(GFD-2020-4650) [SALAH] Baju Adat Tiongkok China Dalam Gambar Pecahan Uang 75 Ribu Rupiah
Sumber: facebook.comTanggal publish: 17/08/2020
Berita
“PEMERINTAH SAAT INI BENARKAH ADA MENGELUARKAN UANG KERTAS BANK INDONESIA DENGAN NOMINAL PECAHAN UANG BERNILAI 75 RIBU dan ADA YANG TIDAK LAZIM KARENA DI UANG INI HANYA ADA BAJU ADAT THIONGKOK CHINA…KUMAHA TEH,KAMANA NYAK SILIWANGI…???”
Hasil Cek Fakta
Akun facebook bernama Didid Gaung mengunggah foto uang baru pecahan 75 ribu rupiah edisi spesial kemerdekaan HUT RI yang ke 75. Dalam unggahannya, akun facebook itu mengklaim bahwa gambar pada bagian uang tersebut terdapat seorang anak yang mengenakan pakaian adat Thiongkok, China.
Sekedar informasi, Bank Indonesia (BI) bersama Kementerian Keuangan (Kemenkeu) hari ini meluncurkan uang rupiah baru dalam rangka memperingati kemerdekaan yang ke-75 tahun Republik Indonesia. Uang baru ini bukan merupakan uang untuk transaksi melainkan edisi khusus untuk dikoleksi.
BI menyatakan, pada bagian muka filosofi desain uang tersebut adalah mensyukuri dengan peristiwa proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945 oleh proklamator Insinyur Soekarno dan Doktorandus Mohammad Hatta.
Sementara, halaman belakang bermakna memperteguh kebhinekaan dengan anak-anak berpakaian adat yang mewakili wilayah barat, tengah, dan timur Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Berdasarkan penelusuran, klaim bahwa terdapat baju adat Tiongkok, China pada gambar pecahan uang 75 ribu rupiah adalah salah. Faktanya, Baju tersebut merupakan baju adat dari Suku Tidung, Kalimantan Utara.
Salah satu akun facebook @/sejarahtidung turut mengunggah foto seorang anak yang memakai baju adat Suku Tidung dengan disandingkan foto uang pecahan 75 ribu rupiah.
Suku Tidung merupakan suku yang tanah asalnya berada di bagian utara Pulau Kalimantan (Kalimantan Utara). Suku ini juga merupakan anak negeri di Sabah, jadi merupakan suku bangsa yang terdapat di Indonesia maupun Malaysia (negeri Sabah).
Suku Tidung sendiri memiliki identitas lain yang merujuk pada konteks budaya yaitu melalui pakaian adat. Pakaian adat yang terdiri Pelimbangan dan Kurung Bantut (Pakaian Sehari-hari), selampoy (pakaian adat), Talulandom (pakaian resmi), dan Sina Beranti (pakaian Pengantin).
Proses rekonstruksi pakaian adat sebagai identitas etnis Suku Tidung Ulun Pagun menemukan momen yang tepat seiring dengan perubahan status Tarakan dari kota administratif menjadi kotamadya, dimana pakaian tersebut kemudian “diakui” sebagai pakaian daerah kota Tarakan. Pakaian Adat Suku Tidung sebagai identitas etnis dan sekaligus sebagai identitas daerah kota Tarakan.
Sekedar informasi, Bank Indonesia (BI) bersama Kementerian Keuangan (Kemenkeu) hari ini meluncurkan uang rupiah baru dalam rangka memperingati kemerdekaan yang ke-75 tahun Republik Indonesia. Uang baru ini bukan merupakan uang untuk transaksi melainkan edisi khusus untuk dikoleksi.
BI menyatakan, pada bagian muka filosofi desain uang tersebut adalah mensyukuri dengan peristiwa proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945 oleh proklamator Insinyur Soekarno dan Doktorandus Mohammad Hatta.
Sementara, halaman belakang bermakna memperteguh kebhinekaan dengan anak-anak berpakaian adat yang mewakili wilayah barat, tengah, dan timur Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Berdasarkan penelusuran, klaim bahwa terdapat baju adat Tiongkok, China pada gambar pecahan uang 75 ribu rupiah adalah salah. Faktanya, Baju tersebut merupakan baju adat dari Suku Tidung, Kalimantan Utara.
Salah satu akun facebook @/sejarahtidung turut mengunggah foto seorang anak yang memakai baju adat Suku Tidung dengan disandingkan foto uang pecahan 75 ribu rupiah.
