(GFD-2023-12783) Cek Fakta: Tidak Benar Klaim Pembagian Dana Bantuan Rp 25 Juta dari BPJS
Sumber: liputan6.comTanggal publish: 06/06/2023
Berita
Liputan6.com, Jakarta- Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim pembagian dana bantuan Rp 25 juta dari BPJS, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 5 April 2023.
Unggahan klaim pembagian dana bantuan Rp 25 juta dari BPJS berupa tulisan sebagai berikut.
"Terima kasih telah menghubungi BPJS INDONESIA..??
Selamat Anda Terpilih.!!!
Selaku Penerima Dana Bantuan BPJS(PIN Locked Anda *25SD47* )Terdaftar Di Kantor BPJS Indonesia Jakarta Pusat. Menerima Dana Bantuan 25jt Urutan Ke - 7
Sebelum Dana Bantuan Di Cairkan Mohon Di Lengkapi Berkas Anda Sesuai Prosedur di kantor BPJS Pusat.
*SYARAT & KETENTUAN WAJIB DI ISI DENGAN LENGKAP SESUAI DATA IDENTITAS ANDA??*
*➀* _Nama Lengkap :_
*➁* _No Induk KTP :_
*➂* _Tempat/Tgl Lahir :_
*➃* _Jenis Kelamin :_
*➄* _Alamat Lengkap :_
*⇒* _Kel/Desa :_
*⇒* _Kecamatan :_
*⇒* _Kabupaten :_
*⇒* _Provinsi :_
*⇒* _Pekerjaan :_
*II. DATA REKENING TABUNGAN*
*➅* _Nama Bank :_
*➆* _Nomor Rekening :_
*➇*_ Nama Pemilik Rekening :
*➈*_Cabang Bank :_
*III. SYARAT KIRIM FOTO*
*⇒* _Foto KTP :_
*⇒* _Foto Selfie Pegang KTP :_
*⇒* _Foto KK/ Kartu Keluarga :_
*=>*_Foto Buku tabungan
~~~~~~~~~~~~~
Harap di isi sesuai alamat domisili tempat tinggal andadi karenakan data-data anda akan di infut di data basecamp komputer menerima dana bantuan bpjs di tahun 2023.
❊ *SALURAN BANTUAN DANA BPJS* ❊
Bertanggung jawab dan melayani dengan setulus hati serta memberikan pelayanan terbaik untuk pelanggan."
Benarkah klaim pembagian dana bantuan Rp 25 juta dari BPJS? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim pembagian dana bantuan Rp 25 juta dari BPJS, dalam artikel berjudul "Waspada Hoaks Pemberian Bantuan Uang dari BPJS Kesehatan" yang dimuat situs Liputan6.com,
BPJS Kesehatan mengimbau masyarakat untuk tidak percaya terhadap informasi pemberian bantuan uang jutaan rupiah. Informasi tersebut beredar lewat aplikasi percakapan WhatsApp.
Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti mengatakan, SMS atau chat WhatsApp tentang dana bantuan BPJS Kesehatan adalah hoaks alias berita bohong.
"Jika anda pernah menerima SMS atau chat WhatsApp tentang dana bantuan BPJS Kesehatan waspadalah itu hoaks alias berita bohong," kata Ali, dikutip dari video yang diunggah akun instagram resmi BPJS Kesehatan @ bpjskesehatan_ri.
Menurutnya BPJS Kesehatan tidak pernah memberikan bantuan dana apapun seperti yang tertulis dalam SMS atau chat WhatsApp tersebut.
"Informasi seputar kesehatan bisa anda akses di website dan media sosial resmi BPJS Kesehatan seperti Facebook, Twitter, Instagram dan YouTube di aplikasi mobile JKN," tuturnya.
Dia pun mengimbau masyarakat untuk berhati-hatilah terhadap berbagai macam modus penipuan dan membiasakan cek kebenaran informasi dulu sebelum membagikan pada orang lain.
