• (GFD-2023-11782) Keliru, Mahasiswa Indonesia Terima Penghargaan Nobel Kedokteran Atas Penemuan Obat Diabetes

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 15/02/2023

    Berita


    Sebuah foto beredar di media sosial dengan narasi mahasiswa Indonesia mendapat penghargaan Nobel Kedokteran setelah menemukan obat diabetes.
    Dalam foto tersebut, tampak seorang anak muda sedang diwawancara sejumlah jurnalis dan disertai logo media CNN.
    "Mahasiswa jenius asal Indonesia ini menerima penghargaan kedokteran nasional tertinggi atas penemuan obat untuk mengobati diabetes," tulis akun yang mengunggah foto tersebut di Facebook pada 9 Februari 2023.

    Hingga artikel ini dimuat, foto tersebut telah mendapat lebih dari 3.100 komentar dan dibagikan lebih dari 1.900 kali. Apa benar ini foto mahasiswa Indonesia yang menerima penghargaan tertinggi kedokteran atas penemuan obat diabetes?

    Hasil Cek Fakta


    Untuk memverifikasi klaim di atas, Tim Cek Fakta Tempo menelusuri jejak digital foto tersebut dengan menggunakan reverse image tools Google dan Yandex. Hasilnya, anak muda dalam foto tersebut bukan mahasiswa asal Indonesia, melainkan politisi asal Malaysia bernama Syed Saddiq Abdul Rahman.
    Foto yang identik pernah dimuat situs berita Malaysia, malaymail.com, pada 23 Oktober 2019. Foto tersebut dimuat dengan keterangan:
    Ketua Pemuda Bersatu Syed Saddiq Abdul Rahman mengatakan opini mantan anggota parlemen DAP Ronnie Liu berjudul 'Mahathir: Macan kertas' dan yang menyarankan PH tidak membutuhkan Bersatu tidak sopan dan kasar. Gambar oleh Firdaus Latif.
    Dikutip dari BBC, Syed Saddiq adalah seorang politikus muda Malaysia yang menolak tawaran beasiswa dari Universitas Oxford di Inggris dan sebaliknya memilih untuk mewujudkan impiannya menjadi anggota parlemen.
    Media di Malaysia menggambarkan Syed Saddiq sebagai seorang politikus yang gagah dan berani. Di usianya yang belia,  25 tahun, ia memimpin sayap pemuda Partai Pribumi Bersatu Malaysia (PPPM) yang dikomandoi oleh Dr. Mahathir Mohamad.
    Syed Saddiq mengalahkan pesaing utamanya wakil menteri Razali Ibrahim yang sudah tiga kali menjadi wakil partai yang berkuasa dari Barisan Nasional.
    Syed Saddiq sudah tiga kali memenangkan penghargaan Pembicara Terbaik Asia pada Kejuaraan Berdebat Parlemen Inggris Asia (ABP) dan dia juga tercatat sebagai lulusan akademi militer, Royal Military College.
    Mengutip detik.com, Syed Saddiq menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia pada Juli 2018 hingga Februari 2020 di bawah pemerintahan Perdana Menteri Mahathir Mohamad. Dia juga sekaligus menteri termuda Malaysia. Setelah menyelesaikan jabatannya, Syed Saddiq masih aktif sebagai politisi di Malaysia.
    Nobel Kedokteran
    Penghargaan tertinggi di bidang kedokteran atau ilmu fisiologi adalah Nobel Kedokteran atau yang juga dikenal sebagai Medicine Prize. Penerima Nobel kedokteran terbaru yakni Ahli paleogenetik dari Swedia, Svante Paabo pada Senin, 3 Oktober 2022.
    Dilansir dari Kompas.com, Svante Paabo memenangkan Hadiah Nobel Kedokteran tahun 2022. Dia adalah ahli paleogenetik yang mengurutkan genom Neanderthal dan menemukan hominin Denisova yang sebelumnya tidak diketahui.
    "Dengan mengungkap perbedaan genetik yang membedakan semua manusia yang hidup dari hominin yang punah, penemuannya memberikan dasar untuk mengeksplorasi apa yang membuat kita menjadi manusia yang unik," kata Komite Nobel dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Kantor berita AFP.
    Svante Paabo saat ini menjabat sebagai Direktur departemen genetika di Institut Max Planck untuk Antropologi Evolusi. Dia menemukan bahwa transfer gen telah terjadi dari hominin yang sekarang sudah punah ini ke Homo sapiens setelah migrasi keluar dari Afrika sekitar 70.000 tahun yang lalu.
    "Aliran gen kuno ke manusia masa kini memiliki relevansi fisiologis hari ini, misalnya mempengaruhi bagaimana sistem kekebalan tubuh kita bereaksi terhadap infeksi," kata juri.
    Svante Paabo melaporkan dalam sebuah studi tahun 2020, bahwa pasien Covid-19 dengan potongan DNA Neanderthal memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi parah dari penyakit tersebut.
    Pria 67 tahun ini akan menerima hadiah dari Raja Carl XVI Gustaf pada upacara resmi di Stockholm pada 10 Desember mendatang. Tanggal itu adalah hari kematian ilmuwan Alfred Nobel pada 1896 yang menciptakan hadiah Nobel dalam wasiat terakhirnya.

