(GFD-2023-12776) Cek Fakta: Tidak Benar Produk Makanan Berlabel Apeel Sangat Berbahaya Penuh Bahan Kimia dari Rekayasa Genetik
Sumber: liputan6.comTanggal publish: 02/06/2023
Berita
Liputan6.com, Jakarta- Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim produk makanan berlabel Apeel sangat berbahaya penuh bahan kimia dari rekayasa genetik. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 6 Mei 2023.
Unggahan klaim produk makanan berlabel Apeel sangat berbahaya penuh bahan kimia dari rekayasa genetik tersebut menampilkan sebuah foto benda berlabel "Apeel" disrtai dengan barcode dan tulisan "PRODUCTION OF MEXICO", angka "4225".
Foto tersebut diberi keterangan sebagai berikut.
"Bagi yang suka berbelanja di supermarket,selalu teliti sebelum membeli ,jika nemu produk berlabel APEEL ,itu produk milik Bill Gates ,sangat berbahaya,penuh dengan bahan kimia dan berasal dari hasil rekayasa genetik ,GMO".
Benarkah klaim produk makanan berlabel Apeel sangat berbahaya penuh bahan kimia dari rekayasa genetik? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim produk makanan berlabel Apeel sangat berbahaya penuh bahan kimia dari rekayasa genetik menggunakan Google Search dengan kata kunci 'a product labeled APEEL owned by Bill Gates is very dangerous'. Penelusuran mengarah pada artikel berjudul "Fact Check-Compounds in Apeel’s edible food coating deemed safe by FDA" yang dimuat situs reuters.com, pada 5 Mei 2023.
Situs reuters.com Lauren Sweeney, wakil presiden operasi pemasaran dan strategi komersial di Apeel Sciences mengatakan, lapisan tersebut “sangat aman dan dimaksudkan untuk dikonsumsi sebagai bagian dari lapisan pelindung ekstra pada buah dan sayuran favorit Anda.”
Produknya, Edipeel, digambarkan sebagai cara untuk memperpanjang kesegaran produk dan sebagai “lapisan pascapanen yang dapat dimakan”
“Apeel mengandung mono dan digliserida, yang merupakan senyawa yang sama yang ditemukan dalam minyak zaitun dan minyak kelapa,” katanya.
“Lapisan pelindung nabati Apeel terbuat dari bahan yang secara alami ada di kulit, biji, dan daging buah dan sayuran yang biasa kita konsumsi.”
Sweeney mengatakan keamanan senyawa ini telah diverifikasi oleh otoritas pengawas termasuk Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA), Kesehatan Kanada, dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Walter Willett, seorang profesor epidemiologi dan nutrisi di Harvard T.H. Sekolah Kesehatan Masyarakat Chan, mengatakan monogliserida dan digliserida tidak beracun atau memprihatinkan.
"Ini hanya lemak yang dicerna sebagian yang kita dapatkan dari makanan kita atau yang dibuat tubuh kita dari karbohidrat atau protein," katanya. "Tubuh kita membuat ini dalam jumlah besar sebagai bagian dari pencernaan normal."
Monogliserida dan digliserida dalam Edipeel seperti menambahkan lapisan tipis lemak, katanya, dan tidak akan berdampak negatif bagi kesehatan bila digunakan dengan cara ini. "Apeel mengatakan mereka menggunakan sumber tumbuhan alami, yang seharusnya baik-baik saja, dan jumlah yang mereka gunakan akan sedikit," kata Willett.
Terkait dengan klaim kepemilikan produk oleh Bill Gates, berlawanan dengan beberapa posting online, Bill Gates bukanlah pendiri Apeel Sciences, kata juru bicara Bill & Melinda Gates Foundation (BMGF).
Kesimpulan
Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim produk makanan berlabel Apeel sangat berbahaya penuh bahan kimia dari rekayasa genetik tidak benar.
Lapisan pada produk tersebut sangat aman dan dimaksudkan untuk dikonsumsi sebagai bagian dari lapisan pelindung ekstra pada buah dan sayuran.
