Kami Dari Pihak TRANS7
Sebelumnya Kami Sampaikan Melalui
VIA Whatsapp
Resmi Mendapatkan Hadiah
Rp.50,000,000 Juta
Anda Terpilih Sebagai Pemenang ENTERTAINMENT Dengan Kode Pln PEmenang: (25A477).
Dari GIVEAWAY RANS
INFO PENGURUSAN HADIAH!!!
WHATSAPP: 6281260562349
SILAHKAN KLIK: wa[dot]me/6281260562349
Disponsori Oleh:
RAFI AHMAD & NAGITA SLAVINA
KETERANGAN!!!
_Giveaway Ini Secara Random Untuk Seluruh Wilayah Indonesia. {{optout}}
(GFD-2023-11968) [SALAH] Pesan WhatsApp Giveaway dari TRANS7
Sumber: WhatsAppTanggal publish: 27/02/2023
Berita
Hasil Cek Fakta
Beredar pesan WhatsApp terkait pemberian hadiah dari TRANS7 yang disponsori oleh Rafi Ahmad dan Nagita Slavina (RANS Entertaintment) senilai 50 juta. Dalam pesan singkat tersebut terdapat kode pin dan penerima pesan diarahkan untuk mengirimkan kode pin ke link WhatsApp yang tertera untuk pengurusan hadiah.
Setelah ditelusuri, melalui akun Instagram dan sosial media milik TRANS7 lainnya, pihak TRANS7 mengimbau kepada masyarakat terhadap berbagai penipuan mengatasnamakan TRANS7. TRANS7 tidak pernah meminta imbalan kepada para pemenang giveaway. Informasi selengkapnya dapat menghubungi hotline TRANS7 0823-0823-1001.
Dapat disimpulkan informasi terkait pesan WhtasApp Giveaway TRANS7 adalah tidak benar dan termasuk kategori imposter content atau konten tiruan.
Setelah ditelusuri, melalui akun Instagram dan sosial media milik TRANS7 lainnya, pihak TRANS7 mengimbau kepada masyarakat terhadap berbagai penipuan mengatasnamakan TRANS7. TRANS7 tidak pernah meminta imbalan kepada para pemenang giveaway. Informasi selengkapnya dapat menghubungi hotline TRANS7 0823-0823-1001.
Dapat disimpulkan informasi terkait pesan WhtasApp Giveaway TRANS7 adalah tidak benar dan termasuk kategori imposter content atau konten tiruan.
Kesimpulan
Faktanya, informasi pengumuman berhadiah dari TRANS7 senilai 50 juta adalah salah.
Rujukan
(GFD-2023-11889) Cek Fakta: Hoaks Richard Eliezer Dapat Pangkat Setara Brigadir J dan Langsung Dilantik Jokowi
Sumber: liputan6.comTanggal publish: 26/02/2023
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Kabar tentang Richard Eliezer mendapat pangkat setara dengan almarhum Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J dan dilantik oleh Jokowi beredar di media sosial. Kabar tersebut disebarkan salah satu akun Facebook pada 23 Februari 2023.
Akun Facebook tersebut mengunggah video berjudul "GANTIKAN PANGKAT BRIGADIR J, JOKOWI LANGSUNG LANTIK BARADA E MALAM INI". Thumbnail dalam video tersebut memuat gambar Presiden Jokowi yang tengah berjalan didampingi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Terdapat juga foto Richard Eliezer menggunakan seragam polri, seakan-akan tengah dilantik menduduki jabatan tertentu.
"G3GER MALAM INI !! J0KOWI LANGSUNG L4NTIK B4RADA E, GANTI KAN P0SISI BRIGADIR Y0SUA--," tulis salah satu akun Facebook.
Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah 6.400 kali direspons dan mendapat 358 komentar dari warganet.
Benarkah Richard Eliezer mendapat pangkat setara Brigadir J dan akan dilantik oleh Jokowi? Berikut penelusurannya.
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri kabar tentang Richard Eliezer mendapat pangkat setara Brigadir J dan akan dilantik oleh Jokowi. Penelusuran dilakukan dengan memasukkan kata kunci "richard eliezer dapat pangkat brigadir j dan dilantik jokowi" di kolom pencarian Google Search.
