(GFD-2026-31693) Hoaks Tautan Pendaftaran CPNS Kemenkes 2026
Sumber:Tanggal publish: 15/01/2026
Berita
ADVERTISEMENT
Video tersebut diunggah oleh akun TikTok “info.seputar.cpns5” (arsip), pada Selasa (6/01/2026). Dalam unggahan video berdurasi 5 detik tersebut, ditemukan logo Abdi Negara dan Kemenkes RI, serta tayangan memperlihatkan Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes RI, Siti Nadia Tarmizi seolah-olah menyampaikan klaim ajakan pendaftaran CPNS Kemenkes 2026 resmi dibuka.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
Namun, terlihat gestur dan gerak bicara pada video tersebut tidak sesuai dan tidak proporsional. Dalam unggahan juga disebutkan bahwa pendaftaran dapat dilakukan melalui tautan yang dicantumkan pada bio akun.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
“Pendaftaran CPNS Kementrian Kesehatan Tahun 2026 resmi dibuka, buruan daftarkan diri Anda di website pendaftaran yang ada di bio profil,” begitu klaim dalam video tersebut.
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Sejak artikel ini ditulis pada Kamis (15/01/2026), unggahan video tersebut telah mendapakan 3903 likes, 90 komentar dan 658.8 ribu kali tayangan.
Tirto juga menemukan unggahan serupa pada akun TikTok “pesalmuhh” (arsip). Unggahan tersebut menampilkan cuplikan video dan klaim yang sama.
“Pendaftaran CPNS Kemenkes RI 2026 DIBUKA! Kesempatan emas buat dokter, perawat, bidan & lulusan SMA/SMK/D3/S1. ⚠️ Pendaftaran GRATIS, jangan sampai ketinggalan!” begitu klaim tertulis dalam unggahan.
ADVERTISEMENT
Lantas, benarkah Kementrian Kesehatan RI membuka pendaftaran CPNS tahun 2026 dengan cara mendaftar pada tautan tersebut?
Baca juga:Hoaks Tautan Pendaftaran Lowongan Apoteker dari Kemenkes
Periksa Fakta Pendaftaran CPNS Kemenkes 2026. foto/hotline periksa fakta tirto
Hasil Cek Fakta
Kemudian, kami mencoba mengecek keaslian laman yang diklaim untuk mendaftar CPNS Kemenkes 2026 pada akun TikTok tersebut. Hasil analisis situs UrlScan menunjukan bahwa tautan yang dibagikan tidak terafiliasi dan bukan situs resmi milik Kemenkes. Tautan tersebut milik Cloudflarenet dengan domain grefth.it.com, dibuat pada 11 Januari 2026 dan berlaku selama 3 bulan.
Lebih lanjut, Tirto mencoba membuka tautan tersebut. Pengunjung lalu diarahkan pada pengisisan data pribadi, seperti nama lengkap, provinsi, dan nomor Telegram aktif. Dalam situs juga memperlihatkan testimoni masyarakat yang berhasil mendaftar.
Setelah itu, pengunjung diarahkan untuk mengisi kode OTP yang dikirimkan melalui nomor Telegram yang didaftarkan. Biasanya, modus ini digunakan untuk memancing korban berkomunikasi langsung dengan pelaku penipuan. Data pribadi yang didapat dari pengguna biasanya dieksploitasi untuk modus phishing.
Phishing sendiri adalah teknik penipuan digital untuk mencuri data pribadi dengan cara mengelabui korban agar mau memberikannya secara sukarela. Sering kali pelaku menyamar sebagai entitas terpercaya, seperti bank atau perusahaan terkenal. Modus itu biasanya disebarkan melalui media sosial palsu yang berisi tautan berbahaya.
Kami juga mendapati bahwa foto yang terdapat dalam unggahan video TikTok tersebut adalah Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes RI, Siti Nadia Tarmizi, saat menyampaikan komentar dalam pelaksanaan Rapat Kerja Kesehatan Nasional (Rakerkesnas) 2023 di Balai Sidang JCC, Jakarta, Jumat (23/2/2023). Hal ini seperti dilansir dari Antara News. Jadi, bisa disimpulkan bahwa gambar visual yang ada dalam unggahan TikTok tersebut tidak ada kaitannya dengan pembukaan CPNS Kemenkes 2026.
Tirto juga menemukan beberapa kejangganlan dalam video. Salah satunya, saat tokoh dalam unggahan tersebut berbicara, terlihat gesturnya tidak sesuai dengan gerak bicara Siti Nadia Tarmizi. Atas kecurigaan tersebut kami pun menganalisis video dengan menggunakan alat pendeteksi kecerdasan buatan (AI) dari Hive Moderation. Hasil analisis menunjukan bahwa video yang beredar memiliki kemungkinan sebagai hasil manipulasi sebesar 99,7 persen.
Dengan demikian, narasi pembukaan pendaftaran CPNS Kemenkes 2026 dalam video tersebut berpotensi sebagai hasil penyuntingan dan tidak berasal dari pernyataan asli Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes RI Siti Nadia Tarmizi.