(GFD-2023-12784) [SALAH] Gambar Baliho PDIP Tidak Butuh Suara Umat Islam
Sumber: FacebookTanggal publish: 02/06/2023
Berita
“PDI-P TIDAK BUTUH SUARA UMAT ISLAM
KETUM pdi-p megawati soekarno putri”
KETUM pdi-p megawati soekarno putri”
Hasil Cek Fakta
Akun Facebook Suriadin memposting sebuah gambar baliho PDIP. Pada baliho tersebut nampak narasi PDIP yang tidak butuh suara umat Islam. Postingan tersebut diunggah pada 1 Juni 2023.
Setelah ditelusuri menggunakan kata kunci “baliho PDI-P tidak butuh suara umat Islam” ditemukan hasil bahwa hal tersebut merupakan hoaks lama yang kembali beredar. Hal tersebut berdasarkan artikel periksa fakta yang dimuat pada April 2022 pada website turnbackhoax.id. Baliho tersebut merupakan hasil suntingan, yang mana gambar asli diunggah oleh akun Facebook Turiesno Aris pada 11 November 2017. Baliho yang asli berisi narasi pesan istri kepada suami untuk mencari rezeki yang halal.
Dengan demikian gambar baliho PDIP tidak butuh suara umat Islam merupakan hasil suntingan. Gambar baliho yang asli berisi pesan istri kepada suami untuk mencari nafkah yang halal, sehingga masuk dalam kategori konten yang dimanipulasi.
Setelah ditelusuri menggunakan kata kunci “baliho PDI-P tidak butuh suara umat Islam” ditemukan hasil bahwa hal tersebut merupakan hoaks lama yang kembali beredar. Hal tersebut berdasarkan artikel periksa fakta yang dimuat pada April 2022 pada website turnbackhoax.id. Baliho tersebut merupakan hasil suntingan, yang mana gambar asli diunggah oleh akun Facebook Turiesno Aris pada 11 November 2017. Baliho yang asli berisi narasi pesan istri kepada suami untuk mencari rezeki yang halal.
Dengan demikian gambar baliho PDIP tidak butuh suara umat Islam merupakan hasil suntingan. Gambar baliho yang asli berisi pesan istri kepada suami untuk mencari nafkah yang halal, sehingga masuk dalam kategori konten yang dimanipulasi.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Luthfiyah OJ (UIN Raden Mas Said Surakarta).
Gambar tersebut merupakan hasil suntingan. Faktanya, gambar baliho yang asli berisi pesan istri kepada suami untuk mencari nafkah yang halal dan merupakan hoaks lama yang kembali beredar.
Selengkapnya pada bagian penjelasan.
Gambar tersebut merupakan hasil suntingan. Faktanya, gambar baliho yang asli berisi pesan istri kepada suami untuk mencari nafkah yang halal dan merupakan hoaks lama yang kembali beredar.
Selengkapnya pada bagian penjelasan.
Rujukan
(GFD-2023-12785) [SALAH] Video “SELALU TEBAR FITNAH, JOKOWI HAJAR ANIES DAN SBY DENGAN CARA INI”
Sumber: FacebookTanggal publish: 02/06/2023
Berita
“MENGEJUTKAN..! ANIES DAN SBY PANIK JURUS TEBAR FITNAH BERUJUNG PETAKA” (di gambar pratinjau).
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan 7 Jenis Mis- dan Disinformasi oleh First Draft News, termasuk “Konten yang Menyesatkan: Penggunaan informasi yang sesat untuk membingkai sebuah isu atau individu”. [1]
SUMBER membagikan konten yang MENYESATKAN. FAKTA: isi video TIDAK berkaitan dengan judul dan deskripsi, video sebenarnya berisi pembacaan artikel berita dan potongan-potongan video dari peristiwa yang konteksnya TIDAK berkaitan.
Artikel yang dibaca di video, KOMPAS.com pada 30 Mei 2023: “”Terkait penjelasan tentang cawe-cawe untuk negara dalam pemilu, konteksnya adalah, Presiden ingin memastikan Pemilu serentak 2024 dapat berlangsung secara demokratis, jujur dan adil,” ujar Bey saat dikonfirmasi Kompas.com, Senin malam. …” [2]
Salah satu sumber dengan konteks informasi yang BENAR yang segmen videonya identik dengan potongan video yang digunakan oleh SUMBER, Kompas.com di YouTube pada 2 Mei 2023: “#JernihkanHarapan Ketua umum partai-partai politik pendukung pemerintah dijadwalkan bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (2/5/2023) pukul 19.00 WIB malam nanti. …” [3]
SUMBER membagikan konten yang MENYESATKAN. FAKTA: isi video TIDAK berkaitan dengan judul dan deskripsi, video sebenarnya berisi pembacaan artikel berita dan potongan-potongan video dari peristiwa yang konteksnya TIDAK berkaitan.
