• (GFD-2023-12671) [SALAH] Indonesia Jadi Tampil di Piala Dunia U-20.

    Sumber: YOUTUBE
    Tanggal publish: 22/05/2023

    Berita

    “FIFA BERI KABAR GEMBIRA!! INDONESIA RESMI TAMPIL DI PIALA DUNIA U-20 – SUDAH KETUK PALU”

    Hasil Cek Fakta

    Sebuah channel Youtube bernama Kreator Bola pada 9 Mei 2023 lalu baru saja mengunggah sebuah video dengan klaim bahwa Indonesia akan tampil di Piala Dunia U-20.

    Setelah dilakukan pengamatan pada video, ternyata pada video tersebut si narator hanya membahas seputar permasalahan Indonesia yang dibatalkan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 yang membuat Indonesia gagal turut serta dalam ajang tersebut.

    Selanjutnya narator menjelaskan bahwa Argentina lah yang kemudian terpilih untuk menggantikan Indonesia. Sisa dari isi video tersebut hanya berisi tentang keluhan narator mengenai dicoretnya Indonesia di Piala Dunia U-20 oleh FIFA karena adanya konflik politik di dalamnya dan menyinggung soal Israel yang juga memiliki konflik politik namun tidak dicoret dari Piala Dunia U-20.

    Hingga akhir video tidak ada bukti penjelasan yang membenarkan klaim pada judul video bahwa Indonesia akan tampil di Piala Dunia U-20, hingga artikel ini dibuat Indonesia masih resmi dicoret dari Piala Dunia U-20 dan tidak ada informasi valid lainnya yang menyebutkan bahwa Indonesia batal dicoret FIFA dan akan tampil di Piala Dunia U-20.

    Kesimpulan

    Hasil periksa fakta Vendra Panji

    Dalam video tersebut narasi yang diucapkan oleh narator sama sekali berbeda dengan klaim pada judul dan thumbnail video, justru isi video hanya berisi ulasan mengenai dicoretnya Indonesia dari Piala Dunia U-20.

    Rujukan

  • (GFD-2023-12706) [SALAH] Video “JADI TERSANGKA ! GERAM DENGAN KELICIKAN SBY JOKOWI NEKAT LAKUKAN INI”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 22/05/2023

    Berita

    NARASI: * “C1ke4s Da1am Masa1ah Bes4r ! S-by Nang1s T4kut Di Pr0ses Hvkum !!” (di post).

    * “BBC NEWS RESMI JADI TERSANGKA ! GERAM DENGAN KELICIKAN SBY JOKOWI NEKAT LAKUKAN INI” (di gambar pratinjau/thumbnail).

    Hasil Cek Fakta

    SUMBER membagikan konten hasil MANIPULASI yang menimbulkan kesimpulan yang MENYESATKAN, FAKTA: isi video BUKAN tentang SBY menjadi tersangka. Selain berisi potongan-potongan video yang TIDAK berkaitan, video sebenarnya berisi pembacaan yang mentranskrip artikel dari situs yang memuat tulisan opini.

    Salah satu sumber yang sebelumnya membagikan video yang identik dengan konteks yang BENAR, KOMPASTV di YouTube pada 1 Jun 2019: “Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono Sabtu (1/6) malam ini memberikan penjelasan kepada media. SBY menjelaskan banyak hal yang dilakukan Ibu Ani jika sembuh dan pulang ke tanah air. SBY juga mengatakan terimakasih pada masyarakat Indonesia yang turut berbelasungkawa

    Artikel yang dibaca di video, SEWORD pada 13 Sep 2018: “Allahu Akbar, Allah Maha Besar! Akhirnya terbongkar! SBY itu pelaku konspirasi kejahatan besar. Perampok uang negara! Benar-benar perampok tanpa rasa prihatin kalau seperti ini. Masak, hanya demi rilis album hingga merampok uang negara? Sungguh ter-la-lu!

