• (GFD-2020-8359) [Fakta atau Hoaks] Benarkah Ini Video Pendiri Aliansi Dokter Dunia yang Ditangkap usai Bikin Video Bohong tentang Covid-19?

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 04/11/2020

    Berita


    Video yang memperlihatkan penangkapan salah satu pendiri Aliansi Dokter Dunia, Heiko Schoning, beredar di media sosial. Video tersebut dibagikan dengan narasi bahwa Schoning ditangkap usai mempublikasikan video yang berisi berita bohong dan menyesatkan tentang virus Corona Covid-19.
    Beberapa waktu yang lalu, video yang berisi klaim-klaim keliru seputar Covid-19 yang dilontarkan oleh Aliansi Dokter Dunia atau World Doctors Alliance memang viral di media sosial. Namun, klaim-klaim tersebut telah dibantah oleh sejumlah organisasi pemeriksa fakta, termasuk Tempo.
    Di Facebook, video penangkapan itu dibagikan salah satunya oleh akun Wimpie Pangkahila, tepatnya pada 27 Oktober 2020. Akun ini menulis, “Ha...ha..akhirnya pak Ketua Aliansi Dokter sedunia ditangkap karena menyebarkan video berita bohong dan menyesatkan tentang Covid-19.”
    Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Wimpie Pangkahila.
    Apa benar video di atas adalah video pendiri Aliansi Dokter Dunia, Heiko Schoning, yang ditangkap polisi usai mempublikasikan video bohong tentang Covid-19?

    Hasil Cek Fakta


    Untuk memverifikasi klaim tersebut, Tim CekFakta Tempo mula-mula memfragmentasi video itu menjadi sejumlah gambar dengan tool InVID. Kemudian, gambar-gambar tersebut ditelusuri jejak digitalnya dengan reverse image tool Google dan Yandex. Hasilnya, ditemukan bahwa video penangkapan itu telah beredar sejak 26 September 2020, dua pekan sebelum dipublikasikannya video yang berisi pengumuman pembentukan Aliansi Dokter Dunia sekaligus klaim-klaim keliru soal Covid-19 pada 10 Oktober 2020.
    Video yang sama pernah diunggah oleh kanal YouTube Anna Brees pada 26 September 2020 dengan judul “German Doctor Dr. Heiko Schoning acu2020.org arrested at Hyde park 26th Sept 2020” atau "Dokter Jerman Dr. Heiko Schoning acu2020.org ditangkap di Hyde Park (London, Inggris) 26 September 2020". Dalam keterangannya, kanal ini menulis bahwa videonya bersumber dari Active Patriot UK.
    Tempo kemudian menelusuri kanal YouTube Active Patriot UK. Pada 26 September 2020, kanal ini memang pernah mengunggah video dari peristiwa yang sama. Video itu diberi judul "Dr Heiko Schoning Full Arrest Video" atau "Video Utuh Penangkapan Dr Heiko Schoning".
    Video lain yang memperlihatkan penangkapan Heiko Schoning tersebut juga pernah diunggah oleh kanal YouTube Shirin Koohyar pada 27 September 2020 dengan judul “Dr. Heiko Schoning arrested & dragged by police moments after speaking Hyde Park on Saturday Sep 26” atau "Dr. Heiko Schoning ditangkap dan digelandang oleh polisi beberapa saat setelah berbicara di Hyde Park pada Sabtu 26 September".
    Menurut keterangan video tersebut, Heiko Schoning ditangkap dan diborgol, lalu dibawa ke mobil polisi beberapa saat setelah berbicara tentang "kebenaran Covid-19" kepada sekelompok pendengar di Pojok Pembicara Hyde Park pada 26 September 2020.
    Dikutip dari situs resmi pemerintah London, di bagian "Pertanyaan kepada Wali Kota", terdapat pertanyaan tentang alasan Metropolitan Police Service (MPS) London menangkap Heiko Schoning di Hyde Park pada 26 September 2020. Pertanyaan ini dijawab oleh wali kota dengan mengatakan, "Baik saya maupun MPS tidak bisa mengomentari penyelidikan yang sedang berlangsung."
    Dilansir dari kantor berita Jerman Deutsche Welle (DW), pada 26 September 2020, terdapat gelaran demonstrasi anti-lockdown di London, Inggris. Massa memprotes berbagai pembatasan yang dilakukan oleh pemerintah Inggris di tengah pandemi Covid-19.
    Unjuk rasa yang digelar di Trafalgar Square itu berakhir ricuh setelah polisi Inggris berusaha membubarkan massa. Alasannya, pengunjuk rasa melanggar aturan jarak sosial dan pemakaian masker. Banyak demonstran kemudian pindah dari Trafalgar Square untuk bergabung dengan kelompok lain di Hyde Park.
    Terkait video yang berisi pengumuman pembentukan Aliansi Dokter Dunia sekaligus klaim-klaim keliru soal Covid-19, menurut laporan organisasi pemeriksa fakta Amerika Serikat FactCheck, dipublikasikan pada 10 Oktober 2020, beberapa pekan setelah digelarnya demonstrasi anti-lockdown di London, Inggris. Video yang berdurasi 18 menit itu pernah diunggah di YouTube, namun telah dihapus karena melanggar persyaratan layanannya.

