• (GFD-2026-31690) Cek Fakta: Tidak Benar Pernyataan Bahlil Ojol Wajib Beli Motor Listrik Sendiri untuk Kurangi Beban Subsidi

    Sumber:
    Tanggal publish: 15/01/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim pernyataan Menteri ESDM Bahlil ojol wajib beli motor listrik sendiri untuk kurangi beban subsidi negara, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 28 Desember 2025.
    Klaim pernyataan Bahlil ojol wajib beli motor listrik sendiri untuk kurangi beban subsidi negara berupa tulisan sebagai berikut.
    "Kata Pak Bahlil...
    Tahun Depan Untuk Ojol Wajib Beli Motor Listrik Sendiri Untuk Mengurangi Beban subsidi Negara...😱🤔🥺
    Bagaimana Menurut Kalian...⁉️
    #Pakbahlil #mentri #motorlistrik #ojol #pemerintahan #MasGemoy"
    Benarkah klaim pernyataan Bahlil ojol wajib beli motor listrik sendiri untuk kurangi beban subsidi negara? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim pernyataan Bahlil ojol wajib beli motor listrik sendiri untuk kurangi beban subsidi negara, dengan menghubungi Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dwi Anggia.
    Anggia menyatakan klaim pernyataan Bahlil ojol wajib beli motor listrik sendiri untuk kurangi beban subsidi negara adalah hoaks.
    " Ini berita hoaks yang disebarkan pihak tidak bertanggungjawab," kata Anggia, saat berbincang dengan Liputan6.com, Kamis (15/1/2026)
    Menurut Anggia, Bahlil tidak pernah menyeluarkan pernyataan ojol wajib beli motor listrik sendiri untuk kurangi beban subsidi negara.
    "Tidak benar. Menteri ESDM tidak pernah pengeluarkan pernyataan tersebut dalam forum apapun," tegasnya.

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim pernyataan Bahlil ojol wajib beli motor listrik sendiri untuk kurangi beban subsidi negara tidak benar.
    Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dwi Anggia menyakanan, Bahlil tidak pernah menyeluarkan pernyataan ojol wajib beli motor listrik sendiri untuk kurangi beban subsidi negara.
     
  • (GFD-2026-31946) Hoaks Tautan Pendaftaran CPNS Kemenkes 2026

    Sumber:
    Tanggal publish: 15/01/2026

    Berita

    tirto.id - Di media sosial, beredar unggahan video yang mengklaim Kementrian Kesehatan RI membuka pendaftaran CPNS tahun 2026. Dalam unggahan tersebut diklaim bahwa posisi yang dibutuhkan yaitu dokter, perawat, dan bidan, serta dapat diikuti oleh lulusan SMA, SMK, D2, maupun S1. Pendaftaran CPNS Kemenkes 2026 diklaim dibuka pada 1 Januari 2026 sampai dengan 30 Februari 2026.

    ADVERTISEMENT

    Video tersebut diunggah oleh akun TikTok “info.seputar.cpns5” (arsip), pada Selasa (6/01/2026). Dalam unggahan video berdurasi 5 detik tersebut, ditemukan logo Abdi Negara dan Kemenkes RI, serta tayangan memperlihatkan Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes RI, Siti Nadia Tarmizi seolah-olah menyampaikan klaim ajakan pendaftaran CPNS Kemenkes 2026 resmi dibuka.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    Namun, terlihat gestur dan gerak bicara pada video tersebut tidak sesuai dan tidak proporsional. Dalam unggahan juga disebutkan bahwa pendaftaran dapat dilakukan melalui tautan yang dicantumkan pada bio akun.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    “Pendaftaran CPNS Kementrian Kesehatan Tahun 2026 resmi dibuka, buruan daftarkan diri Anda di website pendaftaran yang ada di bio profil,” begitu klaim dalam video tersebut.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Sejak artikel ini ditulis pada Kamis (15/01/2026), unggahan video tersebut telah mendapakan 3903 likes, 90 komentar dan 658.8 ribu kali tayangan.

    Tirto juga menemukan unggahan serupa pada akun TikTok “pesalmuhh” (arsip). Unggahan tersebut menampilkan cuplikan video dan klaim yang sama.

    “Pendaftaran CPNS Kemenkes RI 2026 DIBUKA! Kesempatan emas buat dokter, perawat, bidan & lulusan SMA/SMK/D3/S1. ⚠️ Pendaftaran GRATIS, jangan sampai ketinggalan!” begitu klaim tertulis dalam unggahan.

