(GFD-2021-7617) [SALAH] “Innalillahi Wainnalillahi Rajiun! Kabar Duka Eko Patrio Meninggal Dunia, Akibat Kecelakaan Maut”
Sumber: Facebook.comTanggal publish: 29/09/2021
Berita
“Innalillahi Wainnalillahi Rajiun! Kabar Duka Eko Patrio Meninggal Dunia, Akibat Kecelakaan Maut”
Hasil Cek Fakta
Akun Facebook Kameam 7 memposting informasi yang menyatakan bahwa Eko Patrio meninggal dunia akibat kecelakaan maut pada 23 September 2021. Postingan tersebut disertai tautan yang mengarahkan ke artikel berjudul “Innalillahi Wainnalillahi Rajiun! Kabar Duka Eko Patrio Meninggal Dunia, Akibat Kecelakaan Maut” di laman insegnia[dot]xyz.
Berdasarkan hasil penelusuran, postingan tersebut salah. Diketahui dari akun Instagram terverifikasinya (@ekopatriosuper), Eko Patrio masih aktif berkegiatan. Adapun, diketahui bahwa foto thumbnails tautan di postingan Kameam 7 berasal dari foto pemakaman pelawak Sapri Pantun yang dipublikasikan oleh tribunnews.com dalam artikel berita foto berjudul “Pemakaman Komedian Sapri Pantun Banyak Dihadiri Artis” pada 11 Mei 2021.
Sedangkan, isi artikel dalam tautan insegnia[dot]xyz diketahui menyadur artikel dari laman kabarbesuki.pikiran-rakyat.com dengan judul artikel “Kecelakaan di Glagah Banyuwangi, 1 Pemuda Meninggal Setelah Tabrak Mobil Pickup” pada 13 November 2020.
Dengan demikian, konten postingan akun Kameam 7 masuk ke dalam kategori Konten yang Menyesatkan.
Berdasarkan hasil penelusuran, postingan tersebut salah. Diketahui dari akun Instagram terverifikasinya (@ekopatriosuper), Eko Patrio masih aktif berkegiatan. Adapun, diketahui bahwa foto thumbnails tautan di postingan Kameam 7 berasal dari foto pemakaman pelawak Sapri Pantun yang dipublikasikan oleh tribunnews.com dalam artikel berita foto berjudul “Pemakaman Komedian Sapri Pantun Banyak Dihadiri Artis” pada 11 Mei 2021.
Sedangkan, isi artikel dalam tautan insegnia[dot]xyz diketahui menyadur artikel dari laman kabarbesuki.pikiran-rakyat.com dengan judul artikel “Kecelakaan di Glagah Banyuwangi, 1 Pemuda Meninggal Setelah Tabrak Mobil Pickup” pada 13 November 2020.
Dengan demikian, konten postingan akun Kameam 7 masuk ke dalam kategori Konten yang Menyesatkan.
Kesimpulan
Klaim postingan tidak benar. Melalui akun Instagram terverifikasinya (@ekopatriosuper), Eko Patrio masih aktif membagikan kegiatannya.
Rujukan
(GFD-2021-7616) [SALAH] Lagu Michael Jackson yang Tidak Diizinkan Untuk Umum Oleh Pihak Pemerintah Amerika
Sumber: Whatsapp.comTanggal publish: 29/09/2021
Berita
“🗣LAGU YG TDK DI IZINKAN UTK UMUM..DI HARAMKAN..TETAPI SETELAH MATI NYA MICHAEL JACKSON TERBONGKAR SATU PERSATU..INI LAH SALAH SATU LAGU NYA YG DI KUNCI OLEH PIHAK PEMERINTAH AMERIKA MEMUJI KEBESARAN AGAMA ISLAM YG TERANG LAGI NYATA😭AMIN3X
BETAPA INDAH LIRIKNYA & SEDAP LAGU NYA UTK DI DENGAR, TAPI SYG BKN UTK TONTONAN UMUM
https://youtu[dot]be/HJGqUttf878
_Indah lagunya, sangat indah liriknya
Merinding mendengarnya, sampai menangis.