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, foto dengan klaim mahasiswa Indonesia yang menerima penghargaan tertinggi kedokteran atas penemuan obat diabetes adalah keliru. 
    Anak Muda dalam foto tersebut bukan mahasiswa asal Indonesia, melainkan politisi asal Malaysia bernama Syed Saddiq Abdul Rahman. Sementara Penerima Nobel Kedokteran terbaru (2022) yakni ahli paleogenetik dari Swedia, Svante Paabo.

    Rujukan

  • (GFD-2023-11783) Prihatin akan Maraknya Hoaks, Pegiat Cek Fakta Liputan6.com Gelar Edukasi kepada Siswa SMP

    Sumber: liputan6.com
    Tanggal publish: 15/02/2023

    Berita


    Liputan6.com, Magelang - Prihatin dengan maraknya hoaks akhir-akhir ini, khususnya penculikan anak sekolah, Pegiat Cek Fakta Liputan6.com melakukan kegiatan edukasi terkait hoaks, sekaligus sosialisasi WhatsApp Chatbot Cek Fakta dari Liputan6.com kepada siswa SMP di Magelang. Bertempat di Masjid SMPN 3 Secang, Magelang, 16 pengurus OSIS SMP ini dijelaskan bagaimana cara mengecek sebuah informasi itu hoaks atau bukan, Senin (13/2/2023).
    "Akhir-akhir marak beredar isu tentang penculikan anak, meskipun beberapa sekolah sudah menghadirkan narasumber dari pihak kepolisian. Namun yang sampai ke tingkat SMP sepertinya belum ada," ungkap Setia Andriyani, salah satu Pegiat Cek Fakta Liputan6.com yang ada di Kota Magelang.
    Lebih lanjut, Setia mengatakan, anak usia SMP bisa saja memberikan informasi yang keliru, karena ketidaktahuannya terkait berita hoaks yang beredar.
    "Pemuda adalah agent of change (agen perubahan) mereka harus dibekali informasi-informasi yang berguna bagi masyarakat yang kemungkinan informasi tersebut belum mereka dapatkan di sekolah," ujar Setia.
    Ia menambahkan, meskipun isu yang ada tentang penculikan anak ini, lebih menyasar ke anak usia pendidikan usia dini (PAUD) dan taman kanak-kanak, namun tidak ada salahnya jika semua orang tahu akan bahaya hoaks atau berita palsu.
    "Dengan memberikan edukasi kepada pengurus OSIS, kami berharap mereka bisa meneruskan informasi tentang bagaimana memanfaatkan WA Chatbot dari liputan6.com, minimal ke teman sebaya, kepada keluarganya lebih luasnya lagi ke masyarakat di mana mereka tinggal. Dengan begitu kita semua bisa berperan aktif memerangi beredarnya berita hoaks ini," Setia melanjutkan.
    Sementara itu, Kepala SMPN 3 Secang Agus Setianta Wahyudi, melalui wakilnya, Nasichun mengucapkan terima kasih kepada tim Pegiat Cek Fakta Liputan6.com yang telah memberikan edukasi kepada para pengurus OSIS.
    "Dengan adanya sosialisasi WhatsApp Chatbot Cek Fakta dari liputan6.com ini, pasti akan sangat bermanfaat, khususnya untuk anak-anak didik kami, umumnya bagi masyarakat luas. Karena, nanti mereka bisa memberikan informasi yang benar dan ikut memberantas beredarnya berita hoaks," tandas Nasichun.

    Hasil Cek Fakta

  • (GFD-2023-11786) [SALAH] Video Pertemuan Rahasia Anies Baswedan Dengan Pengusaha di Eropa

    Sumber: Tiktok.com
    Tanggal publish: 15/02/2023

    Berita

    “pnghisnat ngr bs di lihat dr cara bskongkol dg musuh ngr”

    Hasil Cek Fakta

    Sebuah akun Tiktok bernama biraya87 mengunggah video yang diklaim merupakan rekaman dari intelijen terkait pertemuan rahasia Anies Baswedan dengan beberapa pengusaha di Eropa. Video itu berisi kompilasi rekaman video pertemuan Anies dengan beberapa pejabat dari luar negeri, rekaman YouTube Haidar Alwi, Eko Kuntadhi dan Ade Armando.