    ADVERTISEMENT

    Lantas, benarkah Kementrian Kesehatan RI membuka pendaftaran CPNS tahun 2026 dengan cara mendaftar pada tautan tersebut?

    Baca juga:Hoaks Tautan Pendaftaran Lowongan Apoteker dari Kemenkes

    Periksa Fakta Pendaftaran CPNS Kemenkes 2026. foto/hotline periksa fakta tirto

    Hasil Cek Fakta

    Pertama-tama, Tirto menelusuri akun pengunggah klaim. Akun ini tidak menyertakan tautan yang berhubungan dengan situs resmi Kemenkes RI pada kemkes.go.id. Tautan yang yang dicantumkan dalam bio akun TikTok tersebut yaitu https://grefth.it.com/daftar-kemenkes.

    Kemudian, kami mencoba mengecek keaslian laman yang diklaim untuk mendaftar CPNS Kemenkes 2026 pada akun TikTok tersebut. Hasil analisis situs UrlScan menunjukan bahwa tautan yang dibagikan tidak terafiliasi dan bukan situs resmi milik Kemenkes. Tautan tersebut milik Cloudflarenet dengan domain grefth.it.com, dibuat pada 11 Januari 2026 dan berlaku selama 3 bulan.

    Lebih lanjut, Tirto mencoba membuka tautan tersebut. Pengunjung lalu diarahkan pada pengisisan data pribadi, seperti nama lengkap, provinsi, dan nomor Telegram aktif. Dalam situs juga memperlihatkan testimoni masyarakat yang berhasil mendaftar.

    Setelah itu, pengunjung diarahkan untuk mengisi kode OTP yang dikirimkan melalui nomor Telegram yang didaftarkan. Biasanya, modus ini digunakan untuk memancing korban berkomunikasi langsung dengan pelaku penipuan. Data pribadi yang didapat dari pengguna biasanya dieksploitasi untuk modus phishing.

    Phishing sendiri adalah teknik penipuan digital untuk mencuri data pribadi dengan cara mengelabui korban agar mau memberikannya secara sukarela. Sering kali pelaku menyamar sebagai entitas terpercaya, seperti bank atau perusahaan terkenal. Modus itu biasanya disebarkan melalui media sosial palsu yang berisi tautan berbahaya.

    Kami juga mendapati bahwa foto yang terdapat dalam unggahan video TikTok tersebut adalah Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes RI, Siti Nadia Tarmizi, saat menyampaikan komentar dalam pelaksanaan Rapat Kerja Kesehatan Nasional (Rakerkesnas) 2023 di Balai Sidang JCC, Jakarta, Jumat (23/2/2023). Hal ini seperti dilansir dari Antara News. Jadi, bisa disimpulkan bahwa gambar visual yang ada dalam unggahan TikTok tersebut tidak ada kaitannya dengan pembukaan CPNS Kemenkes 2026.

    Tirto juga menemukan beberapa kejangganlan dalam video. Salah satunya, saat tokoh dalam unggahan tersebut berbicara, terlihat gesturnya tidak sesuai dengan gerak bicara Siti Nadia Tarmizi. Atas kecurigaan tersebut kami pun menganalisis video dengan menggunakan alat pendeteksi kecerdasan buatan (AI) dari Hive Moderation. Hasil analisis menunjukan bahwa video yang beredar memiliki kemungkinan sebagai hasil manipulasi sebesar 99,7 persen.

    Dengan demikian, narasi pembukaan pendaftaran CPNS Kemenkes 2026 dalam video tersebut berpotensi sebagai hasil penyuntingan dan tidak berasal dari pernyataan asli Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes RI Siti Nadia Tarmizi.

    Melansir laman resmi CASN Kemenkes sesuai dengan aturan Alur Pendaftaran CASN 2024, pelamar dapat menemukan informasi dan ketentuan terkait pendaftran CPNS pada laman casn.kemkes.go.id. Pelamar juga bisa mengakses laman SSCASN pada sscasn.bkn.go.id.

    Untuk mendaftar, pelamar harus membuat akun dengan menggunakan nomor induk kependudukan (NIK) dan nomor kartu keluarga (KK) atau NIK kepala keluarga agar bisa mencetak kartu informasi. Jadi, untuk mendaftar CPNS Kemenkes, pelamar tidak perlu menggunakan nomor Telegram aktif.

