• (GFD-2023-12012) Menyesatkan, Kandungan Protein HIV dalam Salah Satu Merk Vaksin Covid-19

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 08/03/2023

    Berita


    Sebuah akun Facebook mengunggah konten dengan klaim bahwa salah satu jenis vaksin mengandung protein HIV. Informasi ini disebut berasal dari salah satu media internasional. 
    “Benarkah ada kandungan protein HIV dalam salah satu jenis vaksin? Sumbernya dari BBC loh, media besar, masa iya dia sebar hoax seperti yang disampaikan dalam video pendek ini,” demikian narasi yang menyertai unggahan tersebut.
    Dalam video tersebut, seorang perempuan mengatakan ada cuplikan berita yang dirilis media arus utama yang mengatakan bahwa protein HIV dimasukan ke dalam vaksin Covid-19. Dikatakan juga bahwa, BBC dalam videonya mengatakan protein HIV tersebut dimasukan kedalam vaksin. Dan secara bersamaan Moderna baru saja merilis bahwa vaksin HIV akan tersedia di masa mendatang.

    Benarkah klaim yang mengatakan ada kandungan protein HIV dalam salah satu jenis vaksin? Berikut pemeriksaan faktanya.

    Hasil Cek Fakta


    Pada bulan April 2021, ilmuwan University of Queensland (UQ), Australia, mengumumkan bahwa mereka telah merekayasa ulang vaksin COVID-19. Versi awal pengembangan vaksin ini menggunakan dua fragmen protein yang ditemukan pada HIV untuk menyatukan bagian kunci dari virus SARS-Cov-2, sehingga sistem kekebalan tubuh belajar mengenalinya. Vaksin yang dikembangan UQ ini masih dalam tahap penelitian dan pengembangan, sehingga memerlukan uji coba pada hewan dan uji klinis.
    Berdasarkan penelusuran Tempo, cuplikan video BBC yang disebutkan dalam video tersebut merupakan potongan video dokumenter berjudul “ Horizon Special: The Vaccine Horizon ”. Saat ini video tersebut tidak tersedia dikanal BBC, namun potongan video tersebut beredar melalui platform Rumble dan media sosial.
    Video tersebut merupakan potongan pernyataan Professor Keith Chappell, Ahli Virologi Molekuler, University of Queensland, Australia. Dalam potongan video tersebut, Keith mengatakan vaksin tersebut dikembangkan dengan menggabungkan virus, bahan kimia, dan “penjepit molekuler” dari fragmen kecil HIV. 
    Untuk memeriksa klaim ini, Tim Cek Fakta Tempo menelusuri jurnal ilmiah, pernyataan resmi institusi kesehatan dan pakar, serta berita dari media-media yang kredibel.
    Klaim 1: Video BBC tentang protein HIV digunakan untuk membuat vaksin COVID-19.
    Fakta: BBC pada tanggal 8 Juli 2021 menayangkan film dokumenter berjudul Horizon Special: The Vaccine Horizon. Saat ini video tersebut tidak tersedia dan diberi keterangan “Sorry, this episode is not currently available”. Potongan video ini beredar melalui platform Rumble dan media sosial.

    Dilansir BBC, film dokumenter tersebut menceritakan, sejak tahun 2020 sekelompok kecil ilmuwan yang mencoba mengatasi  salah satu tantangan medis terbesar saat ini yaitu membuat vaksin melawan virus yang belum pernah dilihat siapapun. 

