• (GFD-2020-4662) [SALAH] “Tangkapan Layar Pengakuan Relawan Suntik Vaksin Covid-19 yang Menyebut Lupa Punya Hutang tapi Plonga-Plongo”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 18/08/2020

    Berita

    Akun Facebook Kim Joong-Un mengunggah gambar pada tanggal 16/8/2020 berupa tangkapan layar artikel berita dengan judul “Pengakuan Relawan Usai Suntik Vaksin Covid-19: Badan Terasa Enak dan Nafsu Makan TInggo, Tidur Nyenyak Lupa Punya Hutang Tapi Cenderung Plonga-Plongo” yang tayang pada 15 Agustus 2020.
    Akun Kim Joong-Un Juga menambahkan narasi pada unggahannya tersebut yang berbunyi, sebagai berikut:
    “Waduh Menular…🙄”

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, judul artikel merupakan hasil sunting dari artikel asli Kompas.com dengan judul “Pengakuan Relawan Usai Disuntik Vaksin Covid: Badan Terasa Enak dan Nafsu Makan Tinggi” tayang pada 15 Agustus 2020.

    Melansir Kompas.com, proses penyuntikan vaksin dilakukan pada 11 Agustus 2020. Sementara itu, Ketua Riset Uji Klinis Fase 3 Vaksin COvid-19 dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran Prof Kusnandi Rusmil mengatakan, hingga saat ini sudah ada 21 relawan yang sudah disuntik calon vaksin covid-19.

    Dari hasil evaluasinya sementara, para relawan yang telah disuntikkan tersebut mengalami reaksi ringan, seperti peningkatan suhu tubuh dan nyeri atau bengkak di bekas suntikan. Selama menjalani uji calon vaksin itu, menurut dia, setiap relawan akan dipantau kesehatannya selama enam bulan.

    Kesimpulan

    Judul artikel merupakan hasil suntingan. Judul asli artikel yang tayang pada 15 Agustus 2020 itu ditemukan pada artikel Kompas.com yang berjudul “Pengakuan Relawan Usai Disuntik Vaksin Covid: Badan Terasa Enak dan Nafsu Makan Tinggi”.

    Rujukan

  • (GFD-2020-4663) [SALAH] Video “EKONOMI RI MAKIN MEROSOT & HANCUR, JOKOWI ANGKAT TANGAN 'MENYERAH' & MINTA PRABOWO SELAMATKAN NKRI”

    Sumber: youtube.com
    Tanggal publish: 18/08/2020

    Berita

    Kanal Youtube Rahasia Politik membagikan video dengan judul “EKONOMI RI MAKIN MEROSOT & HANCUR, JOKOWI ANGKAT TANGAN 'MENYERAH' & MINTA PRABOWO SELAMATKAN NKRI” dengan panjang durasi 9:23 menit.

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, diketahui bahwa isi video tidak ditemukan pernyataan Presiden Joko Widodo angkat tangan menyerah dan meminta Prabowo Subianto menyelamatkan NKRI. Isi video tersebut menarasikan beberapa artikel dari sejumlah laman daring.

    Artikel pertama yang dinarasikan berjudul “Ekonomi Terjun Bebas Ke Minus 5,32 Persen, GNPF Ulama: Kalau Masih Punya Malu, Jokowi Mundur!” yang tayang di rmol.id pada 8 Agustus 2020. Dalam artikel itu berisikan pernyataan Sekretaris Jendral Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Edy Mulyadi yang mengkritisi kondisi perekonomian Indonesia. Namun, dalam artikel tersebut tidak terdapat pernyataan mengenai Jokowi angkat tangan menyerah dan meminta Prabowo menyelamatkan NKRI.

    Artikel kedua yang dinarasikan dalam video merupakan artikel opini tulisan M Rizal Fadillah, pemerhati politik di laman rmol.id dengan judul “Tertunduk Lesu Di Minus Lima Koma Tiga Puluh Dua” yang tayang pada 9 Agustus 2020. Artikel opini itu mengkritisi kondisi ekonomi dan kinerja Presiden Jokowi.

    Lalu, artikel ketiga yang dinarasikan dalam video tersebut ialah artikel berjudul “Presiden Jokowi Buka Suara Soal Ekonomi Minus 5,32 Persen” yang tayang pada 6 Agustus 2020 di cnnindonesia.com. Artikel itu berisikan pernyataan Presiden Joko Widodo mengenai kondisi ekonomi dalam negeri dan kutipan pernyataan Kepala BPS Suhariyanto terkait kontraksi ekonomi 5,32 persen pada kuartal II 2020 menjadi yang pertama kali sejak kuartal I 1999 silam jika dilihat secara tahunan. Akan tetapi, dalam artikel itu tidak ditemukan pernyataan Jokowi angkat tangan dan minta Prabowo selamatkan NKRI.

    Kesimpulan

    Dari penjelasan itu, maka isi video tidak sesuai dengan judulnya. Memang ada pembahasan mengenai kondisi ekonomi Indonesia tapi tidak ditemukan pernyataan Presiden Jokowi angkat tangan dan meminta Prabowo menyelamatkan NKRI. Oleh sebab itu, konten tersebut masuk ke dalam kategori Misleading Content atau Konten yang Menyesatkan.