    Seleksi CPNS 2026 hanya dilakukan melalui portal resmi melalui Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (SSCASN) milik BKN dengan laman resmi sscasn.bkn.go.id. Tidak ada jalur pendaftaran resmi selain portal tersebut. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk waspada terhadap situs atau pihak yang mengaku dapat membantu pendaftaran di luar kanal resmi.

    Adapun kualifikasi CPNS Kemenkes pada umumnya adalah; WNI, berusia 18-35 tahun (lebih untuk nakes spesialis), sehat jasmani/rohani, tidak pernah pidana/diberhentikan tidak hormat, serta memiliki ijazah sesuai formasi (S1, S2, D3 Nakes) dengan IPK minimal (seringkali 3.00) dan akreditasi kampus minimal B. Beberapa persyaratan tambahan yang umumnya diterapkan adalah pelamar harus bebas narkoba, mampu mengoperasikan komputer, serta bersedia ditempatkan di seluruh Indonesia.

    Dengan demikian, unggahan yang menyertakan tautan pendaftran CPNS Kemenkes 2026 dan meminta pelamar memberikan nomor Telegram aktif adalah tidak benar dan terindikasi penipuan.

    Baca juga:Kemenkes Revitalisasi 800 Puskesmas Terdampak Bencana di Sumatra

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran menunjukkan bahwa klaim informasi tautan pendaftaran CPNS Kemenkes 2026 bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Tautan yang disertakan bukan berasal dari kanal resmi Kemenkes dan berujung pada permintaan data pribadi pengunjung. Modus ini biasanya digunakan sebagai modus penipuan dan phishing (pencurian data melalui tautan berbahaya).

    Video yang beredar di media sosial tersebut tidak menampilkan pernyataan asli Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes RI, Siti Nadia Tarmizi.

    Adanya narasi ajakan mendaftar CPNS Kemenkes 2026 pada unggahan tersebut diduga akibat manipulasi audio dan video menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI). Sementara itu, gambar Siti Nadia Tarmizi yang sedang berkomentar terkait pelaksanaan Rapat Kerja Kesehatan Nasional (Rakerkesnas) 2023 di Balai Sidang JCC, Jakarta, Jumat (23/2/2023), tidak ada kaitannya dengan pembukaan CPNS Kemenkes 2026.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta

    Rujukan

  • (GFD-2026-31691) Cek Fakta: Hoaks Pesan Berantai Klaim Air Rebusan Pare Bisa Membunuh Sel Kanker

    Sumber:
    Tanggal publish: 15/01/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial pesan berantai yang mengklaim air rebusan pare bisa membunuh sel kanker. Postingan itu beredar sejak pekan ini.
    Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 14 Januari 2026.
    Berikut isi pesan berantainya:
    "Tolong sebar luaskan.
     RS Pusat Angkatan Darat (RSPAD Gatot Soebroto) Jakarta. Menegaskan bila setiap orang yg mendapatkan info ini  kemudian membagikan ke 10 orang lainnya, di pastikan sedikitnya ada satu nyawa yg akan terselamatkan..saya sudah melakukan, Mohon anda juga membantu melakukan bagian anda.Tks!
    Air pare yang panas dapat Membunuh Sel Kangker
    Pare dapat membunuh sel kanker!
    Potong 2-3 irisan tipis pare taruh dalam gelas, tuang air panas, air akan menjadi alkalin (basa), minum setiap hari, terhadap siapapun akan bermanfaat.
    Air panas pare tsb akan mengeluarkan suatu zat anti kanker, ini adalah sebuah perkembangan baru didalam dunia kedokteran yg bermanfaat dalam mengobati kanker.
    Air panas ekstrak pare akan berpengaruh terhadap *kista dan tumor*. Sudah di buktikan dapat menolong pelbagai macam kanker.
    Menggunakan pare dalam mengobati kanker, hanya akan mematikan sel sel jahat tumor, dia tidak akan mempengaruhi sel sel yg sehat.
    Selain itu asam amino dan polyphenol oxidase drpd pare, dapat menyeimbangkan tekanan darah tinggi, melancarkan peredaran darah, mengurangi penggumpalan darah dan dapat mencegah terjadinya penggumpalan vena dalam (deep vein thrombosis).
    Setelah selesai membaca ini, sebar luaskan! Harus jaga dgn baik kesehatan masing masing. Mensana in coporesano..."
    Lalu benarkah pesan berantai yang mengklaim air rebusan pare bisa membunuh sel kanker?

