(GFD-2023-12005) Menyesatkan, Video dengan Klaim Ribuan Santri Kepung Kantor PDIP pada 2023
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 07/03/2023
Berita
Sebuah akun di Facebook, mengunggah video yang memuat klaim ribuan santri mengepung kantor PDIP. Aksi unjuk rasa itu dikaitkan setelah beredar video Megawati Soekarnoputri pada Februari 2023 menyindir ibu-ibu yang ikut pengajian dalam salah satu pidatonya.
Selain menampilkan video Megawati, beberapa potongan video berisi rekaman aksi demonstrasi di sejumlah wilayah.
Benarkah video demonstrasi tersebut dilakukan ribuan santri untuk mengepung kantor PDIP pada 2023? Berikut pemeriksaan faktanya?
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan penelusuran Tempo, kompilasi video unjuk rasa dalam unggahan itu bukanlah demonstrasi ke kantor PDIP pada tahun 2023, atau setelah pidato Megawati yang disampaikan pada 16 Februari 2023. Unjuk rasa tersebut terjadi dalam berbagai konteks peristiwa dan sebelum 2023.
Untuk verifikasi video tersebut, Tim Cek Fakta Tempo Tim Cek Fakta Tempo memfragmentasi video tersebut menjadi gambar menggunakan Keyframe dan menelusurinya pakai Yandex Image Search.
Video 1
Pada detik ke-10, fragmen video menampilkan pengunjuk rasa membawa tulisan “Tangkap, Seret dan Pidanakan”.
Berdasarkan penelusuran Tempo, poster tersebut identik dengan foto pada berita IDN Times tanggal 6 April 2016.
Dilansir IDN Times, massa yang terdiri Alumni 212, FPI dan GNPF melakukan aksi di depan Bareskrim Polri terkait dugaan penodaan agama Islam oleh Sukmawati Soekarnoputri.
Video 2
Pada menit ke-03:29, fragmen video menampilkan sejumlah besar orang baju putih memenuhi jalan. Tampak juga sebuah truk bak terbuka dengan poster dan pengeras suara di atasnya.
Berdasarkan penelusuran Tempo, fragmen gambar tersebut identik dengan gambar dalam berita yang diunggah CNN Indonesia di YouTube tanggal 6 April 2018. Dilansir CNN Indonesia, massa dari berbagai ormas dan Alumni 212, berunjuk rasa untuk menuntut polisi agar Sukmawati Soekarno diproses secara hukum, meskipun telah minta maaf. Aksi masa ini menyebabkan kemacetan total di Jalan Merdeka Timur, Jakarta Pusat.
Dilansir Tempo.co, aksi ini merupakan reaksi atas puisi berjudul "Ibu Indonesia" yang diciptakan Sukmawati Soekarnoputri. Puisi tersebut dibacakan Sukmawati dalam acara "29 Tahun Anne Avantie Berkarya" di Indonesia Fashion Week 2018. Beberapa ormas islam menilai puisi tersebut menista agama Islam.
Video 3
Pada menit ke-5:58, fragmen video ini menampilkan sejumlah besar orang berkumpul. Sebagian besar menggunakan baju putih. Massa tampak memenuhi badan jalan.
Berdasarkan penelusuran Tempo, video tersebut identik dengan tayangan langsung CNN Indonesia di YouTube tanggal 2 Desember 2016. Dilansir CNN Indonesia, massa berkumpul di Monas untuk menuntut Gubernur DKI Jakarta non aktif Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok segera di penjara.
Dilansir Tempo, pada tanggal 2 Desember 2016, para peserta aksi mulai bergerak menuju Monumen Nasional dari Masjid Istiqlal. Rangkaian Aksi Bela Islam III dimulai dengan sholat jumat bersama.
Konteks pernyataan Megawati
Pada tanggal 16 Februari 2023, Megawati berpidato dalam acara “Kick Off: Pancasila Dalam Tindakan: Gerakan Semesta Berencana Mengatasi Stunting” yang dilaksanakan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Kegiatan tersebut disiarkan secara langsung di Kanal Youtube BKKBN OFFICIAL.
