• (GFD-2020-8233) [Fakta atau Hoaks] Benarkah Ini Video Kembang Api Olimpiade Tokyo yang Akhirnya Dinyalakan di Gunung Fuji?

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 18/08/2020

    Berita


    Video pendek yang memperlihatkan pertunjukan kembang api di depan sebuah gunung dengan puncak bersalju beredar di media sosial. Kembang api dalam video itu diklaim sebagai kembang api untuk upacara pembukaan Olimpiade Tokyo yang batal yang akhirnya dinyalakan di depan Gunung Fuji, Jepang.
    Di Facebook, video itu dibagikan salah satunya oleh akun Endang Poerbowati, yakni pada 14 Agustus 2020. Akun ini pun memberikan narasi sebagai berikut: “Kembang api untuk pembukaan Olimpiade di Tokyo yang dibatalkan karena pandemi covid-19, akhirnya dinyalakan di depan Gunung Fuji karena kembang api tidak bisa disimpan hingga tahun depan.”
    Hingga artikel ini dimuat, video tersebut telah ditonton lebih dari 15 ribu kali dan dibagikan lebih dari 500 kali.
    Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Endang Poerbowati.
    Apa benar video di atas merupakan video kembang api Olimpiade Tokyo yang akhirnya dinyalakan di Gunung Fuji?

    Hasil Cek Fakta


    Untuk memverifikasi klaim itu, Tim CekFakta Tempo mula-mula memasukkan kata kunci “Tokyo Olympic firework” ke kolom pencarian YouTube. Lewat cara ini, ditemukan video yang sama yang pernah dipublikasikan pada 1 Desember 2015 oleh kanal hiramu55bocaboca. Video itu berjudul "FWsim Mount Fuji Synchronized Fireworks Show2".
    Kanal tersebut memberikan keterangan dalam bahasa Jepang yang menyatakan bahwa video tersebut dibuat untuk memperingati didaftarkannya Gunung Fuji sebagai Warisan Budaya Dunia. Pertunjukan kembang api yang disertai musik dalam video itu merupakan hasil dari program simulasi komputer. Musik latar video itu berasal dari Philharmonia Orchestra/Riccardo Muti.
    “Ini adalah pekerjaan baru pertama dalam waktu satu tahun. Seperti karya sebelumnya, latar belakang didasarkan pada khayalan 'pertunjukan kembang api skala besar yang diadakan pada musim dingin di Danau Kawaguchi bekerja sama dengan Koperasi Perikanan Danau Kawaguchi, dalam rangka memperingati pendaftaran Gunung Fuji sebagai Warisan Budaya Dunia."
    Kanal hiramu55bocaboca memang mengkhususkan diri pada video-video pertunjukan kembang api. Seluruh videonya, termasuk yang berlatar belakang Gunung Fuji, dibuat dengan FWSim, sebuah aplikasi untuk menambahkan kembang api virtual dalam video atau membuat pertunjukan kembang api dengan musik favorit.
    Hingga kini, kanal hiramu55bocaboca telah mengunggah enam video yang mensikronisasi pertunjukan kembang api berlatar belakang Gunung Fuji dengan musik yang berbeda-beda. Video pertamanya, dirilis pada 5 November 2014 berjudul "FWsim Mount Fuji Synchronized Fireworks Show" dan video keenamnya, diunggah pada 16 Februari 2020, berjudul "FWsim Mount Fuji Synchronized Fireworks Show6 (Simulation)".
    Pelaksanaan Olimpiade Tokyo sendiri diumumkan ditunda hingga 23 Juli 2021 karena pandemi Covid-19. Sejumlah organisasi pemeriksa fakta, seperti BoomLive dan Associated Press, juga telah memverifikasi video tersebut dan menyatakannya sebagai video simulasi, bukan pertunjukan kembang api karena olimpiade yang batal.