Hasilnya, tidak ada informasi valid dari media arus utama yang membenarkan kabar tersebut. Penelusuran kemudian dilakukan dengan mengunggah gambar tersebut ke situs Yandex. Hasilnya terdapat foto identik yang ditemukan pada artikel berjudul "Presiden Jokowi Berangkat ke Washington DC Hadiri KTT Khusus ASEAN-AS" yang dimuat situs presidenri.go.id pada 10 Mei 2022.
Foto Presiden Jokowi dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang dimuat dalam klaim, merupakan peristiwa persiapan Jokowi beserta rombongan bertolak ke Washington DC, Amerika Serikat untuk mengadihir pertemuan ASEAN-US Special Summit (AUSS).
Berikut gambar tangkapan layarnya:
Dilansir dari Liputan6.com, Richard Eliezer telah dijatuhi pidana 1 tahun 6 bulan penjara atas kasus pembunuhan Brigadir J. Pada sidang yang digelar Rabu 15 Februari 2023, hakim juga memerintahkan Richard Eliezer tetap berada dalam tahanan.
Kesimpulan
Kabar tentang Richard Eliezer mendapat pangkat setara Brigadir J dan akan dilantik oleh Jokowi ternyata tidak benar alias hoaks. Tidak ada informasi valid yang mendukung kabar tersebut. Foto yang digunakan dalam thumbnail video tersebut merupakan hasil rekayasa digital.
Rujukan
(GFD-2023-11890) Cek Fakta: Hoaks Kabar Ahok Resmi Jadi Ketua KPK pada 24 Februari 2023
Sumber: liputan6.comTanggal publish: 26/02/2023
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Kabar tentang Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok resmi jadi Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 24 Februari 2023 beredar di media sosial. Kabar tersebut disebarkan salah satu akun Facebook pada 24 Februari 2023.
Akun Facebook tersebut mengunggah sebuah video berjudul "UPDATE TERKINI AHOK JADI KETUA KPK, KEINGINAN AHOK MASUK KABINET KERJA JOKOWI AKHIRNYA TERWUJUD".
Gambar thumbnail video tersebut memperlihatkan Presiden Jokowi tengah berjabat tangan dengan Ahok. Keduanya tampak mengenakan setelan jas berwarna hitam.
"Vir4l ~ 24 F3bruari 2023 ~ Ah0k Resmi Jadi K3tua K-pk," tulis salah satu akun Facebook.
Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah 6.900 kali direspons dan mendapat 1.600 komentar dari warganet.
Benarkah kabar Ahok resmi menjabat Ketua KPK pada 23 Februari 2023? Berikut penelusurannya.
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri kabar tentang Ahok resmi menjabat Ketua KPK pada 23 Februari 2023. Penelusuran dilakukan dengan memasukkan kata kunci "ahok jadi ketua kpk" di kolom pencarian Google Search.
Hasilnya tidak ditemukan informasi dari media arus utama yang membenarkan kabar bahwa Ahok telah resmi jadi Ketua KPK pada 23 Februari 2023.
Penelusuran kemudian dilakukan dengan mengunggah gambar thumbnail video tersebut ke situs Yandex. Hasilnya, terdapat foto identik pada artikel berjudul "Il nuovo presidente indonesiano" yang dimuat situs internzionale.it pada 20 Oktober 2014.
Berikut gambar tangkapan layarnya:
Pada foto tersebut terlihat Presiden Jokowi memang tengah berjabat tangan dengan Ahok. Pada keterangan foto dijelaskan bahwa foto tersebut merupakan momen Jokowi tiba di gedung MPR-DPR untuk pengambilan sumpah sebagai Presiden RI pada 20 Oktober 2014 lalu.
"Joko Widodo prima del giuramento presidenziale a Giacarta," demikian keterangan dalam foto tersebut.
Kesimpulan
Kabar tentang Ahok resmi menjabat Ketua KPK pada 23 Februari 2023 ternyata tidak benar atau hoaks. Tidak ada informasi valid yang mendukung kabar tersebut.
Gambar thumbnail yang digunakan pada klaim merupakan momen Jokowi tiba di gedung MPR-DPR untuk pengambilan sumpah sebagai Presiden RI pada 20 Oktober 2014 lalu.
