Akun Youtube Kabar News (https://youtube.com/@kabarnews672) pada tanggal 25 Mei 2023 mengunggah sebuah video dengan suami Puan Maharani dijemput aparat karena sekongkol dengan Johnny G Plate. Faktanya hingga berita ini dibuat tidak ada bukti yang valid terkait penangkapan Happy Hapsoro, suami Puan Maharani.
Video berdurasi 8 menit tersebut, tidak ada narasi yang mengatakan bahwa telah terjadi penangkapan suami Puan Maharani karena terbukti sekongkol dengan Johnny Plate. Video tersebut membahas nama-nama tokoh yang diduga ikut terlibat dalam kasus korupsi BTS.
(GFD-2023-12760) [SALAH] Suami Puan Maharani Dijemput Aparat, Terbukti Sekongkol Dengan Johnny G Plate
Sumber: YoutubeTanggal publish: 28/05/2023
Berita
Hasil Cek Fakta
Setelah dilakukan penelusuran, video dalam unggahan tersebut sangat identik dengan video unggahan kanal Youtube @KOMPASTV dengan judul “Johnny G Plate Ditahan, Begini Komentar Surya Paloh” dan diupload 18 Mei 2023 lalu. Lebih lanjut, narator hanya membacakan narasi salah satu artikel berita milik wartaekonomi.co.id tentang keterlibatan tokoh-tokoh politik yang diduga korupsi BTS dengan Johnny G Plate. Sehingga dapat disimpulkan video unggahan di atas adalah konten yang menyesatkan.
Kesimpulan
Unggahan video dengan klaim bahwa suami Puan Maharani dijemput paksa aparat karena terbukti sekongkol dengan Johnny G Plate adalah konten yang menyesatkan. Faktanya tidak ada bukti yang valid terkait hal tersebut.
Rujukan
- http[1]
- https://wartaekonomi.co.id/read500681/tersebar-pesan-whatsapp-nama-nama-tokoh-politik-yang-diduga-korupsi-bts-bersama-johnny-g-plate-salah-satunya-nama-suami-puan-maharani?page=1 [2]
- https://metro.suara.com/read/2023/05/25/111946/cek-fakta-suami-puan-maharani-diciduk-polisi-diduga-terlibat-kasus-korupsi-bts-4g#:~:text=Suami%20dari%20Ketua%20DPR%20RI,diunggah%20pada%2024%20Mei%202023. [3]
- https://youtu.be/yXQbJzSfuto
(GFD-2023-12765) [SALAH] Jusuf Kalla Dijemput Paksa Aparat
Sumber: YoutubeTanggal publish: 28/05/2023
Berita
Channel YouTube Kabar News (https://www.youtube.com/@kabarnews672) pada 16 Mei 2023 mengunggah video dengan judul yang mengklaim bahwa mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, dijemput paksa oleh aparat kepolisian terkait dugaan kasus korupsi yang merugikan negara sebesar 35 triliun.
Hasil Cek Fakta
Setelah dilakukan penelusuran, faktanya judul pada unggahan tersebut tidak sesuai dengan isi dan narasi dalam video.
Pada kenyataannya, video tersebut hanya memberitakan mengenai kasus kondensat PT Trans Pacific Petrochemical Indonesia (TPPI) yang melibatkan mantan Kepala BP Migas, Raden Priyono, sebagai terdakwa atas kasus korupsi sebesar Rp 37,8 triliun (kurs Rp 14 ribu). Namun, Raden tidak menerima tuduhan tersebut karena ia merasa hanya menjalankan kebijakan negara atas perintah Jusuf Kalla atau JK yang kala itu menjabat sebagai Wapres. Raden juga menyatakan bahwa ia tidak mengambil uang sepeser pun dari kebijakan negara tersebut.
Diketahui bahwa dalam kasus tersebut, JK turut menjadi saksi yang meringankan untuk terdakwa. Kendati demikian, JK tidak diperiksa oleh penyidik karena kesalahan dalam kasus tersebut dinilai tidak terletak pada kebijakannya sebagai Wapres, melainkan kesalahan pada PT TPPI dan SKK Migas yang tidak menjalankan kebijakan. Selain itu, sepanjang video pun narator tidak menyebutkan mengenai penjemputan paksa aparat kepolisian terhadap JK seperti yang tertera pada judul unggahan.
Dengan demikian, informasi yang disebarluaskan oleh channel YouTube Kabar News merupakan konten dengan koneksi yang salah.
Pada kenyataannya, video tersebut hanya memberitakan mengenai kasus kondensat PT Trans Pacific Petrochemical Indonesia (TPPI) yang melibatkan mantan Kepala BP Migas, Raden Priyono, sebagai terdakwa atas kasus korupsi sebesar Rp 37,8 triliun (kurs Rp 14 ribu). Namun, Raden tidak menerima tuduhan tersebut karena ia merasa hanya menjalankan kebijakan negara atas perintah Jusuf Kalla atau JK yang kala itu menjabat sebagai Wapres. Raden juga menyatakan bahwa ia tidak mengambil uang sepeser pun dari kebijakan negara tersebut.