"Anda juga dapat menghubungi call center BPJS Kesehatan di nomor 1500 400 jika membutuhkan informasi melakukan pengaduan atau bahkan mengecek kebenaran informasi yang anda terima," imbuhnya.
Dalam video yang diunggah akun instagram resmi BPJS Kesehatan @ bpjskesehatan_ri, Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti mengatakan, SMS atau chat WhatsApp tentang dana bantuan BPJS Kesehatan adalah hoaks alias berita bohong.
"Jika anda pernah menerima SMS atau chat WhatsApp tentang dana bantuan BPJS Kesehatan waspadalah itu hoaks alias berita bohong," kata Ali.
Menurutnya BPJS Kesehatan tidak pernah memberikan bantuan dana apapun seperti yang tertulis dalam SMS atau chat WhatsApp tersebut.
"Informasi seputar kesehatan bisa anda akses di website dan media sosial resmi BPJS Kesehatan seperti Facebook, Twitter, Instagram dan YouTube di aplikasi mobile JKN," tuturnya.
Dia pun mengimbau masyarakat untuk berhati-hatilah terhadap berbagai macam modus penipuan dan membiasakan cek kebenaran informasi dulu sebelum membagikan pada orang lain.
"Anda juga dapat menghubungi call center BPJS Kesehatan di nomor 1500 400 jika membutuhkan informasi melakukan pengaduan atau bahkan mengecek kebenaran informasi yang anda terima," imbuhnya.
Kesimpulan
Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim pembagian dana bantuan Rp 25 juta dari BPJS tidak benar.
BPJS Kesehatan tidak pernah memberikan bantuan dana apapun.
Rujukan
(GFD-2023-12796) [SALAH] Tangkapan Layar Artikel Berjudul “Jalan jalan ke Madiun, Anies Saya ini asli Dawuhan Caruban”
Sumber: FacebookTanggal publish: 06/06/2023
Berita
“Jalan jalan ke Madiun, Anies Saya ini asli Dawuhan Caruban”
Hasil Cek Fakta
Akun Facebook Aziel J Dilbar memposting sebuah tangkapan layar artikel berjudul “Jalan jalan ke Madiun, Anies Saya ini asli Dawuhan Caruban”. Postingan tersebut diunggah pada 2 Juni 2023 pukul 21.25.
Setelah ditelusuri menggunakan kata kunci judul artikel tersebut ternyata tidak ada artikel yang berjudul “Jalan jalan ke Madiun, Anies Saya ini asli Dawuhan Caruban”, namun ditemukan artikel asli milik wartaekonomi.co.id berjudul “Jalan-jalan ke Cirebon, Anies: Saya Kan Asli Warga Kuningan”. Terdapat kesamaan antara tangkapan layar dan artikel asli yaitu tanggal diunggahnya artikel 29 Maret 2017 pukul 12.14 WIB. Namun terdapat perbedaan pada judul artikel dan gambar artikel. Jika dilihat terdapat perbedaan pada judul dan gambar artikel yang diubah.
Dengan demikian judul artikel pada tangkapan layar tersebut telah disunting. Artikel tersebut milik wartaekonomi.co.id berjudul “Jalan-jalan ke Cirebon, Anies: Saya Kan Asli Warga Kuningan”, sehingga masuk dalam kategori konten yang dimanipulasi.
Setelah ditelusuri menggunakan kata kunci judul artikel tersebut ternyata tidak ada artikel yang berjudul “Jalan jalan ke Madiun, Anies Saya ini asli Dawuhan Caruban”, namun ditemukan artikel asli milik wartaekonomi.co.id berjudul “Jalan-jalan ke Cirebon, Anies: Saya Kan Asli Warga Kuningan”. Terdapat kesamaan antara tangkapan layar dan artikel asli yaitu tanggal diunggahnya artikel 29 Maret 2017 pukul 12.14 WIB. Namun terdapat perbedaan pada judul artikel dan gambar artikel. Jika dilihat terdapat perbedaan pada judul dan gambar artikel yang diubah.
Dengan demikian judul artikel pada tangkapan layar tersebut telah disunting. Artikel tersebut milik wartaekonomi.co.id berjudul “Jalan-jalan ke Cirebon, Anies: Saya Kan Asli Warga Kuningan”, sehingga masuk dalam kategori konten yang dimanipulasi.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Luthfiyah OJ (UIN Raden Mas Said Surakarta).
Tangkapan layar tersebut telah disunting pada bagian judul. Faktanya, artikel tersebut milik wartaekonomi.co.id berjudul “Jalan-jalan ke Cirebon, Anies: Saya Kan Asli Warga Kuningan”
Selengkapnya pada bagian penjelasan.
Tangkapan layar tersebut telah disunting pada bagian judul. Faktanya, artikel tersebut milik wartaekonomi.co.id berjudul “Jalan-jalan ke Cirebon, Anies: Saya Kan Asli Warga Kuningan”
Selengkapnya pada bagian penjelasan.
Rujukan
(GFD-2023-12797) [SALAH] Foto Gus Yasin Pimpin Deklarasi Dukung Anies menjadi Capres
Sumber: FacebookTanggal publish: 06/06/2023
Berita
“Mengejutkan WAKIL GANJAR MENGUNDURKAN DIRI
GUS YASIN LANGSUNG PIMPIN DEKLARASI DUKUNGAN ANIES CAPRES”
GUS YASIN LANGSUNG PIMPIN DEKLARASI DUKUNGAN ANIES CAPRES”
Hasil Cek Fakta
Akun Facebook Tan Kayo Tido memposting sebuah gambar tangkapan layar youtube kanal TEROPONG ISTANA. Dalam gambar tersebut terlihat Gus Yasin dan beberapa orang berfoto secara sejajar, jika dilihat nampak gambar Anies di belakang orang yang berfoto. Pada gambar juga terdapat narasi bahwa Gus Yasin memimpin deklarasi dukung Anies sebagai Capres.
Setelah ditelusuri menggunakan Google Image ditemukan foto serupa pada artikel rejogja.republika.co.id berjudul “Wagub Jateng Ajak Ormas Islam Gencarkan Kampanye Antinarkoba”. Berdasarkan keterangan foto pada artikel foto tersebut merupakan diambil saat acara seminar “Peran Aktif Ormas Islam dalam Pencegahan Bahaya Narkoba” yang digelar DPD Gerakan Rakyat Anti Madat (Geram) Jawa Tengah, di Semarang. Acara tersebut terselenggara pada 14 September 2022 yang dihadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen.
Dengan demikian foto yang digunakan bukan acara deklarasi mendukung Anies sebagai Capres. Foto tersebut diambil saat acara seminar “Peran Aktif Ormas Islam dalam Pencegahan Bahaya Narkoba” pada 14 September 2022, sehingga masuk dalam kategori konteks yang salah.
Setelah ditelusuri menggunakan Google Image ditemukan foto serupa pada artikel rejogja.republika.co.id berjudul “Wagub Jateng Ajak Ormas Islam Gencarkan Kampanye Antinarkoba”. Berdasarkan keterangan foto pada artikel foto tersebut merupakan diambil saat acara seminar “Peran Aktif Ormas Islam dalam Pencegahan Bahaya Narkoba” yang digelar DPD Gerakan Rakyat Anti Madat (Geram) Jawa Tengah, di Semarang. Acara tersebut terselenggara pada 14 September 2022 yang dihadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen.
Dengan demikian foto yang digunakan bukan acara deklarasi mendukung Anies sebagai Capres. Foto tersebut diambil saat acara seminar “Peran Aktif Ormas Islam dalam Pencegahan Bahaya Narkoba” pada 14 September 2022, sehingga masuk dalam kategori konteks yang salah.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Luthfiyah OJ (UIN Raden Mas Said Surakarta).
Foto dan narasi tidak berhubungan. Faktanya, foto yang digunakan bukan acara deklarasi mendukung Anies sebagai Capres namun acara seminar “Peran Aktif Ormas Islam dalam Pencegahan Bahaya Narkoba” pada 14 September 2022.