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dan menemukan bahwa pesan berantai tersebut merupakan hoaks yang berulang. Cek Fakta Liputan6.com pernah menulisnya dalam artikel berjudul "Cek Fakta: Air Rebusan Pare Belum Terbukti Bisa Membunuh Sel Kanker" yang tayang pada 31 Maret 2021.
    Dalam artikel tersebut terdapat penjelasan dari Dokter Gizi Medis dr Karina Anastasya, M.Kes. Ia mengungkapkan, air rebusan pare tidak terbukti menyembuhkan kanker.
    "Senyawa dalam pare itu memiliki efektifitas sebagai antikanker. Namun pada saat ini masih terbatas dari pengambilan ekstrak dari pare itu sendiri, belum sampai ke tahap air rebusan pare," ucap dr Karina.
    "Jadi tidak bisa disimpulkan bahwa air rebusan pare bisa menyembuhkan kanker," katanya menambahkan.
    Meski demikian, pare ternyata punya manfaat lain bagi tubuh. Di antaranya membantu memperbaiki lapisan dinding pembuluh darah dan berkhasiat untuk diet.
    "Manfaat ketiga, pare itu membantu menurunkan kadar gula darah dengan membantu menstimulasi stresi insulin," ujar dr Karina.

    Kesimpulan


    Pesan berantai yang mengklaim air rebusan pare bisa membunuh sel kanker adalah hoaks.

    Rujukan

  • (GFD-2026-31692) Cek Fakta: Hoaks Menkeu Purbaya Temukan Data Uang Jokowi Ribuan Triliun di Bank China

    Sumber:
    Tanggal publish: 15/01/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Beredar postingan di media sosial klaim video berupa tangkapan layar dengan narasi Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menemukan data uang Jokowi ribuan triliun di bank China. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Instagram pada 14 Januari 2026.
    Berikut isi unggahannya:
    "Purbaya Temukan Data Uang Jokowi Ribuan Triliun di Simpan di bank China
    Maksa 3 Periode Ternyata ini Jawabannya"
    Unggahan menyertakan caption sebagai berikut:
    "Publik kembali digunc4ng oleh sebuah temuan serius yang tidak bisa lagi dianggap sebagai i5u pinggiran. Dalam pus4ran aliran dana tak wajar yang terjadi selama masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo, muncul satu fakta yang memicu tanda tanya besar, terdeteksinya keterlibatan banyak bank asal Tiongkok dalam jalur pergerakan dana mencurig4kan lintas neg4ra.
    Ini bukan g05ip warung kopi. Ini bukan pula sekedar opiini pribadi. Ini adalah indik4si sist€mik yang menvntut penjelasan neg4ra.
    Temuan ini berangkat dari analisis aliran trans4ksi lintas perbankan internasional, kerja sama data int€lijen keu4ngan, serta laporan aktivitas keu4ngan tidak l4zim yang melewati batas yur1sd1ksi n4sional. Dalam sejumlah jalur tersebut, nama b4nk-b4nk berbasis di Tiongkok berulang kali muncul sebagai simpul perantara,baik sebagai transit, kor€sponden, maupun pen4mpung sementara d4na dalam jumlah besar.
    #purbaya#jokowi #berita #viral #infonasional"
    Lalu benarkah klaim video Menkeu Purbaya menemukan data uang Jokowi ribuan triliun di bank China? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
     

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim video Menkeu Purbaya menemukan data uang Jokowi ribuan triliun di bank China.
    Penelusuran mengarah pada unggahan dari Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi Kementerian Keuangan (PPID Kemenkeu) melalui akun resminya @ppid.kemenkeu.
    PPID Kemenkeu menyampaikan, berita yang menyatakan bahwa Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menemukan data uang Jokowi ribuan triliun di bank Cina adalah tidak benar atau hoaks.
    "Masyarakat diharapkan waspada terhadap penyebaran berita bohong yang mengatasnamakan Menteri Purbaya," demikian pernyataan dari PPID Kemenkeu.
     

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim video Menkeu Purbaya menemukan data uang Jokowi ribuan triliun di bank China, tidak benar.