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa video di atas merupakan video kembang api Olimpiade Tokyo yang akhirnya dinyalakan di Gunung Fuji, Jepang, keliru. Video tersebut adalah video simulasi yang dibuat dengan program komputer oleh kanal hiramu55bocaboca yang ditujukan untuk memperingati didaftarkannya Gunung Fuji sebagai Warisan Budaya Dunia.
    IKA NINGTYAS
    Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id

    Rujukan

  • (GFD-2020-8234) [Fakta atau Hoaks] Benarkah di Uang Baru Rp 75 Ribu Ada Gambar Baju Adat Cina?

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 18/08/2020

    Berita


    Foto uang baru pecahan Rp 75 ribu yang dirilis oleh Bank Indonesia dalam rangka HUT ke-75 RI beredar di media sosial dalam beberapa hari terakhir. Namun, salah satu gambar bocah dengan baju adat suatu daerah dalam uang itu dilingkari dengan garis berwarna merah. Baju adat dalam lingkaran merah tersebut diklaim sebagai baju adat Cina.
    Di Facebook, foto beserta klaim itu dibagikan salah satunya oleh akun Didid Gaung, yakni pada 16 Agustus 2020. Akun ini memberikan narasi sebagai berikut:
    "Pemerintah saat ini benarkah ada mengeluarkan uang kertas Bank Indonesia dengan nominal pecahan uang bernilai 75 ribu dan ada yang tidak lazim karena di uang ini hanya ada baju adat Thiongkok China...Kumaha teh,kamana nyak Siliwangi...???"
    Hingga artikel ini dimuat, unggahan tersebut telah direspons lebih dari 100 kali, dikomentari sebanyak 383 kali, dan dibagikan lebih dari 100 kali.
    Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Didid Gaung.
    Apa benar terdapat gambar baju adat Cina dalam uang baru Rp 75 ribu?