Suku Tidung merupakan suku yang tanah asalnya berada di bagian utara Pulau Kalimantan (Kalimantan Utara). Suku ini juga merupakan anak negeri di Sabah, jadi merupakan suku bangsa yang terdapat di Indonesia maupun Malaysia (negeri Sabah).
Suku Tidung sendiri memiliki identitas lain yang merujuk pada konteks budaya yaitu melalui pakaian adat. Pakaian adat yang terdiri Pelimbangan dan Kurung Bantut (Pakaian Sehari-hari), selampoy (pakaian adat), Talulandom (pakaian resmi), dan Sina Beranti (pakaian Pengantin).
Proses rekonstruksi pakaian adat sebagai identitas etnis Suku Tidung Ulun Pagun menemukan momen yang tepat seiring dengan perubahan status Tarakan dari kota administratif menjadi kotamadya, dimana pakaian tersebut kemudian “diakui” sebagai pakaian daerah kota Tarakan. Pakaian Adat Suku Tidung sebagai identitas etnis dan sekaligus sebagai identitas daerah kota Tarakan.
Kesimpulan
Bukan baju adat Thiongkok Cina. Baju yang dikenakan anak dalam gambar di pecahan uang 75 ribu rupiah tersebut adalah baju adat Suku Tidung, Kalimantan Utara.
Rujukan
- https://jateng.tribunnews.com/2020/08/17/pakaian-adat-suku-tidung-kaltara-di-pecahan-rp-75-ribu-disebut-adat-cina-netizen-ini-dibully?page=2
- https://wartakota.tribunnews.com/2020/08/17/ada-netizen-tuding-ada-busana-cina-di-uang-pecahan-rp-75-ribu-padahal-itu-baju-adat-suku-tidung?page=3
- http://perpustakaanbpnbjabar.kemdikbud.go.id/index.php?p=show_detail&id=3067
- https://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Tidung
- https://www.facebook.com/sejarahtidung/
- https://www.facebook.com/makamrajapandita/photos/a.234941756884996/234941720218333/?type=1&theater
(GFD-2020-4651) [SALAH] Pemakaian Masker Menyebabkan Penyakit Legionnaires
Sumber: facebook.comTanggal publish: 17/08/2020
Berita
Beredar informasi di Facebook yang menyebutkan bahwa penggunaan masker terus menerus dapat menyebabkan seseorang mengidap penyakit legionnaires. Disebutkan dalam narasi bahwa bakteri penyebab penyakit tersebut hidup di dalam masker yang lembap.
Berikut kutipan narasinya:
“Mask wearers beware... ⚠️
A caller to a radio talk show recently shared that his wife was hospitalized n told she had COVID n only a couple of days left to live . A doctor friend suggested she be tested for legionnaires disease because she wore the same mask every day all day long . Turns out it WAS legionnaires disease from the moisture n bacteria in her mask . She was given antibiotics n within two days was better . WHAT IF these 'spikes' in COVID are really something else due to 'mask induced infections' .??🤔🤔🤔
If you're going to wear your mask all day, stuff tissue or Kleenex inside the inner part of mask to absorb the moisture and chànge it every hour or Everytime you potty. Just remembered wash your mask every day”
Terjemahan:
“Hati-hati pemakai masker ... ⚠️
Seorang penelepon acara bincang-bincang radio baru-baru ini berbagi bahwa istrinya dirawat di rumah sakit dan diberi tahu bahwa dia mengidap COVID dan hanya tinggal beberapa hari lagi untuk hidup. Seorang teman dokter menyarankan agar dia dites penyakit legionnaires karena dia memakai masker yang sama setiap hari sepanjang hari. Ternyata itu penyakit legionnaires dari kelembaban n bakteri di topengnya. Dia diberi antibiotik dan dalam dua hari lebih baik. BAGAIMANA JIKA 'lonjakan' dalam COVID ini benar-benar sesuatu yang lain karena 'infeksi yang disebabkan masker'. ?? 🤔🤔🤔
Jika Anda akan memakai masker sepanjang hari, masukkan tisu atau Kleenex di bagian dalam masker untuk menyerap kelembapan dan ganti setiap jam atau setiap kali Anda buang air. Baru ingat mencuci masker setiap hari”
Berikut kutipan narasinya:
“Mask wearers beware... ⚠️
A caller to a radio talk show recently shared that his wife was hospitalized n told she had COVID n only a couple of days left to live . A doctor friend suggested she be tested for legionnaires disease because she wore the same mask every day all day long . Turns out it WAS legionnaires disease from the moisture n bacteria in her mask . She was given antibiotics n within two days was better . WHAT IF these 'spikes' in COVID are really something else due to 'mask induced infections' .??🤔🤔🤔
