• (GFD-2026-31608) [SALAH] Pesawat Tempur Amerika Serang Venezuela

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 12/01/2026

    Berita

    Beredar unggahan video [arsip] dari akun TikTok “prabowopahlawanrakyat” pada Senin (5/1/2026). Isinya memperlihatkan sejumlah jet tempur yang menembaki gedung-gedung di kawasan perkotaan. Video disertai narasi sebagai berikut:

    DISAAT AMERIKA SERANG CIRACAS, IBU KOTA VENEZUELA MILITERNYA LAGI MENYAKSIKAN ATAU PURA-PURA TIDAK TAHU?

    Hingga Senin (12/1/2026) unggahan telah mendapatkan 41.400 tanda suka, menuai 1.300 komentar dan telah dibagikan ulang sebanyak 1.300 kali oleh pengguna TikTok lainnya.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri kebenaran klaim dengan memasukkan tangkapan layar dari video ke Google Lens. Hasilnya, diketahui video berasal dari unggahan akun Facebook  ‘Reshmika Reshmi’ pada Minggu (4/1/2026).

    Dalam unggahan video tersebut, pengunggah menyertakan keterangan “Low-Level Helicopter Strike in City Sim” yang dalam bahasa Indonesia berarti “serangan helikopter terbang rendah di simulasi kota”. Keterangan tersebut menunjukkan bahwa video yang beredar bukan merupakan peristiwa nyata, melainkan berasal dari game simulasi perang.

    Dilansir dari antaranews.com, dalam beberapa pekan terakhir hubungan Amerika Serikat dan Venezuela menjadi sorotan internasional seiring meningkatnya ketegangan antara kedua negara. Situasi tersebut memicu berbagai reaksi dari komunitas internasional, termasuk kecaman dari sejumlah pihak terhadap langkah-langkah yang dinilai melanggar prinsip kedaulatan negara.

    Sementara itu, dinamika politik di Caracas juga mengalami perkembangan, di antaranya pembebasan sejumlah tahanan politik serta wacana penataan ulang hubungan bilateral dan kerja sama energi antara kedua negara pasca perubahan kekuasaan.

    Kesimpulan

    Konten yang beredar bukan merupakan peristiwa nyata, melainkan berasal dari game simulasi perang. Dengan demikian, unggahan video berisi klaim “pesawat tempur Amerika serang Venezuela” adalah konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-31609) [PENIPUAN] Tautan Pendaftaran “Lowongan Mitra BPS 2026"

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 12/01/2026

    Berita

    Beredar tautan [arsip] dari akun Facebook “lowongan kerja 2026 ” pada Selasa (6/1/2026) disertai narasi:

    Lowongan Kerja BPS 2025/2026

    Badan Pusat Statistik membuka rekrutmen mitra statistik untuk lulusan SMA/SMK 

    semua jurusan Jangan lewatkan kesempatan emas ini 

    Posisi yang dibutuhkan 

    1 Petugas Pendataan Lapangan 

    2 Petugas Pengolahan Data 

    Kualifikasi 

    Sehat jasmani rohani Berkomitmen dan disiplin

    Siap bekerja sistem kontrak Mau ikut pelatihan jika diperlukan


    Hingga Sabtu (10/1/2026) unggahan tersebut telah mendapatkan lebih dari 140 tanda suka, 10-an komentar, serta dibagikan  ulang hampir 10 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) mengakses tautan dalam unggahan. Diketahui, tautan mengarah ke laman berisi formulir digital yang meminta pengisian data pribadi seperti nama, alamat dan nomor telegram.

    TurnBackHoax lalu memasukkan kata kunci “pendaftaran lowongan mitra bps tahun 2026” ke mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah ke pemberitaan kompas.com “Rekrutmen Mitra Statistik BPS 2026 Hanya Dibuka Sampe 14 November, Usia 50 Tahun Bisa Daftar”.

    Dari pemberitaan yang tayang Rabu (12/12/2025) diketahui bahwa pendaftaran Miitra BPS hanya bisa diakses melalui laman mitra.bps.go.id. Pendaftaran untuk tahun 2026 juga sudah ditutup per Selasa (9/12/2025).