    Salah satu bagian dari film ini menampilkan penelitian yang dilakukan di University of Queensland, Australia. Professor Keith Chappell, salah satu peneliti UQ mengatakan mereka mengembangkan vaksin protein yang paling sederhana. Para ilmuwan menggunakan dua fragmen protein HIV untuk menyatukan bagian kunci dari virus SARS-Cov-2 agar sistem kekebalan tubuh mengenalinya.
    Dilansir ABC News, pada bulan April 2021, University of Queensland masih dalam proses penelitian vaksin COVID-19 sehingga tidak akan tersedia dalam waktu dekat. Pada bulan November 2022, dilansir ABC, vaksin tersebut batal diujicobakan pada manusia.
    Dilansir The Sydney Morning Herald, pada tanggal 11 Desember 2020, pemerintah Australia membatalkan kerjasama pengadaan vaksin Covid-19 yang dikembangkan University of Queensland  dan perusahaan farmasi CSL. Salah satu pertimbangan pemerintah terkait resiko keamanan vaksin.
    Klaim 2: Moderna merilis vaksin HIV
    Fakta: Pada tanggal 28 Januari 2022, perusahaan bioteknologi Moderna mengumumkan bahwa mereka telah meluncurkan uji klinis tahap awal dari vaksin mRNA HIV. Vaksin untuk HIV ini menggunakan metode dan teknologi yang sama seperti vaksin Covid-19.
    Dilansir IAVI, lembaga nirlaba internasional yang menginisiasi vaksin AIDS, pada tanggal 18 Mei 2022, IAVI dan Moderna meluncurkan uji klinis program pengembangan vaksin mRNA HIV pertama di Afrika. Uji coba fase pertama dilakukan di Rwanda dan Afrika Selatan.
    Dilansir National Institutes of Health, pada bulan Maret 2022, National Institute of Allergy and Infectious Diseases (NIAID), telah meluncurkan uji klinis Fase 1 yang mengevaluasi tiga vaksin HIV eksperimental berdasarkan platform messenger RNA (mRNA). mRNA merupakan teknologi yang telah disetujui untuk digunakan dalam beberapa vaksin COVID-19. Uji Coba Vaksin HIV (HVTN) berbasis di Pusat Penelitian Kanker Fred Hutchinson di Seattle. 
    Klaim 3: Pangeran Harry dari Kerajaan Inggris mengajukan semua orang yang telah divaksin untuk tes HIV
    Fakta: Pada tanggal 10 Februari 2022, dalam rangka National HIV Testing Week, Pangeran Harry jadi tamu dalam podcast yang dipandu Gareth Thomas yang disiarkan Tackle HIV.  Gareth merupakan mantan kapten rugby Wales, yang secara terbuka mengatakan bahwa ia mengidap HIV/AIDS.

    Dilansir Guardian, Harry mendesak orang-orang untuk mengetahui status dan menjalani tes HIV. Ia berharap dapat melanjutkan pekerjaan ibunya untuk membantu memberantas stigma dan kesalahpahaman seputar virus tersebut. “Lakukan tes HIV untuk melindungi orang lain dengan cara yang sama seperti untuk Covid,” kata Harry.

    Kesimpulan


    Berdasarkan hasil pemeriksaan fakta, Tim Cek Fakta Tempo menyimpulkan bahwa video yang yang diklaim ada kandungan protein HIV dalam salah satu vaksin adalah menyesatkan.
    Peneliti di University of Queensland pada tahun 2021 mengembangkan vaksin Covid-19 dengan menggunakan dua fragmen protein HIV untuk menyatukan bagian kunci dari virus SARS-Cov-2. Pengembangan vaksin ini tertunda setelah pemerintah Australia membatalkan kerjasama.

    Rujukan

  • (GFD-2023-12002) [SALAH] JUTAAN SANTRI TURUN GUNUNG, DESSAK CAK NUN SEGERA DI TANGKAP

    Sumber: Youtube
    Tanggal publish: 07/03/2023

    Berita

    Akun Youtube POJOK DUNIA mengunggah video Youtube yang berjudul “JUTAAN SANTRI TURUN GUNUNG, DESSAK CAK NUN SEGERA DI TANGKAP” pada tanggal 28 Januari 2023 dengan tumbnail yang menunjukkan ribuan santri berdemonstrasi. Dalam video disebut bahwa Cak Nun bersekongkol dengan Anies Baswedan buat mengejek Jokowi Fir’aun.

    Hasil Cek Fakta

    Tumbnail yang ditunjukkan dalam video tersebut tidak ada kaitannya dengan ribuan santri yang mendesak Cak Nun agar segera ditangkap. Foto yang menunjukkan ribuan orang yang berdemonstrasi mengenakan pakaian serba putih sebenarnya adalah foto ribuan santri dan ulama Aceh yang berparade menolak paham Wahabi dan Syiah di Aceh.