    Salah satu sumber video lainnya yang potongannya digunakan, Susilo Bambang Yudhoyono di YouTube pada 23 Mar 2018: “Keterangan Pers Bapak SBY terkait polemik perbedaan pendapat antara Amien Rais dan Luhut B. Panjaitan di Hotel Harper Purwakarta 21 Maret 2018

    Suar.ID pada 1 Jun 2019: “”Saya dan keluarga Insya Allah akan wujudkan mimpi-mimpi dan cita-cita Ibu Ani yang belum bisa diwujudkan,” ujar SBY. Ani tutup usia setelah berjuang melawan kanker darah di National University Hospital, Singapura, Sabtu pukul 11.50 waktu setempat

    KOMPAS.com pada 21 Mar 2018: “Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono angkat bicara terkait polemik yang terjadi antara Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional Amien Rais dan Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan.

    Kesimpulan

    MENYESATKAN, isi video BUKAN tentang SBY menjadi tersangka. FAKTA: selain berisi potongan-potongan video yang TIDAK berkaitan, video sebenarnya berisi pembacaan yang mentranskrip artikel dari situs yang memuat tulisan opini.

    Rujukan

  • (GFD-2023-12625) Cek Fakta: Tidak Benar Wanita dalam Video ini Jadi Khatib Salat Jumat di Ponpes Al Zaytun

    Sumber: liputan6.com
    Tanggal publish: 21/05/2023

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Sebuah video yang diklaim seorang wanita menjadi khatib saat Salat Jumat di Pondok Pesantren Al Zaytun, Indramayu, Jawa Barat beredar di media sosial. Video tersebut disebarkan salah satu channel YouTube pada 12 Mei 2023.
    Video berdurasi 1 menit itu memperlihatkan seorang wanita berbusana putih sedang berbicara di atas mimbar. Video itu kemudian dikaitkan dengan kabar seorang wanita menjadi khatib Salat Jumat di Ponpes Al Zaytun.
    "Viral Khutbah Jum'at Dipimpin Oleh Wanita Di ponpes Al-Zaytun," tulis salah satu channel YouTube.
    Konten yang disebarkan channel YouTube tersebut telah 26 ribu kali ditonton dan mendapat 134 komentar dari warganet.
    Benarkah dalam video itu seorang wanita memimpin khutbah saat solat jumat di Pondok Pesantren Al Zaytun, Indramayu, Jawa Barat? Berikut penelusurannya.
     