Melansir laman resmi CASN Kemenkes sesuai dengan aturan Alur Pendaftaran CASN 2024, pelamar dapat menemukan informasi dan ketentuan terkait pendaftran CPNS pada laman casn.kemkes.go.id. Pelamar juga bisa mengakses laman SSCASN pada sscasn.bkn.go.id.
Untuk mendaftar, pelamar harus membuat akun dengan menggunakan nomor induk kependudukan (NIK) dan nomor kartu keluarga (KK) atau NIK kepala keluarga agar bisa mencetak kartu informasi. Jadi, untuk mendaftar CPNS Kemenkes, pelamar tidak perlu menggunakan nomor Telegram aktif.
Seleksi CPNS 2026 hanya dilakukan melalui portal resmi melalui Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (SSCASN) milik BKN dengan laman resmi sscasn.bkn.go.id. Tidak ada jalur pendaftaran resmi selain portal tersebut. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk waspada terhadap situs atau pihak yang mengaku dapat membantu pendaftaran di luar kanal resmi.
Adapun kualifikasi CPNS Kemenkes pada umumnya adalah; WNI, berusia 18-35 tahun (lebih untuk nakes spesialis), sehat jasmani/rohani, tidak pernah pidana/diberhentikan tidak hormat, serta memiliki ijazah sesuai formasi (S1, S2, D3 Nakes) dengan IPK minimal (seringkali 3.00) dan akreditasi kampus minimal B. Beberapa persyaratan tambahan yang umumnya diterapkan adalah pelamar harus bebas narkoba, mampu mengoperasikan komputer, serta bersedia ditempatkan di seluruh Indonesia.
Dengan demikian, unggahan yang menyertakan tautan pendaftran CPNS Kemenkes 2026 dan meminta pelamar memberikan nomor Telegram aktif adalah tidak benar dan terindikasi penipuan.
Baca juga:Kemenkes Revitalisasi 800 Puskesmas Terdampak Bencana di Sumatra
Kesimpulan
Tautan yang disertakan bukan berasal dari kanal resmi Kemenkes dan berujung pada permintaan data pribadi pengunjung. Modus ini biasanya digunakan sebagai modus penipuan dan phishing (pencurian data melalui tautan berbahaya).
Video yang beredar di media sosial tersebut tidak menampilkan pernyataan asli Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes RI, Siti Nadia Tarmizi.
Adanya narasi ajakan mendaftar CPNS Kemenkes 2026 pada unggahan tersebut diduga akibat manipulasi audio dan video menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI). Sementara itu, gambar Siti Nadia Tarmizi yang sedang berkomentar terkait pelaksanaan Rapat Kerja Kesehatan Nasional (Rakerkesnas) 2023 di Balai Sidang JCC, Jakarta, Jumat (23/2/2023), tidak ada kaitannya dengan pembukaan CPNS Kemenkes 2026.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta
Rujukan
- https://www.tiktok.com/@info.seputar.cpns5/video/7592127541175913748
- https://archive.ph/80vFu
- https://www.tiktok.com/@pesalmuhh/video/7592851068044807432
- https://archive.ph/lJwU1
- https://tirto.id/tidak-benar-kemenkes-buka-lowongan-apoteker-hpg7
- https://kemkes.go.id/id/home
- https://grefth.it.com/daftar-kemenkes
- https://urlscan.io./result/019bc039-8beb-7778-babb-cd4177bf87e6/
- https://www.antaranews.com/berita/3416622/kemenkes-perkuat-vaksinasi-covid-19-varian-baru-masih-ditemukan
- https://hivemoderation.com/ai-generated-content-detection
- https://tirto.id/kemenkes-revitalisasi-800-puskesmas-terdampak-bencana-di-sumatra-hofg
(GFD-2026-31694) [PENIPUAN] BRI Sediakan Pinjaman Online hingga Rp500 Juta Tanpa Agunan dan Survei
Sumber: Facebook.comTanggal publish: 15/01/2026
Berita
Beredar unggahan video [arsip] dari akun TikTok “m_rizki_budiman” pada Jumat (9/1/2026). Unggahan beserta narasi :
“KABAR GEMBIRA MULAI 8, JANUARI, 2026 BANK BRI RESMI MENGELUARKAN PINJAMAN BERBASIS ONLINE
MINIMAL PINJAMAN 5JT-500JT DENGAN TANPA JAMINAN ATAUPUN ANGGUNAN SERTA TANPA SURVAY”
Pada bagian bio akun TikTok tersebut, disertakan tautan yang mengarah ke sebuah nomor WhatsApp.
Hingga Kamis (15/1/2026) unggahan telah mendapatkan 15 tanda suka, 4 komentar dan dibagikan ulang 5 kali.
Hasil Cek Fakta
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) melakukan penelusuran dengan mengunjungi laman resmi Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang memuat informasi mengenai berbagai produk pinjaman di co.id/kur-kecil. Diketahui bahwa pinjaman pinjaman hingga Rp500 juta memang tersedia melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR), namun tidak berlaku tanpa syarat. KUR merupakan fasilitas pembiayaan modal kerja dan/atau investasi bagi debitur yang produktif dan layak, dengan suku bunga mulai 6 persen per tahun sesuai kebijakan pemerintah.