BICHUSNIL KHO-TIMAH INSYA-ALLO-H🤲🤲🤲.”
BETAPA INDAH LIRIKNYA & SEDAP LAGU NYA UTK DI DENGAR, TAPI SYG BKN UTK TONTONAN UMUM
https://youtu[dot]be/HJGqUttf878
_Indah lagunya, sangat indah liriknya
Merinding mendengarnya, sampai menangis.
BICHUSNIL KHO-TIMAH INSYA-ALLO-H🤲🤲🤲.”
Hasil Cek Fakta
Beredar pesan berantai Whatsapp dengan klaim lagu Michael Jackson memuji kebesaran agama Islam beredar setelah selama ini tak diizinkan untuk umum oleh Pemerintah Amerika Serikat. Dalam pesan berantai tersebut terdapat tautan ke video di Youtube dengan judul “Lagu michael jackson yg tdk pernah di release……. tentang ibadah haji..”
Berdasarkan hasil penelusuran, diketahui bahwa lagu tersebut bukanlah lagu Michael Jackson, melainkan lagu Irfan Makki, penyanyi muslim asal Kanada. Lagu sebenarnya yang dinyanyikan oleh Irfan Makki berjudul “Waiting For The Call.”
Adapun, klaim mengenai lagu “Waiting For The Call” sebagai lagu Michael Jackson sudah pernah diperiksa faktanya pada November 2017 di laman turnbackhoax.id dengan judul [HOAX] Michael Jackson “Islam In My Veins” Unpublished Song.
Oleh sebab itu, konten pesan Berantai Whatsapp tersebut masuk ke dalam kategori Konten yang Salah.
Berdasarkan hasil penelusuran, diketahui bahwa lagu tersebut bukanlah lagu Michael Jackson, melainkan lagu Irfan Makki, penyanyi muslim asal Kanada. Lagu sebenarnya yang dinyanyikan oleh Irfan Makki berjudul “Waiting For The Call.”
Adapun, klaim mengenai lagu “Waiting For The Call” sebagai lagu Michael Jackson sudah pernah diperiksa faktanya pada November 2017 di laman turnbackhoax.id dengan judul [HOAX] Michael Jackson “Islam In My Veins” Unpublished Song.
Oleh sebab itu, konten pesan Berantai Whatsapp tersebut masuk ke dalam kategori Konten yang Salah.
Kesimpulan
Lagu itu bukan lagu Michael Jackson melainkan lagu Irfan Makki berjudul “Waiting For The Call.”
Rujukan
(GFD-2021-7615) [SALAH] Video “KABAR TERBARU ~ TIT0 S4HKAN FP1 BARU | PER!NTAHKAN FP1 TEG4KKAN AM4R MA’RUF N4HI MUN9K4R | Viral”
Sumber: Youtube.comTanggal publish: 29/09/2021
Berita
Narasi pada thumbnails:
“~TITO KE MARKAS FP1~
SAHKAN FP1 BARU
TITO PERINT4HKAN FP1 SERVKAN JIHAD LAW4N KEZOL!MAN”
Narasi pada judul:
“KABAR TERBARU ~ TIT0 S4HKAN FP1 BARU | PER!NTAHKAN FP1 TEG4KKAN AM4R MA’RUF N4HI MUN9K4R | Viral”
“~TITO KE MARKAS FP1~
SAHKAN FP1 BARU
TITO PERINT4HKAN FP1 SERVKAN JIHAD LAW4N KEZOL!MAN”
Narasi pada judul:
“KABAR TERBARU ~ TIT0 S4HKAN FP1 BARU | PER!NTAHKAN FP1 TEG4KKAN AM4R MA’RUF N4HI MUN9K4R | Viral”
Hasil Cek Fakta
Kanal Youtube Sniper Politik mengunggah video berjudul “KABAR TERBARU ~ TIT0 S4HKAN FP1 BARU | PER!NTAHKAN FP1 TEG4KKAN AM4R MA’RUF N4HI MUN9K4R | Viral” pada 10 September 2021. Pada thumbnailsnya tertulis narasi “~TITO KE MARKAS FP1~ SAHKAN FP1 BARU TITO PERINT4HKAN FP1 SERVKAN JIHAD LAW4N KEZOL!MAN.”