If you're going to wear your mask all day, stuff tissue or Kleenex inside the inner part of mask to absorb the moisture and chànge it every hour or Everytime you potty. Just remembered wash your mask every day”
Terjemahan:
“Hati-hati pemakai masker ... ⚠️
Seorang penelepon acara bincang-bincang radio baru-baru ini berbagi bahwa istrinya dirawat di rumah sakit dan diberi tahu bahwa dia mengidap COVID dan hanya tinggal beberapa hari lagi untuk hidup. Seorang teman dokter menyarankan agar dia dites penyakit legionnaires karena dia memakai masker yang sama setiap hari sepanjang hari. Ternyata itu penyakit legionnaires dari kelembaban n bakteri di topengnya. Dia diberi antibiotik dan dalam dua hari lebih baik. BAGAIMANA JIKA 'lonjakan' dalam COVID ini benar-benar sesuatu yang lain karena 'infeksi yang disebabkan masker'. ?? 🤔🤔🤔
Jika Anda akan memakai masker sepanjang hari, masukkan tisu atau Kleenex di bagian dalam masker untuk menyerap kelembapan dan ganti setiap jam atau setiap kali Anda buang air. Baru ingat mencuci masker setiap hari”
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, diketahui bahwa klaim informasi tersebut keliru. Mengacu kepada laporan liputan6.com dan afp.com, dr. Taison Bell, dokter perawatan kritis dan penyakit menular di Universitas Virginia menyatakan bahwa tempat berkembang legionella, bakteri penyebab penyakit legionnaires, adalah tempat dengan udara yang lembap dan bakteri tersebut tidak bisa hidup di masker.
“Tempat yang menjadi berkembangnya Legionella (bakteri penyebab legionnaires) adalah tempat dengan udara yang lembap. Dan mereka tak bisa hidup di masker. Jadi jika ada yang bilang legionnaires disebabkan karena kelembapan dari napas Anda sendiri adalah tidak benar. Selain itu Legionella tidak menyebar dari orang ke orang dan diperkirakan tidak menyebabkan epidemi atau pandemi. Wabah ini terbatas pada bangunan atau sumber air,” kata Bell.
Keterangan serupa didapatkan dari dr Janet Stout, Presiden dan Direktur Laboratorium Patogen Khusus di Pittsburgh, Pennsylvania, dan telah mempelajari penyakit itu selama beberapa dekade. Ia menyatakan bahwa legionella tidak menyebar dari orang ke orang.
“Legionella tidak menyebar dari orang ke orang. Bakteri juga tidak ada di air liur, jadi tidak mungkin kelembapan dari ludah seseorang menyebabkan penyakit legionnaires. Anda akan baik-baik saja memakai masker. Bahkan Anda harus memakai masker. Tidak ada hubungan antara memakai masker dengan legionnaires,” ujar Stout.
“Tempat yang menjadi berkembangnya Legionella (bakteri penyebab legionnaires) adalah tempat dengan udara yang lembap. Dan mereka tak bisa hidup di masker. Jadi jika ada yang bilang legionnaires disebabkan karena kelembapan dari napas Anda sendiri adalah tidak benar. Selain itu Legionella tidak menyebar dari orang ke orang dan diperkirakan tidak menyebabkan epidemi atau pandemi. Wabah ini terbatas pada bangunan atau sumber air,” kata Bell.
Keterangan serupa didapatkan dari dr Janet Stout, Presiden dan Direktur Laboratorium Patogen Khusus di Pittsburgh, Pennsylvania, dan telah mempelajari penyakit itu selama beberapa dekade. Ia menyatakan bahwa legionella tidak menyebar dari orang ke orang.
“Legionella tidak menyebar dari orang ke orang. Bakteri juga tidak ada di air liur, jadi tidak mungkin kelembapan dari ludah seseorang menyebabkan penyakit legionnaires. Anda akan baik-baik saja memakai masker. Bahkan Anda harus memakai masker. Tidak ada hubungan antara memakai masker dengan legionnaires,” ujar Stout.
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan tersebut maka klaim pada informasi yang beredar di Facebook tidak benar. Oleh sebab itu, konten tersebut masuk ke dalam kategori Misleading Content atau Konten yang Menyesatkan.