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa video di atas adalah video pendiri Aliansi Dokter Dunia, Heiko Schoning, yang ditangkap polisi usai mempublikasikan video bohong tentang Covid-19, menyesatkan. Video itu telah beredar sejak 26 September 2020, dua pekan sebelum dipublikasikannya video yang berisi pengumuman pembentukan Aliansi Dokter Dunia sekaligus klaim-klaim keliru soal Covid-19 pada 10 Oktober 2020. Pada 26 September 2020, sejumlah orang, termasuk Heiko Schoning, ditangkap setelah mengikuti demonstrasi anti-lockdown di Trafalgar Square dan Hyde Park, London, Inggris.
    ZAINAL ISHAQ
    Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id

    Rujukan

  • (GFD-2020-8360) [Fakta atau Hoaks] Benarkah Pembakaran Mobil Mewah Ini Bagian dari Aksi Boikot Produk Prancis?

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 04/11/2020

    Berita


    Video yang memperlihatkan momen ketika seorang pria membakar mobil mewah di sebuah lapangan beredar di media sosial. Video tersebut dibagikan dengan narasi bahwa pria itu sengaja membakar mobil mewahnya karena merupakan produk Prancis. Video ini menyebar di tengah seruan boikot produk Prancis.
    Di Facebook, video beserta klaim tersebut diunggah salah satunya oleh akun Lutfi Jaya, tepatnya pada 2 November 2020. Akun ini pun menulis narasi, “Membakar produk prancis salah satu bentuk kecintaan kepada rosulullah.” Hingga artikel ini dimuat, unggahan itu telah mendapatkan lebih dari 4 ribu reaksi dan dibagikan lebih dari 4 ribu kali.
    Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Lutfi Jaya.
    Apa benar pembakaran mobil mewah dalam video tersebut terkait aksi boikot produk Prancis?

    Hasil Cek Fakta


    Untuk memverifikasi klaim di atas, Tim CekFakta Tempo mula-mula memfragmentasi video tersebut menjadi sejumlah gambar dengan tool InVID. Selanjutnya, gambar-gambar itu ditelusuri dengan reverse image tool Google dan Yandex. Hasilnya, ditemukan informasi bahwa mobil itu bermerk Mercedes-Benz, merk asal Jerman, dan alasan pria tersebut membakar mobilnya pun sama sekali tidak terkait dengan aksi boikot produk Prancis.
    Video ini merupakan video milik kanal YouTube terverifikasi berbahasa Rusia, Litvin. Video itu diunggah oleh kanal tersebut pada 24 Oktober 2020 dengan judul "Burn Burn Clear!". Dalam keterangan videonya, pemilik kanal tersebut, Mikhail Litvin, menulis sebagai berikut:
    “Sudah lama saya memikirkan tentang apa yang harus saya lakukan dengan Shark (nama yang diberikan oleh Litvin kepada mobilnya) setelah konflik dengan Mercedes... Saya pikir idenya adalah API! Itu saja... Berakhir... Mereka * Aku tidak senang...”
    Video serupa juga pernah diunggah oleh Litvin di akun Instagram-nya, @litvin.offiicial, pada 24 Oktober 2020. Dalam unggahan ini, Litvin hanya menulis, "I said everything." Hingga kini, video tersebut ini telah disaksikan lebih dari 27 ribu kali.
    Tempo kemudian menelusuri pemberitaan terkait pembakaran mobil Mercedes-Benz milik Mikhail Litvin tersebut. Dilansir dari situs otomotif Motor1.com, Litvin adalah vlogger asal Rusia yang berkonflik dengan dealer Mercedes di mana ia membeli Mercedes-AMG GT 63 S miliknya.
    Menurut sejumlah laporan, mobil ini terus-menerus mogok sejak Litvin membelinya, dan dealer tidak melakukan apa pun terkait masalah tersebut. Dia disebut telah mengirim mobilnya ke dealer hingga lima kali. Namun, dalam semua kasus, dealer mencari alasan untuk tidak memperbaiki mobilnya atau hanya menyimpan mobilnya beberapa minggu tanpa memperbaikinya.
    Akhirnya, Litvin memutuskan untuk mengirim pesan kepada Mercedes-Benz dengan membakar AMG GT 63 S miliknya di tengah lapangan berumput yang basah. Video pembakaran mobil milik Litvin ini berakhir ironis, di mana dia pergi dengan mobil pabrikan Ukraina lawas, ZAZ.
    Dilansir dari situs milik stasiun televisi India, NDTV, Mercedes-AMG GT 63 S milik Litvin dilaporkan rusak beberapa kali setelah ia membelinya dari dealer resmi. Dia pun mengirimkannya kembali ke dealer hingga lima kali, namun perbaikan tidak membantu.
    Secara keseluruhan, mobil tersebut menghabiskan lebih dari 40 hari dalam perbaikan, dan dalam salah satu kasus, turbin diganti dengan yang baru yang dipesan langsung dari Jerman. Setelah kasus terakhir, dealer berhenti menjawab telepon Litvin yang kembali menemui masalah di mobilnya. Pria yang akrab disapa Misha ini pun memutuskan untuk membakar mobil tersebut sebagai bentuk protes.

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa pembakaran mobil mewah dalam video di atas terkait dengan aksi boikot produk Prancis, keliru. Mobil yang dibakar oleh pria bernama Mikhail Litvin tersebut adalah jenis Mercedes-AMG GT 63 S buatan Jerman, bukan Prancis. Pembakaran mobil tersebut sama sekali tidak terkait dengan aksi boikot produk Prancis. Litvin memutuskan membakar mobilnya sebagai bentuk protes kepada Mercedes-Benz atas layanan perbaikan dari dealer yang dinilai tidak memuaskan.
    ZAINAL ISHAQ
    Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id

    Rujukan

  • (GFD-2020-5437) [SALAH] Foto Duta Syahwat oleh Kader NU

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 03/11/2020

    Berita

    “Duta Syahwat Oleh Kader NU.. bisa pesan fatwa Halal soal syahwat ke NU.. bisa COD & Order.. yg ptg pembayaran harus cash Mggunakan amplop coklat..”

    Hasil Cek Fakta

    Akun Facebook Mulyono Ali membagikan foto pada grup KERAH BATIK (kendal bergairah debat politik). Dalam foto unggahan yang dibagikan tanggal 30 Oktober 2020 itu terdapat wajah dari tokoh GP Ansor bernama Yaqut Cholil Qoumas.

    Berdasarkan hasil penelusuran, foto tersebut merupakan foto hasil suntingan/editan. Ditemukan foto asli dari unggahan tersebut di beberapa unggahan blogspot tahun 2011. Foto asli unggahan itu merujuk pada foto pria berbaju putih tidak mengenakan kacamata dengan seorang wanita.

    Dengan demikian, foto unggahan yang dibagikan oleh akun Facebook Mulyono Ali pada grup Facebook KERAH BATIK (kendal bergairah debat politik) dapat dikategorikan sebagai Konten yang Dimanipulasi karena foto tersebut telah melalui proses penyuntingan.

    ====

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Renanda Dwina Putri (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Pendidikan Indonesia)

    Foto tersebut hasil suntingan/editan. Foto asli dari unggahan akun Facebook itu ditemukan dalam beberapa unggahan di blogspot tahun 2011.

    Rujukan

  • (GFD-2020-5438) [SALAH] Petinggi WHO Terpapar Covid-19

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 03/11/2020

    Berita

    Beredar informasi di media sosial, Direktur General Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Ghebreyesus terpapar virus corona covid-19.

    Salah satu akun Facebook yang menyebut petinggi WHO itu terpapar covid-19 adalah Politics Arena. Begini narasi yang dia buat untuk unggahannya:

    "BREAKING: WHO DG positif covid-19"

    Hasil Cek Fakta

    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri media sosial milik Tedros Ghebreyesus. Dalam akun Twitter pribadinya, @DrTedros, dia menyatakan dirinya tidak terpapar dan melakukan tes covid-19 seperti yang heboh di Facebook.

    "Saya diidentifikasi sebagai orang yang kontak dengan seseorang yang dites positif covid-19. Saya baik-baik saja dan tanpa gejala, tapi melakukan karantina sendiri selama beberarap hari dengan protokol dari WHO dan bekerja dari rumah," begitu kicauan Tedros Ghebreyesus.

    "Sangat penting bagi kita semua untuk mematuhi protokol kesehatan. Beginilah cara kita memutus rantai penularan covid-19, menekan virus, dan melindungi sistem kesehatan," tambah cuitan petinggi WHO itu.

    Kesimpulan

    Informasi yang menyebut petinggi WHO, Tedros Ghebreyesus terpapar virus corona covid-19 adalah hoaks. Informasi ini tidak sesuai dengan fakta sebenarnya.

    Faktanya, Dr Tedros belum dites positif covid-19. Dia baru diidentifikasi sebagai orang yang kontak dari seseorang yang positif covid-19.

    Rujukan