• (GFD-2026-31668) Keliru: Video Jutaan Rakyat Berbaju Hitam Mendukung Rezim Iran

    Sumber:
    Tanggal publish: 15/01/2026

    Berita

    VIDEO dengan klaim jutaan warga Iran berunjuk rasa mendukung pemerintah beredar di Instagram [arsip] dan TikTok pada 12 Januari 2026. Konten ini beredar di tengah demonstrasi besar rakyat Iran dalam beberapa hari terakhir. Unjuk rasa itu dipicu masalah ekonomi seperti harga makanan dan bahan bakar mahal dan inflasi yang tinggi.

    Dalam video itu terlihat sejumlah orang berpakaian hitam berbaris di jalan sebuah kota. Sebagian dari mereka mengibarkan bendera Iran. Konten itu memuat narasi: “Gelombang massa dalam jumlah besar memenuhi jalan-jalan utama di berbagai provinsi di Iran pada hari ini. Demonstrasi besar-besaran yang diikuti oleh jutaan orang tersebut digelar sebagai bentuk protes terhadap aksi kerusuhan bersenjata yang sempat terjadi di beberapa wilayah negara tersebut.”



    Namun, benarkah video itu memperlihatkan demonstran pro pemerintah di Iran?

    Hasil Cek Fakta

    Tempo memverifikasi konten itu menggunakan pengamatan langsung, alat pendeteksi konten akal imitasi (AI), dan informasi dari sumber-sumber kredibel. Hasilnya, meski terdapat unjuk rasa untuk mendukung pemerintah Iran, namun video tersebut dibuat dengan akal imitasi (AI).

    Video yang beredar memperlihatkan sejumlah kejanggalan. Pertama, bendera-bendera yang berkibar sedikit berbeda dengan bendera resmi Iran. Bendera Iran berwarna hijau, putih, dan merah dengan lambang empat bulan sabit dan sebilah pedang membentuk sebuah monogram Allah. Sementara pada video yang beredar, simbol bulan sabit tersebut tidak ada dalam bendera.



    Kejanggalan kedua berupa sosok-sosok demonstran yang terlihat mematung, tidak bergerak alami seperti halnya aksi demonstrasi.  

    Analisis menggunakan alat deteksi konten imitasi, AI OR NOT menyimpulkan konten tersebut memuat elemen AI sebesar 96 persen. Sementara alat Hive Moderation menghasilkan 82,6 persen kemungkinan video itu dibuat AI.



    Dua Kubu yang Turun Jalan di Iran

    Sejak 28 November 2025, rakyat Iran termasuk kalangan generasi Z, menggelar unjuk rasa besar-besaran untuk menuntut mundurnya rezim penguasa di Iran. Penyebab utama unjuk rasa tersebut akibat sulitnya ekonomi dan kenaikan harga yang terjadi setelah nilai mata uang terhadap dollar Amerika Serikat anjlok karena sanksi Amerika dan perang dengan Israel.  

    Fluktuasi harga dan nilai tukar yang ekstrem telah melumpuhkan penjualan barang impor, menyebabkan penjual maupun pembeli tidak dapat melakukan transaksi. Protes meletus di sekitar 10 universitas, termasuk Universitas Teheran, Universitas Teknologi Sharif, dan Universitas Teknologi Isfahan, sementara pemilik usaha kecil juga bergabung dalam demonstrasi tersebut.

    Iran memutus akses internet dan saluran telepon internasional ke seluruh negeri pada Kamis malam, 8 Januari 2026 akibat meluasnya aksi demonstrasi. CNN melaporkan sebanyak 2.403 orang meninggal dunia dalam demonstrasi pada Selasa 13 Januari. 

    Pada hari yang sama, kelompok pendukung rezim menggelar unjuk rasa tandingan. Menukil laporan The Guardian, massa berkumpul di Teheran untuk mendukung pemerintah Iran melawan apa yang mereka sebut sebagai terorisme Amerika-Zionis. Meski ketegangan memuncak, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengklaim pada Senin bahwa situasi telah terkendali dan protes anti-pemerintah mulai mereda.