Rujukan
- https://web.facebook.com/groups/fafhh/permalink/1262385617427304/
- https://turnbackhoax.id/2020/08/17/salah-pemakaian-masker-menyebabkan-penyakit-legionnaires/
- https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/4331672/cek-fakta-tidak-benar-memakai-masker-bisa-menyebabkan-legionnaires
- https://factcheck.afp.com/face-mask-use-does-not-lead-legionnaires-disease
- https://www.factcheck.org/2020/08/face-masks-dont-cause-legionnaires-disease/
(GFD-2020-4652) [SALAH] “Pendeta Anies Baswedan Sedang Berkhotbah Membawakan Renungan Tentang Kiamat Air Bah”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 17/08/2020
Berita
Akun Facebook Chiba Hideyoshi mengunggah gambar pada tanggal 16/8/2020 yang memperlihatkan Anies Baswedan sedang berada di Gereja dengan menambahkan narasi pada unggahannya itu sebagai berikut:
“PENDETA ANIES BASWEDAN.. SEDANG BERKHOTBAH membawakan renungan tentang kiamat air bah 😛”
“PENDETA ANIES BASWEDAN.. SEDANG BERKHOTBAH membawakan renungan tentang kiamat air bah 😛”
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, foto tersebut diabadikan ketika Anies Baswedan memberikan sambutan Natal pada tahun 2018 di Gereja Andreas Kim Taegon, Jakarta Utara.
Dalam sambutannya, Anies menyampaikan terpukau atas keindahan asitektur dalam gereja tersebut. Anies mengisyaratkan keindahan arsitektur gereja sebagai representasi dari hati yang indah dan teduh. Dengan adanya perayaan natal ini, diharapkan dapat meneguhkan kembali rasa persahabatan, persaudaraan, dan persatuan.
"Ketika saya tadi datang sampai di depan, menyaksikan sebuah bangunan gereja yang amat indah, yang amat anggun, saya menjabarkan semangat untuk beribadah yang amat kuat," kata Anies saat ditemui di Gereja St. Andreas Kim Taegon, Jakarta Utara, Senin (24/12/2018), dilansir dari Suara.com.
Diketahui, dalam rangka safari gereja menjelang Natal 2018 Anies Baswedan melakukan peninjauan ke sejumlah gereja yang ada di Ibu Kota. Mengawali kunjungan, Anies meninjau Gereja Kathedral di Jakarta Pusat, kemudian berlanjut ke Gereja Andreas Kim Taegon di Jakarta Utara, Gereja Mawar Sharon di Jakarta Utara, Gereja Paulus di Jakarta Pusat, dan mengakhiri tinjauan di Gereja GPBI Immanuel di Jakarta Pusat.
Dalam sambutannya, Anies menyampaikan terpukau atas keindahan asitektur dalam gereja tersebut. Anies mengisyaratkan keindahan arsitektur gereja sebagai representasi dari hati yang indah dan teduh. Dengan adanya perayaan natal ini, diharapkan dapat meneguhkan kembali rasa persahabatan, persaudaraan, dan persatuan.
"Ketika saya tadi datang sampai di depan, menyaksikan sebuah bangunan gereja yang amat indah, yang amat anggun, saya menjabarkan semangat untuk beribadah yang amat kuat," kata Anies saat ditemui di Gereja St. Andreas Kim Taegon, Jakarta Utara, Senin (24/12/2018), dilansir dari Suara.com.
Diketahui, dalam rangka safari gereja menjelang Natal 2018 Anies Baswedan melakukan peninjauan ke sejumlah gereja yang ada di Ibu Kota. Mengawali kunjungan, Anies meninjau Gereja Kathedral di Jakarta Pusat, kemudian berlanjut ke Gereja Andreas Kim Taegon di Jakarta Utara, Gereja Mawar Sharon di Jakarta Utara, Gereja Paulus di Jakarta Pusat, dan mengakhiri tinjauan di Gereja GPBI Immanuel di Jakarta Pusat.
Kesimpulan
Informasi tersebut menyesatkan. Foto tersebut diabadikan ketika Anies Baswedan memberikan sambutan Natal pada tahun 2018 di Gereja Andreas Kim Taegon, Jakarta Utara. Diketahui, dalam rangka safari gereja menjelang Natal 2018 Anies Baswedan melakukan peninjauan ke sejumlah gereja yang ada di Ibu Kota.
Rujukan
- https://turnbackhoax.id/2020/08/17/salah-pendeta-anies-baswedan-sedang-berkhotbah-membawakan-renungan-tentang-kiamat-air-bah/
- https://www.teras.id/news/pat-2/124015/safari-ke-5-gereja-anies-baswedan-sebut-perayaan-natal-aman
- https://archive.vn/NncEA
- https://www.suara.com/news/2018/12/24/191232/anies-terpukau-dengan-keindahan-gereja-st-andreas-kim-taegon-di-jakut
- https://www.youtube.com/watch?v=j1HhiXlpC_M
(GFD-2020-4632) [SALAH] Foto “Ternyata tik tok si empunya PKI”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 16/08/2020
Berita
Akun Dolyy Sabunyaman Lotino (fb.com/dolyy.lotino) mengunggah sebuah foto dengan narasi sebagai berikut:
“Ternyata tik tok si empunya PKI.
Tanpa kita sadari yg sering tik tokan menyumbang dana untuk anak cucu PKI
Naudzubillah”
Foto itu memperlihatkan sejumlah orang tengah berpose di depan gedung ByteDance. Mereka membentangkan bendera merah dengan lambang palu arit.
“Ternyata tik tok si empunya PKI.
Tanpa kita sadari yg sering tik tokan menyumbang dana untuk anak cucu PKI
Naudzubillah”
Foto itu memperlihatkan sejumlah orang tengah berpose di depan gedung ByteDance. Mereka membentangkan bendera merah dengan lambang palu arit.
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran Tim Cek Fakta Medcom, klaim bahwa aplikasi TikTok adalah milik PKI (Partai Komunis Indonesia) adalah klaim yang salah.
Faktanya, Tik Tok adalah milik China ByteDancem, perusahaan teknologi asal Tiongkok. Foto itu adalah acara Partai Komunis Tiongkok yang diselenggarakan di kantor pusat ByteDance. Di foto itu beberapa pejabat ekskutif ByteDance berpose bersama anggota Partai Komunis Tiongkok.
Foto yang dicatut dalam unggahan tersebut ditemukan dalam artikel berujudul “TikTok owners show true colors with communist flag”. Artikel itu dimuat di situs Taiwannews.com pada 6 Agustus 2020.
Foto itu adalah acara Partai Komunis Tiongkok yang diselenggarakan di kantor pusat ByteDance perusahaan induk aplikasi Tik Tok di distrik Haidian Beijing.
Foto ini sempat menimbulklan ketegangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok, di tengah tuduhan TikTok menjual data pengguna ke Pemerintah Tiongkok. Presiden AS Donald Trump memberi Microsoft waktu hingga 15 September untuk mencapai kesepakatan untuk membeli aplikasi video pendek TikTok, sebelum melarang aplikasi tersebut dari AS.
Dilansir dari Republika.co.id, Tik Tok didirikan oleh Yiming pria lulusan software engineer dari Universitas Nankai. Ia lalu mendirikan perusahaan teknologi ByteDance pada Maret 2012. Lewat perusahaannya inilah Yiming mengembangkan aplikasi TikTok.
Faktanya, Tik Tok adalah milik China ByteDancem, perusahaan teknologi asal Tiongkok. Foto itu adalah acara Partai Komunis Tiongkok yang diselenggarakan di kantor pusat ByteDance. Di foto itu beberapa pejabat ekskutif ByteDance berpose bersama anggota Partai Komunis Tiongkok.
Foto yang dicatut dalam unggahan tersebut ditemukan dalam artikel berujudul “TikTok owners show true colors with communist flag”. Artikel itu dimuat di situs Taiwannews.com pada 6 Agustus 2020.
Foto itu adalah acara Partai Komunis Tiongkok yang diselenggarakan di kantor pusat ByteDance perusahaan induk aplikasi Tik Tok di distrik Haidian Beijing.
Foto ini sempat menimbulklan ketegangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok, di tengah tuduhan TikTok menjual data pengguna ke Pemerintah Tiongkok. Presiden AS Donald Trump memberi Microsoft waktu hingga 15 September untuk mencapai kesepakatan untuk membeli aplikasi video pendek TikTok, sebelum melarang aplikasi tersebut dari AS.
Dilansir dari Republika.co.id, Tik Tok didirikan oleh Yiming pria lulusan software engineer dari Universitas Nankai. Ia lalu mendirikan perusahaan teknologi ByteDance pada Maret 2012. Lewat perusahaannya inilah Yiming mengembangkan aplikasi TikTok.
Kesimpulan
Bukan milik PKI (Partai Komunis Indonesia). Tik Tok adalah milik China ByteDancem, perusahaan teknologi asal Tiongkok. Foto itu adalah acara Partai Komunis Tiongkok yang diselenggarakan di kantor pusat ByteDance. Di foto itu beberapa pejabat ekskutif ByteDance berpose bersama anggota Partai Komunis Tiongkok.
Rujukan
Halaman: 7185/7906