Berdasarkan hasil penelusuran, diketahui bahwa dalam video tersebut tidak terdapat pernyataan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian terkait FPI baru. Isi video ialah hasil suntingan sejumlah video dan pembacaan artikel berita.
Sejumlah video yang dicuplik di antaranya ialah video berjudul “Viral FPI Gelar Deklarasi di Bandung Barat” yang tayang di kanal Tribunjabar Video pada 8 September 2021, video berjudul “Massa Menuntut Pemprov Kaltim Tidak Bubarkan FPI” yang tayang di kanal CNN Indonesia pada 30 Januari 2017, dan video berjudul “DEKLARASI FRONT PERSATUAN ISLAM ( FPI ) KUNINGAN” yang tayang di kanal Bingkai Warta pada 4 Januari 2021. Dari ketiga video tersebut tidak ditemukan pernyataan Mendagri Tito Karnavian.
Adapun, artikel berita yang dibacakan dalam video ialah artikel berjudul “Seret Nama Mendagri Tito Karnavian, Ketua PA 212: FPI Baru Ini Harus Didukung” yang tayang di fajar.co.id pada 9 September 2021. Di dalam artikel tersebut juga tidak ditemukan pernyataan Tito Karnavian. Artikel itu hanya berisikan pernyataan Ketua Presidium Alumni 212 (PA 212) Aminudin atas terbentuknya Front Persaudaraan Islam yang menggantikan Front Pembela Islam atau FPI.
Berdasarkan hasil penelusuran tersebut, maka konten video dari kanal Sniper Politik masuk ke dalam kategori Konten yang Dimanipulasi.
Berdasarkan hasil penelusuran, diketahui bahwa dalam video tersebut tidak terdapat pernyataan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian terkait FPI baru. Isi video ialah hasil suntingan sejumlah video dan pembacaan artikel berita.
Sejumlah video yang dicuplik di antaranya ialah video berjudul “Viral FPI Gelar Deklarasi di Bandung Barat” yang tayang di kanal Tribunjabar Video pada 8 September 2021, video berjudul “Massa Menuntut Pemprov Kaltim Tidak Bubarkan FPI” yang tayang di kanal CNN Indonesia pada 30 Januari 2017, dan video berjudul “DEKLARASI FRONT PERSATUAN ISLAM ( FPI ) KUNINGAN” yang tayang di kanal Bingkai Warta pada 4 Januari 2021. Dari ketiga video tersebut tidak ditemukan pernyataan Mendagri Tito Karnavian.
Adapun, artikel berita yang dibacakan dalam video ialah artikel berjudul “Seret Nama Mendagri Tito Karnavian, Ketua PA 212: FPI Baru Ini Harus Didukung” yang tayang di fajar.co.id pada 9 September 2021. Di dalam artikel tersebut juga tidak ditemukan pernyataan Tito Karnavian. Artikel itu hanya berisikan pernyataan Ketua Presidium Alumni 212 (PA 212) Aminudin atas terbentuknya Front Persaudaraan Islam yang menggantikan Front Pembela Islam atau FPI.
Berdasarkan hasil penelusuran tersebut, maka konten video dari kanal Sniper Politik masuk ke dalam kategori Konten yang Dimanipulasi.
Kesimpulan
Di dalam video tidak ada pernyataan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian seperti pada judul video dan thumbnails. Isi video berisikan suntingan sejumlah video dan pembacaan artikel berjudul “Seret Nama Mendagri Tito Karnavian, Ketua PA 212: FPI Baru Ini Harus Didukung” yang tayang di fajar.co.id pada 9 September 2021.