    Beberapa pernyataan yang disampaikan ketiganya yakni Anies sudah dipersiapkan sejak lama oleh Amerika Serikat dan menjadi boneka AS, Wikileaks membocorkan kawat dari Kedutaan Amerika Serikat di Jakarta, dan Anies Baswedan diangkat menjadi anggota board (dewan) di Universitas Oxford, Inggris.

    Berdasarkan penelusuran, potongan video ini identik dengan yang ditayangkan oleh akun tvOneNews pada 28 September 2022. Peristiwa yang sama diunggah oleh akun Youtube Anies Baswedan, 23 Juli 2022. Peristiwa ini terjadi saat Anies Baswedan masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

    Anies Baswedan bersama EU Ambassador H.E. Vincent Piket, dan Vice President of the European Investment Bank Mr. Kris Peeters serta jajarannya rapat bersama di Kantor MRT Bundaran Hotel Indonesia, membahas investasi pengembangan transportasi umum di Jakarta, terutama untuk MRT fase-fase berikutnya.

    Potongan video kedua, bagian dari liputan Kompas.com, saat mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melakukan pertemuan dengan Menteri Perdagangan Internasional Inggris Anne-Marie pada Rabu (23/2/2022) untuk membahas potensi kolaborasi terkait iklim hingga transportasi.

    Kemudian potongan video ketiga, Anies Baswedan yang saat itu masih menjabat Gubernur DKI Jakarta, bersama Duta Besar Jerman untuk Indonesia H.E. Ina Lepel menyambangi lokasi Jakarta Future City Hub di Jakarta Box Tower Lantai 23, Jakarta.

    Jakarta Future City Hub ini merupakan hasil kolaborasi Pemprov DKI Jakarta dengan Pemerintah Berlin dalam proyek smart change yang didanai oleh Uni Eropa. Momen kunjungan Anies dan Ina Lepel ini diunggah oleh akun YouTube Kompas TV pada 1 Mei 2022.

    Kesimpulan

    Informasi yang salah. Dalam video tersebut adalah beberapa cuplikan Anies Baswedan saat menjadi Gubernnur DKI Jakarta saat pertemuannya bersama EU Ambassador H.E. Vincent Piket, Menteri Perdagangan Internasional Inggris Anne-Marie, dan Duta Besar Jerman untuk Indonesia H.E. Ina Lepel. Video-video itu bukan video rahasia yang dibocorkan oleh intelijen, melainkan telah dipublikasikan oleh beberapa media di Indonesia.

    Rujukan

  • (GFD-2023-11787) [SALAH] Video “pesawat tempur Su-35 melakukan beberapa keajaiban luar biasa”

    Sumber: Twitter.com
    Tanggal publish: 15/02/2023

    Berita

    Akun Twitter Ir. Benny Dwika Leonanda (twitter.com/bdleonanda) pada 8 Februari 2023 menunggah sebuah video dengan narasi:

    “Su-35 melakukan beberapa keajaiban luar biasa.”

    Di balasannya, akun ini menjawab netizen yang menyatakan itu adalah pesawat miniatur dengan jawaban sebagai berikut:
    “Itu disebut SU-35. Sukhoi Su-35. Sukhoi Su-35 adalah pesawat tempur multiperan, kelas berat, berjelajah panjang, dan bertempat duduk tunggal asal Rusia.” dan “Pewawat miniatur tidak bisa menggantung seperti itu. Kecuali dipasang tali di atasnya.”

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, adanya video yang diklaim sebagai penampakan pesawat tempur SU-35 asli yang sedang melakukan akrobatik merupakan konten yang menyesatkan.

    Faktanya, bukan pesawat sungguhan. Pesawat di video itu adalah mainan remote control miniatur pesawat jet tempur.

    Di salah satu balasan tweet tersebut, akun Twitter ??? (twitter.com/abaiquny) memberikan tautan ke video Youtube berjudul “Miniature Jet Fighter Flies 500KM/H” yang diunggah Supercar Blondie pada 18 Mei 2021. Menurut akun tersebut, ada kemiripan antara pesawat dan lapangan terbang di video yang diunggah sumber klaim dan video Youtube yang dia sertakan. Kemiripan terlihat di bentuk pagar di pinggir lapangan terbang di kedua video.

    Selain itu, penjelasan bahwa pesawat itu merupakan pesawat miniatur juga datang dari akun Twitter TNI Angkatan Udara sebagai berikut: “Pesawat tersebut adalah pesawat RC alias remote control. Manuverabilitas pesawat RC memang sangat mengagumkan, dengan banyak manuver yang tidak bisa dilakukan oleh pesawat asli dengan ukuran sebenarnya.”

    Kesimpulan

    BUKAN pesawat sungguhan. Pesawat di video itu adalah mainan remote control miniatur pesawat jet tempur.

    Rujukan