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri video yang diklaim seorang wanita memimpin khutbah saat solat jumat di Pondok Pesantren Al Zaytun, Indramayu, Jawa Barat.
    Penelusuran dilakukan dengan memasukkan kata kunci "wanita jadi khatib sholat" di kolom pencarian situs berbagi video YouTube. Hasilnya terdapat video klarifikasi terkait video wanita yang diklaim menjadi khatib salat Jumat tersebut.
    Video itu berjudul "KLARIFIKASI Video Wanita Jadi Khatib Sholat Ied! Awas, Begini Penjelasannya!" yang dimuat channel YouTube Arek Pati pada 29 April 2023 lalu.
    "Video mengundang beragam pro dan kontra dari netizen. Lantas jadi Pertanyaan apakah ada kaitannya dengan Al zaytun?
    Maka di video ini kami luruskan agar tidak terjadi kesalahpahaman Dimata Masyakat.
    Setelah kami telusuri rupanya lokasinya di masjid Agung Baitul Hikmah Kaltim. Wanita tersebut rupanya tidak memberikan khutbah melainkan hanya memberikan sambutan
    Bupati Berau, Hj. Sri Juniarsih Mas bersama Forkopimda Berau menunaikan Shalat IdulFitri 1 Syawal 1444 Hijriah, di Masjid Agung Baitul Hikmah, Sabtu (22/4/2023).
    Pelaksanaan Shalat Ied Turut Hadir Wakil Bupati Berau, H. Gamalis Ketua DPRD, Madri Pani, Pejabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) H.Agus Wahyudi, Asisten I Setda Berau, M. Hendratno sejumlah kepala perangkat daerah dan masyarakat Berau secara umum yang hadir sejak 06.30 WIB.
    Edukasi terhadap fakta itu penting maka video ini mengedukasi Masya agar tidak gampang termakan terhadap berita yang tidak jelas.
    video ini juga kami jelaskan bahwa alumni Al zaytun memberikan surat terbuka kepada pesantrennya bahwa apa yang dilakukannya saat sholat Ied itu tidak mewakili alumni Al Zaitun," tulis channel YouTube Arek Pati.
    Ternyata wanita dalam video itu merupakan Bupati Berau Sri Juniarsih Mas. Pada video itu, Sri Juniarsih sedang memberikan sambutan sebelum pelaksanaan Salat Idul Fitri 1444 H di Masjid Agung Baitul Hikmah Kaltim.
    Informasi ini dikutip dari artikel berjudul "Pemkab Klarifikasi Soal Video Sambutan Bupati Berau yang Viral di Medsos" yang dimuat situs kaltimtoday.co pada 4 Mei 2023.
    Kaltimtoday.co, Berau - Video Bupati Berau Sri Juniarsih Mas saat memberikan sambutan pada lebaran Idulfitri 1444 H lalu viral di media sosial.
    Video singkat itu menjadi buah bibir di kalangan masyarakat karena si pengunggah menulis caption yang tidak sesuai dengan kebenarannya atau menyebarkan hoaks.
    Video berdurasi 2.50 detik itu dengan jelas menunjukkan posisi Bupati Berau saat sedang memberikan sambutan. Tetapi caption yang dicantumkan pada video adalah “Di Kabupaten Berau, Khotib Wanita”. Faktanya, Sri Juniarsih sedang membacakan sambutan sesaat sebelum salat Ied dimulai.
    Agar tak semakin meluas dan menjadi bomerang, Pemkab Berau melalui Diskominfo Berau melakukan konferensi pers pada Kamis (4/5/2023), bersama Asisten I Setkab Berau Hendratno, Kasubbag TU Kemenag Berau H Rahman Duka, bagian hukum Setkab Berau dan Ketua Pengurus Masjid Agung Baitul Hikmah, Kafrawi.
    Pada kesempatan itu, Kasubbag TU Kemenag Berau Rahman Duka memberikan klarifikasi bahwa apa yang dibacakan oleh Bupati Berau Sri Juniarsih saat salat Ied 1444 H lalu bukanlah khutbah, melainkan sambutan bupati, yang biasa dibacakan saat momen lebaran dan itu selalu dilakukan oleh setiap kepala daerah.
    "Saat lebaran memang biasa setiap kepala daerah membacakan sambutan. Hal itu sekaligus sebagai ucapan selamat Idulfitri kepada masyarakat," ungkapnya.
    Sementara Asisten I setkab Berau, Hendratno menjelaskan, dalam video yang aslinya, direkam dan diunggah di platform sosial media si perekam tidak pernah menyebutkan jika Bupati sedang berkhutbah. Bahkan, dalam video asli yang diunggah juga tidak menuliskan caption apapun, melainkan hanya tag #BupatiBerau.
    “Sudah coba ditelusuri dan ternyata dari si pemilik video asli tidak pernah mencantumkan caption apapun. Namun, yang beredar luas hingga viral adalah repost atau unggahan ulang akun lain yang ditambahkan caption seolah-olah sedang berkhutbah,” kata Hendratno.
    Ketua Pengurus Masjid Agung Baitul Hikmah, Kafrawi menambahkan, apa yang dilakukan Bupati Berau Sri Juniarsih sudah biasa dilakukan bagi seorang kepala daerah. Bahkan, mimbar tempat memberikan sambutan juga bukan mimbar untuk berkhutbah, melainkan mimbar milik pemkab yang khusus untuk kepala daerah membacakan sambutannya.
    “Setiap salat Ied selalu ada sambutan oleh kepala daerah, yang mana kebetulan saat ini Bupati Berau adalah seorang wanita. Sedangkan Bupati Berau sebelumnya adalah laki-laki. Tapi saya menegaskan jika itu adalah sambutan, bukan khutbah. Mimbar yang digunakan juga bukan mimbar masjid untuk berkhutbah,” tambah Kafrawi.
    Meskipun sudah jelas melanggar UU ITE, sampai saat ini Bupati Berau Sri Juniarsih belum mengambil langkah hukum. Pihaknya masih menunggu itikad baik dari si pengunggah ulang video untuk meluruskan maksud dari video tersebut. Pihaknya pun sudah melakukan komunikasi dengan si pengunggah video.
     