    Kesimpulan

    Verifikasi Tempo menyimpulkan bahwa narasi video yang menyebut demonstran pro pemerintah Iran adalah klaim keliru. Meskipun benar ada sejumlah demonstrasi di Iran, namun sebagian konten dibuat dari mesin AI.

    Rujukan

  • (GFD-2026-31669) Hoaks Dedi Mulyadi Bagi Hadiah Lewat Kuis Tebak Kota

    Sumber:
    Tanggal publish: 15/01/2026

    Berita

    tirto.id - Beredar sebuah video di Facebook yang menampilkan sosok Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi atau yang kerap disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM), yang diklaim mengadakan kuis menebak nama kota untuk mendapatkan hadiah. Dalam unggahan tersebut, ajakan Dedi Mulyadi berujung dengan kuis berhadiah.

    ADVERTISEMENT

    Video ini diunggah melalui akun Facebook "K.D.M berbagi hadiah" pada Minggu (11/01/2026).

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “Rezeki kamu hari ini bagi yang menemukan video saya ini akan mendapatkan hadiah uang tunai dari saya, imbok sekarang… Ayo siapa cepat dia dapat, let’s go,” tulis pengunggah di keterangan video (arsip).

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Dalam video tersebut, terdapat sebuah kotak dengan dua huruf, yaitu B dan L, yang disertai dua garis kosong untuk diisi di antaranya. Kang Dedi meminta masyarakat untuk mengirimkan jawaban melalui pesan ke dirinya dan hadiahnya akan langsung dikirim ke rekening pemenang.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Hingga Rabu (14/01/2026), unggahan itu telah ditonton sekitar 9,9 ribu kali serta memperoleh 170 tanda reaksi, 83 komentar, dan dua kali dibagikan ulang. Sejumlah pengguna Facebook terlihat ikut berpartisipasi dengan meninggalkan komentar. Jawaban mereka didominasi dengan “BALI” sebagai tebakan atas kuis tebak kota tersebut.

    Narasi serupa mengenai kuis tebak kota berhadiah yang mengatasnamakan Kang Dedi Mulyadi juga ditemukan beredar di beberapa akun Facebook lain, seperti ini dan ini.

    ADVERTISEMENT

    Periksa Fakta Dedi Mulyadi Bagi Bagi Hadiah. foto/hotline periksa fakta tirto

    Lantas, bagaimana fakta sebenarnya dari klaim tersebut?

    Hasil Cek Fakta

    Untuk memverifikasi klaim tersebut, Tirto melakukan penelusuran terhadap video yang beredar. Langkah pertama dilakukan dengan penelusuran gambar terbalik (reverse image search). Hasilnya menunjukkan bahwa video tersebut identik dengan unggahan dari akun TikTok resmi milik Dedi Mulyadi, yakni @dedimulyadiofficial, yang dipublikasikan pada 30 Maret 2025.

    Dalam video asli tersebut, Dedi Mulyadi terlihat mengenakan ikat kepala tradisional berwarna hitam dengan corak khas serta kaus putih, atribut yang sama seperti yang muncul dalam video hoaks. Latar belakang video juga menunjukkan kesamaan, yang mengindikasikan bahwa visual dalam unggahan Facebook memang berasal dari video asli Dedi Mulyadi.

    Namun, setelah menonton keseluruhan video versi asli, konteksnya sama sekali berbeda. Dalam video TikTok tersebut, Dedi Mulyadi tidak sedang mengadakan kuis atau membagikan hadiah. Ia justru menyampaikan refleksi dan harapannya pada hari terakhir bulan puasa tahun 2025.

    Ia menyebutkan beberapa hal yang identik dengan kebahagiaan menjelang Hari Raya, seperti anak-anak kecil yang mendapatkan uang, adanya baju baru, serta kebiasaan pribadinya mengunjungi warung langganan untuk meminum limun.