    Hasil Cek Fakta


    Untuk memverifikasi klaim di atas, Tim CekFakta Tempo menelusuri pemberitaan tentang gambar baju adat dalam uang baru Rp 75 ribu itu dengan memasukkan kata kunci “pakaian adat uang 75 ribu” di mesin perambah Google. Hasilnya, ditemukan penjelasan bahwa tidak ada gambar pakaian adat Cina dalam uang baru Rp 75 ribu tersebut.
    Pakaian yang dikenakan seorang anak laki-laki bermahkota dengan hiasan yang menjuntai hingga telinga, yang dalam unggahan akun Didid Gaung diberi lingkaran merah, merupakan baju adat Suku Tidung yang tinggal di Kalimantan Utara. Suku Tidung merupakan sub Suku Dayak yang sebagian besar masyarakatnya memeluk agama Islam.
    "Iya, betul, itu pakaian adat Suku Tidung," demikian penjelasan dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Timur kepada KoranKaltim.com pada 17 Agustus 2020. Sementara anak laki-laki yang mengenakan pakaian adat Suku Tidung dalam uang tersebut merupakan salah satu murid SD Negeri 041 Tarakan, Kalimantan Utara.
    Gambar tangkapan layar berita KoranKaltim.com.
    Dilansir dari Detik.com, Sahabat Pandu Kalimantan Utara, Prayoga Bayu, juga menuturkan bahwa baju adat dalam uang baru itu, yang disebut sebagai baju adat Cina, adalah baju adat Suku Tidung. Sahabat Pandu adalah organisasi yang bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk memperkenalkan budaya lokal.
    "Itu baju adat asli Kalimantan Utara. Baju adat Tidung dari Suku Tidung. Sekarang jadi baju adat Provinsi Kalimantan Utara," kata Prayoga pada 18 Agustus 2020. Dia juga menjelaskan bahwa model dalam uang baru itu merupakan anak dari Tarakan. Anak tersebut dipotret oleh petugas Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) sebagai model uang baru.
    Prayoga juga membantah narasi yang menyebut model tersebut orang Cina karena bermata sipit. Dia menjelaskan bahwa suku Tidung termasuk dalam suku Dayak. "Sebenarnya, Suku Tidung masuk ke dalam Suku Dayak Tidung, makanya sipit. Tapi, dalam sejarahnya, Suku Tidung tidak mau dibilang Suku Dayak karena juga Suku Tidung beragama Islam, tersebar di Kalimantan Utara hingga Semenanjung Malaysia," ujar Prayoga.
    Dikutip dari Bisnis.com, dalam informasi yang dirilis oleh BI, Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Tahun RI ini dapat digunakan sebagai alat pembayaran. "Sesuai dengan tujuan pengeluaran Uang Peringatan adalah untuk memperingati HUT Kemerdekaan 75 Tahun RI, maka Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Tahun RI akan dikeluarkan, diedarkan, dan mulai berlaku sebagai alat pembayaran yang sah tepat pada hari kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus 2020."
    Hal itu juga disampaikan oleh Gubernur BI Perry Warjiyo dalam peluncuran uang tersebut secara virtual. "Uang ini secara resmi dikeluarkan sebagai alat pembayaran yang sah pada 17 Agustus 2020," kata Perry pada 17 Agustus 2020. Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, jumlah uang edisi khusus ini dirilis terbatas, yakni sebanyak 75 juta lembar.
    Berikut ini ciri-ciri Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Tahun RI, seperti dilansir dari laman resmi BI :
    - Bagian muka:
    1. Gambar utama pahlawan nasional Sukarno-Mohammad Hatta.
    2. Gambar bunga anggrek bulan yang di dalamnya berisi logo BI yang akan berubah warna dan memiliki efek gerak dinamis apabila dilihat dari sudut pandang berbeda.
    3. Hasil cetak yang terasa kasar apabila diraba pada bagian gambar utama pahlawan, dan tulisan nominal tujuh puluh lima ribu rupiah pada sisi muka uang.
    4. Tanda air berupa gambar pahlawan nasional Sukarno dan Hatta serta electrotype berupa angka "75" yang dapat diterawang.
    5. Gambar saling isi (rectoverso) dari logo BI yang dapat dilihat secara utuh apabila diterawangkan ke arah cahaya.
    6. Hasil cetak yang memendar dalam satu atau beberapa warna apabila dilihat dengan sinar ultraviolet berupa: 1) gambar pengibaran bendera pada peristiwa Proklamasi 17 Agustus 1945; 2) gambar motif songket yang berasal dari Sumatera Selatan; dan 3) jembatan Youtefa Papua.
    - Bagian belakang:
    1. Gambar anak Indonesia dengan pakaian adat daerah.
    2. Nomor seri yang meliputi tiga huruf dan angka.
    3. Hasil cetak yang terasa kasar apabila diraba pada bagian anak Indonesia, peta Indonesia dalam bola dunia, dan tulisan "DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA MENGELUARKAN RUPIAH SEBAGAI ALAT PEMBAYARAN YANG SAH DENGAN NILAI TUJUH PULUH LIMA RIBU RUPIAH".
    4. Tanda air berupa gambar pahlawan nasional Sukarno dan Hatta serta electrotype berupa angka "75" yang dapat diterawang.
    5. Gambar saling isi (rectoverso) dari logo BI yang dapat dilihat secara utuh apabila diterawangkan ke arah cahaya.
    6. Hasil cetak yang memendar dalam satu atau beberapa warna apabila dilihat dengan sinar ultraviolet berupa: 1) gambar motif tenun gringsing yang berasal dari Bali; 2) angka "75000"; 3) angka "75"; 4) bidang persegi empat yang berisi tulisan "NKRI"; dan 5) nomor seri yang meliputi tiga huruf dan enam angka.

