai pada 6 November 2022.
    Dalam lembar dua dan tiga, terdapat 90 nama peserta yang akan mengikuti seleksi. Pada lembar ketiga penerima surat diarahkan untuk konfirmasi kehadiran untuk mengikuti selesi dengan format sebagai berikut.
    "BNI - NAMA/NO.TES - HADIR/TIDAK"
    Format konfirmasi kehadiran dikirim lewat WhatsApp ke Ketua Tim RecruitmentIbu Putri Sry Lestari M.Ak dengan nomor +62 812 4576 3323.
    Masih dalam lembar ke tiga, peserta diarahkan untuk menalangi biaya akomodasi selama mengikuti seleksi dan biaya tersebut akan diganti saat peserta datang di lokasi seleksi.
    Pada lembar ke empat, peserta diarahkan untuk mengisi identitas guna pendaftara akomodasi pada admin Pandawa Travel lewat WhatsApp dengan nomor +62 813 9624 3972.
    Benarkah surat pemanggilan seleksi calon karyawan BNI? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri informasi surat pemanggilan seleksi karyawan BNI, dalam artikel berjudul "Cek Fakta: Surat Pemanggilan Seleksi Calon Karyawan BNI Ini Tidak Benar" yang dikutip Liputan6.com.
    Corporate Secretary BNI yang saat itu dijabat Mucharom menyatakan informasi surat pemanggilan seleksi calon kartawan BNI yang beredar itu hoaks.
    "BNI tidak pernah memungut biaya apapun dari pelamar atau menunjuk agen perjalanan manapun dalam proses seleksi pegawai. Pelamar yang sedang menjalani proses seleksi karyawan BNI dan lolos ke tahap berikutnya akan dihubungi serta diundang secara resmi melalui email talentsearch@bni.co.id," ujar Mucharom.
    "Kami meminta masyarakat agar waspada dan tidak tertipu dengan sistem rekrutmen dengan modus serupa," ujarnya menambahkan.
    Dalam akun Instagram resminya, @bni46, terdapat postingan terkait surat pemanggilan seleksi calin kartawan BNI tersebut.
    Mohon waspada dengan segala penipuan rekrutmen yang mengatasnamakan BNI. Seluruh proses rekrutmen di BNI tidak dipungut biaya kepada pihak pelamar.
    Informasi rekrutmen BNI dapat diakses melalui ww.recruitment.bni.co.id. Selain itu bisa juga dilihat melalui Instagram @bni46, Facebook: BNI, Twitter: @BNI, dan BNI Call 1500046"
     

    Hasil Cek Fakta

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, informasi surat pemanggilan seleksi karyawan BNI adalah hoaks.
    BNI tidak pernah memungut biaya apapun dari pelamar atau menunjuk agen perjalanan manapun dalam proses seleksi pegawai.
  • (GFD-2022-10901) [SALAH] Jokowi Mengembalikan Ahok ke Balai Kota DKI

    Sumber: Youtube.com
    Tanggal publish: 06/11/2022

    Berita

    Beredar sebuah informasi di YouTube yang mengklaim bahwa Presiden Jokowi mengembalikan Ahok ke DKI, informasi tersebut beredar pada saat berakhirnya masa jabatan Anies Baswedan sebagai gubernur DKI Jakarta. Diketahui, Pilkada DKI diundur ke tahun 2024 sehingga penanggung jawab jabatan gubernur DKI Jakarta dipilih oleh presiden.

    Hasil Cek Fakta


    Setelah ditelusuri, informasi tersebut salah. Faktanya, Presiden Jokowi tidak memilih Ahok untuk mengisi jabatan tersebut dan mengembalikannya ke dalam pemerintahan DKI. Melalui laman resmi Presiden RI, Jokowi menunjuk Heru Budi Hartono sebagai PJ Gubernur DKI Jakarta hingga Pilkada DKI 2024 nanti, tidak ada kaitannya dengan Ahok. Saat ini Ahok masih menjabat menjadi Komisaris Utama PT Pertamina dan tidak memiliki jabatan apa pun dalam pemerintahan.

    Kemudian, dalam video tidak menunjukkan fakta-fakta yang membuktikan klaim tersebut. Namun lebih menjelaskan alasan Jokowi menunjuk Heru Budi Hartono sebagai PJ Gubernur DKI Jakarta dan menyebutkan bahwa Heru mengikuti cara Ahok dalam menampung aspirasi masyarakat, seperti membuka pos pengaduan di Balai Kota DKI Jakarta.

    Dengan demikian, Jokowi mengembalikan Ahok ke Balai Kota DKI merupakan hoax dengan kategori Konten yang Menyesatkan.

    Kesimpulan

    Hasil periksa fakta Mochamad Marcell

    Klaim tersebut salah, faktanya Presiden Jokowi menunjuk Heru Budi Hartono sebagai PJ Gubernur DKI Jakarta. Saat ini Ahok tidak memiliki jabatan di pemerintahan, ia masih menjadi Komisaris Utama PT Pertamina, tidak ada sumber dari berita yang valid terkait kabar tersebut.

    Rujukan