    Tidak ditemukan satu pun pernyataan, ajakan, maupun informasi terkait kuis tebak kota atau pembagian hadiah uang sebagaimana yang diklaim dalam video Facebook tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa visual video telah dimanipulasi dengan konteks yang menyesatkan.

    Untuk memastikan lebih lanjut, Tirto memisahkan audio yang berisi ajakan mengikuti kuis dari video tersebut. Audio tersebut kemudian dianalisis menggunakan alat pendeteksi kecerdasan buatan Undetectable.ai. Hasil analisis menunjukkan bahwa suara yang mengajak masyarakat mengikuti kuis tebak kota berpotensi merupakan hasil rekayasa AI dan bukan suara asli Dedi Mulyadi, hanya 1 persen konten audio dalam video tersebut yang dianalisis bukan buatan AI.

    Jika diperhatikan lebih lanjut, akun yang mengunggah kuis berhadiah di Facebook bukanlah akun resmi Dedi Mulyadi. Akun resmi Dedi Mulyadi di Facebook adalah @Kang Dedi Mulyadi dan telah mendapatkan tanda verifikasi. Hal ini menunjukkan bahwa unggahan kuis berhadiah bukan berasal dari akun resmi, yang berpotensi mengarah ke penipuan.

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran menunjukkan bahwa klaim kuis tebak kota berhadiah yang mengatasnamakan Dedi Mulyadi adalah salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Video kuis yang beredar tidak berasal dari akun resmi Dedi Mulyadi. Visual dalam unggahan tersebut merupakan potongan video lama dari akun TikTok resmi Dedi Mulyadi yang konteksnya telah dimanipulasi, sementara audio ajakan kuis berhadiah diduga merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI). Dalam video asli, tidak terdapat pernyataan maupun ajakan terkait pembagian hadiah atau kuis berhadiah.

    Dengan demikian, narasi yang beredar bertentangan dengan konteks asli video serta tidak didukung oleh pernyataan resmi maupun sumber terpercaya, sehingga berpotensi menyesatkan masyarakat.

    ===========

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

  • (GFD-2026-31670) Hoaks Tautan Pendaftaran Lowongan Apoteker dari Kemenkes

    Sumber:
    Tanggal publish: 15/01/2026

    Berita

    tirto.id - Beredar sebuah unggahan di media sosial Facebook, yang mengklaim bahwa Kementerian Kesehatan (Kemenkes) membuka lowongan kerja bagian apoteker untuk tahun 2026 dengan penempatan di seluruh Indonesia. Unggahan tersebut juga menyertakan tautan pendaftaran untuk lowongan kerja tersebut.

    ADVERTISEMENT

    Unggahan tersebut disebarkan oleh akun bernama “bantuan sosial Indonesia” (arsip) pada 13 Januari 2026. Pengunggah mencantumkan informasi gaji hingga Rp7,5 juta serta persyaratan untuk melamar kerja.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    Berbagai persyaratan itu antara lain, pelamar harus berstatus warga negara Indonesia, tidak terikat kontrak dengan instansi lain, tidak berstatus sebagai CPNS/PNS maupun anggota TNI/Polri, sehat jasmani dan rohani, bebas narkoba, berkelakuan baik, serta bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    “DIBUKA LOWONGAN KERJA KEMENKES 2026. Wilayah untuk seluruh Indonesia. Pendaftaran silahkan klik link dibawah,” terang pengunggah di takarir.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Periksa Fakta Lowongan Kerja Kemenkes 2026. foto/hotline periksa fakta tirto

    Unggahan juga menyertakan tautan pendaftaran yakni https://daftar-segera04.insert.blog/ dan menyebutkan bahwa rekrutmen tidak dipungut biaya.

    ADVERTISEMENT

    Hingga artikel ini ditulis pada 14 Januari 2026, unggahan tersebut sudah mendapatkan 33 tanda suka dan tiga komentar.

    Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?