Artikel yang dibaca di video, KOMPAS.com pada 30 Mei 2023: “”Terkait penjelasan tentang cawe-cawe untuk negara dalam pemilu, konteksnya adalah, Presiden ingin memastikan Pemilu serentak 2024 dapat berlangsung secara demokratis, jujur dan adil,” ujar Bey saat dikonfirmasi Kompas.com, Senin malam. …” [2]
Salah satu sumber dengan konteks informasi yang BENAR yang segmen videonya identik dengan potongan video yang digunakan oleh SUMBER, Kompas.com di YouTube pada 2 Mei 2023: “#JernihkanHarapan Ketua umum partai-partai politik pendukung pemerintah dijadwalkan bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (2/5/2023) pukul 19.00 WIB malam nanti. …” [3]
Kesimpulan
MENYESATKAN, isi video TIDAK berkaitan dengan judul dan deskripsi. FAKTA: video sebenarnya berisi pembacaan artikel berita dan potongan-potongan video dari peristiwa yang konteksnya TIDAK berkaitan.
Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.
Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.
Rujukan
- http[1] firstdraftnews.org: “Memahami gangguan informasi” (Google Translate),
- https://bit.ly/3wHx0lO /
- https://archive.ph/iCp3w (arsip cadangan). [2] kompas.com: “Penjelasan Istana soal Cawe-cawe yang Dimaksud Presiden Jokowi”,
- https://bit.ly/42jDipC /
- https://archive.ph/Xg0SI (arsip cadangan). [3] youtube.com: “Malam Ini, Jokowi Kumpulkan Ketum Parpol Koalisi Pemerintah di Istana, Ada Apa?”,
- https://bit.ly/3N3oXt7 /
- https://archive.ph/CdLU1 (arsip cadangan). [4] google.com,
- https://bit.ly/3MLqylZ /
- https://archive.ph/xSSBw (arsip cadangan). [5] google.com,
- https://bit.ly/43iXUzB /
- https://archive.ph/WUKSa (arsip cadangan).
(GFD-2023-12751) Cek Fakta: Hoaks Foto Anies Baswedan Membaca Buku Berjudul "Rahasia Menyimpan Pohon Mahoni"
Sumber: liputan6.comTanggal publish: 01/06/2023
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial postingan foto yang mengklaim Anies Baswedan sedang membaca buku berjudul "Rahasia Menyimpan Pohon Mahoni". Postingan itu beredar sejak beberapa waktu lalu.
Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 17 Mei 2023.
Dalam postingannya terdapat foto Anies Baswedan sedang memegang buku "Rahasia Menyimpan Pohon Mahoni". Postingan tersebut disertai narasi:
"Tiga Misteri di Dunia yang sampai saat ini belum terpecahkan..
1.UFO
2.Segitia Bermuda
3. Pohon Mahoni monas"
Lalu benarkah postingan foto yang mengklaim Anies Baswedan sedang membaca buku berjudul "Rahasia Menyimpan Pohon Mahoni"?
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dan menemukan foto yang identik dengan postingan. Foto itu diunggah Anies Baswedan dalam akun Instagramnya, @aniesbaswedan yang sudah bercentang biru atau terverifikasi.
Namun dalam foto asli, buku yang dibaca berjudul "How Democracies Die". Postingan itu disertai narasi "Selamat pagi semua. Selamat menikmati Minggu pagi."
Berikut postingan asli foto tersebut:
Kesimpulan
Postingan foto yang mengklaim Anies Baswedan sedang membaca buku berjudul "Rahasia Menyimpan Pohon Mahoni" adalah tidak benar. Faktanya foto dalam postingan tersebut telah disunting.
Rujukan
Halaman: 5494/8117
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4451115/original/052957600_1685703799-logo_appel.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4449301/original/088180400_1685582419-cek_fakta_buku.jpg)