Dalam pidatonya Megawati mengatakan “Saya lihat ibu-ibu itu ya, maaf ya, sekarang kan kayaknya budayanya, beribu maaf, jangan lagi nanti saya di-bully, kenapa to seneng banget ngikut pengajian ya? Iya loh, maaf beribu maaf, saya sampai mikir gitu, iki pengajian ki sampai kapan toh yo? Anake arep diapakke (anaknya mau diapakan)? Iya dong? Boleh, bukan berarti nggak boleh, boleh, saya pernah pengajian kok".
Pernyataan Megawati ini memicu berbagai reaksi. Pada tanggal 21 Februari, sekelompok warga dari Aliansi Pecinta Pengajian Ibu-ibu (APPI) melakukan aksi massa di depan Patung Kuda Monas dan kediaman Megawati di Jalan Teuku Umar.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta, Tim Cek Fakta Tempo menyimpulkan video yang diklaim ribuan santri berdemonstrasi mengepung kantor PDIP pada 2023 adalah menyesatkan.
Meskipun aksi demonstrasi memang terjadi untuk memprotes pernyataan Megawati tersebut, namun kompilasi video yang diunggah tersebut bukanlah bagian dari aksi itu. Aksi dalam video tersebut terkait dugaan penistaan agama islam yang dilakukan Sukmawati Soekarno dan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang dilakukan FPI, ormas Islam, dan Alumni 212.
Rujukan
- https://www.facebook.com/watch/?v=145041531797238
- https://www.idntimes.com/news/indonesia/akhmadmustaqim/massa-aksi-64-tuntut-sukmawati-segera-diproses-hukum-1?page=all
- https://www.youtube.com/watch?v=GW45MOpeTZ0
- https://metro.tempo.co/read/1077003/alumni-212-tuntut-sukmawati-soekarnoputri-diproses-seperti-ahok
- https://www.youtube.com/watch?v=2ooWFaP1sSg
- https://m.tempo.co/read/824900/hujan-deras-massa-aksi-212-bertakbir-sebelum-salat-jumat
- https://www.youtube.com/watch?v=ogJr5snMxaM
- https://wa.me/6281315777057 mailto:cekfakta@tempo.co.id
(GFD-2023-12006) Cek Fakta: Hoaks Poster Lowongan Kerja Petugas Haji Tahun 2023
Sumber: liputan6.comTanggal publish: 07/03/2023
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial postingan poster lowongan kerja petugas haji tahun 2023. Postingan itu beredar sejak beberapa pekan lalu.
Salah satu akun ada yang mempostingnya di Facebook. Akun itu mengunggahnya pada 5 Maret 2023.
Dalam postingannya terdapat poster dengan logo Kementerian Agama (Kemenag) berjudul "Lowongan Kerja Petugas Haji Tahun 2023"
Beberapa posisi disebutkan dalam poster lowongan tersebut seperti pendamping, tenaga administrasi, pengemudi, hingga pendukung logistik.
Sementara kualifikasi yang dibutuhkan adalah pria atau wanita berusia 18 tahun dengan minimal pendidikan SMA dan sehat jasmani rohani.
Di dalam poster itu disebutkan informasi bisa dilihat di www.lokerblog.com.
Lalu benarkah postingan poster lowongan kerja petugas haji tahun 2023?
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dengan membuka akun resmi Kementerian Agama di Twitter, @Kemenag_RI yang sudah bercentang biru atau terverifikasi.
Di sana terdapat cuitan pada tanggal 28 Februari 2023 yang membantah postingan poster yang beredar.
Dalam cuitan itu akun Kemenag menandai poster yang beredar dengan label hoaks. Cuitan itu disertai narasi "Ini hoaks ya!"
Selanjutnya penelusuran dilanjutkan dengan membuka website haji.kemenag.go.id. Di sana ditemukan artikel berjudul "Seleksi Petugas Haji 2023 Dibuka, Penguasaan IT Syarat Utama" yang diunggah pada 5 Januari 2023.