    Baca juga:Kemenkes Revitalisasi 800 Puskesmas Terdampak Bencana di Sumatra

    Hasil Cek Fakta

    Untuk menelusuri kebenaran klaim, pertama-tama Tirto membuka situs https://daftar-segera04.insert.blog/. Setelah mengklik link tersebut, tim riset Tirto diarahkan untuk login menggunakan akun Telegram aktif, dan sesudahnya harus mengklik kolom "Daftar Sekarang".

    Tirto lantas melakukan verifikasi ke situs Whois, untuk mengecek kredibilitas situs. Hasilnya, tidak ditemukan afiliasi situs tersebut dengan institusi Kementerian Kesehatan. Dari hasil verifikasi, situs https://daftar-segera04.insert.blog/ baru dibuat pada 3 Januari 2026.

    Selanjutnya, Tirto mengecek akun dan situs resmi Kemenkes untuk mengecek kebenaran klaim. Namun, tidak terdapat informasi terkait pembukaan pendaftaran lowongan kerja Kemenkes.

    Melansir situs Kemenkes, lowongan terakhir yang dibuka oleh Kemenkes adalah rekrutmen bagi tenaga The Global Fund to Fight AIDS, Tuberculosis, Malaria dan Resilient and Sustainable Systems for Health (GF-ATMR) untuk penempatan tahun 2026. Rekrutmen ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan tenaga profesional di lingkungan Direktorat Penyakit Menular, Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit.

    Perlu diketahui, informasi rekrutmen dari Kemenkes hanya dapat diakses dari laman resminya yaitu kemkes.go.id, atau media sosial resmi Kemenkes yaitu “@kemenkes_ri” (Instagram).

    Baca juga:Kemenkes Ikut Pantau Penanganan Banjir-Longsor di Sumatra

    Kesimpulan

    Dari hasil penelusuran fakta, dapat disimpulkan bahwa klaim yang menyebutkan Kemenkes membuka lowongan kerja untuk posisi apoteker beserta tautan pendaftarannya adalah salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Situs pendaftaran yang dicantumkan tidak terafiliasi dengan Kemenkes dan baru dibuat pada Januari 2026. Sementara itu, tidak ada pengumuman resmi serupa di laman maupun media sosial resmi Kemenkes. Dengan demikian, informasi tersebut dapat dipastikan salah dan menyesatkan.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

  • (GFD-2026-31671) Hoaks Dedi Mulyadi Bagi Hadiah Lewat Kuis Tebak Kota

    Sumber:
    Tanggal publish: 15/01/2026

    Berita

    tirto.id - Beredar sebuah video di Facebook yang menampilkan sosok Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi atau yang kerap disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM), yang diklaim mengadakan kuis menebak nama kota untuk mendapatkan hadiah. Dalam unggahan tersebut, ajakan Dedi Mulyadi berujung dengan kuis berhadiah.

    ADVERTISEMENT

    Video ini diunggah melalui akun Facebook "K.D.M berbagi hadiah" pada Minggu (11/01/2026).

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “Rezeki kamu hari ini bagi yang menemukan video saya ini akan mendapatkan hadiah uang tunai dari saya, imbok sekarang… Ayo siapa cepat dia dapat, let’s go,” tulis pengunggah di keterangan video (arsip).

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Dalam video tersebut, terdapat sebuah kotak dengan dua huruf, yaitu B dan L, yang disertai dua garis kosong untuk diisi di antaranya. Kang Dedi meminta masyarakat untuk mengirimkan jawaban melalui pesan ke dirinya dan hadiahnya akan langsung dikirim ke rekening pemenang.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Hingga Rabu (14/01/2026), unggahan itu telah ditonton sekitar 9,9 ribu kali serta memperoleh 170 tanda reaksi, 83 komentar, dan dua kali dibagikan ulang. Sejumlah pengguna Facebook terlihat ikut berpartisipasi dengan meninggalkan komentar. Jawaban mereka didominasi dengan “BALI” sebagai tebakan atas kuis tebak kota tersebut.