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa terdapat gambar baju adat Cina dalam uang baru Rp 75 ribu, keliru. Pakaian yang dikenakan seorang anak laki-laki bermahkota dengan hiasan yang menjuntai hingga telinga, yang diklaim sebagai baju adat Tiongkok, dalam uang baru tersebut merupakan pakaian adat Suku Tidung di Kalimantan Utara.
    ZAINAL ISHAQ
    Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id

    Rujukan

  • (GFD-2020-4654) [SALAH] “Bulan dan bintang di logo Logo HUT Ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2020”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 18/08/2020

    Berita

    Akun Fadlan Akbar (fb.com/fadlan.akbar.378) mengunggah sebuah gambar dengan narasi sebagai berikut:

    “Yuk viralkan seluas luasnya lambang kemerdekaan Indonesia ke 75 ini ya?
    Ini mewakili persaan ummat Islam sebagai penduduk mayoritas dan harapan para syuhada pejuang kemerdekaan NKRI yg sebahagian besarnya adalah tokoh ulama,kiyai, guru mengaji dan kaum santri.”

    Gambar itu memperlihatkan bentuk bulan dan bintang di samping Logo Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2020.

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, klaim adanya bentuk bulan dan bintang di samping Logo Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2020 adalah klaim yang salah.

    Faktanya, logo tersebut bukan logo resmi yang dikeluarkan Kementerian Sekretariat Negara. Logo HUT Ke-75 RI resmi ditambah logo “Bangga Buatan Indonesia” yang meliputi gabungan dari logogram dan logotype dengan sentuhan modern, terlihat dalam bentuk huruf-huruf dan sederhana secara keseluruhan.

    Artikel tirto.id menyebutkan Logo HUT Ke-75 RI berupa perisai dengan angka 75 terinsipirasi dari simbol perisai di dalam lambang Garuda Pancasila. Logo ini menggambarkan Indonesia sebagai negara yang mampu memperkokoh kedaulatan, menjaga persatuan, dan kesatuan Indonesia.

    Logo Kemerdekaan RI 75 tahun ini menyimbolkan arti dari kesetaraan dan pertumbuhan ekonomi untuk rakyat Indonesia, dan progres nyata dalam bekerja untuk mempersembahkan hasil yang terbaik kepada semua rakyat Indonesia. Arti Logo HUT Ke-75 RI: Bangga Buatan Indonesia Tema Besar Indonesia Maju disempurnakan dengan penambahan logo “Bangga Buatan Indonesia” sebagai upaya menumbuhkan kecintaan warga negara pada produk dalam negeri.

    Logo Bangga Buatan Indonesia meliputi gabungan dari logogram dan logotype dengan sentuhan modern, terlihat dalam bentuk huruf-huruf dan sederhana secara keseluruhan. Logogram, digunakan untuk menunjukkan cinta terhadap produk lokal Indonesia. Juga menggambarkan perasaan bangga terhadap produk lokal Indonesia, sekaligus menunjukkan kesatuan sebagai satu Indonesia.

    Bangga Buatan Indonesia menggunakan warna merah dan putih sebagai warna utama untuk menunjukkan perasaan bangga membeli produk lokal dan untuk menunjukkan kebersamaan dalam kesatuan.

    Supergraphic ini terdiri dari 10 elemen yang diambil dari dekonstruksi logo 75 tahun yang dipecah lagi menjadi 10 bagian yang merepresentasikan komitmen dan nilai luhur Pancasila. Untuk pengaplikasian supergraphic ini cukup fleksibel karena bersifat abstrak yang merupakan rakitan dari 10 pecahan tadi menjadi satu kesatuan bentuk.

    Menurut Kementerian Sekretariat Negara pemerintah mengeluarkan Surat Edaran Menteri Sekretaris Negara tentang Penyempurnaan Penggunaan Tema dan Logo Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-75 Kemerdekaan Republik lndonesia Tahun 2020. Berdasarkan surat edaran tersebut istilah penyempurnaan merujuk pada penambahan logo Bangga Buatan lndonesia, untuk digunakan sebagai satu kesatuan dengan logo Peringatan HUT Ke-75 Kemerdekaan Rl Tahun 2020.

    Kesimpulan

    Logo tersebut bukan logo resmi yang dikeluarkan Kementerian Sekretariat Negara. Logo HUT Ke-75 RI resmi ditambah logo “Bangga Buatan Indonesia” yang meliputi gabungan dari logogram dan logotype dengan sentuhan modern, terlihat dalam bentuk huruf-huruf dan sederhana secara keseluruhan.

    Rujukan

  • (GFD-2020-4655) [SALAH] “ada budaya syahri di mata uang edisi khusus hari kemerdekaan indonesia”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 18/08/2020

    Berita

    Akun Radith (fb.com/100010497764975) mengunggah sebuah foto dengan narasi sebagai berikut :

    “mata gw yg halu apa gimana ya..?
    itu koq ada budaya syahri di mata uang edisi khusus hari kemerdekaan indonesia, mewakili daerah mana ya..?”

    Foto itu memperlihatkan gambar uang baru edisi khusus memperingati HUT Ke-75 RI dengan garis lingkaran merah pada seorang anak.

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, klaim adanya budaya syahri di uang baru edisi khusus memperingati HUT Ke-75 RI adalah klaim yang salah.

    Faktanya, pakaian yang dikenakan anak yang dilingkari merah itu adalah pakaian adat khas Melayu Riau. Di uang baru edisi khusus memperingati HUT Ke-75 RI memang ada gambar deretan anak-anak yang memakai berbagai baju adat yang berasal dari sembilan provinsi di Indonesia termasuk Riau.

    Uang pecahan baru edisi khusus memperingati HUT ke-75 RI baru saja diluncurkan, Senin (17/8/2020). Peluncuran dihadiri Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo secara virtual.Uang kertas bernominal pecahan Rp75.000 ini tidak diedarkan secara bebas.

    Sri Mulyani berujar, terdapat 75 juta lembar uang spesial yang dicetak dan bisa didapatkan masyarakat untuk dijadikan koleksi. Dalam acara peluncuran “Peresmian Pengeluaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Tahun Republik Indonesia” di akun media sosial resmi Bank Indonesia, uang baru ini diberikan secara simbolis kepada keluarga proklamator, Ir. Soekarno dan Mohammad Hatta, yang diwakili oleh Guntur Soekarno dan Mutia Hatta.

    Uang ini memiliki tiga tema dan makna filosofi, yaitu mensyukuri kemerdekaan, memperteguh kebhinekaan, dan menyongsong masa depan gemilang. Dari gambar yang beredar, tampak muka uang baru tersebut bergambar proklamator Republik Indonesia Soekarno-Hatta. Di bawah gambar proklamator tersebut terdapat gambar moda transportasi yang dibanggakan masyarakat Indonesia, yaitu MRT.

    Sedangkan, tampak belakang uang ini adalah gambar deretan anak-anak yang memakai berbagai baju adat dari Sabang sampai Merauke. Baju adat tersebut berasal dari sembilan provinsi di Indonesia, yaitu Aceh, Riau, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Nusa Tenggara Timur, Gorontalo, Maluku, dan Papua.

    Saat dinyatakan terkait alasan dipilihnya anak Riau lengkap dengan pakaian Melayu nya untuk ditampilkan di uang kertas pecahan Rp 75 ribu tersebut, Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar menyebut bahwa pemerintah pusat melihat dari budaya dan sejarah di Riau.

    “Riau juga punya sejarah, dimana salah satu pahlawan nasional yakni Sultan Syarif Kasim berasal dari Riau. Dimana beliau ini berjasa untuk perjuangan bangsa ini dengan memberikan uang bagi negara untuk perjuangan,” jelasnya.

    Kesimpulan

    Bukan budaya syahri. Pakaian yang dikenakan anak yang dilingkari merah itu adalah pakaian adat khas Melayu Riau. Di uang baru edisi khusus memperingati HUT Ke-75 RI memang ada gambar deretan anak-anak yang memakai berbagai baju adat yang berasal dari sembilan provinsi di Indonesia termasuk Riau.

    Rujukan