    Kesimpulan


    Video yang diklaim seorang wanita menjadi khatib saat Salat Jumat di Pondok Pesantren Al Zaytun, Indramayu, Jawa Barat ternyata tidak benar. Faktanya, wanita dalam video bukan sedang memberikan khutbah Salat Jumat di Ponpres Al Zaytun.
    Video itu merupakan kegiatan Bupati Berau Sri Juniarsih saat memberikan sambutan sebelum pelaksanaan Salat Idul Fitri 1444 H di Masjid Agung Baitul Hikmah, Kaltim.
     

    Rujukan

  • (GFD-2023-12763) [SALAH] Mahfud MD Lantik Ahok jadi Ketua TPPU

    Sumber: Youtube
    Tanggal publish: 21/05/2023

    Berita

    Channel YouTube PILIHAN RAKYAT (https://www.youtube.com/@PILAR_144) pada 2 Mei 2023 mengunggah video dengan judul yang mengklaim bahwa Menkopolhukam RI, Mahfud MD, melantik Basuki Tjahja Purnama atau Ahok sebagai Ketua Pansus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Pansus ini nantinya akan menindaklanjuti transaksi janggal senilai 349 triliun dengan melakukan analisa atas Laporan Hasil Analisa (LHA) dan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) yang telah dihimpun PPATK sejak 2009 hingga 2023.

    Hasil Cek Fakta

    Setelah dilakukan penelusuran, faktanya tidak ada pemberitaan resmi dan bukti valid terkait klaim seperti yang disebutkan pada unggahan. Selain itu, berbagai video yang ditampilkan pada unggahan tersebut nyatanya berasal dari beberapa sumber yang tidak berkaitan.

    Pertama, pada menit 00:35 terdapat video wawancara dengan pakar TPPU, Yenti Garnasih, yang sedang menjelaskan mengenai kasus tindak pidana pasar modal yang melibatkan CEO Jouska, Aakyar Abyasa Fidzuno.

    Kedua, pada menit 04:04 terdapat video Ahok yang kala itu menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Dalam video tersebut, nyatanya Ahok sedang menegaskan upaya pemberantasan korupsi yang dimulai dengan pembuktian harta terbalik.

    Terakhir, pada menit 06:45 terdapat video konferensi pers Mahfud MD terkait transaksi janggal sebesar 300 triliun dalam Kementerian Keuangan yang ia sebut sebagai indikasi pencucian uang.

    Dengan demikian, informasi yang disebarluaskan oleh PILIHAN RAKYAT merupakan konten yang dimanipulasi.

    Kesimpulan

    Unggahan video dengan judul yang mengklaim bahwa Mahfud MD melantik Ahok sebagai Ketua TPPU merupakan konten yang dimanipulasi. Faktanya, tidak ada pemberitaan resmi terkait klaim tersebut dan video yang digunakan dalam unggahan berasal dari beberapa sumber yang tidak berkaitan.

    Rujukan