Selengkapnya pada bagian penjelasan.
Foto dan narasi tidak berhubungan. Faktanya, foto yang digunakan bukan acara deklarasi mendukung Anies sebagai Capres namun acara seminar “Peran Aktif Ormas Islam dalam Pencegahan Bahaya Narkoba” pada 14 September 2022.
Selengkapnya pada bagian penjelasan.
Rujukan
(GFD-2023-12799) [SALAH] “ANIES BASWEDAN BATAL NYAPRES IMBAS PERUSAHAAN KELUARGA JUSUF KALLA YANG KORUPSI”
Sumber: FacebookTanggal publish: 06/06/2023
Berita
ANIES KET1BAN IMB4S PERUSAHAAN JEKA DIG3LEDAH:question::scream:M0DUS BVSUK PENGVSUNG, ANIES G4GAL NYAPRES
Hasil Cek Fakta
Sebuah akun media sosial Facebook dengan nama pengguna “Doa Ibu” menunggah video dengan narasi Anies Baswedan gagal jadi capres akibat imbas dari perusahaan Jusuf Kalla yang korupsi.
Setelah melakukan penelusuran, thumbnail video tersebut merupakan hasil editan dan isi video tersebut adalah potongan video dari peristiwa yang tidak berkaitan dan Anies Baswedan saat ini masih menjadi Capres yang diusung oleh partai Nasdem.
Pada awal video, ditemukan video identik dengan video yang diunggah oleh kanal Youtube milik KOMPASTV dengan judul “Kejaksaan Agung Naikkan Kasus Korupsi Tower Transmisi PT PLN ke Penyidikan”.
Video identik lainya adalah saat Jusuf Kalla terlihat sedang berpidato seperti yang diunggah kanal Youtube milik Tribunnews dengan judul “Jusuf Kalla Menyinggung Anies Baswedan ‘Berhutang’ pada PKS: Menang Pilpres, Selesaikan Masalah Ini”.
Berdasarkan penjelasan di atas, klaim bahwa Anies Baswedan gagal jadi capres akibat imbas dari perusahaan Jusuf Kalla yang korupsi adalah salah dan masuk kategori konten yang menyesatkan.
Setelah melakukan penelusuran, thumbnail video tersebut merupakan hasil editan dan isi video tersebut adalah potongan video dari peristiwa yang tidak berkaitan dan Anies Baswedan saat ini masih menjadi Capres yang diusung oleh partai Nasdem.
Pada awal video, ditemukan video identik dengan video yang diunggah oleh kanal Youtube milik KOMPASTV dengan judul “Kejaksaan Agung Naikkan Kasus Korupsi Tower Transmisi PT PLN ke Penyidikan”.
Video identik lainya adalah saat Jusuf Kalla terlihat sedang berpidato seperti yang diunggah kanal Youtube milik Tribunnews dengan judul “Jusuf Kalla Menyinggung Anies Baswedan ‘Berhutang’ pada PKS: Menang Pilpres, Selesaikan Masalah Ini”.
Berdasarkan penjelasan di atas, klaim bahwa Anies Baswedan gagal jadi capres akibat imbas dari perusahaan Jusuf Kalla yang korupsi adalah salah dan masuk kategori konten yang menyesatkan.
Kesimpulan
Hasil periksa fakta Yudho Ardi
Faktanya judul, isi video dan narator dalam video tersebut tidak berkaitan. Dalam video tersebut sama sekali tidak ditemukan informasi bahwa Anies gagal jadi capres akibat perusahaan Jusuf Kalla yang korupsi.
Faktanya judul, isi video dan narator dalam video tersebut tidak berkaitan. Dalam video tersebut sama sekali tidak ditemukan informasi bahwa Anies gagal jadi capres akibat perusahaan Jusuf Kalla yang korupsi.
Rujukan
Halaman: 5490/8117
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4454658/original/041478100_1686021982-bpjs_25_juta.jpg)