Rujukan
(GFD-2021-7614) [SALAH] Akun Instagram dan Loker PT. Hutama Karya
Sumber: Instagram.comTanggal publish: 29/09/2021
Berita
“@recruitment.hutamamarya
bit.ly/rekrutmen-hutamakarya”
bit.ly/rekrutmen-hutamakarya”
Hasil Cek Fakta
Sebuah akun Instagram palsu yang mengatasnamakan salah satu perseroan BUMN tersebar di masyarakat. Akun Instagram bernama @recruitmen.hutamakarya kemudian viral karena menawarkan lowongan pekerjaan di PT. Hutama Karya (Persero).
Namun setelah dilakukan pengecekan terhadap akun Instagram dan informasi lowongan pekerjaan PT. Hutama Karya, diketahui ternyata hal tersebut merupakan hoaks. Melansir dari artikel Liputan6.com, EVP of Corporate Secretary PT. Hutama Karya (Persero) Tjahjo Purnomo mengatakan, akun instagram @recruitment.hutamakarya merupakan akun palsu serta lowongan kerja tidak dapat dipertanggung jawabkan.
“Melalui klarifikasi ini, PT. Hutama Karya (Persero) bermaksud untuk memberikan penjelasan terkait dengan informasi yang tidak benar dan mengimbau untuk berhati-hati dalam menerima informasi terkait dengan proses rekrutmen perusahaan,” kata Tjahjo, di Jakarta, Jumat (24/9/2021).
Menurut Tjahjo, saat ini Hutama Karya memang sedang menyelenggarakan proses rekrutmen yang terdiri dari kategori Experienced Hire dengan batas pendaftaran 21 September 2021 & Post Graduate dengan batas pendaftaran 25 September 2021.
Seluruh proses rekrutmen tersebut hanya dilakukan melalui website rekrutmen.hutamakarya.com dan akun media sosial resmi Hutama Karya yakni di @hutamakarya serta dengan tidak memungut biaya apapun.
Jadi dapat disimpulkan, akun Instagram dan lowongan kerja diluar dari website resmi dan akun sosial resmi PT. Hutama Karya merupakan hoaks kategori misleading content atau konten menyesatkan.
Namun setelah dilakukan pengecekan terhadap akun Instagram dan informasi lowongan pekerjaan PT. Hutama Karya, diketahui ternyata hal tersebut merupakan hoaks. Melansir dari artikel Liputan6.com, EVP of Corporate Secretary PT. Hutama Karya (Persero) Tjahjo Purnomo mengatakan, akun instagram @recruitment.hutamakarya merupakan akun palsu serta lowongan kerja tidak dapat dipertanggung jawabkan.
“Melalui klarifikasi ini, PT. Hutama Karya (Persero) bermaksud untuk memberikan penjelasan terkait dengan informasi yang tidak benar dan mengimbau untuk berhati-hati dalam menerima informasi terkait dengan proses rekrutmen perusahaan,” kata Tjahjo, di Jakarta, Jumat (24/9/2021).
Menurut Tjahjo, saat ini Hutama Karya memang sedang menyelenggarakan proses rekrutmen yang terdiri dari kategori Experienced Hire dengan batas pendaftaran 21 September 2021 & Post Graduate dengan batas pendaftaran 25 September 2021.
Seluruh proses rekrutmen tersebut hanya dilakukan melalui website rekrutmen.hutamakarya.com dan akun media sosial resmi Hutama Karya yakni di @hutamakarya serta dengan tidak memungut biaya apapun.
Jadi dapat disimpulkan, akun Instagram dan lowongan kerja diluar dari website resmi dan akun sosial resmi PT. Hutama Karya merupakan hoaks kategori misleading content atau konten menyesatkan.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Gabriela Nauli Sinaga (Universitas Sumatera Utara)
Faktanya, akun Instagram dan lowongan kerja (loker) yang beredar bukan berasal dari PT. Hutama Karya (Persero).
Faktanya, akun Instagram dan lowongan kerja (loker) yang beredar bukan berasal dari PT. Hutama Karya (Persero).
Rujukan
Halaman: 5624/6946