BRI membagi KUR menjadi KUR Mikro dan KUR Kecil. KUR Mikro memiliki plafon maksimal Rp50 juta, sedangkan KUR Kecil berkisar Rp50 juta hingga Rp500 juta per debitur. Meski pinjaman hingga Rp100 juta tidak memerlukan agunan tambahan, pinjaman di atas Rp100 juta wajib disertai agunan sesuai penilaian perbankan.
Kesimpulan
Rujukan
(GFD-2026-31698) Cek Fakta: Hoaks Link Pendaftaran Pembuatan dan Perpanjangan SIM Gratis 2026
Sumber:Tanggal publish: 15/01/2026
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial unggahan klaim tautan pendaftaran untuk pembuatan dan perpanjangan SIM gratis 2026. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook pada 9 Januari 2026.
Berikut isi postingannya:
"Resmi Dibuka Pembuatan Dan Perpanjangan SIM secara online dan gratis hanya di buka di tahun 2026 ayo seluruh masyarakat Indonesia perpanjang/buat SIM anda secara gratis Untuk Mendaftar Ke Program ini silahkan klik tombol DAFTAR dibawah ini.
Program ini berlaku sampai awal Tahun 2027"
Unggahan menyertakan poster dengan tulisan sebagai berikut:
"setiap orang yang wajib berkendara wajib memiliki surat izin mengemudi (SIM) sebagai tercantum dalam Pasal 18 (1) UU no.14 Th 1992 tentang lalu-lintas dan angkutan jalan.
BIKIN SIM
SIM A . SIM C . SIM B1 . SIM B2
PROGRAM GRATIS BIKIN SIM LEBIH MUDAH DARI RUMAH!
SIM Online"
Unggahan disertai menu pendaftaran, jika diklik akan muncul link yang mengarah pada halaman situs dan meminta sejumlah identitas, seperti nama dan nomor Telegram.
Lalu benarkah klaim tautan pendaftaran untuk pembuatan dan perpanjangan SIM gratis 2026? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link pendaftaran untuk pembuatan dan perpanjangan SIM gratis 2026. Penelusuran mengarah pada unggahan dari Korlantas Polri melalui akun Instagram resminya @korlantaspolri.ntmc.
Dalam unggahannya, Korlantas menyatakan informasi yang beredar di media sosial bahwa ada pembuatan SIM gratis dan seumur hidup merupakan hoaks.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 76 Tahun 2020, seluruh penerimaan negara bukan pajak yang berlaku pada Kepolisian Negara Republik Indonesia wajib disetor ke kas negara. Tujuannya untuk menunjang pembangunan nasional.
Lalu mengapa SIM tidak seumur hidup? Berdasarkan UU Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Pasal 86 ayat (1), ayat (2), dan ayat (3), SIM berfungsi:
(1) sebagai bukti kompetensi mengemudi
(2) sebagai registrasi pengemudi kendaraan bermotor yang memuat keterangan identitas lengkap pengemudi
(3) data pada registrasi pengemudi dapat digunakan untuk mendukung kegiatan penyelidikan, penyidikan, dan identifikasi forensik kepolisian.
Pastikan untuk selalu memverifikasi informasi melalui sumber resmi, seperti website atau layanan informasi dari kepolisian.
Kesimpulan
Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim link pendaftaran untuk pembuatan dan perpanjangan SIM gratis 2026, hoaks.
(GFD-2026-31700) [SALAH] TNI akan Audit Dana Desa yang Terindikasi Korupsi
Sumber: Facebook.comTanggal publish: 15/01/2026
Berita
Beredar unggahan video [arsip] dari akun Facebook “Calon Jutawan” pada Rabu (7/1/2026). Isinya memperlihatkan seorang pria berseragam TNI membawa map hijau, diikuti beberapa orang di belakangnya, termasuk yang berpakaian seperti kepala desa dan aparat desa, dengan kepala menunduk. Video disertai narasi sebagai berikut:
“Inilah contoh kepala desa yang tertangkap menyalahgunakan bansos dan dana desa. Bantuan rakyat bukan untuk pribadi kalian. Ini uang negara yang seharusnya tepat sasaran bukan untuk memperkaya diri sendiri. Jika ditempat kalian ada kepala desa yang menyelewengkan dana desa bansos laporkan kepada kita. Kami akan segera bertindak. Yang setuju dengan TNI, kepala desa diaudit berikan like”
Hingga Jumat (14/1/2026) unggahan telah mendapatkan 26.900 tanda suka, menuai 2.900 komentar dan telah dibagikan ulang sebanyak 2.500 kali oleh pengguna Facebook lainnya.
Hasil Cek Fakta
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menganalisis konten menggunakan alat pendeteksi AI, Hive Moderation. Diketahui, video merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), probabilitas atau kemungkinannya mencapai 99,9 persen.
TurnBackHoax kemudian melakukan penelusuran dengan memasukkan kata kunci “TNI akan audit dana desa yang terindikasi korupsi” ke mesin pencarian Google. Hasilnya, tidak ditemukan pemberitaan kredibel yang membenarkan klaim tersebut.