Rujukan
(GFD-2023-11891) [SALAH] Gambar Tangkapan Layar Detiknews “Saatnya Bergerak Tolak Politik Dinasti yang Membunuh Demokrasi!”
Sumber: FBTanggal publish: 26/02/2023
Berita
“Saatnya Bergerak Tolak Politik Dinasti yang Membunuh Demokrasi!”
Hasil Cek Fakta
Akun Facebook Cha Irul memposting sebuah artikel milik Detiknews berjudul “Saatnya Bergerak Tolak Politik Dinasti yang Membunuh Demokrasi!”. Dalam tampilan gambar pada artikel foto yang digunakan adalah kartun Jokowi serta Gibran yang menunggangi banteng, nampak gibran yang ada di belakang banteng tersebut. Postingan tersebut diunggah pada 22 Februari 2022 pukul 22.25.
Setelah ditelusuri pada website Detiknews dengan memasukkan kata kunci “Saatnya Bergerak Tolak Politik Dinasti yang Membunuh Demokrasi!” ditemukan artikel asli yang berjudul “PSI: Saatnya Bergerak Tolak Politik Dinasti yang Membunuh Demokrasi!”. Terdapat kesamaan pada postingan Facebook dengan artikel asli pada keterangan penulis yaitu Elvan Dany Sutrisno, keterangan diatas judul “Tolak Politik Dinasti” serta keterangan waktu pengunggahan artikel pada 12.57 WIB. Perbedaan nampak pada gambar yang digunakan pada artikel yang mana Detiknews menggunakan foto Raja Juli Antoni bukan kartun Gibran Jokowi dan Kaesang.
Dengan demikian judul dan gambar pada artikel telah disunting. Gambar pada artikel yang asli adalah foto Raja Juli Antoni dan judul yang asli adalah “PSI: Saatnya Bergerak Tolak Politik Dinasti yang Membunuh Demokrasi!”, sehingga hal tersebut masuk dalam kategori konten yang dimanipulasi.
Setelah ditelusuri pada website Detiknews dengan memasukkan kata kunci “Saatnya Bergerak Tolak Politik Dinasti yang Membunuh Demokrasi!” ditemukan artikel asli yang berjudul “PSI: Saatnya Bergerak Tolak Politik Dinasti yang Membunuh Demokrasi!”. Terdapat kesamaan pada postingan Facebook dengan artikel asli pada keterangan penulis yaitu Elvan Dany Sutrisno, keterangan diatas judul “Tolak Politik Dinasti” serta keterangan waktu pengunggahan artikel pada 12.57 WIB. Perbedaan nampak pada gambar yang digunakan pada artikel yang mana Detiknews menggunakan foto Raja Juli Antoni bukan kartun Gibran Jokowi dan Kaesang.
Dengan demikian judul dan gambar pada artikel telah disunting. Gambar pada artikel yang asli adalah foto Raja Juli Antoni dan judul yang asli adalah “PSI: Saatnya Bergerak Tolak Politik Dinasti yang Membunuh Demokrasi!”, sehingga hal tersebut masuk dalam kategori konten yang dimanipulasi.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Luthfiyah OJ (UIN Raden Mas Said Surakarta).
Gambar tangkapan layar tersebut telah disunting. Faktanya, gambar pada artikel yang asli adalah foto Raja Juli Antoni dan judul yang asli adalah “PSI: Saatnya Bergerak Tolak Politik Dinasti yang Membunuh Demokrasi!”
Selengkapnya pada bagian penjelasan.
Gambar tangkapan layar tersebut telah disunting. Faktanya, gambar pada artikel yang asli adalah foto Raja Juli Antoni dan judul yang asli adalah “PSI: Saatnya Bergerak Tolak Politik Dinasti yang Membunuh Demokrasi!”
Selengkapnya pada bagian penjelasan.
Rujukan
Halaman: 5711/8126

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4337900/original/011986000_1677383893-BrigadirJ1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4337909/original/005858600_1677384058-FotoJokowi1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4338039/original/008728300_1677392847-Ahok1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4338041/original/035620400_1677393028-Ahok-Jokowi1.jpg)