    Penelusuran menunjukkan bahwa video tersebut merupakan hasil potongan beberapa video yang dijadikan satu dengan narasi yang menyesatkan. Video pertama yang dicuplik identik dengan video klarifikasi atas pernyataan Cak Nun yang menyebut Jokowi Firaun yang diunggah akun Youtube resmi CakNun.com yang pada tanggal 17 Januari 2023 dengan judul “Mbah Nun Kesambet”.

    Video kedua yang dicuplik adalah video pidato Anies Baswedan saat kegiatan Jakarta Menyapa pada tanggal 16 Juli 2022 yang diunggah oleh akun Youtube PEMPROV DKI JAKARTA. Video lain yang dicuplik adalah pidato Jokowi yang ditampilkan sebenarnya merupakan video Presiden Jokowi saat hadiri KTT Peringatan 45 Tahun ASEAN-Uni Eropa, Brussels, 14 Desember 2022 serta video Presiden Jokowi saat membuka Rakornas Transisi Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional 2023.

    Kesimpulan

    Konten yang dimanipulasi. Video merupakan gabungan beberapa video yang diedit dengan narasi yang menyesatkan. Narasi yang menyebutkan jutaan santri yang turun gunung untuk mendesak Cak Nun segera ditangkap atas pernyataannya yang menyebut Jokowi Fir’aun adalah narasi yang menyesatkan

    Rujukan

  • (GFD-2023-12003) [SALAH] AKIBAT ULAH SENDIRI !! SUGIK NUR DIHAJAR TEMAN SATU SEL HINGGA BABAK BELUR BEGINI

    Sumber: Youtube
    Tanggal publish: 07/03/2023

    Berita

    Akun Youtube mengunggah video yang berjudul “AKIBAT ULAH SENDIRI !! SUGIK NUR DIHAJAR TEMAN SATU SEL HINGGA BABAK BELVR BEGINI”. Video tersebut diunggah pada tanggal 16 Februari 2023 dengan tumbnail yang menampilkan suasana penjara dengan Sugik Nur yang babak belur dengan tulisan “IMBAS HINA PRESIDEN, GUS NUR DIBANTAI TEMAN SATU SEL HABIS HABISAN”.

    Hasil Cek Fakta

    Hasil penelusuran menunjukkan bahwa gambar tampilan tumbnail merupakan hasil editan dan video merupakan kumpulan beberapa video yang dikumpulkan jadi satu dengan narasi yang tidak sesuai. Video pertama yang dicuplik dalam video adalah video Sugik Nur Raharja alias Gus Nur ditetapkan sebagai tersangka pencemaran nama baik di media sosial oleh kepolisian Ditreskrimsus Polda Jatim yang diunggah akun Youtube KOMPASTV pada tanggal 23 November 2018.

    Video lain yang dicuplik adalah video podact Habib Ba’agil dan Deddy Corbuzer yang diunggah pada tanggal 1 Maret 2022 dengan judul “KITA INI PERANG SAUDARA BOS!! Serem denger nya ini.. – HABIB BA’AGIL – Deddy Corbuzier Podcast”.

    Tidak ditemukan informasi mengenai Sugik Nur yang dihajar dalam sel tahanan hingga babak belur. Dilansir dari artikel Tribunnews.com yang terbit pada tanggal 3 Februari 2023, Kabidhumas Polda Jateng, Kombes Pol M Iqbal Alqudusy, membantah pernyataan Sugik Nur Raharja di rutan Polda Jateng yang mengaku kesulitan beribadah dan terkena pungutan liar (pungli).

    Kesimpulan

    Konten yang dimanipulasi. Video merupakan editan dari video liputan penetapan Sugik Nur sebagai tersangka pencemaran nama baik di media sosial yang diberi narasi tidak sesuai.