    Narasi serupa mengenai kuis tebak kota berhadiah yang mengatasnamakan Kang Dedi Mulyadi juga ditemukan beredar di beberapa akun Facebook lain, seperti ini dan ini.

    ADVERTISEMENT

    Periksa Fakta Dedi Mulyadi Bagi Bagi Hadiah. foto/hotline periksa fakta tirto

    Lantas, bagaimana fakta sebenarnya dari klaim tersebut?

    Hasil Cek Fakta

    Untuk memverifikasi klaim tersebut, Tirto melakukan penelusuran terhadap video yang beredar. Langkah pertama dilakukan dengan penelusuran gambar terbalik (reverse image search). Hasilnya menunjukkan bahwa video tersebut identik dengan unggahan dari akun TikTok resmi milik Dedi Mulyadi, yakni @dedimulyadiofficial, yang dipublikasikan pada 30 Maret 2025.

    Dalam video asli tersebut, Dedi Mulyadi terlihat mengenakan ikat kepala tradisional berwarna hitam dengan corak khas serta kaus putih, atribut yang sama seperti yang muncul dalam video hoaks. Latar belakang video juga menunjukkan kesamaan, yang mengindikasikan bahwa visual dalam unggahan Facebook memang berasal dari video asli Dedi Mulyadi.

    Namun, setelah menonton keseluruhan video versi asli, konteksnya sama sekali berbeda. Dalam video TikTok tersebut, Dedi Mulyadi tidak sedang mengadakan kuis atau membagikan hadiah. Ia justru menyampaikan refleksi dan harapannya pada hari terakhir bulan puasa tahun 2025.

    Ia menyebutkan beberapa hal yang identik dengan kebahagiaan menjelang Hari Raya, seperti anak-anak kecil yang mendapatkan uang, adanya baju baru, serta kebiasaan pribadinya mengunjungi warung langganan untuk meminum limun.

    Tidak ditemukan satu pun pernyataan, ajakan, maupun informasi terkait kuis tebak kota atau pembagian hadiah uang sebagaimana yang diklaim dalam video Facebook tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa visual video telah dimanipulasi dengan konteks yang menyesatkan.

    Untuk memastikan lebih lanjut, Tirto memisahkan audio yang berisi ajakan mengikuti kuis dari video tersebut. Audio tersebut kemudian dianalisis menggunakan alat pendeteksi kecerdasan buatan Undetectable.ai. Hasil analisis menunjukkan bahwa suara yang mengajak masyarakat mengikuti kuis tebak kota berpotensi merupakan hasil rekayasa AI dan bukan suara asli Dedi Mulyadi, hanya 1 persen konten audio dalam video tersebut yang dianalisis bukan buatan AI.

    Jika diperhatikan lebih lanjut, akun yang mengunggah kuis berhadiah di Facebook bukanlah akun resmi Dedi Mulyadi. Akun resmi Dedi Mulyadi di Facebook adalah @Kang Dedi Mulyadi dan telah mendapatkan tanda verifikasi. Hal ini menunjukkan bahwa unggahan kuis berhadiah bukan berasal dari akun resmi, yang berpotensi mengarah ke penipuan.

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran menunjukkan bahwa klaim kuis tebak kota berhadiah yang mengatasnamakan Dedi Mulyadi adalah salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Video kuis yang beredar tidak berasal dari akun resmi Dedi Mulyadi. Visual dalam unggahan tersebut merupakan potongan video lama dari akun TikTok resmi Dedi Mulyadi yang konteksnya telah dimanipulasi, sementara audio ajakan kuis berhadiah diduga merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI). Dalam video asli, tidak terdapat pernyataan maupun ajakan terkait pembagian hadiah atau kuis berhadiah.

    Dengan demikian, narasi yang beredar bertentangan dengan konteks asli video serta tidak didukung oleh pernyataan resmi maupun sumber terpercaya, sehingga berpotensi menyesatkan masyarakat.

    ===========

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan