• (GFD-2020-8356) [Fakta atau Hoaks] Benarkah Ini Video saat Polisi Prancis Serang Muslim di Turki ketika Salat?

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 02/11/2020

    Berita


    Video yang diklaim sebagai video saat polisi Prancis menyerang muslim yang sedang salat di sebuah jalan di Yuksekova, Turki, beredar di Twitter. Video ini menyebar di tengah munculnya berbagai kecaman terhadap Presiden Prancis Emmanuel Macron terkait pernyataannya soal Islam sebagai tanggapan atas pemenggalan terhadap seorang guru Prancis yang bernama Samuel Paty.
    Dalam video itu, terlihat momen ketika dua tank meriam air membubarkan puluhan orang yang sedang duduk beralaskan kardus dan plastik di tengah sebuah jalan. Terdengar pula suara tembakan beberapa kali, yang disertai dengan kepulan asap. Selain itu, tampak mobil polisi di mana teksnya tertulis dalam bahasa Turki, "Polis".
    Salah satu akun yang membagikan video beserta klaim itu adalah akun asal India, @PiyushTweets1, tepatnya pada 28 Oktober 2020. Akun ini menulis, "French police attacked muslims praying on the streets of Yüksekova! When India is going to come out with secularism band & when will we start similar practice in India!”
    Gambar tangkapan layar unggahan akun Twitter @PiyushTweets1.
    Apa benar video tersebut adalah video saat polisi Prancis menyerang muslim yang sedang salat di jalan Yuksekova, Turki?

    Hasil Cek Fakta


    Untuk memverifikasi klaim di atas, Tim CekFakta Tempo mula-mula memfragmentasi video tersebut menjadi sejumlah gambar dengan tool InVid. Selanjutnya, gambar-gambar itu ditelusuri jejak digitalnya dengan reverse image tool Yandex dan Google.
    Hasilnya, ditemukan bahwa video tersebut memang memperlihatkan peristiwa di Turki, namun terjadi pada 2012, jauh sebelum munculnya berbagai kecaman terhadap Macron terkait pernyataannya soal Islam sebagai tanggapan atas pemenggalan terhadap Samuel Paty. Polisi yang membubarkan massa dengan tank dalam video itu pun bukan polisi Prancis, melainkan polisi Turki.
    Video yang sama pernah diunggah oleh akun Twitter @SaccoVanzetti3 pada 22 Mei 2020. Dalam cuitannya, akun ini menulis, “Mereka mengatakan bahwa seekor hewan pun tidak akan lewat di depan mereka yang berdoa, seperti yang terlihat di video ini. Selama sujud, biarkan hewan itu lewat di depan Anda, panzer mungkin akan melindas Anda. Jumat sipil. Hakkari 2012.”
    Di YouTube, video tersebut juga pernah diunggah oleh kanal Yuksekova Haber Portali pada 9 November 2012 dengan judul "Salat Jumat Sipil dengan bom gas - Yuksekova - Gever". Dalam keterangannya, tertulis bahwa video itu memperlihatkan peristiwa yang terjadi saat "salat Jumat sipil" di Distrik Yuksekova, Hakkari, Turki.
    Berbekal petunjuk waktu, lokasi, dan sebutan dari peristiwa tersebut, Tempo menelusuri pemberitaan terkait di berbagai media. Dilansir dari situs media Turki InternetHaber, pada 9 November 2012, memang terjadi aksi protes "Jumat Sipil" di Distrik Yuksekova, Provinsi Hakkari, Turki.
    Di tengah demonstrasi, polisi setempat mengintervensi sekelompok mahasiswa yang menutup jalan dengan melakukan aksi duduk untuk mendukung aksi mogok makan yang berlangsung di sebuah penjara di Yuksekova. Terjadi pula penembakan gas air mata dan air di tempat pelaksanaan salat "Jumat Sipil".
    Menurut laporan kantor berita Jerman Deutsche Welle pada 18 November 2012, lebih dari 700 tahanan Kurdi di penjara Turki melakukan aksi mogok makan selama 68 hari. Mereka menuntut pemerintah Turki memberikan perawatan yang lebih baik kepada pemimpin Partai Pekerja Kurdistan (PKK), Abdullah Ocalan, selama di penjara.
    Para tahanan berhenti mogok makan setelah Ocalan mengatakan bahwa tujuan protes mereka telah tercapai. "Atas dasar seruan pemimpin kami, kami mengakhiri protes kami pada 18 November 2012," ujar Deniz Kaya, juru bicara militan PKK yang dipenjara, seperti dikutip oleh sebuah organisasi yang mewakili keluarga para tahanan.
    Pemerintah Turki menyambut baik berita tersebut, setelah sebelumnya Perdana Menteri Turki saat itu, Recep Tayyip Erdogan, menyebut demonstrasi tersebut sebagai "pertunjukan". "Turki adalah negara demokratis. Apa pun tuntutan rakyat, pemerintah dan politikus dapat menyuarakannya di parlemen," ujar Wakil Perdana Menteri Turki Bulent Arinc.
    PKK dianggap sebagai organisasi teroris oleh pemerintah Turki, serta Uni Eropa dan Amerika Serikat. Karena itu, mereka tidak diizinkan mengajukan calon anggota parlemen. Militer Turki dan pejuang PKK sering terlibat dalam konflik di wilayah selatan Turki yang dipadati oleh penduduk dari etnis Kurdi. Lebih dari 40 ribu orang tewas dalam hampir tiga dekade akibat pertempuran ini.

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa video di atas adalah video saat polisi Prancis menyerang muslim yang sedang salat di jalan Yuksekova, Turki, keliru. Peristiwa dalam video itu terjadi pada 2012, jauh sebelum munculnya berbagai kecaman terhadap Presiden Emmanuel Macron terkait pernyataannya soal Islam sebagai tanggapan atas pemenggalan terhadap seorang guru asal Prancis bernama Samuel Paty. Video tersebut memperlihatkan polisi Turki yang sedang membubarkan demonstrasi yang mendukung aksi mogok makan tahanan Kurdi di sebuah penjara di Yuksekova.
    ZAINAL ISHAQ
    Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id

    Rujukan

  • (GFD-2020-5422) [SALAH] Surat Edaran Rekrutmen Karyawan Baru PGN

    Sumber: Surat Elektronik
    Tanggal publish: 01/11/2020

    Berita

    “Sehubungan dengan rekrutmen calon karyawan pada perusahaan PT Perusahaan Gas Negara untuk wilayah kerjanya meliputi region Sumatera, region Jawa, region Kalimantan dan bagian Indonesia timur lainnya yang dilaksanakan oleh Departemen of Human Resources Development PT Perusahaan Gas Negara yang bertujuan untuk menentukan individu yang tepat dan berkualitas sesuai dengan tuntutan dan tantangan dari setiap posisi yang kami tawarkan guna mendukung keberhasilan dan keberlanjutan dari kegiatan operasi PT Perusahaan Gas Negara di setiap Wilayah kerja di Indonesia

    Berdasarkan hasil evaluasi awal tim recruitment selection Department of human resources departement terhadap lamaran pekerjaan saudara/(i) dengan ini kami menyatakan telah memenuhi persyaratan administrasi dan kualifikasi dan saudara/(i) berhak untuk mengikuti tahapan seleksi User yang akan diadakan sesuai dengan jadwal sebagai berikut:

    Hari, tanggal : Jumat, 30 Oktober s/d Sabtu, 31 Oktober 2020
    Waktu : 07.30 WIB – Selesai (Lihat pada tabel)
    Tempat : Jl. Pemuda No.56-58, Embong Kaliasin, Hec. Genteng, Kota SBY, Jawa Timur 60271”

    Hasil Cek Fakta

    Beredar surat atas nama ‘PT PERUSAHAAN GAS NEGARA’ yang berisi informasi tentang panggilan interview bagi calon karyawan PT Perusahaan Gas Negara. Dalam isi surat dijelaskan nama-nama yang tercantum dalam lampiran adalah nama yang lolos seleksi administratif sehingga diminta untuk mengikuti panggilan interview dengan membawa berkas-berkas tambahan seperti KTP, surat panggilan dan alat tulis. Kemudian pelamar diarahkan untuk melakukan reservasi tiket perjalanan menuju tempat interview yang telah ditentukan.

    Dari hasil penelusuran diketahui surat edaran tersebut palsu. Perusahaan Gas Negara (PGN) melalui akun media sosial resminya mengatakan jika surat edaran tersebut hoaks. Masyarakat pun diharapkan waspada terhadap modus penipuan berkedok penerimaan karyawan baru PGN.

    “Hai sobat #EnergiBaik tetap waspada terhadap segala penipuan berkedok penerimaan karyawan baru PGN seperti pada gambar ini ya,” tulis akun Twitter resmi Perusahaan Gas Negara (@Gas_Negara) pada Sabtu, 31/10/2020.

    Dilansir dari situs pgnlng.co.id, pelamar diimbau untuk waspada terhadap segala jenis penipuan yang sedang marak dilakukan dengan menggunakan nama perusahaan PT PERUSAHAAN GAS NEGARA (PERSERO) TBK dan anak perusahaan lainnya dengan modus menelpon, mengirimkan email atau memesan tiket akomodasi menggunakan vendor tertentu yang ditunjuk pelaku. Pihak PGN tidak pernah menanggung biaya akomodasi dari pelamar, biaya tersebut mutlak ditanggung oleh calon pelamar.

    Lebih lanjut PGN menyampaikan bahwa seluruh info mengenai rekrutmen yang valid hanya melalui website http://careers.pgn.co.id, akun media sosial Facebook (Perusahaan Gas Negara), Instagram (@gas_negara), Twitter (@Gas_Negara) atau menghubungi PGN Contact Center di 1500645. Dari penelusuran di atas, surat edaran tersebut masuk kategori Konten Palsu.

    Kesimpulan

    Hasil periksa fakta Rizqi Abdul Azis (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Pendidikan Indonesia).

    Surat edaran tersebut palsu. Perusahaan Gas Negara (PGN) melalui akun media sosial resminya mengatakan informasi tersebut hoaks. Pihak PGN tidak pernah menanggung biaya akomodasi dari calon karyawan.

    Rujukan

  • (GFD-2020-5423) [SALAH] Akun Facebook Wagub DKI Jakarta “Ahmad Riza Patria”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 01/11/2020

    Berita

    “Ahmad Riza Patria”

    Hasil Cek Fakta

    Muncul sebuah akun Facebook dengan nama “Ahmad Riza Patria” menggunakan foto Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Ariza Patria. Akun tersebut diketahui mengirimkan sejumlah pesan dengan modus meminta nomor kode Whatsapp si pemilik akun Facebook lainnya.

    Menanggapi hal tersebut, Ariza Patria melalui media sosial Instagram resminya @bangriza menegaskan bahwa akun Facebook dengan nama “Ahmad Riza Patria” bukan miliknya. Masyarakat diimbau waspada, lantaran akun tersebut terindikasi melakukan tindak penipuan.

    Berikut klarifikasi resmi oleh Ariza Patria:

    “WARNING*: Hati-hati Ada Akun Facebook Palsu atas Nama Ariza Patria.

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    Bapak, Ibu dan teman-teman yang saya hormati. Terima kasih sudah menjalankan 3M. Tadi pagi, saya dikabari ada akun Facebook yang mengatasnamakan Ahmad Riza Patria.

    Akun tersebut mengirim pesan lewat aplikasi percakapan Facebook Messenger ke beberapa orang.

    Dengan hormat saya sampaikan, bahwa akun saya yang asli adalah Fanpage Ariza Patria – @BangAriza https://www.facebook.com/BangAriza/ yang telah diverifikasi oleh Facebook (centang biru).

    Sedangkan akun ini https://www.facebook.com/ahmadriza.patria.167 adalah palsu atau bukan akun saya. Berikut akun-akun media sosial saya yang asli:

    Facebook: @BangAriza – Ariza Patria (Centang Biru)
    Instagram: @bangAriza – Ariza Patria (Centang Biru)
    Twitter : @BangAriza – Ariza Patria (Centang Biru).

    Jika ada akun media sosial selain akun-akun di atas, maka itu bukan akun saya.

    Kami mengimbau masyarakat agar berhati-hati dengan akun palsu yang mencari keuntungan di media sosial, caranya: 1) abaikan pesan apapun yang dikirimkan, 2) jangan pernah memberikan informasi walau hanya satu huruf.

    Dari halaman Facebook Help yang saya baca: Penipuan di Facebook terjadi saat orang membuat akun palsu atau meretas akun Facebook yang ada atau Halaman yang Anda sukai.

    Penipu menggunakan akun palsu atau akun yang diragukan untuk mengelabui Anda agar memberikan uang atau informasi pribadi kepadanya. Penipuan umum di Facebook antara lain:

    Penipuan berkedok cinta, penipuan undian, penipuan pinjaman, pencuri token akses, penipuan lowongan kerja, dll.

    Mohon dipelajari selengkapnya di tautan ini https://id-id.facebook.com/help/1674717642789671.

    Terima kasih Bapak, Ibu dan teman-teman semua. Jaga kesehatan, kita menjalankan 3M bukan semata karena ada peraturannya, namun yang lebih utama niat kita menjalankan 3M untuk menjaga keselamatan masyarakat Jakarta.

    Insya Allah 3M yang kita jalankan bernilai Ibadah. Terima kasih sudah saling menjaga dengan 3M. Hormat kami, Ariza Patria.

    Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Jakarta, Sabtu 31 Oktober 2020, Pukul 15.40 WIB.”

    Kesimpulan

    Akun Facebook tersebut palsu. Melalui media sosial Instagram dan Facebook resminya, Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menegaskan akun Facebook “Ahmad Riza Patria” yang tidak bercentang biru bukanlah miliknya. Masyarakat diimbau waspada, lantaran akun palsu tersebut terindikasi melakukan tindak penipuan.

    Rujukan

  • (GFD-2020-5424) [SALAH] “OLEH : PROF. DR. YUSRIL: Negeri Ini Sedang Diserang 5 Kekuatan Besar Sekaligus”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 01/11/2020

    Berita

    Akun MU Sanam (fb.com/100003786544005) mengunggah sebuah status berisi narasi sebagai berikut:

    “Prof Yusril Setelah Lihat ke dalam.
    MUNGKNN TDK DIERA KITA, TAPI ANAK CUCU KITA NANTI AKAN BERAT DLM CENGKERAMAN CHINA
    OLEH : PROF. DR. YUSRIL
    Saya tahu ketika berada di dalam jaringan mereka, maafkan saya.
    Pilihannya ada pada Anda Semua Warga Muslim dan kaum beragama di seluruh Indonesia. Bagi Kita Mungkin Tidak, Tapi Kelak Anak Cucu Kita Akan Menjalani Hidup Yang Berat, Mengapa ?
    Saudaraku Negeri Ini Sedang Diserang 5 Kekuatan Besar Sekaligus Dalam Waktu Bersamaan :
    1. KOMUNIS
    2. YAHUDI
    3. SYIAH
    4. MUNAFIKUN
    5. PENG-ASONG ASENG”

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, klaim adanya tulisan yang berasal dari Yusril Ihza Mahendra yang menyatakan bahwa negeri ini sedang diserang 5 kekuatan besar sekaligus adalah klaim yang keliru.

    Faktanya, klaim itu adalah Hoaks Lama Bersemi Kembali. BUKAN tulisan Yusril Ihza Mahendra, sudah diklarifikasi sebelumnya pada tahun 2017.

    Dilansir dari situs abadikini.com, Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra klarifikasi tulisan hoax yang beredar di sosial media terutama WhatsApp (WA) Group dengan judul “Bagai kita mungkin tidak, tapi bagi anak cucu kita nantinya kan terasa berat dan tersisih.

    “Tulisan tersebut bukan tulisan saya. Gaya bahasanya jauh beda. Saya yakin, orang yang biasa membaca tulisan saya bisa membedakan tulisan saya atau bukan,” kata Yusril kepada abadikini.com saat di konfirmasi, Minggu (5/3/2017) malam.

    Sebelumnya, klaim ini sudah pernah diperiksa faktanya sebanyak 3 kali, salah satunya adalah ketika nama Yusril Ihza Mahendra diganti menjadi Hidayat Nurwahid.

    Kesimpulan

    Hoaks Lama Bersemi Kembali. BUKAN tulisan Yusril Ihza Mahendra, sudah diklarifikasi sebelumnya pada tahun 2017.

    Rujukan