Diketahui bahwa dalam kasus tersebut, JK turut menjadi saksi yang meringankan untuk terdakwa. Kendati demikian, JK tidak diperiksa oleh penyidik karena kesalahan dalam kasus tersebut dinilai tidak terletak pada kebijakannya sebagai Wapres, melainkan kesalahan pada PT TPPI dan SKK Migas yang tidak menjalankan kebijakan. Selain itu, sepanjang video pun narator tidak menyebutkan mengenai penjemputan paksa aparat kepolisian terhadap JK seperti yang tertera pada judul unggahan.
Dengan demikian, informasi yang disebarluaskan oleh channel YouTube Kabar News merupakan konten dengan koneksi yang salah.
Kesimpulan
Unggahan video dengan judul yang mengklaim bahwa Jusuf Kalla dijemput paksa oleh aparat terkait kasus korupsi sebesar 35 triliun merupakan konten dengan koneksi yang salah. Faktanya, judul pada unggahan tersebut tidak sesuai dengan isi dan narasi dalam video.
Rujukan
- https://news.detik.com/berita/d-4914710/dituduh-korupsi-rp-37-triliun-raden-sebut-jk-dan-ngaku-tak-dapat-sepeser-pun
- https://news.detik.com/berita/d-4916399/geger-terdakwa-korupsi-rp-37-triliun-bawa-bawa-nama-jk
- https://nasional.kompas.com/read/2020/05/14/13584041/jusuf-kalla-jadi-saksi-dalam-kasus-dugaan-korupsi-kondensat-tppi
- https://www.liputan6.com/news/read/4273775/eks-kepala-bp-migas-raden-priyono-dituntut-12-tahun-penjara
(GFD-2023-12650) [SALAH] JHONNY G PLATE NGAKU SEMUA DANA NGALIR KE PARTAI NASDEM, ATAS PERINTAH ANIES
Sumber: YoutubeTanggal publish: 27/05/2023
Berita
Akun Youtube Kabar news mengunggah video dengan judul: “GEMPAR MALAM INI || JHONNY G PLATE NGAKU SEMUA DANA NGALIR KE PARTAI NASDEM, ATAS PERINTAH ANIES” pada tanggal 25 Mei 2023. Video tersebut menunjukkan tumbnail Jhonny G Plate dan Anies Baswedan yang ditangkap KPK dengan tulisan berisi narasi: “ANIES TERIMS 10 T PERBULAN, JHONNY PLATE NGAKU SEMUA DANA MENGALIR PD NASDEM”.
Hasil Cek Fakta
Video pertama yang dicuplik adalah video yang identik dengan liputan Kompas.com yang diunggah pada akun Youtubenya pada tanggal 17 Mei 2023 dengan judul: “Peran Jhonny G Plate di Dugaan Korupsi BTS Bakti Kominfo”.
Video kedua yang dicuplik adalah video pidato Anies Baswedan saat kegiatan deklarasi pengukuhan relawan Anies yang diunggah oleh akun Youtube METRO TV pada tanggal 7 Mei 2023 dengan judul: “Pidato Anies Baswedan, Gagasan untuk Indonesia Lebih Baik”.
Video ketiga yang dicuplik adalah video Johnny G Plate yang memberikan pernyataan kepada wartawan usai diperiksa oleh Kejaksaan Agung pada 15 Maret 2023 atas kasus koripsi pengadaan BTS Four G dan paket Bakti Kemen-Kominfo.
Video lain yang dicuplik adalah video pernyataan dari Surya Paloh atas Penahanan Jhonny G Plate yang diliput oleh KOMPASTV pada tanggal 17 Mei 2023.
Hasil penelusuran menunjukkan bahwa foto tumbnail dan video yang diunggah merupakan hasil editan disertai dengan narasi yang menyesatkan. Tidak ditemukan informasi aliran dana korupsi Jhonny G Plate ke partai Nasdem atas perintah Anies Baswedan seperti yang dinarasikan dalam video.
Video kedua yang dicuplik adalah video pidato Anies Baswedan saat kegiatan deklarasi pengukuhan relawan Anies yang diunggah oleh akun Youtube METRO TV pada tanggal 7 Mei 2023 dengan judul: “Pidato Anies Baswedan, Gagasan untuk Indonesia Lebih Baik”.
Video ketiga yang dicuplik adalah video Johnny G Plate yang memberikan pernyataan kepada wartawan usai diperiksa oleh Kejaksaan Agung pada 15 Maret 2023 atas kasus koripsi pengadaan BTS Four G dan paket Bakti Kemen-Kominfo.