    Kesimpulan

    Faktanya, pendaftaran Mitra BPS untuk tahun 2026 sudah ditutup per Selasa (9/12/2025). Jadi, unggahan berisi klaim tautan pendaftaran “lowongan Mitra BPS 2026” yang mengarah ke laman tak resmi itu merupakan konten tiruan (impostor content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-31610) Cek Fakta: Hoaks Artikel Yaqut Cholil Qoumas Sebut Jokowi Terima Uang Kuota Haji Rp 470 T

    Sumber:
    Tanggal publish: 12/01/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial postingan artikel mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas menyebut Jokowi menerima uang kuota haji Rp 470 triliun. Postingan itu beredar sejak pekan lalu.
    Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 10 Januari 2026.
    Dalam postingannya terdapat tangkapan layar artikel dari Gelora News dengan judul sebagai berikut:
    "Yaqut Cholil: Pak Jokowi Banyak menerima uang Kuota Haji Dari Saya Secara Bertahap Ada Sekitar 470 Triliun, Saya Punya Cek Nota Transferannya"
    Akun itu menambahkan narasi:
    "Benarkah demikian? Jika iya, kpk tidak akan mampu menangkap, karena memang kpk dikendalikan oleh UU pada era j0k0w1 (Coba baca UU ciptaker). Jika tidak benar, kenapa sekelas menteri agama, maling uang jamaah, dengan motif yang elegan dan berwibawa."
    Lalu benarkah postingan artikel mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas menyebut Jokowi menerima uang kuota haji Rp 470 triliun?
     

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dan menemukan artikel yang identik dengan postingan. Artikel itu diunggah situs Gelora News dengan foto dan waktu yang sama dengan postingan.
    Namun dalam artikel asli berjudul:
    "Pimpinan KPK Sepakat Mantan Menag Yaqut Cholil jadi Tersangka Korupsi Kuota Haji".
    Dalam artikel asli sama sekali tidak membahas pernyataan Yaqut Cholil tentang mantan Presiden Jokowi. Artikel asli membahas KPK yang akhirnya menetapkan tersangka bagi Yaqut untuk kasus dugaan korupsi penentuan kuota dan penyelenggaraan ibadah Haji di Kementerian Agama (Kemenag) tahun 2023-2024.
    Postingan artikel mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas menyebut Jokowi menerima uang kuota haji Rp 470 triliun adalah hoaks. Faktanya judul dalam postingan merupakan hasil suntingan.

    Rujukan

  • (GFD-2026-31611) [SALAH] Kantor Polisi Cina Sudah Berdiri di Morowali dan Tentara Cina Mendarat di Manado

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 12/01/2026

    Berita

    Akun Facebook “Panah Asmara” pada Minggu (4/1/2026) mengunggah postingan [arsip] yang berisi narasi sebagai berikut:

    “KANTOR POLISI CINA SUDAH BERDURI DI MOROWALI DAN TERANG BENDERANG TENTARA CINA BARUSAN MENDARAT DI MANADO”




    Hingga Rabu (7/1/2026) unggahan tersebut sudah dikomentari sebanyak 4.400 kali dan dibagikan 927 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) melakukan penelusuran dengan memasukkan kata kunci “KANTOR POLISI CINA SUDAH BERDURI DI MOROWALI DAN TERANG BENDERANG TENTARA CINA BARUSAN MENDARAT DI MANADO” ke mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah ke sejumlah pemberitaan, antara lain:


    • Video dari kanal Youtube Tribunnews: “Hoax or Fact: Benarkah China Bangun Kantor Polisi di Indonesia? Berikut Faktanya” yang tayang pada Desember 2020, melaporkan bahwa viral di media sosial kabar yang menyebut China membuka kantor polisi di Indonesia. Namun, setelah ditelusuri kabar itu tidak benar atau hoaks.

    • Berita liputan6.com: “Cek Fakta: Tidak Benar Ini Foto Tentara China Mendarat di Bandara Sam Ratulangi Manado” yang tayang pada Senin (5/1/2026), melaporkan bahwa klaim foto tentara China mendarat di Bandara Sam Ratulangi Manado tidak benar.


    Sepanjang penelusuran, tidak ditemukan informasi dari sumber kredibel yang membenarkan klaim “kantor polisi Cina sudah berdiri di Morowali  dan tentara Cina mendarat di Manado”.

    Kesimpulan

    Tidak ada laporan resmi atau informasi kredibel yang menyatakan telah berdiri kantor polisi Cina di Morowali dan tentara Cina mendarat di Manado. Unggahan berisi klaim “kantor polisi Cina sudah berdiri di Morowali dan tentara Cina mendarat di Manado” merupakan konten palsu (fabricated content).

    Rujukan