    Rujukan

  • (GFD-2023-12004) Cek Fakta: Hoaks BPJS Bagikan Bantuan Rp 125 Juta

    Sumber: liputan6.com
    Tanggal publish: 07/03/2023

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta- Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim pembagian bantuan Rp 125 juta dari BPJS, kabar tersebut beredar lewat aplikasi percakapan WhatsApp.
    Berikut klaim pembagian bantuan Rp 125 juta dari BPJS.
    "INFO RESMI BPJS
    Untuk Nomor WhatsApp AndaTerpilih Secara Acak Sebagai PenerimaDana Bantuan BPJS Senilai 125 JT.
    UNTUK KLAIM DANA BANTUAN NYASilahkan Kirim Bukti WhatsApp Yang DiterimaDan Sertakan Kode Pencairan Anda (BPJS12S7T)Di Kirim Ke Layanan BPJS Dibawah Ini: +6285810398199
    PENANGGUNG JAWAB Drs.MUH.BAKRI.MSi"
    Benarkah klaim pembagian bantuan Rp 125 juta dari BPJS? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim pembagian bantuan Rp 125 juta dari BPJS dalam artikel berjudul "Waspada Hoaks Pemberian Bantuan Uang dari BPJS Kesehatan" yang dimuat situs Liputan6.com. 
     BPJS Kesehatan mengimbau masyarakat untuk tidak percaya terhadap informasi pemberian bantuan uang jutaan rupiah. Informasi tersebut beredar lewat aplikasi percakapan WhatsApp.
    Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti mengatakan, SMS atau chat WhatsApp tentang dana bantuan BPJS Kesehatan adalah hoaks alias berita bohong.
    "Jika anda pernah menerima SMS atau chat WhatsApp tentang dana bantuan BPJS Kesehatan waspadalah itu hoaks alias berita bohong," kata Ali, dikutip dari video yang diunggah akun instagram resmi BPJS Kesehatan @ bpjskesehatan_ri.
    Menurutnya BPJS Kesehatan tidak pernah memberikan bantuan dana apapun seperti yang tertulis dalam SMS atau chat WhatsApp tersebut.
    "Informasi seputar kesehatan bisa anda akses di website dan media sosial resmi BPJS Kesehatan seperti Facebook, Twitter, Instagram dan YouTube di aplikasi mobile JKN," tuturnya.
    Dia pun mengimbau masyarakat untuk berhati-hatilah terhadap berbagai macam modus penipuan dan membiasakan cek kebenaran informasi dulu sebelum membagikan pada orang lain.
    "Anda juga dapat menghubungi call center BPJS Kesehatan di nomor 1500 400 jika membutuhkan informasi melakukan pengaduan atau bahkan mengecek kebenaran informasi yang anda terima," imbuhnya.
     
    Dalam video yang diunggah akun instagram resmi BPJS Kesehatan @ bpjskesehatan_ri, Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti mengatakan, SMS atau chat WhatsApp tentang dana bantuan BPJS Kesehatan adalah hoaks alias berita bohong.
    "Jika anda pernah menerima SMS atau chat WhatsApp tentang dana bantuan BPJS Kesehatan waspadalah itu hoaks alias berita bohong," kata Ali.
    Menurutnya BPJS Kesehatan tidak pernah memberikan bantuan dana apapun seperti yang tertulis dalam SMS atau chat WhatsApp tersebut.
    "Informasi seputar kesehatan bisa anda akses di website dan media sosial resmi BPJS Kesehatan seperti Facebook, Twitter, Instagram dan YouTube di aplikasi mobile JKN," tuturnya.
    Dia pun mengimbau masyarakat untuk berhati-hatilah terhadap berbagai macam modus penipuan dan membiasakan cek kebenaran informasi dulu sebelum membagikan pada orang lain.
    "Anda juga dapat menghubungi call center BPJS Kesehatan di nomor 1500 400 jika membutuhkan informasi melakukan pengaduan atau bahkan mengecek kebenaran informasi yang anda terima," imbuhnya.
     
     

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, informasi pembagian bantuan Rp 125 juta dari BPJS adalah hoaks.
    SMS atau chat WhatsApp tentang dana bantuan BPJS Kesehatan adalah hoaks alias berita bohong. Jika anda pernah menerima SMS atau chat WhatsApp tentang dana bantuan BPJS Kesehatan waspadalah itu hoaks.

    Rujukan