    Rujukan

  • (GFD-2020-4644) [SALAH] Video “Kembang api Olimpiade ditampilkan pada saat ini karena Olimpiade Tokyo ditunda karena covid-19”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 17/08/2020

    Berita

    Akun Chenffeck Production (fb.com/chenffeck.production) mengunggah sebuah video dengan narasi sebagai berikut:

    “Kembang api ini disiapkan oleh kota Tokyo untuk upacara pembukaan Olimpiade tahun ini. Olimpiade tidak jadi dibuka karena covid-19, tetapi kembang api ini tidak dapat disimpan hingga tahun 2021, sehingga kembang api Olimpiade ditampilkan pada saat ini. Silakan menikmati kembang api Olimpiade dengan latar belakang Gunung Fuji yang indah. NB: keraskan volume stereo Anda #izinshare #fireworksshow #olimpiade2021”

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, klaim adanya video penampilan kembang api Olimpiade Tokyo 2020 karena tidak bisa disimpan hingga tahun 2021 adalh klaim yang salah.

    Faktanya, video itu bukan video kembang api untuk Olimpiade Tokyo 2020. Video tahun 2015, menggunakan program simulasi komputer untuk memperingati pendaftaran Warisan Budaya Dunia Gunung Fuji pada tahun 2013.

    Sementara itu, seperti diberitakan Liputan6.com pada 30 Maret 2020, Olimpiade Tokyo ditunda ke tahun 2021 karena pandemi virus corona. Artikel itu tertuang dalam judul: ‘Olimpiade Tokyo 2020 Ditunda, Jepang Pusing soal Dana’. Artikel itu membahas soal penundaan Olimpiade Tokyo 2020 selama setahun membuat Jepang harus mengeluarkan dana lebih banyak.

    Seperti diberitakan, Olimpiade musim panas tahun ini terpaksa mundur ke 2021 akibat pandemi corona Covid-19 yang menjangkiti hampir seluruh isi bumi. Dalam hal ini, Jepang sebagai tuan rumah Olimpiade Tokyo 2020 menjadi korban. Namun, keputusan penundaan tetap menjadi yang terbaik demi keselamatan manusia. Jepang sudah menginvestasikan 12 miliar dolar AS untuk ajang ini.

    Presiden Komite Penyelenggara Olimpiade Tokyo 2020, Yoshiro Mori mengatakan, pihaknya berpotensi mengeluarkan lebih banyak dana untuk memulai persiapan lagi dalam setahun ini.

    Sementara itu, di situs resmi Olimpiade Tokyo, tidak ada artikel yang menjelaskan kalau mereka sudah menyalakan kembang api untuk upacara pembukaan Olimpiade Tokyo.

    Kesimpulan

    Bukan video kembang api untuk Olimpiade Tokyo 2020. Video tahun 2015, menggunakan program simulasi komputer untuk memperingati pendaftaran Warisan Budaya Dunia Gunung Fuji pada tahun 2013.

    Rujukan

  • (GFD-2020-4645) [SALAH] Foto Anak Suriah Tidur di Antara Makam Orang Tuanya

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 17/08/2020

    Berita

    Akun Facebook bernama Siau Huang mengunggah status pada tanggal 20/6/2020 berupa layar tangkap sebuah foto anak yang sedang tertidur di antara kedua makam. Dalam narasinya, pemilik status menyebutkan makan tersebut adalah makam orang tuanya yang tewas dalam peperangan di Suriah.

    Berikut kutipan narasinya:

    “Ini anak Suriah yg hilang ortu nya yg waktu perang !di kemana kan keadilan di dunia ini?
    Melihat foto di bawah ini siapa ngak akan menetes kn air mata,dlm perang saudara ortu nya tewas dlm peperangan tinggali dia sendiri,setiap x bila mengingatkan ortu nya,dya akan pergi ke makam ortu a nya tidur di sisi ortu nya se akan2 ortu nya maseh hidup, betapa sedih nya merasakan kesendirian tanpa bantuan.:cry::cry::sob:”

    Hasil Cek Fakta

    Dari hasil penelusuran, diketahui foto tersebut pertamakali diunggah pada tahun 2014 oleh akun Instagram Abdul Aziz al Otaibi (@azezphoto). Foto aslinya memang ada, namun klaim yang dikatakan pada narasi tidak benar. Abdul Aziz al Otaibi adalah seorang fotografer asal Arab Saudi, begitupun tempat foto tersebut diambil. Dilansir dari merdeka.com, anak dalam foto adalah keponakan dari sang fotografer dan dijadikan model seperti yang dilihat dalam foto.

    Sebelumnya foto tersebut sempat beredar juga dengan klaim yang sama, seperti pada tahun 2019 foto serupa dengan klaim yang tidak jauh berbeda telah di klarifikasi oleh kominfo.go.id sebagai konten disinformasi. Abdul Aziz al Otaibi selaku pemilik foto pun telah mengetahui fotonya telah salah ditafsirkan oleh orang-orang dan mengunggah beberapa foto dibelakang layar seperti dilansir dari periksafakta.afp.com.

    Kesimpulan

    Foto tersebut bukan di Suriah namun Arab Saudi. Anak tersebut adalah model dari sebuah foto, bukan karena kehilangan orang tuanya seperti yang disebutkan pada narasi.

    Rujukan