Direktur Bina Haji Ditjen PHU Arsad Hidayat menyebutkan Rekrutmen petugas haji dilakukan secara berjenjang. Untuk petugas kloter dan PPIH tingkat kabupaten/kota, pendaftaran dibuka mulai 6-13 Januari 2023.
Selain itu pendaftaran dilakukan sepenuhnya secara online agar lebih mudah dan transparan. Peserta mendaftar melalui Pusaka Super Apps Kementerian Agama pada menu Pendaftaran Petugas Haji. Pusaka Super Apps Kemenag bisa didownload melalui iOS dan Playstore.
Pengumuman sendiri telah dilakukan pada 24 Januari 2023.
Kesimpulan
Postingan poster lowongan kerja petugas haji tahun 2023 adalah hoaks. Faktanya lowongan kerja petugas haji telah ditutup sejak Januari 2023 lalu.
Rujukan
(GFD-2023-12008) [SALAH] PEMAKAMAN FERDY SAMBO DISAKSIKAN JUTAAN ORANG
Sumber: YoutubeTanggal publish: 07/03/2023
Berita
GEMPAR SORE INI || DISAKSIKAN JUTAAN ORANG, BEGINI DETIK2 SAMBO DIK£BUM!K4N USAI DI £KS3KUS!
BREAKING NEWS
KABAR DUKA FERDY SAMBO
BAU BVSUK MENYENGAT SAAT AKAN DIKEBUMIKAN (Dalam thumbnail)
Ferdy sambo meninggal
BREAKING NEWS
KABAR DUKA FERDY SAMBO
BAU BVSUK MENYENGAT SAAT AKAN DIKEBUMIKAN (Dalam thumbnail)
Ferdy sambo meninggal
Hasil Cek Fakta
Beredar video dari channel youtube Kabar News dengan narasi yang mengklaim bahwa Ferdy Sambo telah dikebumikan usai dieksekusi mati dan pemakaman disaksikan oleh jutaan orang.
Setelah dilakukan penelusuran, isi video tersebut sama sekali tidak menampilkan bahwa Ferdy Sambo telah dikebumikan.
Narator dalam video tersebut hanya membacakan artikel dari kompas.tv dengan judul “Litbang Kompas: Penuntasan Kasus Ferdy Sambo Bikin Kepuasan Publik terhadap Aparat Meningkat” yang tayang pada 20 Febriari 2023.
Melansir kompas.com, Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menjatuhkan hukuman mati kepada Ferdy Sambo pada 13 Februari 2023. Namun, putusan tersebut belum berkekuatan hukum tetap atau inkrah, sehingga belum ditetapkan tanggal eksekusinya.
Pihak Ferdy Sambo masih berpeluang mengajukan banding hingga kasasi. Ferdy Sambo resmi mengajukan banding ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 16 Februari 2023.
Berdasarkan penjelasan di atas, klaim bahwa pemakaman Ferdy Sambo disaksikan jutaan orang tidak terbukti dan termasuk ke dalam konten yang dimanipulasi.
Ferdi sambo meninggal
Ferdy SAMBO ditembak
Verdi sambo meninggal
Setelah dilakukan penelusuran, isi video tersebut sama sekali tidak menampilkan bahwa Ferdy Sambo telah dikebumikan.
Narator dalam video tersebut hanya membacakan artikel dari kompas.tv dengan judul “Litbang Kompas: Penuntasan Kasus Ferdy Sambo Bikin Kepuasan Publik terhadap Aparat Meningkat” yang tayang pada 20 Febriari 2023.
Melansir kompas.com, Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menjatuhkan hukuman mati kepada Ferdy Sambo pada 13 Februari 2023. Namun, putusan tersebut belum berkekuatan hukum tetap atau inkrah, sehingga belum ditetapkan tanggal eksekusinya.
Pihak Ferdy Sambo masih berpeluang mengajukan banding hingga kasasi. Ferdy Sambo resmi mengajukan banding ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 16 Februari 2023.
Berdasarkan penjelasan di atas, klaim bahwa pemakaman Ferdy Sambo disaksikan jutaan orang tidak terbukti dan termasuk ke dalam konten yang dimanipulasi.
Ferdi sambo meninggal
Ferdy SAMBO ditembak
Verdi sambo meninggal
Kesimpulan
Hasil periksa fakta Pekik Jalu Utomo.
Faktanya judul dan isi video tidak berkaitan. Isi video tersebut sama sekali tidak menampilkan bahwa Ferdy Sambo dikebumikan.
Faktanya judul dan isi video tidak berkaitan. Isi video tersebut sama sekali tidak menampilkan bahwa Ferdy Sambo dikebumikan.
Rujukan
- https://www.kompas.com/cekfakta/read/2023/02/27/104609982/hoaks-jutaan-orang-menyaksikan-pemakaman-ferdy-sambo?page=all#page2
- https://www.kompas.tv/article/380231/litbang-kompas-penuntasan-kasus-ferdy-sambo-bikin-kepuasan-publik-terhadap-aparat-meningkat?_ga=2.242131143.494024055.1677407492-1816836462.1630922101
(GFD-2023-12009) [SALAH] Video Ferdy Sambo Dipindahkan Ke Nusakambangan
Sumber: TiktokTanggal publish: 07/03/2023
Berita
Ferdy sambo dipindah ke nusakambangan persiapan eksekusi mati ferdy sambo
Hasil Cek Fakta
Beredar video TikTok yang mengklaim Ferdy Sambo dipindahkan ke Nusakambangan untuk dieksekusi mati. Video memperlihatkan mobil Korps Brimob yang diklaim membawa Ferdy Sambo ke Nusakambangan. Narasi video menjelaskan bahwa telah ada persiapan di Nusakambangan jelang eksekusi mati. Faktanya, pernyataan tersebut salah.
Berdasarkan penelusuran, video bus yang Korps Brimob tersebut serupa dengan video yang diunggah oleh akun Youtube @JAJANBADOG pada 3 November 2022. Sedangkan vonis hukuman mati Ferdy Sambo dijatuhkan hakim pada 13 Februari 2023.
Selain itu, audio dalam video yang diklaim Ferdy Sambo dipindah ke Nusakambangan merupakan hasil duplikasi. Audio diambil dari video Youtube @officialinews dengan judul “Live Report: Eksekusi hukuman mati, Polda jawa tengah siapkan 16 regu tembak” yang diunggah pada Mei 2016.
Dengan demikian video bus Korps Brimob membawa Ferdy Sambo untuk dipindahkan ke Nusakambangan adalah tidak benar. Unggahan tersebut termasuk dalam konten yang menyesatkan.
Berdasarkan penelusuran, video bus yang Korps Brimob tersebut serupa dengan video yang diunggah oleh akun Youtube @JAJANBADOG pada 3 November 2022. Sedangkan vonis hukuman mati Ferdy Sambo dijatuhkan hakim pada 13 Februari 2023.
Selain itu, audio dalam video yang diklaim Ferdy Sambo dipindah ke Nusakambangan merupakan hasil duplikasi. Audio diambil dari video Youtube @officialinews dengan judul “Live Report: Eksekusi hukuman mati, Polda jawa tengah siapkan 16 regu tembak” yang diunggah pada Mei 2016.
Dengan demikian video bus Korps Brimob membawa Ferdy Sambo untuk dipindahkan ke Nusakambangan adalah tidak benar. Unggahan tersebut termasuk dalam konten yang menyesatkan.
Kesimpulan
Tidak benar. Audio dalam video diambil dari unggahan Youtube menjelang eksekusi mati tahap III kasus narkoba 6 tahun lalu. Bus Brimob bukan membawa Ferdy Sambo.
Rujukan
Halaman: 5691/8124


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4349334/original/020429000_1678176613-cek_fakta_petugas.jpg)