Video lain yang dicuplik adalah video pernyataan dari Surya Paloh atas Penahanan Jhonny G Plate yang diliput oleh KOMPASTV pada tanggal 17 Mei 2023.
Hasil penelusuran menunjukkan bahwa foto tumbnail dan video yang diunggah merupakan hasil editan disertai dengan narasi yang menyesatkan. Tidak ditemukan informasi aliran dana korupsi Jhonny G Plate ke partai Nasdem atas perintah Anies Baswedan seperti yang dinarasikan dalam video.
Kesimpulan
Konten yang dimanipulasi. Hasil penelusuran menunjukkan bahwa foto tumbnail dan video yang diunggah merupakan hasil editan disertai dengan narasi yang menyesatkan. Tidak ditemukan informasi aliran dana korupsi Jhonny G Plate ke partai Nasdem atas perintah Anies Baswedan.
Rujukan
(GFD-2023-12651) [SALAH] Siap Perang Dingin Istana GONJANG-GANJING! Makruf Amin & Seluruh Warga Nu Kawal Anies Pilpres!!
Sumber: YoutubeTanggal publish: 27/05/2023
Berita
Akun Youtube LIDAH RAKYAT mengunggah video dengan judul: “Siap Perang Dingin Istana GONJANG-GANJING! Makruf Amin & Seluruh Warga Nu Kawal Anies Pilpres!! ” pada tanggal 3 Mei 2023. Video tersebut menunjukkan tumbnail dengan gambar Ma’ruf Amin bersama Anies Baswedan beserta narasi yang bertuliskan: “SIAP PERANG MELAWAN JOKOWI, MA’RUF AMIN BEDA PILIHAN, KAWAL ANIES BERSAMA SELURUH WARGA NU”.
Hasil Cek Fakta
Hasil penelusuran menunjukkan bahwa gambar Ma’ruf Amin dan Anies Baswedan sebenarnya merupakan gambar saat Ma’ruf Amin memberikan penghargaan kepada Anies Baswedan pada kegiatan APRESIASI DAN PENGANUGERAHAN ZONA INTEGRITAS MENNUJU WBK/MBBWM 2019 yang diselenggarakan di pada 10 Desember 2019. Kegiatan tersebut disiarkan secara langsung melalui akun Youtube rbkunwas. Sedangkan video merupakan hasil editan kumpulan beberapa video yang diberi narasi yang menyesatkan.
Video pertama yang dicuplik adalah video Anies Baswedan saat bertemu dengan Ma’ruf Amin untuk menyampaikan undangan pernikahan putrinya. Pertemuan tersebut diliput oleh akun Youtube IDX CHANNEL pada tanggal 26 Juli 2022 dengan judul: “Sampaikan Undangan Pernikahan Putrinya, Anies Baswedan Bertemu Wapres Ma’ruf Amin”.
Video lain yang dicuplik adalah video keterangan pers Presiden Joko Widodo terkait tragedi sepak bola di Malang, 2 Oktober 2022 yang diunggah di akun Youtube Sekretariat Presiden.
Tidak ada informasi valid mengenai perang dingin antara Ma’ruf Amin dan Jokowi karena berbeda pilihan. Tidak ditemukan juga bukti valid mengenai Ma’ruf Amin dan seluruh warga NU mengawal Anies. Sehingga informasi yang disampaikan dalam video merupakan informasi yang menyesatkan.
Video pertama yang dicuplik adalah video Anies Baswedan saat bertemu dengan Ma’ruf Amin untuk menyampaikan undangan pernikahan putrinya. Pertemuan tersebut diliput oleh akun Youtube IDX CHANNEL pada tanggal 26 Juli 2022 dengan judul: “Sampaikan Undangan Pernikahan Putrinya, Anies Baswedan Bertemu Wapres Ma’ruf Amin”.
Video lain yang dicuplik adalah video keterangan pers Presiden Joko Widodo terkait tragedi sepak bola di Malang, 2 Oktober 2022 yang diunggah di akun Youtube Sekretariat Presiden.
Tidak ada informasi valid mengenai perang dingin antara Ma’ruf Amin dan Jokowi karena berbeda pilihan. Tidak ditemukan juga bukti valid mengenai Ma’ruf Amin dan seluruh warga NU mengawal Anies. Sehingga informasi yang disampaikan dalam video merupakan informasi yang menyesatkan.
Kesimpulan
Konten yang dimanipulasi. Tidak ada informasi valid mengenai perang dingin antara Ma’ruf Amin dan Jokowi karena berbeda pilihan. Tidak ditemukan juga bukti valid mengenai Ma’ruf Amin dan seluruh warga NU mengawal Anies.
Rujukan
Halaman: 5513/8116



